Perut

Perut Buncit

Diterbitkan: 01 May 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Perut Buncit
Perut buncit yang terlihat seperti perut gendut dapat diidentifikasi dari bertambahnya ukuran pinggang akibat adanya penumpukan lemak perut. Hal ini dapat terjadi karena berbagai hal, termasuk pola makan yang buruk, kurang olahraga dan kondisi kesehatan tertentu.Jenis lemak yang terkumpul di perut memiliki dua jenis tipe, yakni:
  • Viseral: lemak aktif yang membalut organ-organ di ruang perut di dalam tubuh.
  • Subkutan: jenis lemak yang terletak di bawah lapisan kulit, dapat dirasakan ketika saat kita mencubit bagian tubuh.
Lemak viseral biasanya terpisah dari jenis lemak tubuh secara keseluruhan. Seseorang yang kurus atau ideal berat badannya pun bisa memiliki perut buncit jika terdapat lemak viseral yang menumpuk.Untuk mengetahui apakah Anda memiliki lemak berlebih di area perut, lingkarkan pita meteran pengukur badan di bagian pinggang, sejajar melintang dengan pusar. Ukuran pingang di atas 90 cm pada laki-laki dan 80 cm pada perempuan, menandakan adanya lemak perut yang berlebih.Selain memengaruhi penampilan, perut gendut sering dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit. Akibat perut buncit, risiko untuk terkena penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker dapat meningkat.Kabar baiknya, lemak yang menyebabkan perut gendut dan bergelambir ini bisa dihilangkan dengan banyak cara. Mengetahui penyebabnya adalah langkah utama guna mendapatkan penanganan yang tepat.  
Penyebab umum dari perut buncit di antaranya adalah:1. Pola makan tidak sehatMakanan dan minuman tinggi gula seperti kue, permen atau soda dan jus buah kemasan dapat memicu terjadinya:
  • Menyebabkan penambahan berat badan
  • memperlambat metabolisme
  • mengurangi kemampuan tubuh untuk membakar lemak
Diet rendah protein dan tinggi karbohidrat juga dapat memengaruhi berat badan. Sebab, Protein dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Jadi, orang yang kurang asupan proteinnya akan merasa cepat lapar sehingga memicu untuk makan lebih banyak.Selain itu, lemak trans atau lemak jenuh dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut. Lemak ini ada di banyak makanan. Umumnya digunakan untuk memperpanjang umur simpan makanan kemasan seperti pada makanan cepat saji dan makanan yang dipanggang, misalnya roti-rotian atau kerupuk.Pola makan yang minim serat juga dapat mengacaukan berat badan. Serat sangat penting mengontrol berat badan. Sebab, beberapa jenis serat dapat membantu tubuh merasa kenyang, menstabilkan hormon lapar dan mengurangi penyerapan kalori dari makanan.2. Kurang aktif bergerakSalah satu penyebab paling umum dari perut bergelambir adalah mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh. Hal ini sering terjadi pada orang yang kurang berolahraga.Gaya hidup yang tidak aktif menyulitkan seseorang untuk membuang lemak berlebih, terutama di sekitar perut.3. PenuaanSeiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh secara alami akan melambat. Hal ini kemudian menyebabkan tubuh membakar kalori lebih sedikit, dan total lemak tubuh secara bertahap akan meningkat. Wanita cenderung mendapatkan porsi lemak yang lebih tinggi daripada pria saat mereka menua.Selain itu, massa otot tubuh juga akan sedikit berkurang saat bertambahnya usia. Kehilangan massa otot akan menurunkan laju penggunaan kalori, yang membuat tubuh lebih sulit untuk mempertahankan berat badan yang sehat.4. Konsumsi alkohol berlebihanBeberapa penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol bisa menekan pembakaran lemak dan kalori yang terkandung dalam alkohol sebagian akan disimpan sebagai lemak perut. Oleh karena itu, perut gendut akibat terlalu banyak alkohol sering juga disebut beer belly.Satu studi menemukan fakta bahwa pria yang mengonsumsi lebih dari tiga minuman beralkohol per hari, 80% lebih mungkin memiliki perut berlemak daripada pria yang mengonsumsi lebih sedikit alkohol.5. HormonPerubahan hormon juga bisa memengaruhi penumpukan lemak perut. Leptin, hormon yang memicu perasaan kenyang, sering dikaitkan dengan jumlah lemak yang disimpan di dalam perut.Suatu penelitian menunjukkan bahwa ketika lemak tubuh meningkat, jumlah leptin yang diserap melalui sawar darah-otak akan menurun. Dengan demikian, sinyal yang menahan rasa lapar pun akan melemah dan tubuh cenderung kelaparan. Hal ini dapat memicu seseorang untuk makan lebih banyak.Selain itu, hormon juga bisa menjadi penyebab perut buncit wanita. Dengan bertambahnya usia, wanita akan mengalami