Penyakit Lainnya

Penyakit Tiroid

Diterbitkan: 10 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Penyakit Tiroid
Kelebihan atau kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan memicu timbulnya penyakit.
Penyakit tiroid adalah istilah umum bagi kondisi medis yang melibatkan gangguan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu di bagian leher bawah, tepat di bawah jakun. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh.Penyakit tiroid disebabkan karena adanya abnormalitas pada kelenjar tiroid baik secara struktur maupun fungsi hormon. Ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid maka akan menyebabkan hipertiroidisme.Selain itu, jika kelenjar tidak cukup berfungsi maka disebut sebagai hipotiroidisme. Pembesaran kelenjar tiroid juga dapat terjadi karena kanker.Untuk mendiagnosis penyakit tiroid, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pengobatan tergantung pada jenis penyakitnya, namun dapat meliputi pemberian obat-obatan, terapi radioiodida (radioaktif), atau operasi kelenjar tiroid. 

Jenis-jenis penyakit tiroid

Pada umumnya, terdapat 4 jenis penyakit tiroid yaitu tiroiditis Hashimoto, penyakit Graves, goiter, dan nodul tiroid. Berikut penjelasannya.
  • Tiroiditis Hashimoto

Tiroiditis Hashimoto merupakan penyakit tiroid yang ditandai dengan hipotiroidisime. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering ditemui pada wanita dewasa muda.Tiroditis Hashimoto adalah penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali dan menghancurkan kelenjar tiroid sehingga terjadi gangguan produksi hormon.
  • Penyakit Graves

Penyakit Graves juga merupakan penyakit autoimun seperti tiroiditis Hashimoto, namun kondisi ini ditandai dengan hipertiroidisme atau berlebihnya produksi hormon tiroid dalam tubuh.Kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh akan menyebabkan metabolisme tubuh berlangsung cepat. Hal ini akan menimbulkan gejala hipertiroidisme seperti cemas, berdebar, dan berkeringat.
  • Goiter

Goiter atau penyakit gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid nonkanker. Penyebab terseringnya adalah defisiensi yodium yang terdapat pada garam.Bila kondisi ini bersifat ringan, tidak ada gejala yang ditimbulkan. Namun goiter dapat menimbulkan beberapa gejala bila pembesaran yang terjadi cukup besar tergantung pada ukurannya.
  • Nodul tiroid

Nodul tiroid adalah benjolan yang terjadi pada kelenjar tiroid. Penyebabnya tidak selalu diketahui, namun dapat berupa defisiensi yodium dan tiroiditis Hashimoto.Benjolan dapat berisi cairan atau padat. Kebanyakan benjolan bersifat jinak. Namun pada beberapa kasus, benjolan dapat bersifat ganas (kanker).Beberapa nodul tiroid dapat menghasilkan hormon sehingga menyebabkan tingginya kadar hormon tiroid dalam darah (hipertiroidisme). 
Penyakit Tiroid
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBenjolan di leher, jantung berdebar kencang, peningkatan berat badan
Faktor risikoMemiliki riwayat penyakit tiroid dalam keluarga, mengidap anemia pernisiosa dan diabetes tipe 1, usia >60 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, scan tiroid
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatHormon tiroid sintetis, antitiroid, beta bloker
KomplikasiMasalah mata, gangguan jantung, tulang rapuh (osteoporosis)
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala penyakit tiroid
Umumnya, gejala penyakit tiroid dapat dibedakan menjadi dua jenis di bawah ini:

Gejala hipotiroidisme

 Hipertiroidisme adalah kondisi kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon dalam jumlah berlebihan. gejalanya dapat meliputi:
  • Sembelit
  • Merasa lemah dan letih
  • Nyeri otot dan kram
  • Tidak dapat toleransi terhadap dingin
  • Suara yang lebih dalam atau serak
  • Lidah terasa membesar
  • Berat badan bertambah atau sulit menurunkan berat badan
  • Benjolan di leher
  • Rambut terasa lebih kasar atau rontok
  • Mata atau wajah bengkak
  • Kulit kering atau kasar
  • Nafsu makan yang memburuk
  • Hilang ingatan atau melambatnya aktivitas mental dan pemikiran
  • Peningkatan kadar kolesterol dalam darah

