Infeksi

Penyakit Lyme

16 Jun 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penyakit Lyme
Penyakit lyme disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu berkaki hitam
Penyakit Lyme adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii.Bakteri-bakteri tersebut dapat menular pada manusia melalui gigitan kutu berkaki hitam atau disebut kutu rusa. Kutu menjadi terinfeksi setelah mengigit rusa atau tikus yang sudah mengalami infeksi.Seekor kutu membutuhkan waktu selama 24-48 jam berada pada kulit untuk menularkan bakteri. Seseorang berisiko terinfeksi kutu penyebab penyakit Lyme jika tinggal singgah dalam waktu tertentu di daerah berumput atau hutan lebat.Kedua area tersebut adalah lokasi ideal untuk kembang biak kutu ini. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan pencegahan dari kemungkinan terinfeksi jika berada di area tersebut. Melindungi diri sebaik mungkin adalah cara paling ampuh mencegah infeksi kutu penyebab penyakit lyme. 
Penyakit Lyme
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaRuam. demam, kelelahan
Faktor risikoKegiatan di luar ruangan, seperti padang rumput atau hutan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, ELISA, Western Blot
PengobatanObat-obatan
ObatDoksisiklin, cefuroksim, amoksisilin
KomplikasiRadang sendi, gejala neurologis, cacat kognitif
Kapan harus ke dokter?Tergigit kutu rusa
Gejala penyakit Lyme biasanya bertahap dilihat dari tahap infeksi dari penyakit ini. Namun, pada kondisi trtentu bisa saja gejala tidak berurutan.

Tahap awal

Awalnya, penderita mungkin hanya akan mendapati bercak kecil mirip gigitan nyamuk. Bercak tersebut biasanya menghilang dalam beberapa hari. Pada tahap ini, tanda-tanda penyakit lyme mungkin belum terasa.Gejala mungkin akan muncul setelah satu bulan Anda terinfeksi. Adapun gejala wal tersebut bisa berupa:
  • Ruam

Ruam pada kulit kemungkinan akan meluas perlahan selama berhari-hari dengan ukuran hingga 30cm. Ruam ini biasanya tidak menimbulkan gatal atau nyeri naming terasa panas saat disentuh.Gejala ini merupakan tanda paling umum untuk menentukan keberadaaan penyakit Lyme. Hanya saja, tidak semua penderita kondisi ini akan menderita ruam. Beberapa mungkin malah menderita ruam di banyak lokasi pada tubuh mereka.
  • Gejala lain

Pada tahap awal ini, beberapa gejala lain yang mungkin muncul meliputi demam, kedinginan, kelelahan, nyeri tubuh, sakit kepala, leher kaku, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Tahap lanjut

Gejala lanjutan mungkin muncul jika tanda-tanda awal di atas tidak diobati. Adapun gejala lanjutan yang mungkin muncul antara lain:
  • Eritema migran

Kemunculan ruam di area lain pada tubuh biasa disebut dengan eritema migran.
  • Nyeri sendi

Lutut kemungkinan akan merasakan nyeri sendi dan pembengkakan yang parah. Namun, rasa nyeri mungkin akan menjangkiti sendi-sendi lain pada tubuh.
  • Saraf bermasalah

Dalam waktu lama, bisa minggu, bulan, bahkan tahun, setelah terinfeksi, peradangan mungkin terjadi pada selaput otak (meningitis). Selain itu, penderita mungkin akan merasakan Bell’s palsy, mati rasa, atau kelemahan anggota tubuh, dan gangguan gerakan otot.Selain gejala-gejala di atas, beberapa tanda kurang umum dari penyakit ini antara lain:
  • Detak jantung tidak teratur
  • Peradangan pada mata
  • Hepatitis
  • Kelelahan parah
 
Penyebab penyakit lyme adalah bakteri Borrelia burgdorferi dan Borrelia mayonii yang ditularkan melalui gigitan kutu berkaki hitam atau kutu rusa. Setelah kutu menggigit, bakteri akan masuk ke dalam kulit dan masuk ke dalam aliran darah. 

