Gigi & Mulut

Pinggiran Lidah Bergelombang

Diterbitkan: 18 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pinggiran Lidah Bergelombang
Lidah bergelombang disebut juga dengan scalloped tongue, crenated tongue atau lingua indentata
Lidah bergelombang mengacu pada kondisi pinggiran lidah yang memiliki lekukan atau beriak. Dalam istilah lain, lidah bergelombang juga disebut dengan scalloped tongue, crenated tongue atau lingua indentata.Meskipun anatomi mulut setiap orang dapat berbeda karena bergantung pada faktor genetik, gaya hidup, ataupun kondisi kesehatan, tapi umumnya lidah tetap memiliki tepian yang halus.Pinggiran lidah bergelombang adalah anomali bentuk lidah yang biasanya tidak berbahaya ataupun menyakitkan. Akan tetapi, beberapa orang dengan lidah bergelombang dapat mengalami gejala lain seperti lidah memerah, sakit tenggorokan, sulit menelan, atau lidah menjadi lebih sensitif.Kebanyakan lidah bergelombang terbentuk akibat tekanan yang dihasilkan dari gigi yang berdekatan. Penyebab umum lainnya adalah karena pembengkakan lidah. Namun pada kasus yang jarang terjadi, lidah bergelombang dapat menandakan kondisi kesehatan lebih serius.Apabila merasa terganggu akibat lidah bergelombang beserta gejala lain, diagnosis dari dokter diperlukan demi mendapatkan perawatan yang tepat. Hal ini juga berguna untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Sejumlah kondisi berikut ini dapat menyebabkan terbentuknya pinggiran lidah yang bergelombang:

1. Kebiasaan buruk yang berhubungan dengan gigi dan mulut (Aktivitas parafungsional)

Kebiasaan buruk seperti menggertakkan gigi, mengisap dinding mulut, atau mencungkil gigi dapat menciptakan tekanan berlebih pada lidah. Akibatnya, lekukan dapat terbentuk pada lidah dan menyebabkan pinggiran lidah bergelombang.Aktivitas parafungsional dianggap sebagai penyebab utama lidah bergelombang. Banyak hal yang dapat memicu seseorang melakukan aktivitas parafungsional, seperti stres, gangguan tidur, penyakit sistemik atau bentuk gigi yang buruk.

2. Infeksi, cedera, atau reaksi alergi

Ketika terjadi infeksi, cedera, atau masuknya zat asing ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan merespons hal tersebut. Saat proses tersebut berlangsung, peradangan dapat terjadi. Apabila muncul di area lidah, maka lidah akan membengkak dan membesar hingga berbenturan dengan gigi. Tekanan yang dihasilkan dari proses tersebut dapat menyebabkan lekukan pada lidah.

3. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan pembengkakan, yang kemudian menghasilkan tekanan antar lidah dan gigi.

4. Merokok

Merokok merangsang respons imun dan mengiritasi jaringan mukosa, yang akhirnya meningkatkan risiko pembengkakan. Merokok juga dapat memicu dehidrasi. Baik itu pembengkakan atau pun dehidrasi, keduanya dapat menyebabkan perubahan pada tepian lidah menjadi bergelombang.

5. Kekurangan vitamin dan mineral

Lidah bergelombang bisa terbentuk ketika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral tertentu, terutama vitamin B yang dapat menyebabkan lidah membesar.Kekurangan nutrisi umum berikut ini dapat membuat lidah bergelombang:

6. Kondisi genetik atau cacat lahir

Beberapa penyakit turunan atau cacat lahir dapat menyebabkan pembesaran lidah (makroglosia) dan lidah bergelombang, misalnya:

7. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah rendahnya kadar hormon tiroid dalam tubuh kaena tiroid tidak memproduksinya dalam jumlah yang cukup. Gejalanya termasuk lidah bengkak dan tepi lidah yang bergelombang.

8. Amiloidosis

Amiloidosis terjadi ketika protein abnormal bernama amiloid menumpuk di jaringan organ tubuh, termasuk lidah. Penumpukan ini dapat mengakibatkan perubahan bentuk dan kerja organ. Salah satu perubahan yang dapat terjadi adalah tepian lidah yang berlekuk sehingga tampak bergelombang.

9. Dislokasi Sendi Temporomandibular (TMJ)

Sendi temporomandibular atau yang lebih dikenal dengan sendi rahang terkadang bisa tersangkut atau tidak sejajar. Jika hal itu terjadi, lidah harus bekerja keras untuk menahan rahang bagian bawah agar tetap berada di tempatnya. Anda mungkin harus menekan lidah ke gigi dan mulut bagian bawah untuk menciptakan tekanan yang diperlukan. Hal tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan pola lekukan terbentuk di sisi lidah.

10. Sleep apnea

Lidah bergelombang dapat menjadi gejala dari sleep apnea. Kondisi ini terjadi ketika dinding tenggorokan mengendur dan menyempit pada saat tidur, sehingga mengganggu pernapasan normal. Agar dapat bernapas, seseorang dengan sleep apnea mungkin secara tidak sadar mendorong lidah ke arah gigi supaya bisa membuka jalan napas. Hal ini dapat membuat tepian lidah berlekuk dan terlihat bergelombang.
Lidah bergelombang biasanya tidak berbahaya. Lidah bergelombang akibat pembengkakan biasanya dapat sembuh dengan asupan cairan yang cukup dan pemberian obat-obatan anti-inflamasi.Segera periksakan ke dokter apabila lidah bergelombang yang Anda alami tidak juga kunjung hilang meski sudah diberi obat-obatan, terlebih jika disertai rasa nyeri. Meskipun jarang, gejala parah yang menyertai lidah bergelombang dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius.Jika memiliki kebiasaan buruk terkait mulut dan gigi yang berkontribusi pada pembentukan lidah bergelombang, dokter gigi dapat membantu Anda untuk mengatasinya.
Journal Of Medical Science and Clinical Research. http://jmscr.igmpublication.org/v5-i9/139%20jmscr.pdf
Diakses pada 23 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/scalloped-tongue#call-a-doctor
Diakses pada 23 Februari 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/scalloped-tongue#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 23 Februari 2021
AZDentist. https://azdentist.com/conditions/scalloped-tongue/
Diakses pada 23 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email