Gejala hipertiroidisme

Hipotiroidisme merupakan kondisi yang muncul saat kelenjar tiroid menghasilkan hormon dalam jumlah terlalu sedikit. Gejalanya bisa berupa:
  • Berkurangnya aliran darah pada saat menstruasi
  • Detak jantung yang berdebar
  • Tidak dapat toleransi terhadap panas
  • Gugup, gemetar, gelisah, cepat marah
  • Tidak dapat konsentrasi dengan baik
  • Pembesaran kelenjar tiroid
  • Rambut yang rapuh
  • Menambah nafsu makan, merasa lapar
  • Penipisan kulit
  • Perubahan kebiasaan buang air besar seperti lebih sering buang air besar
 
Penyebab penyakit tiroid bisa dikelompokkan menjadi:
  • Penyebab hipertiroidisme

Pemicu kelebihan hormon tiroid meliputi penyakit Gravestiroiditis subakut (peradangan tiroid), tidak berfungsinya kelenjar hipofisis, pertumbuhan kanker kelenjar tiroid, atau adenoma toksik (berkembangnya nodul pada kelenjar tiroid) yang mengganggu keseimbangan metabolisme dalam tubuh.
  • Penyebab hipotiroidisme

Hipotiroidisme dapat terjadi karena paparan iodium yang berlebihan, pengangkatan kelenjar tiroid, dan mengidap penyakit tiroiditis Hashimoto yang merusak jaringan tiroid. 

Faktor risiko penyakit tiroid

Beberapa faktor risiko penyakit tiroid meliputi:
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti anemia pernisiosa, diabetes tipe 1, insufisiensi adrenal primer, lupus, artritis rheumatoid, sindrom  Sjögren dan sindrom Turner
  • Mengonsumsi obat-obatan tinggi yodium, misalnya amiodarone
  • Berusia di atas 60 tahun, terlebih bila berjenis kelamin wanita
  • Pernah dilakukan terapi tiroid atau kanker tiroid seperti radiasi atau operasi
 
Diagnosis penyakit tiroid dapat ditegakkan dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dapat memeriksa kelenjar tiroid pasien dengan cepat. Pada pemeriksaan ini, dokter akan meraba bagian leher untuk mencari adanya pembesaran kelenjar tiroid.Selain itu, dokter juga dapat menilai getaran pada tangan (tremor), perubahan mata dan kulit yang hangat dan lembab, dan peningkatan denyut nadi.
  • Pemeriksaan kadar thyroid stimulating hormone (TSH)

TSH dihasilkan oleh kelenjar pituitari di otak dan berfungsi mengatur keseimbangan hormon tiroid di dalam darah. Hipotiroidisme ditandai dengan kadar hormon TSH yang meningkat dan hipertiroidisme ditandai dengan kadar hormon tiroid yang rendah.
  • Pemeriksaan kadar T4 (tiroksin)

T4 adalah salah satu hormon tiroid. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi hipotiroidisme dan hipertiroidisme, dan dapat memantau perkembangan penyakit tiroid. Kadar T4 yang rendah ditemukan pada hipotiroidisme sedangkan kadar T4 yang tinggi ditemukan pada hipertiroidisme.
  • Pemeriksaan kadar FT4 (free T4 atau tiroksin bebas)

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kadar T4 dengan lebih akurat.
  • Pemeriksaan kadar T3 (triiodothyronine)

T3 juga merupakan salah satu hormon tiroid. Kadar T3 yang rendah dapat ditemukan pada hipotiroidisme, namun tes ini lebih sering digunakan untuk mendiagnosis dan menangani hipertiroidisme. Pada hipertiroidisme, kadar T3 dalam darah akan meningkat.
  • Pemeriksaan kadar FT3 (free T3 atau triiodothyronine bebas)

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kadar T3 dengan lebih akurat.
  • Tes antibodi tiroid

Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi berbagai jenis penyakit tiroid autoimun.
  • Tes kadar kalsitonin

Tes ini digunakan untuk mendiagnosis C-cell hyperplasia dan medullary thyroid cancer, dua jenis penyakit tiroid yang langka.
  • Tes tiroglobulin

Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendiagnosis tiroiditis (peradangan tiroid) dan memantau pengobatan kanker tiroid.
  • Tes pencitraan

