Pingsan adalah keadaan Anda kehilangan kesadaran sementara, yang terjadi secara mendadak. Kondisi ini disebabkan oleh otak yang tidak mendapatkan cukup oksigen, dan biasanya menyebabkan Anda terjatuh. Sebelum mengalami pingsan, Anda bisa merasa lemah, mual dan pusing. 

Pemulihan penuh dari pingsan umumnya memerlukan waktu selama beberapa menit. Jika tidak ada kondisi medis yang menyebabkan pingsan, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan medis. 

Pingsan biasanya tidak menjadi penyebab kekhawatiran, namun terkadang dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang lebih serius. Jika Anda tidak memiliki riwayat pingsan, dan mengalami pingsan lebih dari sekali dalam sebulan, sebaiknya konsultasikan diri Anda ke dokter.

Saat seseorang mengalami pingsan, ia tidak akan sadar bahwa ia terjatuh. Sementara tanda-tanda yang mungkin dirasakan sebelum mengalami pingsan meliputi:

  • Merasa pusing.
  • Merasa mual.
  • Berkeringat.
  • Merasa lemah.
  • Merasa pusing dan ruangan di sekitarnya seperti berputar (vertigo).
  • Penglihatan yang kabur.
  • Berkurangnya kemampuan pendengaran.
  • Mengalami sensasi kesemutan di tubuh.

Penyebab pingsan bisa dilihat berdasarkan jenis pingsan yang Anda alami. Berikut penjelasannya:

  • Sinkop vasovagal. Pingsan jenis ini disebabkan oleh penurunan detak jantung dan tekanan darah secara tiba-tiba. Kondisi ini terjadi saat tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap pemicu emosional, neurologis, stres, melihat darah, atau berdiri dalam jangka waktu yang lama.
  • Sinkop sinus karotis. Tipe ini terjadi ketika arteri karotis pada leher berkonstriksi (mengerut atau mengencang). Kondisi ini dapat muncul akibat beragam hal, seperti memutar kepala dari sisi ke sisi atau mengenakan baju dengan kerah yang terlalu ketat. 
  • Sinkop situasional. Pingsan tipe ini terjadi karena tegang ketika Anda batuk, buang air kecil, mengejan, atau memiliki masalah pencernaan. 

Di samping jenis-jenis pingsan tersebut, ada juga beragam penyebab lainnya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat untuk menangani gangguan kecemasan, depresi, alergi, dan tekanan darah tinggi.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol.
  • Bernapas dengan sangat cepat dan dalam (hiperventilasi).
  • Kurangnya kadar gula dalam darah.
  • Mengalami kejang.
  • Bangkit berdiri secara mendadak dari posisi berbaring.
  • Menurunnya tekanan darah secara tiba-tiba, misalnya saat mengalami perdarahan atau dehidrasi berat.
  • Menderita gangguan jantung, seperti ritme jantung yang tidak normal, serangan jantung, dan stroke. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kalangan lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun.
  • Mengidap penyakit diabetes, aterosklerosis, serangan cemas atau panik, serta penyakit paru kronis (seperti emfisema).

Apabila Anda tidak memiliki riwayat pingsan, tapi mengalaminya beberapa kali, dokter perlu mencari tahu penyebabnya. Bahkan ketika seseorang hanya pingsan satu kali, dokter akan meminta Anda untuk melakukan elektrokardiogram (EKG). EKG adalah pemeriksaan untuk mencatat aktivitas listrik pada jantung Anda.

Informasikan juga ke dokter Anda dengan jelas tentang kondisi Anda sebelum pingsan. Misalnya, apa yang sedang Anda lakukan dan apa yang Anda rasakan sesaat sebelum pingsan.  

Bersiaplah untuk memberikan informasi yang lengkap tentang riwayat medis Anda. Mulai dari penyakit yang pernah Anda derita hingga obat apa yang pernah atau sedang Anda gunakan (termasuk suplemen, vitamin, maupun obat herba). 

