Penyakit Parkinson menyebabkan sel-sel saraf (neuron) tertentu pada otak yang mengontrol pergerakan (substansia nigra) secara bertahap mengalami kerusakan atau kematian.
Sebagian besar penderita terserang Parkinson pada usia 60-an.

Penyakit Parkinson adalah suatu kelainan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi gerakan. Gejala Parkinson biasanya dimulai secara berangsur-angsur dan menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu. Seiring berkembangnya penyakit, penderita akan mengalami kesulitan berjalan dan berbicara. Penderita tersebut juga dapat mengalami perubahan mental dan perilaku, gangguan tidur, depresi, masalah dalam ingatan, dan kelelahan.  

Penyakit Parkinson dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih dari 50% terjadi pada laki-laki dibandingkan pada wanita. Selain itu, faktor risiko lain adalah usia. Walaupun sebagian besar orang pertama kali terserang Parkinson pada usia 60-an, ada sekitar 5-10% orang yang terserang “early-onset” parkinson, yang dimulai sebelum usia 50 tahun.

Meskipun penyakit Parkinson tidak dapat disembuhkan, obat-obatan dapat secara signifikan memperbaiki gejala. Pembedahan juga bisa jadi dilakukan dokter untuk memperbaiki gejala dalam beberapa kasus.

Terdapat empat gejala utama penyakit Parkinson, yaitu:

  • Tremor atau gemetar pada bagian tubuh tertentu, seringkali pada tangan atau jari.
  • Pergerakan yang lambat (bradykinesia).
  • Otot kaku dan tidak fleksibel.
  • Gangguan keseimbangan dan koordinasi, terkadang menyebabkan jatuh.

Seseorang dengan Penyakit Parkinson juga dapat mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis, yang meliputi:

  • Depresi dan cemas.
  • Kesulitan untuk menelan, mengunyah, dan berbicara.
  • Gangguan dalam buang air kecil dan sulit buang air besar (konstipasi).
  • Kehilangan indra penciuman.
  • Masalah tidur (insomnia).
  • Masalah memori atau ingatan.

Tanda dan gejala dari penyakit Parkinson berbeda pada setiap orang. Tanda dan gejala awal dapat ringan dan kadang tidak ketahuan. Gejala seringkali dimulai pada satu sisi tubuh dan biasanya tetap lebih berat pada sisi tersebut, bahkan setelah gejala mulai memengaruhi kedua sisi tubuh.

Penyebab pasti dari Parkinson tidaklah diketahui. Tetapi faktor genetik dan lingkungan berperan penting dalam terjadinya penyakit Parkinson.

Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf (neuron) tertentu pada otak yang mengontrol pergerakan (substansia nigra) secara bertahap mengalami kerusakan atau kematian. Kerusakan atau kematian neuron ini menyebabkan berkurangnya zat kimia yang disebut dopamine pada otak, dan kondisi ini yang menyebabkan terjadinya gejala yang berhubungan dengan pergerakan tubuh pada penyakit Parkinson. Selain itu, pada sel-sel otak penderita Parkinson juga ditemukan Badan Lewy (Lewy Bodies), walaupun masih belum diketahui kenapa terjadi perubahan pada otak tersebut.

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis penyakit Parkinson. Dokter atau spesialis saraf akan mendiagnosis penyakit Parkinson dengan meninjau riwayat medis pasien, gejala yang timbul, serta pemeriksaan neurologis dan fisik. Pemeriksaan yang mungkin dokter atau spesialis saraf lakukan adalah:

  • Dopamine Transporter (DAT) Scan.
  • Pemeriksaan laboratorium seperti tes darah untuk menyingkirkan penyebab lain yang dapat menyebabkan gejala yang serupa.
  • MRI, CT scan, USG, atau PET Scan.

Pengobatan penyakit Parkinson tersedia untuk membantu mengurangi gejala utama dan mempertahankan kualitas hidup selama mungkin. Istirahat dan olahraga yang cukup, serta diet seimbang adalah faktor yang penting dalam penanganan penyakit Parkinson. Beberapa bentuk pengobatan penyakit Parkinson meliputi:

  • Perawatan suportif, seperti fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk membantu mengontrol berbagai gejala dari kondisi fisik dan mental yang berhubungan dengan penyakit Parkinson. Obat-obatan ini biasanya meningkatkan kadar dopamine atau sebagai pengganti dari dopamine.
  • Intervensi dengan operasi dilakukan pada orang yang tidak bisa merespon dengan baik pengobatan, terapi, ataupun perubahan gaya hidup. Sama halnya dengan prosedur Deep Brain Stimulation.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik teratur dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson. Mengonsumsi kafein, seperti teh, kopi, dan cola juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson, namun penelitian ini masih harus diteliti lebih lanjut. Teh hijau juga dapat mengurangi risiko terkena Parkinson.

Temui dokter jika Anda mengalami salah satu gejala yang terkait dengan penyakit Parkinson. 

Beberapa hal yang dapat Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, di antaranya adalah:

  • Tuliskan gejala yang Anda alami.
  • Tuliskan informasi pribadi utama Anda.
  • Buatlah daftar semua obat, vitamin, dan suplemen yang Anda konsumsi.
  • Mintalah seorang anggota keluarga atau teman untuk ikut dengan Anda untuk membantu mengingat informasi yang diberikan dokter.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut dapat mencakup:

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah Anda mengalami gejala sepanjang waktu atau apakah gejala tersebut hanya datang sesekali?
  • Adakah yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Adakah yang membuat gejala Anda semakin buruk?

Healthline. https://www.healthline.com/health/parkinsons
diakses pada 6 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-
disease/symptoms-causes/syc-20376055
diakses pada 6 November 2018.

National Institute of Aging. https://www.nia.nih.gov/health/parkinsons-disease
diakses pada 6 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/parkinsons-disease/
diakses pada 6 November 2018.

Parkinson's Foundation. http://www.parkinson.org/understanding-parkinsons/what-is-parkinsons
diakses pada 6 November 2018.

Artikel Terkait