Pilek disebarkan saat seseorang yang terjangkit batuk, bersin atau berbicara.
Pilek tidak berbahaya, sehingga tidak ada perawatan khusus untuk pilek.

Pilek merupakan infeksi virus pada hidung dan tenggorokan atau saluran pernapasan bagian atas. Pilek berbeda dengan influenza (flu). Perbedaan yang paling menonjol antara pilek dan influenza (flu) adalah gejala-gejala influenza berlangsung lebih lama dan bisa dikaitkan dengan demam, menggigil dan nyeri otot. Sedangkan pilek cenderung berlangsung lebih singkat dan biasanya hanya menimbulkan gejala hidung berair dan demam ringan.

Pilek biasanya tidak berbahaya. Anak-anak <6 tahun memiliki risiko lebih besar terkena pilek. Namun orang dewasa juga dapat mengalami pilek sebanyak 2-3 kali dalam setahun. Pilek biasanya akan sembuh dalam kurun waktu 7-10 hari.

Gejala pilek biasanya timbul 1-3 hari setelah terpapar virus. Gejala pilek diantaranya adalah:

  • Hidung berair dan tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Bersin
  • Demam
  • Tekanan pada telinga dan wajah
  • Penurunan fungsi penciuman
  • Nyeri tubuh ringan

Pilek dapat disebabkan oleh lebih dari 200 virus berbeda. Sekitar 50% pilek disebabkan oleh virus yang bernama rhinovirus, adapun virus lain yang menyebabkan pilek, meliputi:

  • Human parainfluenza virus
  • Human metapneumovirus
  • Coronaviruses
  • Adenovirus
  • Human respiratory syncytial virus
  • Enterovirus

Pilek dapat terjadi ketika virus berhasil mengalahkan sistem kekebalan tubuh. Garis pertahanan pertama pada tubuh adalah lendir, yang diproduksi di hidung dan tenggorokan oleh kelenjar lendir. Lendir ini menjebak apapun yang terhirup, seperti debu, virus, dan bakteri. Ketika virus menembus lendir, maka virus akan memasuki sel dan mengambil kendali sel untuk memproduksi lebih banyak virus dan menyerang sel-sel disekitarnya.

Faktor risiko yang dapat menimbulkan pilek, diantaranya:

  • Lansia
  • Anak usia di bawah 6 tahun
  • Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Perokok
  • Seseorang yang berada disekitar orang yang terinfeksi, seperti di persawat terbang atau sekolah

Pilek dapat didiagnosis dengan gejala yang timbul dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik. Jika dokter mencurigai terdapat infeksi bakteri atau kondisi lain, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan foto dada atau tes lain untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala tersebut.

Tidak ada perawatan khusus untuk pilek. Antibiotik tidak dapat melawan virus pilek dan tidak boleh digunakan kecuali terdapat infeksi bakteri. Pengobatan gejala pilek, diantaranya adalah:

  • Minum banyak cairan. Tetap terhidrasi dengan baik, karena jika mengalami dehidrasi ketika pilek maka dapat membuat gejala semakin memburuk.
  • Istirahat yang cukup. 
  • Penghilang rasa sakit. Untuk demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala, berikan asetaminofen atau penghilang rasa sakit lainnya dapat digunakan menurut petunjuk label pemakaian obat.
  • Semprotan hidung dekongestan. Penggunaan semprotan hidung dekongestan hanya cocok untuk orang dewasa. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gejala kekambuhan.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus pilek, diantaranya adalah:

  • Mencuci tangan. Membersihkan tangan secara menyeluruh dan rutin dengan sabun dan air selama 20 detik. Ajari anak-anak tentang pentingnya mencuci tangan.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci. Virus yang menyebabkan pilek dapat masuk ke tubuh dengan cara ini.
  • Disinfeksi barang-barang. Bersihkan alat-alat rumah tangga dan mainan anak-anak secara berkala.
  • Gunakan tisu. Gunakan tisu selagi bersin dan buanglah segera. Ajari anak-anak untuk menutupi hidung dan mulut saat bersin untuk mengurangi risiko penyebaran virus.
  • Jangan berbagi alat makan atau minum. Jangan berbagi gelas atau peralatan minum dengan orang lain, termasuk dengan anggota keluarga.
  • Hindari kontak dengan siapa saja yang terkena flu. Orang yang sedang terkena flu dapat menyebarkan virus melalui kontak dekat dengan orang lain.
  • Menjaga diri. Jaga kesehatan diri, dengan makan dengan baik, berolahraga, tidur yang cukup, dan mengelola stres.

Namun jika Anda sedang terserang pilek, berikut cara untuk melindungi orang lain agar tidak menyebar adalah:

  • Tetap di rumah saat Anda atau anak Anda sakit.
  • Hindari kontak dekat dengan orang lain, seperti memeluk, mencium, atau berjabat tangan.
  • Menjauh terlebih dahulu jika Anda ingin batuk atau bersin. Gunakan tisu kemudian membuangnya atau dengan lengan baju bagian atas Anda.
  • Menutupi hidung dan mulut dengan menggunakan masker.
  • Cuci tangan Anda dan anak Anda setelah batuk ataupun bersin.
  • Desinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh, seperti mainan dan gagang pintu.

Temui dokter segera jika:

  • Gejala Anda tidak membaik setelah tiga minggu
  • Gejala yang Anda alami menjadi lebih buruk
  • Anda mengalami demam tinggi
  • Anda merasa kesulitan bernapas atau merasakan nyeri di dada
  • Anda memiliki riwayat medis, misalnya diabetes, penyakit jantung, paru-paru, ginjal, atau saraf
  • Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya sedang menjalani kemoterapi.

Sebelum  berkonsultasi dengan dokter, buatlah daftar:

  • Kapan gejala tersebut dimulai
  • Informasi pribadi utama, termasuk stres dan paparan dengan orang yang sakit pilek
  • Obat-obatan, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi
  • Pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter

Dokter akan mengajukan pertanyaan untuk mendiagnosa keadaan Anda, seperti:

  • Apakah gejala tersebut terus menerus?
  • Seberapa parah gejala tersebut?
  • Apakah gejala membaik dan kemudian memburuk?
  • Apa yang tampaknya memperbaiki gejala?
  • Apa yang memperburuk gejala?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605
Diakses pada 22 Oktober 2018 

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/common-cold/
Diakses pada 22 Oktober 2018

Panadol. http://www.panadol.co.id/tanda-dan-gejala/dewasa/pilek-dan-flu/apa-perbedaan-antara-pilek-dan-flu.html
Diakses pada 26 Desember 2018

CDC. https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
Diakses pada 5 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/166606.php
Diakses pada 5 September 2019

Artikel Terkait