Penyakit Jantung Sianotik

Ditinjau dr. Reni Utari
Penyakit jantung sianotik atau blue baby syndrome ditandai dengan kulit kebiruan karena rendahnya oksigen dalam darah.
Kulit kebiruan atau sianosis terjadi karena rendahnya oksigen dalam darah.

Pengertian Penyakit Jantung Sianotik

Penyakit jantung sianotik merupakan sekelompok gangguan atau kelainan jantung yang telah diderita sejak lahir (cacat jantung bawaan). Kata sianotik (cyanotic atau cyanosis) menunjukkan adanya ciri khas berupa warna kebiruan pada kulit ataupun pada selaput lendir. Pada bayi, keadaan ini sering disebut dengan istilah blue babies. Penyakit ini terjadi akibat kadar oksigen yang rendah di dalam darah.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang umum terjadi pada penderita jantung sianotik dikenal dengan sebutan cyanosis; yaitu warna kebiruan pada bibir serta jari-jari tangan maupun kaki yang merupakan akibat dari rendahnya kadar oksigen di dalam darah. Tanda-tanda kelainan pada penyakit ini dapat muncul dengan segera ketika bayi baru lahir. Selain itu, beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada penderita penyakit jantung sianotik adalah sebagai berikut:

  • Sesak (dispnea) yang biasanya dapat dikenali dengan penderita langsung berada dalam posisi jongkok setelah melakukan aktivitas fisik untuk meredakan pernapasan.
  • Terengah-engah (merupakan tanda tubuh tiba-tiba sangat membutuhkan oksigen) yang dapat terlihat dengan adanya kecemasan, warna kebiruan pada tubuh yang meningkat secara tiba-tiba, kebiruan dapat terlihat dari bibir, jari – jari, kulit dan kaki, maupun bernapas terlalu cepat (hyperventilation). 
  • Pada bayi dapat dilihat melalui berat badan yang rendah serta berkeringat atau kelelahan saat sedang diberi makan.
  • Pingsan (syncope).
  • Terasa sakit pada area dada.
  • Mata atau wajah yang bengkak (puffy).
  • Merasa lelah sepanjang waktu.
  • Nafsu makan yang berkurang atau tidak baik.

Penyebab

Penyakit jantung sianotik merupakan sebuah kumpulan berbagai cacat jantung bawaan yang ditandai dengan warna kebiruan pada area kulit dan selaput lendir. Penyebab penyakit ini dikategorikan berdasarkan jenis kelainan yang terjadi pada jantung penderita. Beberapa cacat jantung yang termasuk dalam penyakit jantung sianotik adalah:

Tetralogy of Fallot (TOF)

Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan penyebab penyakit jantung sianotik yang paling sering terjadi. Cacat jantung ini merupakan sebuah kombinasi dari empat cacat jantung yang berbeda, yaitu:

  • Sebuah lubang di antara ruang jantung bagian bawah (ventricle) kanan dan kiri.
  • Sebuah penyempitan katup pada pembuluh darah yang menghubungkan jantung dan paru-paru.
  • Penebalan pada otot-otot ruang jantung bagian kanan bawah (right ventricular hypertrophy).
  • Pembuluh darah aorta (pembuluh darah pembawa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh) yang bergeser atau tidak berada pada tempat yang seharusnya.

Para penderita Tetralogy of Fallot (TOF) biasanya juga memiliki kelainan lain yang telah diderita sejak lahir.

Transposition of the great arteries (TGA)

Transposition of the great arteries (TGA) merupakan penyakit jantung sianotik yang ditandai dengan katup pembuluh darah yang menghubungkan jantung dan paru-paru serta katup pembuluh aorta berganti posisi dengan pembuluh arteri. Hal ini mengakibatkan darah yang tidak kaya akan oksigen dipompa ke seluruh tubuh melalui pembuluh aorta. Padahal, darah tersebut seharusnya dipompa menuju ke paru-paru.

Total anomalous pulmonary venous connection (TAPVC)

Total anomalous pulmonary venous connection (TAPVC) merupakan penyakit jantung sianotik yang ditandai dengan pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung terhubung dengan ruang jantung bagian atas kanan. Padahal, pembuluh darah tersebut seharusnya terhubung dengan ruang jantung bagian atas kiri. Selain itu, cacat jantung ini umumnya juga disertai dengan adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menjadi penghubung antara jantung dan paru-paru.

