Penyakit Peyronie

Ditinjau dr. Reni Utari
Penyakit peyronie dapat mengakibatkan kesulitan, kecemasan dan ketidaknyamanan saat melakukan hubungan intim.
Penyakit peyronie dapat mengakibatkan kesulitan, kecemasan dan ketidaknyamanan saat melakukan hubungan intim.

Pengertian Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie merupakan salah satu dari penyakit disfungsi ereksi yakni penyakit yang membuat pria sulit mendapatkan ataupun mempertahankan ereksi karena adanya jaringan parut fibrotik di dalam penis. Kondisi ini membuat penis melengkung dan terasa sakit ketika ereksi, sehingga menyebabkan kesulitan, kecemasan dan ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan intim.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala dari penyakit Peyronie dapat timbul secara tiba-tiba atau secara perlahan.

Terdapat tanda-tanda dan gejala yang umumnya merupakan gejala dari penyakit Peyronie, seperti:

  • Masalah ereksi yang menyebabkan seseorang sulit untuk mendapatkan maupun mempertahankan ereksi
  • Terdapat jaringan parut atau plak yang terdapat di bawah kulit penis seperti gumpalan yang datar atau benjolan dari jaringan yang keras
  • Penis menjadi lebih pendek akibat penyakit Peyronie
  • Terasa sakit pada penis ketika ereksi ataupun tanpa ereksi
  • Penis melengkung secara signifikan. Penis dapat melengkung ke atas, bawah atau melengkung pada satu sisi. Penis yang ereksi dapat pula memiliki bentuk seperti “leher botol”

Lengkungan yang disebabkan oleh kondisi ini dapat memburuk secara bertahap, tetapi akan menjadi stabil pada titik tertentu.

  • Rasa sakit pada saat ereksi akan membaik dalam satu hingga dua tahun namun penis akan tetap melengkung, namun pada kasus tertentu rasa sakit dan kelengkungan dapat membaik tanpa pengobatan

Penyebab

Penyebab dari penyakit Peyronie belum sepenuhnya dimengerti, tetapi sejumlah faktor diduga terlibat seperti cedera berulang pada penis, misalnya kerusakan pada saat berhubungan seks, olahraga, kecelakaan, atau adanya suatu trauma pada penis. Dalam masa penyembuhan, terbentuk jaringan parut yang tidak teratur dan dapat menyebabkan terjadinya benjolan yang dapat diraba atau menyebabkan lengkungan pada penis.

Pada penyakit Peyronie, ketika penis ereksi, jaringan parut yang terdapat pada penis tidak dapat meregang sehingga menyebabkan penis menjadi melengkung dan dapat menyebabkan rasa sakit.

Faktor risiko:

Cedera ringan pada penis tidak selalu menyebabkan penyakit Peyronie. Namun, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan proses penyembuhan luka yang buruk dan kumpulan jaringan parut yang berperan dalam penyakit Peyronie, seperti:

  • Faktor keturunan. Jika ayah atau kakak laki – laki menderita penyakit Peyronie, maka akan meningkatkan risiko Anda untuk mengalaminya.
  • Penyakit jaringan ikat. Seperti Dupuytren’s Contracture
  • Prevalensi penyakit ini meningkat dengan usia, terutama pada laki – laki diatas usia 55 tahun.

Selain itu terdapat beberapa faktor lain seperti merokok dan metode operasi prostat tertentu.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis penyakit Peyronie, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti pengukuran penis untuk memeriksa lokasi dan jumlah jaringan parut. Dokter juga dapat menyarankan ultrasound atau sinar X untuk melihat lokasi jaringan parut.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakit Peyronie, namun penyakit ini dapat diobati ataupun hilang sendirinya. Dokter biasanya akan menyarankan untuk menunggu dan melakukan observasi jika:

  1. Lengkungan pada penis tidak berat dan tidak semakin memburuk
  2. Penis masih dapat ereksi dan melakukan hubungan intim dengan rasa sakit yang minimal atau tanpa rasa sakit
  3. Masih memiliki fungsi ereksi yang baik.

Jika gejala semakin memburuk seiring berjalannya waktu, akan diberikan obat-obatan atau disarankan untuk dilakukan tindakan operasi.

Beberapa contoh pengobatan yang biasanya dilakukan adalah:

  • Pil : pentoxifylline sering diresepkan dokter untuk membantu meluruskan penis, serta vitamin E. 
  • Suntikan : Dokter Anda akan menyarankan untuk menyuntikan obat ke penis untuk memecah jaringan parut.
    Beberapa dokter memberikan verapamil untuk mengurangi lekukan pada penis dan rasa sakit.
    Serta pemberian obat clostridium hystoliticum untuk menghancurkan penumpukan kolagen.
  • Operasi : 
  • Pengobatan tanpa operasi dapat berupa Iontophoresis yang menggunakan terapi gelombang kejut dengan arus listrik yang lemah untuk memecahkan jaringan parut, memberikan kombinasi obat verapamil dan steroid secara non – invasif. Terapi lainnya adalah terapi traksi penis untuk meregangkan penis, dan perangkat vakum.
  • Merubah gaya hidup dengan berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, berhenti menggunakan obat terlarang, dan berolahraga secara teratur
  • Operasi merupakan pilihan terakhir dan biasanya dilakukan untuk kasus deformitas (kelainan bentuk) penis yang berat, dan membuat Anda kesulitan atau tidak dapat melakukan hubungan seksual. Operasi biasanya tidak disarankan kecuali telah mengalami kondisi tersebut selama paling sedikit 1 tahun dan proses melengkungnya penis berhenti dan stabil selama paling sedikit 6 bulan. Jenis operasi dilakukan berdasarkan kondisi kesehatan, lokasi dari jaringan parut dan beratnya gejala yang diderita. Pada kasus lain dapat dilakukan implant penis.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika merasa sakit pada penis atau terdapat kelengkungan penis yang mencegah berhubungan seks dan menyebabkan kecemasan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, persiapkan terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat keluarga, riwayat cedera, dan pertanyaan, seperti:

  • Perawatan atau pengobatan apa yang saya butuhkan?
  • Apakah saya memerlukan pemeriksaan lain?
  • Apakah yang dapat memperburuk dan memperbaiki gejala saya?
  • Apakah ada media cetak atau situs web yang Anda rekomendasikan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Selama berkonsultasi dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan Anda melihat jaringan parut atau kurva dibawah kulit penis Anda?
  • Apakah kelengkungan penis Anda memburuk dari waktu ke waktu?
  • Apakah Anda merasakan sakit pada saat ereksi? Apakah Anda merasa membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda pernah mengalami cedera pada penis Anda?
  • Apakah gejala tersebut membatasi aktivitas seksual Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/peyronies-disease
Diakses pada 16 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peyronies-disease/symptoms-causes/syc-20353468
Diakses pada 16 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/men/peyronies-treatment#1
Diakses pada 21 Maret 2019

Back to Top