Perimenopause atau sebelum menopause merupakan periode ketika tubuh wanita mengalami transisi alami menuju menopause, yang menandai akhir tahun reproduksi. Perimenopause juga disebut sebagai transisi menopausal.

Perimenopause pada tiap wanita dapat dimulai pada usia yang berbeda-beda. Namun, biasanya dimulai pada usia 40-an. Pada saat perimenopause, terjadi ketidakseimbangan hormon seks perempuan (estrogen dan progesteron). 

Siklus menstruasi dapat memanjang, lebih singkat atau menjadi tidak teratur, dan ovarium (indung telur) tidak berovulasi (mengeluarkan sel telur). Wanita juga dapat mulai mengalami gejala menopause seperti tubuh terasa panas, berkeringat dengan detak jantung cepat, gangguan tidur dan kekeringan pada vagina. Setelah melewati 12 bulan tanpa periode menstruasi, maka seorang wanita sudah mencapai menopause dan periode perimenopause-nya selesai. 

Wanita dengan perimenopause dapat mengalami:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur. Ovulasi pun menjadi tidak terprediksi, jarak antara periode menstruasi dapat menjadi lebih panjang, atau lebih pendek, dengan perdarahan menstruasi yang lebih berat atau lebih sedikit dari biasanya, dan kadang menstruasi tidak teratur. 
  • Hot flashes (sensasi panas pada dada yang menjalar ke leher dan wajah, yang dapat disertai dengan keringat), yang sangat umum terjadi saat perimenopause. Intensitas panjangnya dan frekuensinya bervariasi. Gangguan tidur juga sering terjadi karena tubuh terasa panas atau keringat di malam hari, sehingga tidur menjadi tidak nyaman.
  • Perubahan mood, perasaan yang lebih sensitif (mudah tersinggung), dan peningkatan risiko depresi 
  • Gangguan pada vagina dan kandung kemih. Ketika level estrogen berkurang, jaringan vagina dapat mengalami penurunan produksi cairan pelumas dan elastisitas, sehingga membuatnya sakit saat berhubungan intim.
  • Gangguan fertilitas (kesuburan). Ovulasi menjadi tidak teratur, kemampuan untuk hamil pun akan menurun. Namun selama mengalami menstruasi, kehamilan masih mungkin terjadi.
  • Perubahan fungsi seksual. Dalam periode perimenopause, gairah dan keinginan seksual dapat berubah. 
  • Penurunan kepadatan tulang. Dengan pengurangan level hormon estrogen, wanita akan mulai mengalami penurunan kepadatan tulang, yang meningkatkan risiko osteoporosis (pengeroposan tulang). 
  • Perubahan level kolesterol. Penurunan level estrogen dapat menyebabkan perubahan level kolesterol dalam darah, termasuk peningkatan low-density lipoprotein (kolesterol jahat), yang berisiko meningkatkan penyakit jantung.

Pada masa perimenopause, produksi hormon estrogen dan progesteron mengalami perubahan. Banyak perubahan tubuh saat perimenopause yang menghasilkan penurunan estrogen.

Faktor risiko 

Perimenopause dan menopause merupakan tahapan kehidupan yang normal bagi perempuan. Namun perimenopause dan menopause bisa terjadi lebih dini dalam beberapa kasus, dan dapat dipengaruhi oleh faktor risiko seperti: 

  • Merokok. Menopause terjadi satu atau dua tahun lebih awal pada wanita perokok, dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.
  • Sejarah keluarga. Wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat menopause dini, dapat mengalami hal serupa. 
  • Pengobatan kanker. Pengobatan untuk kanker dengan kemoterapi atau radiasi di daerah panggul, dapat dihubungkan dengan menopause awal.
  • Pembedahan, yang mengangkat salah satu atau kedua ovarium (indung telur)

Perimenopause adalah proses transisi. Tidak ada tes atau tanda untuk menentukan dimulainya perimenopause pada seorang wanita. Dokter akan mendiagnosis berdasarkan usia, siklus menstruasi dan gejala atau perubahan tubuh yang dialami pasien. Beberapa dokter akan melakukan tes untuk mengecek level hormon. Namun hal tersebut biasanya tidak diperlukan, untuk mengevaluasi perimenopause.

Terapi berupa pengobatan biasanya digunakan untuk mengatasi gejala akibat ketidakseimbangan hormon. Terapi yang dapat direkomendasikan adalah: 

  • Terapi pengganti hormon (estrogen). Terapi estrogen bisa dilakukan dengan pil, koyo khusus, gel atau krim. 
  • Terapi estrogen pada vagina. Untuk mengobati kekeringan pada vagina, estrogen dapat dipasangkan langsung ke vagina menggunakan cincin atau krim.

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perdarahan menstruasi berat, yang mengharuskan untuk mengganti pembalut setiap 1-2 jam 
  • Perdarahan menstruasi yang lebih lama dari 7 hari
  • Perdarahan di antara siklus menstruasi, misalnya haid dua kali atau lebih dalam satu bulan
  • Menstruasi terjadi kurang dari 21 hari dari menstruasi sebelumnya
  • Tuliskan siklus menstruasi Anda, tanggal mulai dan selesai menstruasi, setidaknya dalam tiga bulan terakhir
  • Tuliskan tanda dan gejala yang dialami 
  • Tuliskan semua informasi pribadi yang dibutuhkan 
  • Tuliskan obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan dosisnya 
  • Mintalah teman atau anggota keluarga menemani
  • Siapkan pertanyaan yang ingin disampaikan ke dokter

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik.

  • Apakah Anda mengalami gangguan menstruasi? Jika iya, seperti apa?
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Sejak kapan Anda mengalami gejala ini?
  • Seberapa mengganggunya gejala tersebut?
  • Obat, vitamin dan suplemen apa yang pernah atau sedang dikonsumsi?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/perimenopause/symptoms-causes/syc-20354666
Diakses pada 24 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/menopause/guide/guide-perimenopause#1
Diakses pada 24 April 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/womens-health/perimenopause-rocky-road-to-menopause
Diakses pada 24 April 2019

The North American Menopause Society. https://www.menopause.org/for-women/menopauseflashes/menopause-symptoms-and-treatments/menopause-101-a-primer-for-the-perimenopausal
Diakses pada 24 April 2019

Artikel Terkait