Perut

Perlemakan Hati

Diterbitkan: 13 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Perlemakan Hati
Perlemakan hati paling umum terjadi karena konsumsi alkohol secara berlebihan
Hepatic steatosis atau perlemakan hati adalah penumpukan lemak di hati, yang dapat memicu beragam kondisi serius. Misalnya, kerusakan hati dan sirosis atau jaringan parut.Faktor risiko perlemakan hati meliputi kelebihan berat badan (obesitas), kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.Perlemakan hati dibagi menjadi dua jenis yang meliputi:
  • Perlemakan hati akibat konsumsi alkohol (alcoholic fatty liver disease)
  • Perlemakan hati yang bukan akibat konsumsi alkohol (nonalcoholic fatty liver disease)
Secara umumnya, perlemakan pada hati tidak menyebabkan gejala apapun. Kondisi ini biasa ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang sedang menjalani pemeriksaan medis karena keluhan lain.Gejala perlemakan hati baru akan muncul apabila seseorang sudah mengalami komplikasi. Contohnya, sirosis hati, gagal hati, dan lain-lain. 
Perlemakan Hati
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaCepat lelah, kebingungan, muntah darah
Faktor risikoSindrom metabolik, kegemukan, kencing manis
Metode diagnosisTes darah, pencitraan, biopsi hati
PengobatanPerubahan gaya hidup
KomplikasiSirosis hati, gagal hati, penurunan tingkat kesadaran
Kapan harus ke dokter?Cepat letih, muntah darah, penurunan tingkat kesadaran
Gejala perlemakan hati pada tahap awal biasanya tidak ada. Kondisi ini baru menunjukkan gejala setelah kondisi penderita memburuk. Beberapa keluhan tersebut meliputi:
  • Kelelahan
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Pembesaran hati yang dapat didiagnosis pada pemeriksaan fisik
Perlemakan hati yang diikuti dengan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan inflmasi pada organ hati. Jika ini terjadi, gejala yang akan timbul bisa berupa:
  • Nafsu makan yang menurun
  • Penurunan berat badan
  • Perasaan tidak nyaman di sisi perut kanan atas
  • Sakit perut
  • Kelemahan fisik
  • Kebingungan
  • Kelelahan
Sedangkan pada perlemakan hati yang telah berkembang menjadi sirosis dan gagal hati, penderita bisa mengalami gejala-gejala berikut:
  • Perut membesar karena penumpukan cairan
  • Kulit dan bagian putih mata yang tampak kuning (jaundice)
  • Linglung dan penurunan tingkat kesadaran
  • Perdarahan hebat akibat pecahnya varises esofagus, yang ditandai dengan muntah darah
Mungkin saja ada tanda dan perlemakan hati yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab utama perlemakan hati adalah akibat konsumsi alkohol yang terlalu banyak. Kondisi ini berkembang ketika tubuh menciptakan terlalu banyak lemak atau tidak dapat menstabilkan lemak dengan efisien.Kelebihan lemak tersebut llau disimpan dalam sel-sel hati, sehingga menumpuk dan menyebabkan perlemakan hati.Selain konsumsi alkohol yang berlebihan, beberapa faktor risiko perlemakan hati di bawah ini juga perlu diwaspadai:
  • Obesitas atau kegemukan
  • Penurunan berat badan yang cepat dan terlalu drastis
  • Diabetes
  • Sindrom metabolik yang ditandai dengan resistensi insulin, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kadar trigliserida darah yang tinggi
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti amiodaron, diltiazem, tamoxifen, atau steroid
 
Diagnosis perlemakan hati dapat ditentukan dengan cara-cara di bawah ini:

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan pertanyaan sebagai berikut:
  • Riwayat penyakit pada keluarga kandung Anda, termasuk riwayat penyakit hati pada keluarga
  • Kebiasaan Anda mengkonsumsi alkohol dan kebiasaan hidup lainnya
  • Riwayat penyakit lainnya yang Anda derita
  • Obat-obatan yang rutin Anda konsumsi
  • Perubahan tingkat kesehatan Anda

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda perlemakan hati seperti pembesaran hati. Untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran hati, dokter mungkin akan melakukan penekanan pada perut Anda untuk meraba ukuran hati.Selain mencari tanda pembesaran hati, dokter juga akan mencari gejala-gejala sirosis seperti penyakit kuning, suatu kondisi yang menyebabkan kulit dan mata menjadi kuning.

