Infeksi

Pes

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Pes
Pes menyebar melalui perantara berupa hewan pengerat seperti tikus.
Pes atau juga dikenal sebagai plague adalah penyakit infeksi berbahaya yang disebabkan oleh bakteri yersinia pestis, dan pada umumnya disebarkan melalui perantara kutu. Penyakit ini dikenal sebagai “Maut Hitam” atau “Black Death” pada abad pertengahan di Eropa karena penyebarannya mengakibatkan ratusan juta orang meninggal pada saat itu. Saat ini, pes menyerang sekitar 5.000 pasien setiap tahunnya, dan dengan semakin majunya perkembangan antibiotik, risiko kematian dapat ditekan secara optimal.Organisme yang menjadi perantara bakteri penyebab pes, yaitu bakteri Yersinia pestis, hidup di hewan pengerat kecil (seperti tikus) yang dapat dijumpai secara luas di daerah perdesaan di Afrika, Asia, dan Amerika. Penyakit pes dapat menyerang manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi, atau akibat kegiatan manusia yang menangani hewan yang terinfeksi.
Pes
Dokter spesialis Penyakit Dalam, THT
Gejala penyakit pes yang paling umum berupa pembengkakan kelenjar getah bening (yang dikenal sebagai bubo) di bagian ketiak, leher, atau lipatan paha. Jenis penyakit pes yang paling langka dan berbahaya adalah pes yang menyerang paru-paru, yang dikenal sebagai pes pneumonik karena penyakit tersebut dapat ditularkan antar sesama manusia.Pada umumnya, terdapat 2 tipe penyakit pes, yaitu pes bubo dan pes pneumonik. Gejala yang timbul kepada pasien berbeda-beda, tergantung jenis penyakit pes yang menyerang. Untuk penyakit pes bubo, gejala yang dapat timbul kepada pasien adalah:
  • Timbulnya bubo di daerah pangkal paha, ketiak atau leher yang seukuran telur ayam dan terasa hangat ketika disentuh
  • Demam dan menggigil
  • Pusing
  • Lelah dan lesu
  • Sakit di bagian otot
Untuk pasien penyakit pes pneumonik, gejala penyakit dapat berupa:
  • Batuk yang disertai oleh dahak berdarah
  • Kesulitan bernapas
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi
  • Pusing
  • Badan terasa lemah
Bakteri Yersinia pestis merupakan penyebab penyakit pes. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui gigitan kutu, atau melalui luka di tubuh yang terkena darah hewan yang terinfeksi. Bakteri penyebab pes pada umumnya disebarkan melalui perantara kutu yang sebelumnya memakan hewan pengerat yang terinfeksi, seperti:
  • Tikus
  • Tupai
  • Kelinci
Untuk penyakit pes pneumonik, penyakit masuk ke dalam tubuh pasien dengan cara menghirup udara yang terkontaminasi oleh bakteri Yersinia pestis yang ditularkan oleh manusia ataupun hewan yang terinfeksi.
Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang meliputi:
  • Mengambil sampel cairan dari dalam bubo dengan menggunakan jarum suntik untuk menilai adanya bakteri
  • Mengambil sampel darah untuk menilai adanya bakteri
  • Mengambil sampel cairan dari saluran pernapasan dengan menggunakan metode endoskopi
Pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit pes adalah dengan antibiotik untuk melawan infeksi dan mencegah penyebaran penyakit, berupa gentacimin, doxycycline, ciprofloxacin, atau levofloxacin.
Pada saat ini, belum ada vaksinasi untuk penyakit pes. Dokter dapat menyarankan tindakan berikut untuk mencegah pes
  • Membasmi hewan pengerat yang tinggal di dalam rumah
  • Bersihkan hewan peliharaan secara teratur untuk mencegah kutu tumbuh dan berkembang biak
  • Gunakan sarung tangan ketika menyentuh hewan yang terinfeksi
  • Gunakan produk anti serangga untuk menghindari gigitan kutu
Pes pada umumnya dapat mengancam jiwa apabila tidak diobati secara menyeluruh. Segera hubungi dokter apabila anda merasa sakit, serta timbul benjolan bubo, terutama setelah berkunjung ke area dimana terjadi wabah penyakit pes.
Jika Anda mengalami gejala pes, segeralah periksakan diri Anda ke dokter. Dokter Anda mungkin akan merujuk ke spesialis penyakit dalam dan spesialis THT.Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti berikut:
  • Kapan Anda mulai mengalami rasa sakit serta benjolan di kelenjar getah bening?
  • Apakah Anda belakangan ini pernah mengunjungi area yang terkena wabah penyakit pes?
  • Apakah Anda belakangan ini pernah menyentuh hewan liar atau kucing?
  • Apakah Anda pernah merasa digigit oleh kutu?
  • Apakah gejala yang muncul bersifat terus menerus atau muncul sesekali?
  • Apakah ada tindakan yang menyebabkan gejala Anda membaik?
Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada dokter, seperti:
  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu dites?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat? Pengobatan mana yang direkomendasikan ke saya?
  • Apakah ada efek samping dari pengobatan yang diberikan?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?
  • Apakah saya perlu diisolasi?
Dokter biasanya dapat mendiagnosis pes dengan menanyakan gejala dan memeriksa rekam medis pasien. Terkadang dokter mungkin akan melakukan hal-hal berikut.
  • Mengambil sampel darah untuk pemeriksaan lebih lanjut
  • Mengambil sampel cairan di dalam bubo untuk pemeriksaan lebih lanjut
  • Mengambil sampel cairan dari saluran pernapasan untuk pemeriksaan lebih lanjut
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plague/symptoms-causes/syc-20351291
diakses pada 30 Oktober 2018.
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/plague-information
diakses pada 30 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Cara Menghilangkan Kutu Air di Tangan yang Efektif

Kutu air di tangan umumnya dapat diatasi dengan penggunaan krim antijamur jenis tertentu, seperti mikonazol. Jika tidak segera diatasi, kutu air bisa meluas ke area tubuh lain, bahkan menular ke orang lain.
15 Oct 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Kutu air di tangan bias diobati dengan salep santijamur

Mengenal Limfadenitis, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya

Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar getah bening yang umumnya ditandai dengan pembengkakan. Terdapat berbagai pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk kondisi ini.
01 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar getah bening

Apakah Klorokuin dan Pil Kina Berpotensi Atasi Virus Corona?

Klorokuin dan pil kina belakangan ini sedang ramai dibicarakan semenjak disebut-sebut berpotensi mengatasi virus corona. Jangan sembarangan, klorokuin dan pil kina tidak dapat dikonsumsi sembarangan.
24 Mar 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Klorokuin dan pil kina masih diteliti efektivitasnya untuk atasi virus corona