Perut

Perut Kembung

Diterbitkan: 17 Jul 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Perut Kembung
Perut kembung bisa menimbulkan gejala berupa rasa sakit yang menusuk
Perut kembung adalah suatu kondisi yang terjadi akibat adanya gas yang menumpuk karena tidak mengalir dengan baik dan akhirnya terjebak di sistem pencernaan.Gas yang ada di dalam sistem pencernaan sebenarnya adalah bagian normal dari proses pencernaan. Namun, beberapa hal dapat meningkatkan produksi gas atau mengganggu aliran gas dalam sistem pencernaan sehingga menyebabkan perut kembung.Mengonsumsi makanan yang memicu produksi gas atau mengalami beberapa penyakit sistem pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (penyakit pencernaan yang memengaruhi usus besar) atau penyakit celiac, bisa memicu perut menjadi kembung.Umumnya, Gas berlebih dapat dilepaskan tubuh dengan bersendawa atau buang gas (kentut). Akan tetapi, ketika perut kembung, gas terjebak di sistem pencernaan dan dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman hingga rasa sakit yang menusuk pada perut.Perut kembung dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan dan pengaturan gaya hidup. 
Perut Kembung
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaRasa tidak nyaman di perut, sering sendawa, kembung
Faktor risikoKebiasaan merokok, mengonsumsi minuman bersoda, makan terlalu cepat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes intoleransi makanan
PengobatanPemberian obat-obatan dan suplemen, perubahan gaya hidup
ObatAlpha-galactosidase, suplemen laktase, simetikon
KomplikasiRasa sakit dan tidak nyaman terus- menerus, stres, malu
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala perut kembung yang semakin parah
Secara umum, tanda dan gejala perut kembung meliputi:
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Sering sendawa
  • Perut terisi banyak gas
  • Perut berbunyi
  • Kram atau rasa sakit yang menusuk pada perut
  • Kembung atau seperti ada tekanan di perut
  • Perut bengkak
Pada kasus yang lebih parah, gejala perut kembung ditandai dengan:
  • Muncul darah di feses
  • Penurunan berat badan yang drastis secara tiba-tiba
  • Perdarahan di vagina
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit maag yang parah
  • Demam (jika disertai infeksi)
 
Keberadaan gas di dalam usus adalah bagian yang normal dari proses pencernaan. Akan tetapi, beberapa hal berukut ini dapat memicu peningkatan jumlah gas yang menyebabkan perut kembung.

1. Udara yang tertelan

Ketika kita membuka mulut misalnya, untuk makan dan minum, sejumlah udara dapat ikut tertelan. Oksigen dan nitrogen dari udara yang tertelan kemudian akan diserap ke dalam aliran darah dari usus kecil.Suatu penelitian mengungkapkan bahwa jumlah normal gas yang berada dalam saluran pencernaan manusia adalah sekitar 30-150 ml. Jika seseorang menelan udara lebih banyak, maka hal itu dapat meningkatkan keberadan gas di saluran pencernaan sehingga menyebabkan perut kembung.

2. Peningkatan asam lambung

Dalam sistem pencernaan normal, asam lambung dinetralkan oleh sekresi pankreas. Proses tersbeut kemudian menghasilkan gas (karbon dioksida) sebagai produk sampingan.Jika asam lambung yang harus diolah berjumlah lebih banyak dari biasanya, maka karbondioksida yang dihasilkan ikut pun meningkat.

3. Bakteri usus

Usus mengandung sejumlah bakteri yang berfungsi untuk membantu pencernaan dengan memfermentasi beberapa komponen makanan. Proses fermentasi ini dapat menghasilkan gas sebagai produk sampingannya.Sebagian gas diserap ke dalam aliran darah dan dikeluarkan oleh paru-paru. Sisanya didorong ke saluran usus. Perut kembung dapat terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan pada jumlah bakteri usus.

4. Makanan berserat tinggi

Meski sangat penting untuk kesehatan sistem pencernaan, serat juga dapat menghasilkan gas yang berlebihan. Pasalnya, ada beberapa senyawa dari makanan berserat tinggi yang tidak dapat dipecah oleh usus halus. Hal tersebut dapat menyebabkan bakteri usus bekerja lebih keras dan gas yang dihasilkan sebagai produk sampingan pun menjadi lebih banyak dari seharusnya.Oleh karena itu, diet tinggi serat yang melibatkan makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran atau biji-bijian, harus dilakukan secara perlahan agar usus memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri.


