Perdarahan subkonjungtiva adalah pecahnya pembuluh darah yang terjadi pada lapisan bening di bawah mata.
Perdarahan subkonjungtiva ditandai dengan mata kemerahan karena pecahnya pembuluh darah.

Perdarahan subkonjungtiva adalah perdarahan pada mata akibat pecahnya pembuluh darah di bawah lapisan konjungtiva. Konjungtiva adalah lapisan bening di bawah mata yang mengandung banyak pembuluh darah kecil yang rapuh. Lapisan ini tidak dapat menyerap darah dengan cepat, sehingga darah dari pembuluh darah yang pecah akan terperangkap, dan memberikan gejala bagian putih mata berubah menjadi merah terang.

Bercak perdarahan ini dapat terlihat menakutkan. Namun, perdarahan subkonjungtiva hampir seluruhnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Perdarahan subkonjungtiva dapat timbul pada seluruh usia. Orang yang mengalami perdarahan subkonjungtiva mengeluh adanya darah atau kemerahan pada bagian putih mata (sklera). Gejala perdarahan umumnya meluas dalam 24 jam pertama, kemudian akan berkurang perlahan-lahan dan dapat sembuh sendiri selama kurang lebih 2 minggu, umumnya 7-12 hari. Perdarahan subkonjungtiva kebanyakan terjadi pada salah satu mata dan tidak memberikan gejala gangguan penglihatan atau nyeri. Umumnya gejala ini ditemukan saat kita sedang berkaca.

Perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat adanya robekan pada pembuluh darah dibawah lapisan konjungtiva. Perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berhubungan dengan penyakit sistemik. Penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya luka ringan akibat adanya benda asing yang mengenai mata atau mengusap mata dengan kasar. Batuk dan bersin yang terlalu kuat dapat menyebabkan pecahnya dinding pembuluh darah pada mata. Kondisi ini dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah vena, sehingga meningkatkan kebocoran pembuluh darah.

Beberapa kondisi dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya perdarahan subkonjungtiva seperti:

  • Adanya riwayat penyakit darah tinggi, diabetes, atau perlemakan pembuluh darah
  • Luka tajam atau tumpul pada mata
  • Penggunaan obat-obatan, terutama pengencer darah
  • Batuk atau muntah
  • Adanya benda asing pada mata

Dokter akan memeriksa perdarahan subkonjungtiva hanya dengan melihat mata Anda. Biasanya tidak diperlukan tes lainnya.

Jika Anda mengalami perdarahan subkonjungtiva secara berulang, maka dokter akan melakukan hal berikut:

  • Menanyakan mengenai kesehatan Anda secara umum dan gejala yang muncul
  • Memeriksa mata secara lebih detil
  • Mengukur tekanan darah
  • Melakukan pemeriksaan darah rutin untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki kelainan perdarahan yang serius

 

Perdarahan subkonjungtiva umumnya dapat sembuh sendiri tanpa diberikan obat apapun. Semakin besar bercak merah yang muncul, maka semakin lama proses penyembuhan yang terjadi. Apabila mata Anda terasa tidak nyaman atau mengganjal, Anda dapat menggunakan tetes air mata buatan.

Orang yang mengalami perdarahan subkonjungtiva harus ditenangkan dan diinformasikan bahwa perdarahan dapat meluas sampai 24 jam pertama, kemudian ukuran bercak kemerahan akan berkurang perlahan dan mulai terjadi perubahan warna kekuningan atau pink sebelum kembali ke warna putih yang normal. Perubahan ini adalah hal yang normal.

Kontrol tekanan darah perlu dilakukan pada penderita perdarahan subkonjungtiva yang memiliki riwayat darah tinggi.

Perdarahan subkonjungtiva tidak selalu dapat dicegah. Kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dapat dihindari seperti menggosok mata dengan tangan. Gunakan kacamata pelindung untuk mencegah partikel kecil masuk ke dalam mata.

Apabila perdarahan subkonjungtiva sering berulang, maka segera konsultasikan kepada dokter spesialis mata yang terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelum datang untuk berkonsultasi ke dokter, Anda dapat mempersiapkan:

  • Kumpulkan gejala-gejala yang Anda rasakan, termasuk yang tidak berhubungan terhadap alasan berkonsultasi
  • Informasi personal yang hendak disampaikan seperti adanya tekanan berat atau perubahan yang terjadi dalam hidup beberapa waktu terakhir.
  • Terapi yang sudah Anda lakukan termasuk adanya konsumsi vitamin atau suplemen. Sampaikan juga dosis dan lama pengobatan yang telah Anda jalankan.
  • Pertanyaan-pertanyaan yang akan Anda tanyakan saat bertemu dengan dokter.

Beberapa pertanyaan berkaitan dengan perdarahan subkonjungtiva yang dapat Anda tanyakan antara lain:

  • Apa penyebab perdarahan ini?
  • Apakah keluhan dapat berulang?
  • Apakah Saya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut?
  • Adakah pantangan yang harus Saya ikuti?
  • Apakah Saya perlu dirujuk ke dokter spesialis?
  • Apakah Anda memiliki brosur yang dapat Saya bawa pulang?

Pada saat Anda datang ke dokter, dokter Anda akan menanyakan sudah berapa lama Anda merasakan keluhan ini dan apakah Anda memiliki gejala lain terkait keluhan tersebut. Kemudian Anda akan diperiksa tekanan darah dan dokter akan melakukan pemeriksaan pada bagian mata Anda. Bila Anda sudah mengalami perdarahan subkonjungtiva berulang kali, maka dokter Anda dapat meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Setelah dokter mendiagnosis Anda dengan perdarahan subkonjungtiva, dokter akan memberikan penjelasan tentang penyakit dan menerangkan pada Anda kalau keluhan ini akan hilang dengan sendirinya. Dokter juga dapat memberikan air mata buatan bila Anda merasa mata Anda tidak nyaman dan obat penurun tekanan darah tinggi atau obat pengontrol gula darah bila ditemukan darah tinggi atau gula.

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/subconjunctival-hemorrhage/diagnosis-treatment/drc-20353832
Diakses pada 25 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/subconjunctival-hemorrhage#outlook
Diakses pada 25 Februari 2019

Aao. https://www.aao.org/eye-health/diseases/subconjunctival-hemorrhage-treatment
Diakses pada 25 Februari 2019

Msdmanuals. https://www.msdmanuals.com/home/SearchResults?query=Subconjunctival+Hemorrhages&icd9=372.72%3b372.71
Diakses pada 25 Februari 2019

Artikel Terkait