Infeksi

Phlegmon

19 May 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Phlegmon
Phlegmon adalah radang jaringan lunak yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Phlegmon adalah istilah medis untuk tumor yang terbentuk akibat peradangan di jaringan lunak yang menyebar di bawah kulit atau di dalam tubuh. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Pembengkakan akibat kondisi ini biasanya disertai dengan pengeluaran nanah.Phlegmon umumnya dikaitkan dengan peradangan apendiks (usus buntu) yang parah hingga membuat lapisan (visera) dan jaringan lemak (omentum) di apendiks membengkak menjadi lebih besar.Phlegmon juga dapat terjadi pada organ dalam lainnya seperti tonsil (amandel) di bawah kulit jari tangan sampai jari kaki.Phlegmon dapat menyebar dengan cepat. Dalam beberapa kasus, phlegmon bahkan dapat mengancam jiwa. Penanganan phlegmon meliputi pemberian antibiotik dan tindakan medis.
Phlegmon
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit kemerahan, kelenjar getah bening bengkak, atau nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti amandel
Faktor risikoGangguan kekebalan tubuh, menjalani operasi gigi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, analisa urin, MRI, CT scan
PengobatanPemberian antibiotik dan operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiKematian
Kapan harus ke dokter?Saat mengalami gejala
Benjolan phlegmon tidak memiliki batas, dan dapat terus menyebar sepanjang jaringan ikat serta serat otot. Berbeda dengan abses yang mempunyai dinding dan terbatas pada daerah yang terkena infeksi.Gejala-gejala yang dialami penderita phlegmon dapat bervariasi, tergantung dari lokasi dan keparahan penyakit. Jika tidak ditangani, maka infeksi akan menyebar semakin dalam dan dapat menyebabkan kecacatan atau kelumpuhan pada area yang mengalami peradangan.
  • Phlegmon pada kulit
Phlegmon jenis ini menyebabkan gejala berupa kulit berwarna kemerahan, terasa perih, membengkak, dan nyeri. Pasien juga mungkin akan mengalami tanda-tanda terkena infeksi bakteri seperti membengkaknya kelenjar getah bening, kelelahan, demam, dan sakit kepala.
  • Phlegmon dan organ dalam
Phlegmon dapat terjadi pada organ dalam. Gejalanya juga bervariasi, tergantung pada organ yang mengalami peradangan, serta bakteri penyebabnya. Secara umum, gejala dari kondisi ini berupa nyeri atau sakit pada daerah yang meradang dan adanya gangguan pada fungsi organ tersebut.Secara spesifik, berikut ini gejala phlegmon yang biasa ditunjukkan berdasarkan lokasi peradangan.
  • Saluran pencernaan: nyeri pada perut, demam, mual, muntah
  • Usus buntu: nyeri, demam, muntah, diare dan sumbatan pada usus
  • Mata: nyeri, floaters, penglihatan terganggu, gejala yang menyerupai flu
  • Dasar mulut (phlegmon pada bagian ini dikenal sebagai Ludwig’s Angina): sakit gigi, nyeri pada telinga, kelelahan, pembengkakan dari lidah dan leher, kesulitan bernapas, linglung atau bingung
  • Pankreas: demam, peningkatan kadar sel darah putih, peningkatan kadar amilase dalam darah, nyeri hebat pada perut, mual dan muntah
  • Amandel: demam, sakit tenggorokan, sulit bicara, serak
Phlegmon sering kali disebabkan oleh bakteri, terutama dari kelompok Streptococcus A atau Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk melalui luka goresan, gigitan serangga, atau dari luka kulit tempat masuknya bakteri.Bakteri di dalam mulut dapat menyebabkan phlegmon oral atau abses, terutama setelah menjalani operasi gigi. Bakteri juga dapat menempel pada dinding organ dalam seperti dinding lambung atau usus buntu, dan membentuk phlegmon.Selain itu, orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh mungkin sangat rentan terhadap pembentukan phlegmon.
Dokter akan bertanya mengenai gejala-gejala yang Anda alami, waktu dimulainya gejala, dan sudah berapa lama berlangsungnya gejala tersebut. Dokter akan melihat riwayat kesehatan Anda dan bertanya mengenai penyakit yang sedang Anda alami, serta obat-obatan apa yang sedang digunakan.Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik. Phlegmon pada kulit dapat dilihat dengan mata telanjang.Sementara itu, phlegmon yang terletak di dalam tubuh akan diperiksa dengan merasakan benjolan atau adanya rasa nyeri ketika dokter meraba daerah tersebut. Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan berupa:
  • Tes darah
  • Analisa urine
  • USG
  • X-ray
  • MRI
  • CT scan
Untuk membedakan dengan abses, dokter mungkin akan melakukan MRI scan dengan cairan gadolinium intravena. Scan ini dilakukan pada area abdomen (perut) guna menunjukkan apakah ada batasan pada peradangan yang terjadi, seperti halnya saat mengalami abses atau tidak.
Pengobatan phlegmon bergantung pada lokasi dan beratnya infeksi. Secara umum, cara mengobati phlegmon adalah dengan menggunakan antibiotik dan melakukan operasi.Phlegmon kulit tahap ringan dapat diobati dengan antibiotik oral. Namun prosedur operasi mungkin dibutuhkan untuk membersihkan jaringan mati dari area tersebut dan menghentikan penyebaran infeksi.Phlegmon pada mulut dapat menyebar dengan cepat dan mengancam jiwa. Penggunaan antibiotik dini secara agresif sangat disarankan bersamaan dengan intubasi (pemasangan selang pernapasan ke dalam trakea saluran pernapasan). Setelah itu, perlu dilakukan operasi sesegera mungkin, untuk mengeringkan area yang terkena phlegmon dan menghentikan penyebaran infeksi.
Karena kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, maka sebisa mungkin kontak di mana ada peluang infeksi oleh bakteri harus diminimalkan.Hal ini termasuk membersihkan luka pada kulit, menutupinya agar tak terekspos, serta mengantisipasi kontak dengan orang yang sudah terinfeksi bakteri (misalnya memakai pengaman seperti masker).
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Kulit kemerahan, terasa perih, membengkak, dan terasa sakit
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu misalnya saluran pencernaan, mata, dasar mulut, amandel, dll.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait phlegmon?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis phlegmon agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
World J Gastroenterol. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3703180/#
Diakses pada 19 Desember 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/phlegmon
Diakses pada 19 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email