Perforasi

Ditinjau dr. Widiastuti
Perforasi merupakan lubang atau luka pada dinding organ tubuh, seperti di esofagus, lambung, usus kecil, atau anus.
Perforasi merupakan lubang atau luka pada dinding organ tubuh, seperti di esofagus, lambung, usus kecil, atau anus.

Pengertian Perforasi

Perforasi merupakan lubang atau luka pada dinding suatu organ tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, anus atau kantung empedu. Kondisi ini umumnya dikarenakan berbagai penyakit seperti radang usus buntu (apendisitis) dan radang kantung usus besar (divertikulitis). Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh trauma fisik seperti luka karena tusukan pisau atau tembakan peluru.

Lubang atau luka yang terjadi pada saluran pencernaan atau kantung empedu dapat menyebabkan kondisi peritonitis atau radang selaput usus (peritoneum) yang melapisi rongga perut. Peritonitis dapat menyebabkan sepsis yang pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan fungsi organ–organ tubuh.

Perforasi merupakan kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan segera karena dapat berakibat fatal. Kemungkinan pulihnya kondisi ini bergantung pada diagnosis dan penanganan dini. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala utama perforasi adalah:

  • Nyeri pada bagian perut.
  • Perut dapat menonjol dan keras pada perabaan.
  • Lubang atau luka pada bagian perut atau usus kecil dapat menimbulkan nyeri yang datang secara tiba-tiba. Sementara, lubang atau luka pada usus besar akan menimbulkan nyeri yang datang secara bertahap. Kedua kasus tersebut dapat mengakibatkan rasa sakit atau nyeri yang konstan.
  • Nyeri dapat memburuk jika seseorang mengubah posisi tubuh atau menekan bagian abdomen, dan akan berkurang ketika berbaring.

Selain itu, terdapat gejala lainnya yang dapat mengindikasikan perforasi yaitu:

  • Keringat dingin
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Syok

Perforasi yang menyebabkan peritonitis atau radang selaput rongga perut dapat menyebabkan gejala lainnya, seperti:

  • Kelelahan berat
  • Demam
  • Jarang buang air kecil
  • Sesak nafas
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing dan linglung

Penyebab

Penyebab perforasi pada organ tubuh dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain:

  • Apendisitis
  • Kanker
  • Divertikulitis
  • Crohn disease
  • Penyakit kantung empedu seperti batu pada kandung empedu atau infeksi pada kandung empedu
  • Tukak lambung atau ulkus duodenum
  • Ulcerative colitis
  • Ischemic colitis
  • Penyumbatan pada usus
  • Kemoterapi
  • Tekanan pada kerongkongan yang disebabkan oleh muntah yang terlalu kuat
  • Menelan benda asing atau zat yang bersifat korosif

Selain itu, penyebab perforasi lainnya adalah operasi pada perut atau prosedur seperti kolonoskopi atau endoskopi saluran cerna bagian atas, serta trauma perut yang disebabkan oleh tembakan peluru, tusukan pisau atau trauma tumpul lainnya.

Diagnosis

Dokter mungkin akan melakukan imaging test (pemeriksaan pencitraan) seperti X-ray (foto rontgen) untuk mengetahui keberadaan luka atau robekan dengan adanya udara pada rongga perut yang merupakan tanda dari perforasi saluran cerna. Selain itu CT scan juga dapat menunjukkan lokasi luka atau lubang pada organ tubuh. Pada kondisi ini, pemeriksaan darah akan menunjukkan kadar sel darah putih yang lebih tinggi daripada kadar normal karena terdapatnya infeksi dan dapat mendeteksi kehilangan darah dengan melihat kadar hemoglobin darah. Selain itu, akan dinilai kadar elektrolit, kadar asam basa didalam darah, fungsi ginjal dan fungsi hati.

Pengobatan

Penanganan dini terhadap perforasi dapat meningkatkan kemungkinan pemulihan.

Orang dengan perforasi saluran cerna seringkali membutuhkan pembedahan darurat, yang biasanya melibatkan prosedur yang disebut exploratory laparatomy (laparatomi eksplorasi). Prosedur operasi dilakukan dengan membuka perut dan  memperbaiki lubang pada organ tubuh.

Selain itu, pada sebagian orang mungkin diperlukan operasi untuk mengangkat sebagian dari usus yang dapat menyebabkan orang tersebut membutuhkan kolostomi atau ileostomi. Prosedur ini dilakukan dengan melubangi dinding perut dan isi dari usus halus ditampung pada kantung yang melekat pada dinding perut.

Pada kasus yang jarang terjadi, perforasi saluran cerna dapat menutup dengan sendirinya dan tidak membutuhkan operasi. Ketika terjadi kondisi ini, maka antibiotik merupakan satu-satunya cara pengobatan. Jika seseorang mengalami sepsis, maka antibiotik intravena dibutuhkan sesegera mungkin.

Umumnya, operasi akan berhasil tergantung pada beratnya  perforasi tersebut dan seberapa cepat penanganan dilakukan. Selain itu kondisi kesehatan seseorang juga dapat berpengaruh terhadap pemulihan perforasi.

Risiko apabila tidak diobati

Perforasi merupakan kondisi gawat darurat medis yang perlu ditangani segera. Keterlambatan penanganan atau perforasi yang tidak ditangani dapat menyebabkan kematian. Perforasi dapat menyebabkan pendarahan internal dan sepsis, selain itu dapat mengakibatkan abses pada perut atau kerusakan permanen pada usus, bahkan dapat menyebabkan kematian jaringan usus.

Terdapat beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan perforasi yang tidak pulih atau tidak dapat sembuh sepenuhnya, seperti:

  • Malnutrisi atau diet yang buruk
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Penyalahgunaan obat–obatan terlarang
  • Kebersihan yang buruk
  • Diabetes tipe 2
  • Obesitas
  • Sepsis
  • Uremia
  • Hematoma yang timbul ketika darah mengumpul di luar pembuluh darah
  • Terapi kortikosteroid yang merupakan obat anti radang yang menekan sistem kekebalan tubuh, dan dapat menyembunyikan infeksi yang sedang berlangsung sehingga menyebabkan penundaan diagnosis
  • Obat-obatan tertentu
  • Penggunaan agen biologis untuk kondisi seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan rheumatoid arthritis.

 

Pencegahan

Terdapat banyak penyebab dari perforasi saluran cerna, sebagai contoh adalah penyakit saluran cerna yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perforasi. Kenalilah riwayat penyakit Anda, dan cari informasi tentang kondisi Anda sekarang ini yang dapat meningkatkan risiko perforasi tersebut.

Anda perlu mewaspadai sakit atau nyeri di daerah perut yang dapat mengindikasikan perforasi. Penanganan akan lebih mudah dan aman dilakukan sebelum terjadi perforasi. 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda perlu mengunjungi dokter segera jika mengalami gejala di atas yang mengindikasikan perforasi atau peritonitis. Perforasi merupakan kondisi gawat darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda.

  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda
  • Obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi atau sedang dikonsumsi beserta dosisnya.
  • Kondisi yang mungkin menyebabkan perforasi

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter umumnya akan melakukan penanganan medis segera berkaitan dengan kondisi dan informasi yang Anda berikan.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/gastrointestinal-perforation
Diakses pada 9 Januari 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322008.php
Diakses pada 9 Januari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000235.htm
Diakses pada 9 Januari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/195537-overview#a2
Diakses pada 9 Januari 2019

Back to Top