Penyebab perut kembung parah

Sementara itu, kondisi perut kembung yang lebih parah, biasanya disebabkan oleh beberapa kondisi medis berupa:

1. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna gula tertentu yang terdapat dalam susu sapi. Ketika orang dengan kondisi ini mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya, maka gas yang dihasilkan di usus dapat meningkat.

2. Intoleransi karbohidrat rantai pendek

Selain laktosa, ada orang-orang yang tidak mampu mencerna karbohidrat rantai pendek seperti fruktosa yang biasanya terkandung dalam madu, sirup jagung dan beberapa buah-buahan. Mengonsumsi makanan tersebut dapat menghasilkan lebih banyak gas.

3. Irritable bowel syndrome (IBS)

IBS atau sindrom iritasi usus besar membuat penderitanya sangat sensitif terhadap keberadaan gas normal dalam saluran pencernaan. Kenaikan gas di saluran pencernaan meski dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan perut kembung.

4. Insufisiensi pankreas

Gangguan pencernaan yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan enzim pencernaan yang cukup.

5. Perforasi saluran pencernaan

Perforasi atau adanya luka menyebabkan lubang dapat mengeluarkan gas serta bakteri normal di saluran pencernaan ke dalam rongga perut.

6. Penumpukan cairan patologis di rongga perut

Penumpukan ini dapat terjadi jika seseoran mengidap penyakit kanker (misalnya, kanker ovarium), penyakit hati, gagal ginjal, gagal jantung kongestif, penyakit celiac, atau intoleransi gluten.


Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini meningkatkan risiko terhadap perut kembung.
  • Melakukan kegiatan yang meningkatkan kemungkinan menelan udara lebih banyak, seperti:
    • Mengunyah permen karet
    • Merokok
    • Mengonsumsi minuman berkarbonasi
    • Makan terlalu cepat
  • Wanita yang pernah melahirkan:
    Beberapa pasien, terutama wanita yang pernah hamil, dapat mengalami perut kembung saat berdiri tegak. Posisi ini disinyalir dapat menyebabkan akumulasi gas dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat terjadi karena otot perut yang melemah karena peregangan akibat persalinan.
  • Mengidap penyakit maupun kondisi tertentu:
    • Sembelit
    • Gastroenteritis
    • Penyakit Crohn
    • Diabetes
    • Gangguan Makan
    • Kolitis ulseratif
    • Sindrom dumping
    • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)
    • Pankreatitis autoimun
    • Tukak lambung
Baca juga: Perbedaan Perut Kembung Masuk Angin dan Hamil 
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan mendiskusikan gejala perut kembung dengan pasien, termasuk mengenai waktu munculnya masalah dan jika ada hal-hal yang menjadi pemicu.Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik. Tes darah mungkin dibutuhkan untuk memastikan tubuh tidak melawan infeksi, dalam mengidentifikasi intoleransi terhadap makanan, dan memastikan tidak ada kondisi medis yang menyebabkan perut kembung.Dokter akan menyarankan pasien untuk mencoba makanan mengandung susu dan mengubah kebiasaan makan. Tergantung dari penyebabnya, penderita perut kembung mungkin disarankan untuk menemui ahli nutrisi.Jika dokter sudah mengidentifikasi kondisi khusus yang menjadi penyebab perut kembung, pasien akan menerima pengobatan untuk kondisi medis tersebut. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lebih jauh untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai perut kembung.Baca jawaban dokter: Apa penyebab perut kembung setelah konsumsi kopi? 
Pengobatan perut kembung akan diberikan berdasarkan penyebabnya. Apabila perut kembung terjadi akibat penyakit atau kondisi medis tertentu, maka dokter akan memberikan penanganan yang tepat bagi kondisi tersebut.Jika bukan disebabkan oleh suatu penyakit, secara umum perut kembung dapat diatasi dengan beberapa langkah berikut ini.

1. Mengonsumsi obat-obatan dan suplemen

Berikut ini adalah obat-obatan maupun suplemen yang bisa dikonsumsi untuk meredakan perut kembung.
  • Alpha-galactosidase

    Zat ini berfungsi untuk membantu memecah karbohidrat dalam kacang-kacangan dan sayuran lain yang dapat memicu perut kembung. Suplemen ini dikonsumsi tepat sebelum makan.
  • Suplemen laktase

    Jenis produk ini dapat membantu mencerna gula dalam produk susu (laktosa) sehingga mengurangi gejala gas perut kembung pada pasien intoleransi laktosa. Meski dijual bebas tanpa resep dokter, selalu konsultasikan penggunaannya jika Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Simetikon

    Obat ini dapat memecah gelembung dalam gas dan dapat membantu melancarkan gas dalam melewati saluran pencernaan.
  • Arang aktif

    Arang aktif yang diminum sebelum dan sesudah makan dapat mengurangi gejala perut kembung.

