Mata

Pinguekula

21 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Pinguekula
Pada umumnya, pinguekula tidak memerlukan pengobatan apapun.
Pinguekula adalah benjolan tidak ganas berwarna kekuningan yang muncul pada konjungtiva bulbar, yakni selaput tipis pembungkus bagian putih bola mata.Meski tidak tumbuh ke dalam kornea, benjolan ini dapat menyebabkan iritasi atau gangguan penampilan pada mata.Pinguekula akan tampak berwarna kekuningan dan biasanya berbentuk segitiga. Benjolan ini lebih sering muncul di sisi kornea yang dekat dengan hidung, tapi bisa pyla terdapat pada sisi kornea yang lain.Beberapa benjolan pinguekula dapat tumbuh membesar. Tapi pertumbuhannya lambat dan sangat jarang.Pinguekula dapat dialami oleh semua orang dari segala kelompok usia. Namun kondisi ini lebih sering ditemukan pada kalangan dewasa muda dan lanjut usia (lansia).Benjolan ini biasanya tidak perlu dihilangkan karena tidak mengganggu kesehatan maupun penglihatan. 
Pinguekula
Dokter spesialis Mata
GejalaBenjolan atau titik kekuningan di bagian putih mata, mata merah, mata kering
Faktor risikoPaparan sinar matahari, debu, dan angin yang terus menerus, usia tua, iritasi mata
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan mata
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAir mata buatan, salep mata, obat tetes mata steroid
KomplikasiPterygium
Kapan harus ke dokter?Menemukan perubahan pada mata
Gejala pinguekula yang utama adalah benjolan atau titik kekuningan pada bagian putih mata atau kedua mata. Benjolan bisa berbentuk bulat atau tidak beraturan.Kebanyakan pasien dengan pinguekula hanya mengalami gejala ringan. Pada beberapa kasus, pasien dapat mengalami gejala berupa:
  • Kemerahan dan bengkak pada mata
  • Mata kering
  • Mata terasa terbakar
  • Mata gatal
  • Mata seperti berpasir atau ada yang mengganjal
  • Pandangan kabur, namun hal ini sangat jarang
 
Pinguekula terbentuk ketika jaringan pada konjungtiva berubah dan menjadi benjolan kecil. Beberapa benjolan mengandung lemak, kalsium, atau keduanya.Hingga saat ini, penyebab pinguekula belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diperkirakan berkaitan dengan kondisi ini. 

Faktor risiko pinguekula

Faktor risiko pinguekula antara lain:
  • Paparan sinar matahari, debu, dan angin yang terus menerus
  • Usia tua
  • Iritasi mata
  • Bekerja sebagai tukang las listrik
 
Diagnosis pinguekula dapat dipastikan melalui:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala serta faktor risiko pasien.
  • Pemeriksaan mata

Pemeriksaan mata dilakukan dengan kaca pembesar di bawah lampu khusus. Prosedur ini sudah cukup untuk mengidentifikasi dan mendiagnosis pinguekula. 
Pinguekula tidak selalu membutuhkan pengobatan. Tetapi bila benjolan menimbulkan gejala yang mengganggu, penanganan di bawah ini mungkin bisa direkomendasikan oleh dokter:
  • Obat-obatan

Obat tetes mata yang mengandung air mata buatan dapat meredakan gejala yang meliputi mata kering, perih terasa terbakar, dan gatal. Dokter juga bisa meresepkan salep mata untuk menangani kondisi mata kering yang lebih berat.Bila obat tetes dan salep mata tidak dapat meredakan gejala, dokter akan meresepkan obat tetes mata steroid. Obat ini dapat meredakan bengkak, peradangan, serta rasa mengganjal pada mata.
  • Operasi

Operasi menjadi pilihan bagi pasien dengan gejala pinguekula yang tidak membaik meski sudah menggunakan obat-obatan. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk pasien yang ingin mengangkat pinguekula yang dianggap mengganggu penampilan.Setelah operasi, dokter akan menggunakan lem khusus untuk memindahkan jaringan konjungtiva yang sehat ke lokasi pengangkatan pinguekula. 

Komplikasi pinguekula

Komplikasi pinguekula yang mungkin terjadi adalah tumbuhnya jaringan hingga melewati kornea dan mengganggu penglihatan. Kondisi ini disebut pterygium. 
Jika sering melakukan aktivitas di luar ruangan, Anda memiliki risiko lebih besar untuk terkena gangguan mata ini. Oleh karena itu, cara mencegah pinguekula berikut dapat Anda lakukan:
  • Memakai kacamata hitam ketika berada di luar ruangan

Kacamata hitam yang digunakan sebaiknya memiliki lapisan untuk menghalangi sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) dari matahari. Kacamata ini juga membantu dalam melindungi mata dari angin, debu, maupun pasir.
  • Menggunakan tetes mata yang mengandung air mata buatan

Mata dapat dijaga tetap lembap dengan air mata buatan untuk membantu mencegah pinguekula.
  • Memakai kacamata pelindung saat bekerja

Kacamata pelindung juga sebaiknya dikenakan saat bekerja di lingkungan tertentu, misalnya lokasi kering dan berdebu, atau memiliki profesi sebagai tukang las. 
Segera hubungi dokter bila Anda menemukan perubahan pada mata. Dokter mungkin akan merujuk pasien ke dokter spesialis mata bila dierlukan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pinguekula, misalnya sering terpapar sinar matahari?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis pinguekula. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pinguecula
Diakses pada 21 November 2018
Kellogg Eye Center Michigan Medicine. https://www.umkelloggeye.org/conditions-treatments/pinguecula
Diakses pada 9 November 2018
MSD Manual.  https://www.msdmanuals.com/professional/eye-disorders/conjunctival-and-scleral-disorders/pinguecula-and-pterygium#v34424997
Diakses pada 9 November 2018
Mount Sinai. https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/pinguecula
Diakses pada 21 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/pinguecula#symptoms
Diakses pada 21 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email