Penyakit Retina

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Penyakit retina dapat dicegah dengan memakai lensa kontak atau kacamata yang sesuai.
Retina adalah bagian pada mata yang menerima rangsangan cahaya.

Pengertian Penyakit Retina

Ada banyak variasi dari penyakit retina, tetapi sebagian besar menyebabkan gangguan penglihatan. Penyakit retina dapat mempengaruhi bagian manapun dari retina. Retina mata berisi jutaan sel yang sensitif terhadap cahaya dan sel-sel saraf lain yang menerima dan mengatur informasi visual. Retina mata mengirim informasi ini ke otak melalui saraf optik, yang memungkinkan kita untuk melihat.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala-gejala yang dialami penderita penyakit retina, antara lain:

  • Melihat bintik-bintik yang melayang atau seperti jaring laba-laba
  • Penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi (garis lurus terlihat bergelombang)
  • Cacat pada penglihatan samping
  • Hilangnya penglihatan

Penyebab

Jenis penyakit dan kondisi retina yang umum terjadi yang mengakibatkan penyakit retina adalah:

  • Retina robek. Penyakit ini terjadi ketika zat yang berbentuk mirip gel yang terletak di bagian tengah mata menyusut dan menarik lapisan tipis dari jaringan yang terletak pada retina sehingga menyebabkan ada robekan pada jaringan. Ini sering disertai dengan munculnya gejala floaters (bayangan yang melayang-layang) dan rasa silau yang muncul secara tiba-tiba.
  • Lepasnya retina. Kondisi ini ditandai dengan munculnya cairan di bawah retina. Ini biasanya terjadi ketika cairan tersebut melewati robekan retina, sehingga menyebabkan retina terangkat dari lapisan jaringan di bawahnya.
  • Retinopati diabetes. Jika Anda mengidap penyakit diabetes, pembuluh darah kapiler di belakang mata Anda dapat memburuk dan membocorkan cairan ke dalam dan di bawah retina. Ini menyebabkan retina mata membengkak yang membuat penglihatan Anda menjadi kabur atau kelainan pembuluh darah kapiler yang pecah dan berdarah yang dapat memperburuk penglihatan Anda.
  • Membran epiretinal. Kondisi ini terjadi ketika terdapat bekas luka yang menyerupai jaringan atau seperti selaput yang terdapat di atas retina. Ini dapat mengubah penglihatan Anda dimana objek dapat terlihat buram.
  • Lubang makula. Penyakit retina ini terjadi ketika terdapat kerusakan kecil di bagian tengah retina mata Anda pada bagian belakang mata (makula). Lubang ini dapat semakin melebar jika terjadi cedera pada mata.
  • Degenerasi makula. Penyakit ini ditandai oleh bagian tengah retina mata mulai mengalami penurunan. Ini menyebabkan gejala-gejala seperti buramnya penglihatan pusat atau adanya titik buta di tengah bidang visual mata Anda. Terdapat dua jenis degenerasi makula yaitu degenerasi makula basah dan degenerasi makula kering.
  • Retinitis pigmentosa. Penyakit ini adalah penyakit degeneratif (kondisi perburukan yang terjadi karena usia) yang memengaruhi retina mata.

Diagnosis

Penyakit retina dapat berhubungan dengan penuaan, diabetes, atau penyakit lainnya, trauma pada mata, atau riwayat keluarga. Untuk mendiagnosis penyakit retina, dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata secara cermat dengan melakukan beberapa tes, yaitu:

  • Tes Amsler Grid untuk menguji kejernihan penglihatan sentral
  • Tes Optical Coherence Tomography (OCT) untuk menangkap gambar retina dengan tepat untuk mendiagnosis membran epiretinal, lubang makula dan pembengkakan makula (edema), untuk memantau tingkat degenerasi makula basah terkait usia, dan untuk memantau respon terhadap pengobatan
  • Tes Fluorescein Angiography untuk mengidentifikasi pembuluh darah tertutup, pembuluh darah yang bocor, pembuluh darah baru yang tidak normal, dan jika ada perubahan kecil di bagian belakang mata
  • Tes Indocyanine Green Angiography untuk melihat pembuluh darah retina dan pembuluh darah di belakang retina yang sulit untuk dilihat dalam jaringan yang disebut koroid
  • Tes Ultrasound untuk membantu melihat retina dan struktur lainnya di dalam mata
  • Tes CT and MRI untuk membantu mengevaluasi cedera mata atau tumor

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah untuk menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit dan memulihkan penglihatan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memulihkan penglihatan antara lain adalah dengan melakukan operasi mata dengan menggunakan laser, menyusutkan pembuluh darah abnormal, pembekuan, menyuntikkan udara atau gas ke mata, menjahit sedikit bahan silikon ke permukaan mata luar (sklera), mengevakuasi dan mengganti cairan di mata, menyuntikkan obat ke mata, dan menanamkan prostesis retina.

Pencegahan

Penyakit retina dapat dicegah dengan beberapa cara, yaitu:

  • Sering melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata untuk memastikan kacamata atau lensa kontak yang digunakan masih sesuai dengan kebutuhan
  • Mengubah tampilan komputer Anda dan menambahkan sistem audio. Sesuaikanlah ukuran tulisan dan tampilan kontras di komputer sesuai kebutuhan
  • Menggunakan lampu yang terang saat sedang membaca dan melakukan aktivitas lainnya

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum Anda membuat janji dengan dokter mata, buatlah daftar gejala-gejala yang dialami dan buatlah daftar semua obat, vitamin, dan suplemen yang Anda gunakan termasuk dosisnya.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya akan memberikan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan pertama kalinya anda menyadari ada masalah pada penglihatan Anda?
  • Apakah kondisi tersebut memengaruhi satu mata atau kedua mata Anda?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan saat melihat benda-benda yang berada di dekat Anda, di kejauhan, atau keduanya?
  • Apakah Anda merokok atau pernah merokok? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau diabetes?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit retina?
  • Pernahkah Anda mengalami cedera pada mata?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-diseases/symptoms-causes/syc-20355825
diakses pada 31 Oktober 2018.

Back to Top