Faktor risiko penyakit Lyme

Faktor risiko penyakit Lyme yang paling umum antara lain:
  • Beraktivitas di lokasi berumput atau hutan

Beraktivitas di wilayah yang menjadi lokasi berkembang biak kutu tentu berisiko terkena penyakit Lyme. Mereka yang bekerja di luar ruangan juga berisiko terinfeksi sumber penyakit ini.
  • Bagian tubuh tidak terlindungi atau terbuka

Bagian tubuh yang terbuka akan menjadikan kutu lebih mudah menempel. Jika menempel dan menggigit, maka risiko terinfeksi akan semakin tinggi.
  • Tidak menghilangkan kutu dengan segera atau dengan benar

Jika kutu tetap menempel selama 36 hingga 48 jam, maka bakteri penyebab penyakit kemungkinan akan masuk ke aliran darah.   
Penyakit Lyme didiagnosis dengan menilai riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan darah akan paling akurat jika dilakukan beberapa minggu setelah infeksi terjadi, saat antibodi ulai terbentuk.Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes seperti:
  • ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay)

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi B. burgdorferi.
  • Western Blot

Western Blot dapat digunakan untuk mengonfirmasi tes ELISA yang positif. Tes ini untuk memeriksa keberadaan antiboddi yang spesifik terhadap protein B. burgdorferi.
  • Polymerase chain reaction (PCR)

Pemeriksaan PCR dilakukan untuk mengevaluasi orang yang terjangkit penyakit Lyme dengan gejala sendi dan saraf. 
Pengobatan penyakit Lyme akan lebih efektif jika dilakukan saat gejala awal muncul. Antibiotik akan diberikan 14-21 hari untuk mengeliminasi infeksi.Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini meliputi:
  • Pemberian obat doksisiklin untuk dewasa dan anak-anak usia 8 tahun ke atas.
  • Pemberian obat cefuroksim dan amoksisilin untuk dewasa, anak, dan wanita yang sedang menyusui.
Penyakit Lyme yang persisten atau kronik diatasi dengan pemberian antibiotik melaluli infus selama 14-21 hari. 

Komplikasi penyakit Lyme

Komplikasi penyakit Lyme dapat terjadi jika kondisi ini tidak diobati. Adapun komplikasi yang mungkin muncul antara lain:
  • Peradangan sendi kronis (Lyme arthritis), terutama pada lutut
  • Gejala neurologis, seperti kelumpuhan wajah dan neuropati
  • Cacat kognitif, seperti gangguan memori
  • Ketidakteraturan irama jantung
 
Cara terbaik untuk yang bisa dilakukan sebagai pencegahan penyakit Lyme yaitu dengan menghindari daerah di mana kutu rusa tinggal.  Kutu ini sendiri umumnya berkembang biak di daerah hutan yang lebat dengan rumput tinggi.Beberapa tindakan pencegahan yang dapat membuat Anda terhindar dari penyakit Lyme, antara lain:
  • Menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang ketika berada di luar ruangan
  • Mengoleskan obat penolak serangga pada kulit
  • Membersihkan halaman rumah agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya kutu rusa
  • Segera singkirkan kutu dengan menggunakan pinset jika Anda menemukannya
Jangan menganggap diri Anda kebal terhadap penyakit ini. Setiap orang dapat terkena penyakit Lyme lebih dari sekali. 
Segera temui dokter jika Anda tergigit oleh kutu rusa dan mengalami gejala-gejala penyakit Lyme. Anda juga sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter walaupun gejalanya sudah menghilang karena hilangnya gejala-gejala tidak menandakan penyakitnya sembuh. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit Lyme?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit Lyme agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/lyme-disease
Diakses pada 28 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lyme-disease/symptoms-causes/syc-20374651
Diakses pada 28 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lyme-disease/#
Diakses pada 28 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email