Pemeriksaan pencitraan yang dapat dilakukan meliputi thyroid scan (sidik tiroid) dan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai bentuk kelenjar tiroidm dan mendeteksi adanya pembesaran atau benjolan. 
Cara mengobati penyakit tiroid yang dilakukan akan bergantung pada jenis penyakitnya. Berikut penjelasannya:

Pengobatan hipotiroidisme

Pada penyakit tiroid dengan gejala hipotiroidisme, obat berisi hormon tiroid buatan bernama levothyroxine akan diberikan. Tes darah akan dilakukan berkala  untuk memastikan efektivitas obat dan mengatur dosis. Pasien dengan hipotirodisme perlu mengonsumsi obat ini seumur hidup.

Pengobatan hipertiroidisme

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit tiroid dengan gejala hipertiroidisme, antara lain:
  • Obat antitiroid seperti propilitiourasil dan methimazole. Pada umumnya gejala akan membaik dalam waktu 6-12 minggu, namun obat harus tetap dilanjutkan setidaknya selama satu tahun atau lebih.
  • Obat Beta-blocker digunakan untuk mengurangi detak jantung dan jantung berdebar.
  • Iodium radioaktif digunakan untuk membuat kelenjar tiroid kurang aktif sehingga meredakan gejala. Beberapa pasien akan membutuhkan obat pengganti hormon tiroid buatan untuk mengembalikan kadar hormon tiroid menjadi normal.
  • Prosedur pembedahan dapat dilakukan jika pengobatan tidak berhasil dan jika pada saat kehamilan. Dokter akan membuang sebagian besar kelenjar tiroid.
 

Komplikasi penyakit tiroid

Komplikasi penyakit tiroid dapat terjadi bila kondisi ini tidak ditangani dengan tepat.

Komplikasi hipertiroidisme

  • Gangguan penglihatan, seperti mata menonjol, pandangan buram, pandangan ganda, atau penurunan penglihatan
  • Gangguan jantung, seperti jantung berdebar, gangguan irama jantung, atau gagal jantung
  • Tulang keropos (osteoporosis)
  • Kulit kemerahan dan membengkak
  • Krisis tirotoksik, yaitu perburukan gejala yang ditandai dengan demam, jantung berdebar, dan delirium. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

Komplikasi hipotiroidisme

  • Pembesaran kelenjar tiroid yang dapat menyebabkan gangguan menelan dan bernapas
  • Kadar kolesterol tinggi dan penyakit jantung yang terkait
  • Gangguan saraf, ditandai dengan kesemutan, baal, dan nyeri pada kaki, tangan, atau area tubuh lainnya
  • Gangguan kesuburan
  • Cacat janin
  • Keguguran atau kelahiran prematur
  • Gangguan kejiwaan seperti depresi
  • Myxedema
 
Tidak ada cara mencegah hipotirodisme, namun pasien dengan risiko penyakit tiroid. Misalnya, ibu hamil perlu memeriksakan kebutuhan yodiumnya ke dokter.Pemeriksaan skrining juga tidak direkomendasikan bagi pasien yang tidak bergejala, kecuali memiliki faktor risiko yang berupa:
  • Riwayat penyakit autoimun
  • Riwayat pengobatan radiasi pada kepala atau leher
  • Benjolan pada kelenjar tiroid
  • Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid
 
Konsultasilah dengan dokter jika merasa lelah tanpa penyebab jelas, memiliki gejala penyakit tiroid, seperti kulit kering, wajah bengkak dan pucat, sembelit, suara serak atau gejala seperti detak jantung yang cepat, keringat yang tidak biasa, dan pembengkakan pangkal leher.Periksalah juga jika anda pernah meminum obat antitiroid, operasi tiroid, terapi radiasi kepala, leher, dan dada bagian atas. Pemeriksaan lebih awal akan membantu kesembuhan yang lebih cepat. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit tiroid?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyakit tiroid. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/symptoms-causes/syc-20350284
Diakses pada 19 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/thyroid_disease_symptoms_and_signs/article.htm
Diakses pada 19 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
Diakses pada 19 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease
Diakses pada 10 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders
Diakses pada 10 Maret 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/thyroiddiseases.html
Diakses pada 10 Maret 2021
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/complications-of-thyroid-problems
Diakses pada 10 Maret 2021
Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=thyroid-disease
Diakses pada 10 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163729
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email