2. Perubahan gaya hidup

Hindarilah kebiasaan buruk dan mulailah menjalani gaya hidup sehat dengan:
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi serat, produk susu sapi dan olahannya, pengganti gula, makanan berlemak atau berminyak, minuman bersoda, dan suplemen serat.
  • Makan secara perlahan, dan porsinya lebih kecil
  • Tidak mengunyah permen karet, mengisap permen, maupun minum dengan sedotan
  • Memeriksakan gigi palsu yang Anda kenakan, gigi palsu yang tidak pas dapat menyebabkan tertelannya udara berlebih saat makan dan minum
  • Tidak merokok
  • Berolahraga secara teratur


Komplikasi

Perut kembung dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terus-menerus dirasakan
  • Rasa malu ketika bersosialisasi karena sering sendawa atau buang angin.
  • Stres
Baca juga: Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi 
Tindakan pencegahan perut kembung bisa dilakukan dengan menghindari makanan yang mengandung gas. Beberapa makanan berikut ini dapat menjadi alternatif untuk dikonsumsi karena kecil kemungkinannya menimbulkan gas:
  • Daging sapi, unggas, dan ikan
  • Telur
  • Sayur, seperti kol, tomat, dan mentimun
  • Buah, seperti anggur, beri, ceri, alpukat, dan zaitun
  • Karbohidrat, seperti roti gandum dan nasi
Karena setiap orang bereaksi terhadap jenis makanan yang berbeda, terkadang perubahan pola makan dibutuhkan untuk mencegah perut kembung.   
Berkonsultasilah dengan dokter jika perut kembung terjadi terus-menerus atau sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Perut kembung yang diikuti dengan tanda atau gejala lain dapat mengindikasikan kondisi serius.Temui dokter jika mengalami tanda atau gejala tambahan, seperti:
  • Feses disertai darah
  • Perubahan kepadatan feses
  • Penurunan berat badan
  • Konstipasi
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut berkepanjangan
  • Sakit dada
 
Sebelum menjalani pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
    
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait perut kembung?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis perut kembung agar penanganan yang tepat bisa diberikan.    
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7314-gas
Diakses pada Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/flatulence
Diakses pada Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/symptoms-causes/syc-20372709?p
Diakses pada Januari 2019
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips
Diakses pada 10 November 2020
UMN Edu. https://experts.umn.edu/en/publications/volume-and-composition-of-human-intestinal-gas-determined-by-mean
Diakses pada 10 November 2020
GI. https://gi.org/topics/belching-bloating-and-flatulence/
Diakses pada 10 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3264926/#B18
Diakses pada 10 November 2020
Betterhealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/flatulence#
Diakses pada 10 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/7622#treatment
Diakses pada 10 November 2020
Harvard. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/gas-flatulence-a-to-z
Diakses pada 10 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

9 Penyakit Ini Ditandai dengan Gejala Perut Terasa Panas

Perut terasa panas bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang terjadi di saluran pencernaan yang disebabkan karena pola makan yang salah, virus atau bakteri, atau terdapatnya penyakit tertentu.
03 Sep 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Perut terasa panas umumnya disebabkan karena adanya gangguan kesehatan di saluran pencernaan

Kenali Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pusar, Haruskah Ditangani dengan Operasi?

Selain pusar sakit saat hamil, terkadang orang bisa merasakan nyeri di bagian bawah pusar. Bergantung pada penyebab sakit perut bagian bawah pusar, sensasi yang muncul bisa ringan hingga parah. Gejala ini dapat membantu diagnosis sekaligus cara penanganannya.
06 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pusar

Apa Saja Anatomi Tubuh Manusia dan Tiap Fungsinya?

Anatomi tubuh manusia terdiri dari serangkaian sistem yang bekerja untuk kebutuhan tubuh dalam bertahan hidup. Terdapat 11 sistem organ dengan fungsi dan cara kerjanya masing-masing. Seperti apa cara kerjanya?
16 Jan 2020|Maria Natasha
Baca selengkapnya
Anatomi tubuh manusia memiliki berbagai sistem organ, salah satunya sistem reproduksi.