Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Fridawati
PPOK dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan biasanya menyerang perokok
Terhalangnya aliran udara ke paru-paru adalah ciri dari PPOK

Pengertian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK adalah nama untuk sekelompok kondisi paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. PPOK menyebabkan aliran udara ke paru-paru terhalang. PPOK merupakan kondisi umum yang menyerang orang dewasa, terutama perokok. Masalah pernapasan ini cenderung semakin memburuk dari waktu ke waktu dan dapat memengaruhi produktivitas. Seseorang yang terkena PPOK memiliki risiko yang lebih tinggi terserang penyakit jantung, kanker paru-paru dan berbagai kondisi lainnya. Emfisema dan bronkitis kronik adalah dua kondisi yang paling umum yang berpengaruh terhadap PPOK.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala PPOK seringkali tidak muncul sampai terjadi kerusakan paru-paru yang signifikan, dan biasanya memburuk dari waktu ke waktu, terutama jika paparan rokok terus berlanjut. Untuk bronkitis kronis, gejala utama adalah produksi batuk dan lendir (sputum) setidaknya selama tiga bulan dalam dua tahun berturut-turut.

Gejala PPOK yang lain diantaranya adalah:

  • Sesak napas, terutama saat aktivitas fisik
  • Mengi
  • Sesak pada dada
  • Kelebihan lendir dari paru-paru
  • Batuk kronis yang menghasilkan lendir (dahak) yang mungkin jernih, putih, kuning atau kehijauan
  • Kuku dan bibir pucat
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki

Seseorang yang mengalami PPOK juga mengalami eksaserbasi, atau kondisi dimana gejala mereka menjadi lebih buruk daripada biasanya. Kondisi ini terjadi selama beberapa hari.

Penyebab

Rokok adalah penyebab terbesar PPOK. Seseorang yang terpapar asap rokok juga dapat berisiko terkena PPOK. Selain itu, paparan debu, polusi udara, atau bahan kimia dapat juga menjadi penyebab PPOK.

Diagnosis

Kebanyakan PPOK tidak terdiagnosis sampai penyakitnya berkembang. Untuk mendiagnosis kondisi, dokter akan meninjau gejala, melihat riwayat medis, dan mendiskusikan paparan apapun yang terjadi, terutama asap rokok. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis pasien, tes tersebut diantaranya adalah:

  • Tes fungsi paru-paru. Spirometri adalah tes fungsi paru yang paling umum. Selama menjalani tes ini pasien akan bernapas melalui tabung besar yang terhubung ke mesin kecil yang disebut spirometer. Mesin ini mengukur berapa banyak udara yang masuk ke paru-paru dan seberapa cepat pasien dapat mengeluarkan udara dari paru-paru.
  • X-ray dada. Foto toraks dapat menunjukkan emfisema yang merupakan salah satu penyebab PPOK.
  • CT scan. CT scan paru-paru dapat membantu mendeteksi emfisema dan membantu menentukan apakah pasien membutuhkan prosedur operasi.
  • Analisis Gas Darah. Tes ini mengukur seberapa baik paru-paru membawa oksigen ke dalam darah
  • Tes Laboratorium. Tes laboratorium dapat digunakan untuk menentukan penyebab gejala PPOK.

Pengobatan

Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh PPOK bersifat permanen, namun pengobatan dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan PPOK diantaranya adalah:

  • Berhenti merokok
  • Inhaler dan obat-obatan untuk membantu membuat pernapasan lebih mudah
  • Rehabilitasi paru-paru berupa program khusus latihan dan pendidikan
  • Operasi atau transplantasi paru-paru untuk beberapa kasus PPOK

Pencegahan

PPOK merupakan kondisi yang dapat dicegah. Salah satu caranya adalah dengan tidak merokok atau berhenti merokok. Konsultasikan dengan dokter tentang produk pengganti nikotin dan obat-obatan yang mungkin akan membantu.

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan gejala yang Anda alami
  • Tuliskan tentang apa yang membuat gejala Anda lebih buruk dan apakah ada anggota keluarga yang menderita PPOK
  • Tuliskan obat dan suplemen yang Anda konsumsi

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut diantaranya adalah:

  • Sudah berapa lama Anda batuk?
  • Apakah Anda mengalami sesak nafas?
  • Apakah Anda perokok?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
diakses pada 6 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/
diakses pada 6 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/lung/copd/10-faqs-about-living-with-copd#1
diakses pada 6 November 2018.

Back to Top