Penyakit Kuning

Ditinjau dr. Widiastuti
Jaundice atau penyakit kuning dapat disebabkan kerusakan hati sehingga terdapat penumpukan bilirubin.
Kulit dan mata menjadi kekuningan pada penderita jaundice.

Pengertian Penyakit Kuning

Penyakit kuning adalah suatu kondisi ketika kulit, dan bagian putih pada mata menjadi berwarna kekuning-kuningan. Biasanya kebanyakan bayi yang baru lahir mengalami hal ini. Namun, orang dewasa juga dapat mengalaminya. Jaundice bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu kondisi dari beberapa penyakit yang mendasarinya. Penyakit kuning disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin, yaitu pigmen kuning yang terbuat dari pemecahan sel darah merah tua di dalam sel-sel hati. Biasanya, bilirubin dan sel darah merah yang sudah tua akan dibuang oleh hati secara bersamaan. Jaundice biasanya akan terlihat pada kulit atau mata ketika kadar bilirubin darah lebih dari 2,5-3 mg/dL.

Penyakit kuning pada orang dewasa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Beberapa di antaranya bersifat serius dan berpotensi mengancam jiwa. Sementara itu pada bayi, dikenal adanya neonatal jaundice, sebuah kondisi yang seringkali dialami oleh bayi sehat dan akan hilang dengan sendirinya tanpa mengalami efek yang serius.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Penyakit kuning merupakan tanda yang jelas dari proses penyakit yang mendasarinya. Individu dengan penyakit kuning akan memiliki perubahan warna menjadi kuning pada kulit, selaput lendir dan bagian putih di mata. Namun gejala tersebut bersifat individual. Seseorang dengan penyakit kuning akan mengalami salah satu gejala berikut, di antaranya adalah:

  • Urine berwarna gelap
  • Feses yang berwarna pucat
  • Kulit gatal
  • Mual dan muntah
  • Perdarahan rektum
  • Diare
  • Demam dan menggigil
  • Kelemahan
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kebingungan
  • Nyeri pada perut
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan pada kaki
  • Pembengkakan dan distensi abdomen (perut) karena akumulasi cairan (asites)

Penyebab

Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan pigmen kuning (bilirubin) dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika hati tidak dapat melakukan metabolisme bilirubin seperti yang seharusnya, yang dapat disebabkan oleh kerusakan pada hati. Kemungkinan lainnya, bilirubin tidak dapat mencapai saluran pencernaan untuk dikeluarkan melalui feses, sehingga menghasilkan feses berwarna pucat, terlalu banyak bilirubin di dalam hati, atau terlalu banyak sel darah merah tua dalam waktu yang sama. Penyakit kuning dapat terjadi pada individu berbagai usia dan bisa menjadi pertanda masalah kesehatan tertentu. Penyakit kuning pada orang dewasa dapat terjadi karena berbagai alasan, misalnya:

  • Penyakit darah seperti talasemia, sickle cell anemia, anemia hemolitik, ABO incompatibility reaction
  • Sindrom genetik seperti defisiensi G6PD (Glucose-6-phosphate dehydrogenase)
  • Penyakit hati, seperti hepatitis atau sirosis
  • Penyumbatan saluran empedu
  • Batu kandung empedu
  • Infeksi seperti pankreatitis akut, yellow fever, weil’s disease
  • Reaksi terhadap obat-obatan atau overdosis (dosis berlebihan) dari obat-obatan seperti acetaminophen
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Kanker pankreas dan hati

Jaundice juga seringkali ditemukan pada bayi baru lahir, terutama pada bayi prematur, karena hati belum sepenuhnya matang sehingga terjadi penumpukan bilirubin.

Diagnosis

Dokter akan menanyakan secara teliti tentang riwayat penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik serta melakukan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya untuk mendiagnosis penyakit kuning, seperti pemeriksaan darah.  Pemeriksaan darah yang akan dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan fungsi hati
  • Apusan darah lengkap
  • Panel elektrolit
  • Kadar lipase

Tes darah dan tes urine juga dapat dilakukan untuk memeriksa hepatitis. Jika dokter menemukan tanda-tanda penyakit kuning, pemeriksaan tambahan akan dilakukan untuk membantu mendiagnosis kondisi yang mendasarinya. Dalam kasus tertentu, tes pencitraan dapat dilakukan untuk mengevaluasi kelainan hati, kandung empedu dan pankreas. Tes pencitraan tersebut, di antaranya adalah:

  • USG perut
  • CT scan
  • MRI
  • HIDA scan (cholescintigraphy-koleskintigrafi)
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
  • Biopsi hati

Pada bayi, tingkat jaundice biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan kadar bilirubin di dalam darah.