3. Tes darah

Tes darah bertujuan mengevaluasi ada tidaknya kenaikan enzim hati seperti alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) sebagai tanda-tanda kerusakan organ.

4. Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan pencitraan yang dianjurkan umumnya meliputi USG, CT scan, dan MRI. Dokter juga mungkin menyarankan vibration-controlled transient elastography (VCTE)VCTE menggunakan gelombang suara frekuensi rendah untuk mengevaluasi jaringan parut pada hati.

5. Biopsi hati

Biopsi hati merupakan pemeriksaan paling akurat untuk menentukan tingkat keparahan penyakit hati. Dokter akan menusukkan jarum ke dalam hati untuk mengambil sedikit sampel jaringan.Pemeriksaan ini dilakukan dengan bius lokal guna mengurangi nyeri selama biopsi. Sampel jaringan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk dilihat kelainannya. 

Stadium perlemakan hati

Berdasarkan hasil pemeriksaan, perlemakan hati dibagi menjadi 4 stadium, diantaranya adalah:
  • Perlemakan hati sederhana

Stadium ini dicirikan dengan adanya penumpukan lemak pada organ hati.
  • Steatohepatitis

Selain kelebihan lemak, peradangan hati juga terjadi pada stadium ini.
  • Fibrosis

Pada stadium ini, peradangan hati telah menyebabkan terbentuknya luka parut atau sirosis.
  • Sirosis hati
Pada stadium ini, jaringan parut telah meluas. Sirosis hati bisa memicu komplikasi serius dan sulit disembuhkan. 
Sampai sekarang, belum ada obat yang mampu menyembuhkan perlemakan hati. Pada kebanyakan kasus, perubahan pola hidup dapat membantu dalam meringankan gejala perlemakan hati.Berikut perbaikan gaya hidup yang bisa dilakukan oleh pasien:
  • Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol
  • Lakukan usaha untuk menurunkan berat badan seperti melakukan olahraga setidaknya 30 menit beberapa hari dalam seminggu
  • Mengubah pola makan, seperti lebih memilih makanan yang rendah kalori, rendah lemak jenuh dan lemak trans
Mengonsumsi suplemen vitamin E juga diperkirakan dapat mencegah atau mengatasi kerusakan hati akibat perlemakan hati. Namun metode ini masih memerlukan lebih banyak penelitian.Apabila pasien ingin mengonsumsi vitamin E sebagai langkah pengobatan perlemakan hati, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 

Komplikasi perlemakan hati

Jika tidak ditangani dengan benar, perlemakan hati dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Penumpukkan cairan pada rongga perut atau asites
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada kerongkongan yang dapat pecah dan menyebabkan perdarahan hebat
  • Kebingungan dan penurunan kesadaran
  • Kanker hati
  • Gagal hati
 
Beberapa langkah pencegahan perlemakan hati yang bisa dilakukan meliputi:
  • Membatasi atau berhenti mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
  • Mengendalikan diabetes
  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu
 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala perlemakan hati atau yang mengarah pada komplikasinya. Berikut contohnya:
  • Cepat lelah
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Pembesaran perut yang berisi cairan
  • Muntah darah
  • Kebingungan atau penurunan tingkat kesadaran
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait perlemakan hati?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis perlemakan hati agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/fatty-liver#symptoms
Diakses pada 14 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/fattyliverdisease.html
Diakses pada 13 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/fatty-liver-disease-directory
Diakses pada 14 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15831-fatty-liver-disease
Diakses pada 7 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email