premenopause dan menopause. Pada tahap ini, wanita cenderung mengalami penurunan tingkat estrogen yang dapat memengaruhi distribusi lemak di dalam tubuh, menyebabkan lemak lebih banyak disimpan di perut, bukan lagi di pinggul atau paha.6. Faktor genetikFaktor keturunan juga bisa menjadi penyebab perut buncit. Ada orang yang secara genetik cenderung mudah gendut di bagian perutnya daripada bagian lain.Para Ilmuwan berpikir gen dapat mempengaruhi perilaku, metabolisme, dan risiko yang lebih tinggi untuk membuat seseorang mengidap kelebihan berat badan atau obesitas.7. Kesehatan mentalStres akibat kehidupan sehari-hari juga bisa menjadi faktor kenaikan berat badan. Suatu penelitian mengungkapkan, kadar kortisol (hormon stres) yang yang menumpuk dalam jangka waktu lama di tubuh sering dikaitkan sebagai penyebab perut buncit.Beberapa kondisi kesehatan mental juga dapat mengakibatkan penambahan berat badan. Misalnya, salah satu riset yang menyatakan bahwa tingkat obesitas sebesar 60% terjadi pada orang dengan gangguan bipolar dan skizofrenia.8. Bakteri usus yang tidak seimbangBakteri di usus yang dikenal sebagai flora usus atau mikrobioma berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan dan melindungi tubuh dari penyakit. Ketidakseimbangan pada jumlah mikrobioma tersebut dapat memicu peningkatan berat badan, termasuk di area perut.Para peneliti menyatakan bahwa orang gemuk cenderung memiliki lebih banyak bakteri Firmicutes daripada orang dengan berat badan normal. Pasalnya, jenis bakteri ini dapat meningkatkan jumlah kalori yang diserap dari makanan.9. Efek samping obatPenyebab umum dari perut buncit adalah obat-obatan. Sejumlah antidepresan, antipsikotik, antikejang dan kortikosteroid mungkin menjadi akar dari penambahan berat badan.Selain itu, beberapa obat diabetes, seperti insulin, sulfonilurea, dan tiazolidinediones telah diteliti dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan. Beta-blocker dan penghambat saluran kalsium tertentu yang sering digunakan untuk mengobati hipertensi juga diketahui dapat menyebabkan peningkatan berat badan.10. Kurangnya waktu tidur Sebuah studi yang digubah Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan perut berlemak dengan durasi tidur yang singkat. Kurangnya waktu tidur ternyata dapat menyebabkan kelebihan lemak perut yang memicu penambahan berat badan.Kualitas buruk dan durasi tidur yang singkat juga berpotensi menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat, seperti makan karena dorongan emosional.11. MerokokMerokok mungkin bukan merupakan penyebab langsung dari terbentuknya lemak perut, tetapi merokok adalah faktor risiko pada obesitas.Sebuah studi menunjukkan bahwa, meskipun obesitas dapat terjadi pada siapa saja, namun, lemak perut dan viseral pada perokok memiliki kadar yang lebih tinggi dibandingkan pada orang yang tidak merokok.
Konsultasikanlah pada dokter apabila perut gendut yang Anda alami telah menganggu kegiatan Anda sehari-hari. Terutama, apabila muncul gejala lain yang telah memengaruhi fungsi tubuh, seperti sulit bernafas atau merasa mudah lelah.Dokter akan menyarankan diet yang tepat, jenis dan porsi olahraga yang aman dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, dokter juga dapat memeriksa kondisi kesehatan Anda terkait komplikasi yang mungkin terjadi akibat kelebihan lemak di perut Anda.
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6702693/
Diakses pada 28 April 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17183309/
Diakses pada 28 April 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17183312/
Diakses pada 28 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323309#causes
Diakses pada 28 April 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21191460/
Diakses pada 28 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/12-causes-of-belly-fat-gain#TOC_TITLE_HDR_12
Diakses pada 28 April 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17885722/
Diakses pada 28 April 2021
Verywellfit. https://www.verywellfit.com/what-is-belly-fat-3496290
Diakses pada 28 April 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/belly-fat/art-20045809
Diakses pada 28 April 2021
Journal of Clinical Sleep Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23319909/
Diakses pada 28 April 2021
CDC. https://www.cdc.gov/genomics/resources/diseases/obesity/index.htm
Diakses pada 28 April 2021
Topical Collection on Psychological Issues. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs13679-018-0306-y
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email