Pengobatan

Pengobatan penyakit kuning bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Setelah memberikan diagnosis, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Berikut ini penanganannya berdasarkan kondisi pasien.

  • Pada individu tertentu dengan penyakit kuning, perawatan akan terdiri dari perawatan suportif dan dapat dijalankan di rumah. Misalnya, perawatan untuk hepatitis virus ringan di rumah, dengan pemantauan ketat oleh dokter.
  • Berhenti mengonsumsi alkohol pada pasien yang menderita sirosis hati, hepatitis alkoholik, atau pankreatitis akut sekunder akibat penggunaan alkohol.
  • Penyakit kuning yang disebabkan oleh obat-obatan terlarang, obat-obatan medis, dan toksin, ditangani dengan penghentian asupan substansi tersebut. Pada overdosis acetaminophen baik disengaja maupun tidak, maka dokter akan diberikan antidotum berupa N-asetil sistein.
  • Berbagai obat dapat digunakan untuk menangani kondisi yang menyebabkan penyakit kuning, seperti steroid dalam pengobatan gangguan autoimun. Beberapa penderita dengan sirosis mungkin akan membutuhkan pengobatan dengan diuretik dan laktulosa.
  • Antibiotik dapat diperlukan untuk menangani infeksi yang menyebabkan penyakit kuning atau komplikasi terkait dengan kondisi tertentu yang mengarah ke penyakit kuning, seperti kolangitis.
  • Transfusi darah dapat dilakukan pada penderita anemia akibat hemolisis atau karena perdarahan.
  • Individu dengan kanker yang mengarah ke penyakit kuning akan memerlukan konsultasi dengan onkologis. Perawatan akan bervariasi, bergantung pada jenis kanker dan tahap penyebaran dari kanker.
  • Pembedahan dan berbagai prosedur invasif akan diperlukan untuk pasien tertentu dengan penyakit kuning. Misalnya, pasien dengan batu empedu akan memerlukan operasi, penderita dengan gagal hati atau sirosis mungkin memerlukan transplantasi hati.

Jaundice ringan pada bayi akan hilang dengan sendirinya dalam dua hingga tiga minggu. Sementara itu, jaundice sedang dan berat mungkin membutuhkan perawatan lebih lama di rumah sakit. Penanganan dapat dilakukan untuk menurunkan kadar bilirubin di dalam darah bayi melalui fototerapi, intravenous immunoglobulin (immunoglobulin intravena), exchange transfusion dengan mengambil sedikit darah lalu menggantinya dengan darah donor. Langkah ini dapat mengencerkan bilirubin dan antibodi dari ibu.

Pencegahan

Tidak semua penyakit kuning dapat dicegah. Namun, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit kuning, di antaranya adalah dengan cara:

  • Mengonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter, untuk menghindari potensi kerusakan hati atau risiko overdosis secara tidak disengaja. Orang dengan kondisi medis tertentu seperti defisiensi G6PD sebaiknya menghindari obat-obatan tertentu.
  • Menghindari hubungan seksual tanpa pengaman maupun penggunaan obat intravena. Selain itu, lakukan pencegahan universal ketika bekerja dengan produk darah dan jarum suntik. Hal ini dapat mengurangi risiko tertular hepatitis B dan C.
  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B. Sampai saat ini belum ada vaksinasi untuk hepatitis C.
  • Menghindari produk makanan yang berpotensi terkontaminasi atau air yang tidak bersih, karena hal ini dapat meningkatkan risiko terkena hepatitis A.
  • Melakukan pencegahan dengan mengonsumsi obat-obatan profilaksis untuk mencegah malaria, ketika bepergian ke daerah endemik malaria.
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol, untuk mencegah terjadinya hepatitis, sirosis karena alkohol, dan pankreatitis.
  • Berhenti merokok, karena merokok merupakan faktor risiko untuk terkena kanker pankreas, dan berbagai keganasan lainnya.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami gejala-gejala penyakit kuning, segera berkonsultasi dengan dokter. Apabila bayi mengalami kondisi berikut ini, cari pertolongan darurat secepatnya.

  • Kulit bayi menjadi lebih kuning
  • Kulit perut, lengan dan kaki bayi terlihat kuning
  • Bagian putih mata bayi terlihat kuning
  • Bayi terlihat lesu atau sakit
  • Bayi tidak mengalami penambahan berat badan, dan tidak nafsu makan
  • Bayi mengalami gejala lain yang mengkhawatirkan
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/jaundice-types
diakses pada 7 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/diagnosis-treatment/drc-20373870 
diakses pada 7 Desember 2018.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/jaundice_in_adults/article.htm
diakses pada 7 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/jaundice.html
diakses pada 7 Desember 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/jaundice/
diakses pada 7 Desember 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/jaundice-directory
diakses pada 7 Desember 2018.

Back to Top