Perut Kembung

Ditulis oleh Tim SehatQ
Ditinjau dr. Reni Utari
Perut kembung merupakan kondisi yang terjadi akibat gas terjebak dan tidak bergerak dengan baik dalam sistem pencernaan

Pengertian Perut Kembung

Gas di dalam sistem pencernaan adalah bagian normal dari proses pencernaan. Gas berlebih dapat dilepaskan tubuh dengan bersendawa atau melepaskan gas (kentut). Sakit karena gas dalam sistem pencernaan terjadi karena gas terjebak dan tidak bergerak dengan baik dalam sistem pencernaan. Kondisi ini sering disebut oleh banyak orang sebagai perut kembung.

Peningkatan gas dalam sistem pencernaan disebabkan oleh makanan yang memicu produksi gas. Perubahan kecil dalam pola makan seringkali menyebabkan gas yang mengganggu. Beberapa penyakit sistem pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (penyakit pencernaan yang memengaruhi usus besar) atau penyakit celiac, juga mampu menyebabkan peningkatan gas atau perut kembung.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Berikut adalah beberapa gejala dari perut kembung:

  • Sering sendawa
  • Perut bergas
  • Kram atau rasa sakit yang menusuk pada perut
  • Kembung atau seperti ada tekanan diperut
  • Perut bengkak

Bersendawa adalah hal yang normal, terutama saat atau setelah makan. Kebanyakan orang melepaskan gas hingga 20x sehari. Namun, jika intensitas pelepasan gas dirasa terlalu banyak, bisa jadi kondisi tersebut mengindikasikan keadaan tertentu.

Penyebab

Perut kembung disebabkan oleh tertelannya udara ketika makan atau minum. Kebanyakan gas perut dilepaskan ketika bersendawa. Gas terbentuk di dalam usus besar ketika bakteri mencerna karbohidrat, serat, tepung, dan gula, yang tidak dicerna di dalam usus kecil. Bakteri juga mengonsumsi sebagian gas, namun gas yang tersisa dilepaskan ketika seseorang melepaskan gas melalui kentut.

Makanan dengan serat tinggi juga menyebabkan gas, seperti:

  • Kacang dan kacang polong
  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Biji-bijian

Meski makanan dengan serat tinggi meningkatkan produksi gas, serat tetap dibutuhkan untuk menjaga saluran pencernaan dan mengatur kadar gula serta kolesterol dalam darah. Makanan yang menyebabkan gas pada satu individu belum tentu menimbulkan gejala yang sama pada individu lainnya.

Beberapa bakteri di usus besar dapat menghancurkan hidrogen yang bakteri lain hasilkan. Keseimbangan dari dua tipe bakteri ini bisa menjelaskan mengapa beberapa orang terkadang mengalami perut kembung dibandingkan yang lainya.

Diagnosis

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan mendiskusikan gejala perut kembung dengan penderitanya, termasuk mengenai kapan masalah dimulai dan jika ada hal-hal yang menjadi pemicu.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik. Tes darah mungkin dibutuhkan untuk memastikan tubuh tidak melawan infeksi, untuk mengidentifikasi intoleransi terhadap makanan, dan memastikan tidak ada kondisi medis yang menyebabkan perut kembung.

Dokter akan menyarankan penderita perut kembung untuk mencoba makanan mengandung susu dan mengubah kebiasaan makan. Tergantung dari penyebabnya, penderita perut kembung mungkin disarankan untuk menemui ahli nutrisi.

Jika dokter sudah mengidentifikasi kondisi khusus yang menjadi penyebab perut kembung, penderitanya akan menerima pengobatan untuk kondisi medis tersebut. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan lebih jauh untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai perut kembung.

Pengobatan

Selain mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas, cara-cara berikut dapat membantu mengobati perut kembung secara alami:

  • Perhatikan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi
  • Mengunyah dengan benar
  • Rajin berolahraga

Pencegahan

Tindakan pencegahan perut kembung bisa dilakukan dengan menghindari makanan yang mengandung gas. Beberapa makanan berikut dapat menjadi alternatif untuk dikonsumsi karena yang kecil kemungkinannya menimbulkan gas:

  • Daging sapi, unggas, dan ikan
  • Telur
  • Sayur, seperti kol, tomat, dan mentimun
  • Buah, seperti anggur, beri, ceri, alpukat, dan zaitun
  • Karbohidrat, seperti roti gandum dan nasi

Karena setiap orang bereaksi terhadap jenis makanan yang berbeda, terkadang perubahan pola makan dibutuhkan untuk mencegah perut kembung.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasi dengan dokter jika perut kembung terjadi terus-menerus atau sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Perut kembung yang diikuti dengan tanda atau gejala lain dapat mengindikasikan kondisi serius. Temui dokter jika mengalami tanda atau gejala tambahan, seperti:

  • Feses disertai darah
  • Perubahan kepadatan feses
  • Kehilangan berat badan
  • Konstipasi
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut berkepanjangan
  • Sakit dada
Referensi

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7314-gas
Diakses pada Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/flatulence
Diakses pada Januari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/symptoms-causes/syc-20372709?p
Diakses pada Januari 2019

Back to Top