Truncus arteriosus

Truncus arteriosus merupakan penyakit jantung sianotik yang ditandai dengan munculnya pembuluh darah tunggal pada ruang jantung bagian atas kanan dan kiri bawah. Pada keadaan normal, ruang jantung kanan dan kiri bawah masing-masing terdapat dua pembuluh darah yang berbeda, yaitu pulmonary artery dan aorta.

Tricuspid atresia

Tricuspid atresia merupakan penyakit jantung sianotik yang ditandai dengan tidak adanya katup trikuspid pada jantung penderita maupun katup trikuspid yang berkembang secara tidak normal. Hal tersebut mengakibatkan gangguan pada aliran darah sehingga menyebabkan darah dengan kadar oksigen rendah akan dipompa ke seluruh tubuh.

Diagnosis

Dalam menentukan diagnosis untuk penyakit jantung sianotik, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan utama seperti:

  • Melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda yang menjadi ciri khas penyakit jantung sianotik yaitu adanya kulit kebiruan atau cyanosis.
  • Dokter juga akan memeriksa jantung dan paru-paru menggunakan stetoskop untuk mendeteksi kemungkinan adanya detak jantung yang tidak normal, bunyi jantung yang berdesir, maupun bunyi gemericik dari paru-paru.

Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis penyakit ini antara lain:

  • Rontgen area dada (chest x-ray).
  • Memeriksa kadar oksigen dalam darah menggunakan arterial blood gas test ataupun melalui pulse oxymeter.
  • Pemeriksaan darah lengkap.
  • Memeriksa struktur jantung dan pembuluh darah melalui echocardiogram ataupun MRI.
  • Prosedur kateterisasi jantung dengan memasukkan sejenis tube tipis dan fleksibel dari lengan atau paha menuju area jantung.
  • Rekam jantung (electrocardiogram atau ECG).

Pengobatan

Pengobatan pada penyakit jantung sianotik bermacam-macam sesuai dengan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Pada umumnya, prosedur bedah merupakan pilihan pengobatan yang akan dilakukan untuk memperbaiki cacat jantung yang diderita. Dalam hal ini, seringkali dibutuhkan lebih dari satu prosedur bedah.

Apabila cacat jantung yang diderita dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya, maka prosedur bedah perlu dilakukan segera setelah bayi lahir. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, prosedur bedah juga dapat ditunda hingga anak atau penderita mencapai usia yang lebih dewasa. Apabila prosedur bedah ditunda, anak atau penderita penyakit jantung sianotik akan diberikan obat-obatan tertentu untuk membantu mengobati penyakit tersebut, seperti:

  • Obat-obatan untuk mengurangi cairan yang berlebih dari dalam tubuh.
  • Obat-obatan untuk membuat pembuluh darah tetap terbuka.
  • Obat-obatan untuk membantu mengatur detak jantung yang tidak normal.
  • Obat-obatan untuk membantu jantung agar dapat memompa dengan lebih baik.

Harapan dari pengobatan para penderita penyakit jantung sianotik berdasar pada tingkat keparahan dari cacat jantung yang dialami. Pada kasus-kasus yang ringan, penderita penyakit ini dapat hidup dengan gaya hidup yang normal dengan obat-obatan maupun perawatan lain yang minimal pula. Sedangkan apabila kasus penyakit jantung sianotik yang diderita sudah cukup berat, maka prosedur bedah tentu diperlukan untuk menangani penyakit ini. Oleh karena itu, penyakit jantung sianotik harus ditangani dengan baik agar tidak mengakibatkan komplikasi pada tubuh penderita. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit ini antara lain seperti detak jantung yang tidak normal dan dapat mengarah pada kematian secara tiba-tiba, tekanan darah tinggi yang diderita jangka panjang, gagal jantung, infeksi pada jantung, stroke, maupun kematian.

Pencegahan

Tidak terdapat metode pencegahan yang spesifik pada penyakit jantung sianotik.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila gejala yang mengarah pada penyakit jantung sianotik mulai muncul, terutama munculnya cyanosis atau warna kebiruan pada kulit maupun selaput lendir, untuk mencegah terjadinya keparahan.

Referensi

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001104.htm
Diakses pada 21 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cyanotic-heart-disease#types
Diakses pada 21 Februari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001567.htm
Diakses pada 21 Februari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001568.htm
Diakses pada 21 Februari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001115.htm
Diakses pada 21 Februari 2019

Amboss. https://www.amboss.com/us/knowledge/Cyanotic_congenital_heart_defects
Diakses pada 21 Februari 2019

Stanfordhealthcare. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/blood-heart-circulation/congenital-heart-disease/types/cyanotic.html
Diakses pada 21 Februari 2019

Back to Top