Anda mungkin akan membutuhkan pemeriksaan lainnya setelah menjalani pemeriksaan fisik. Selain EKG, pemeriksaan penunjang lain berikut ini dapat digunakan untuk mengetahui penyebab pingsan:

  • Holter monitor. Alat ini merupakan pemantau jantung yang dapat dibawa ke mana-mana (portable) yang dikenakan setidaknya selama 24 jam.
  • Echocardiogram (ECG). Pemeriksaan ini berfungsi menggambarkan pergerakan jantung yang menggunakan gelombang suara.
  • Elektroensefalogram (EEG). Pemeriksaan ini berfungsi melihat dan mengukur aktivitas listrik pada otak Anda. Dokter biasanya dapat mengetahui apakah Anda pingsan atau kejang melalui gejala yang Anda gambarkan. Jika dokter tidak yakin, dokter akan melakukan pemeriksaan EEG. 

Untuk beberapa kasus, mungkin akan dilakukan CT scan pada kepala Anda untuk melihat apakah terdapat perdarahan di dalam otak. Pemeriksaan ini biasanya akan membantu apabila ada cedera kepala dan dicurigai terdapatnya perdarahan di dalamnya. 

Pengobatan untuk pingsan diberikan berdasarkan penyebab dan disesuaikan pada kondisi tiap orang yang mengalaminya.

Pingsan umumnya merupakan kondisi yang tidak normal walaupun penyebabnya mungkin tidak serius. Akan tetapi, apabila pingsan disertai detak jantung yang terhenti, segera bawa orang tersebut ke unit gawat darurat terdekat untuk menjalani resusitasi jantung paru (RJP)

Apabila pingsan hanya berlangsung sebentar, Anda kembali sadar dengan kondisi normal tanpa cedera, Anda sebaiknya menghubungi dokter untuk berkonsultasi. 

Namun bila pingsan berlangsung lama, Anda memerlukan pemantauan kondisi jantung dan infus untuk menggantikan cairan tubuh, serta pemberian oksigen. Sampel darah Anda juga mungkin diperlukan guna mengetahui kadar gula darah dalam tubuh Anda. 

Apabila Anda mempunyai riwayat pingsan, cobalah untuk mencari tahu apa yang menyebabkannya. Dengan ini, Anda dapat menjauhi atau menghindari pemicunya. 

Jika Anda ingin bangkit dari posisi duduk, sebaiknya dilakukan secara perlahan-lahan. Apabila Anda takut melihat darah, informasikan ke petugas kesehatan mengenai hal ini sebelum dilakukan pengambilan darah. Lalu untuk mencegah pusing akibat kadar gula darah yang rendah, Anda sebaiknya selalu makan tepat waktu.

Kepala terasa ringan, tubuh yang lemas, serta merasakan sensasi seperti berputar termasuk tanda-tanda peringatan dari pingsan. Bila Anda mengenalinya, segera duduk dan letakkan kepala di antara lutut guna membantu aliran darah dan oksigen ke otak.

Anda juga dapat berbaring untuk menghindari terjadinya cedera karena jatuh saat kehilangan kesadaran. Jangan berdiri sampai Anda benar-benar merasa lebih baik.

Segera cari bantuan medis atau bawa orang yang pingsan ke unit gawat darurat apabila ia juga mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Tidak bernapas.
  • Tidak kunjung sadar meski sudah beberapa menit.
  • Jatuh dan menderita cedera atau mengalami perdarahan.
  • Sedang hamil.
  • Menderita diabetes.
  • Tidak memiliki riwayat pingsan dan berusia di atas 50 tahun.
  • Memiliki detak jantung yang tidak beraturan.
  • Mengeluhkan nyeri dada atau seperti ada tekanan.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung.
  • Mengalami kejang atau muncul cedera pada lidah.
  • Tidak bisa menahan buang air kecil dan buang air besar.
  • Kesulitan berbicara atau melihat.
  • Mengalami disorientasi atau linglung.
  • Tidak bisa menggerakkan anggota badan.

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/fainting
Diakses pada 11 Desember 2018

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/fainting/article.htm
Diakses pada 11 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003092.htm
Diakses pada 11 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/fainting/
Diakses pada 11 Desember 2018

Artikel Terkait