Penyakit Jantung Asianotik

Ditinjau dr. Reni Utari
Penyakit jantung asianotik terjadi sejak lahir dan ditandai dengan kulit pucat, mudah lelah, sesak napas, dan detak jantung yang cepat.
Penyakit jantung asianotik merupakan kelainan bawaan yang terjadi sejak lahir.

Pengertian Penyakit Jantung Asianotik

Penyakit jantung asianotik adalah kelainan atau cacat bawaan jantung yang diderita sejak lahir (kongenital) dan berdampak pada dinding atrium atau ventrikel jantung, katup jantung, serta pembuluh-pembuluh darah besar. Penyakit jantung asianotik biasanya tidak mengganggu jumlah oksigen maupun darah yang dialirkan pada jaringan-jaringan dalam tubuh.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa gejala yang umumnya ditemukan pada penderita penyakit jantung asianotik antara lain:

  • Warna kulit yang normal, jarang ditemukan penderita dengan warna kulit kebiruan (meskipun mungkin juga dapat terjadi).
  • Mudah lelah saat beraktivitas.
  • Pucat
  • Detak jantung yang cepat.
  • Sesak napas, napas cepat.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Infeksi paru-paru berulang
  • Gagal tumbuh

Penyebab

Penyakit jantung asianotik dapat dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan jenis kerusakan atau cacat yang terjadi, yaitu:

  • Ventricular septal defect (VSD)

Ventricular septal defect (VSD) merupakan cacat jantung bawaan (diderita sejak lahir) yang sering terjadi. Cacat jantung ini ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan ruang-ruang jantung bagian bawah. Lubang tersebut biasanya berukuran sebesar lubang jarum maupun dapat berupa kehilangan total dinding yang berada di antara kedua ruang jantung.

Cacat jantung seperti ini sering ditemukan pada saat bayi berusia satu hingga empat minggu. Selain itu, ventricular septal defect (VSD) yang besar biasanya mulai menimbulkan masalah pada saat bayi berusia tiga hingga enam bulan. Ventricular septal defect (VSD) yang menimbulkan kerusakan besar serta tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan ketidakmampuan ruang jantung kiri untuk memompa cukup darah ke seluruh tubuh dan mengakibatkan terlalu banyak darah yang akan mengalir ke paru-paru.

Pengobatan tidak diperlukan pada kasus ventricular septal defect (VSD) yang kecil. Akan tetapi, pada penderita dengan kasus ventricular septal defect (VSD) yang besar prosedur pembedahan atau prosedur kateterisasi jantung diperlukan untuk memperbaiki cacat jantung tersebut.

  • Atrial septal defect (ASD)

Atrial septal defect (ASD) juga merupakan cacat jantung bawaan yang sering terjadi dan ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan ruang jantung di bagian atas. Pada cacat jantung bawaan ini, darah yang kaya akan oksigen yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh menjadi mengalir dari salah satu sisi jantung ke sisi jantung yang lain. Selanjutnya, darah tersebut akan dipompa menuju paru-paru dan hal tersebut mengakibatkan salah satu sisi jantung bekerja dengan lebih keras. Apabila atrial septal defect (ASD) menciptakan kerusakan yang luas, maka gagal jantung kemungkinan dapat terjadi, meskipun hal ini tidak umum ditemukan pada anak-anak.

Cacat jantung bawaan ini biasanya tidak menimbulkan gejala pada anak-anak. Oleh karena itu, atrial septal defect (ASD) biasanya tidak terdeteksi hingga penderita berada pada usia yang lebih dewasa.

Pada kasus cacat jantung bawaan ini, pengobatan yang dilakukan berupa prosedur kateterisasi jantung untuk menutup lubang yang terjadi serta mencegah darah untuk mengalir di antara ruang-ruang jantung.

  • Atrioventricular septal defect

Atrioventricular septal defect merupakan sebuah cacat jantung bawaan yang ditandai dengan adanya lubang di antara empat ruang jantung yang ada. Lubang tersebut diakibatkan oleh kegagalan jaringan pada jantung untuk menyatu selama masa perkembangan janin. Atrioventricular septal defect menimbulkan suatu lubang yang besar pada bagian tengah jantung. Oleh karena itu, pengobatan berupa prosedur pembedahan perlu dilakukan untuk memperbaiki cacat jantung bawaan ini.

  • Patent ductus arteriosus (PDA)

Patent ductus arteriosus (PDA) merupakan sebuah cacat jantung bawaan yang ditandai dengan ductus arteriosus yang terbuka. Ductus arteriosus merupakan sebuah pembuluh darah pada janin yang menghubungkan pembuluh darah arteri di paru-paru yang membawa darah ke paru-paru dengan pembuluh darah aorta yang membawa darah ke seluruh tubuh; sehingga aliran darah tersebut melewati paru-paru. Normalnya, ductus arteriosus akan menutup pada saat bayi baru mulai bernapas, namun tidak demikian halnya pada patent ductus arteriosus (PDA).

Patent ductus arteriosus (PDA) membuat darah yang kaya akan oksigen mengalir dari pembuluh darah aorta dan kembali pada pembuluh darah arteri di paru-paru serta ke paru-paru itu sendiri. Hal ini menyebabkan darah tersebut tidak mengalir ke seluruh tubuh. Akibatnya, sisi kiri jantung akan memompa lebih keras untuk menghasilkan suplai darah yang cukup untuk seluruh tubuh, sehingga jantung akan menjadi membesar dan semakin melemah. Kasus ini biasanya menimbulkan gejala berupa kesulitan makan dan napas yang pendek pada bayi.

Pengobatan patent ductus arteriosus (PDA) dapat dilakukan dengan konsumsi obat-obatan yang dapat membantu menutup ductus arteriosus. Selain itu, dokter dapat memasukkan sebuah alat kecil di jantung melalui prosedur kateter atau prosedur pembedahan.

  • Pulmonary valve stenosis

Pulmonary valve stenosis merupakan sebuah cacat jantung bawaan yang ditandai dengan penyempitan katup jantung di bagian ruang jantung kanan bawah dan pembuluh darah arteri di paru-paru yang berperan membawa darah dari jantung menuju paru-paru. Akibat katup jantung yang menyempit, jantung akan memompa lebih keras untuk mendapatkan suplai darah yang cukup.

Pengobatan pulmonary valve stenosis dapat dilakukan dengan prosedur kateterisasi jantung yang minimal invasive atau yang disebut valvuloplasty (percutaneous balloon pulmonary dilation) maupun prosedur pembedahan (operasi katup jantung) untuk membuka katup jantung yang menyempit. Selain itu, sebelum prosedur tersebut, konsumsi obat-obatan tertentu harus dilakukan guna menjaga aliran darah dan kerja jantung.

  • Aortic valve stenosis

Aortic valve stenosis merupakan sebuah cacat jantung bawaan yang ditandai dengan penyempitan katup jantung di bagian ruang jantung kiri bawah dan pembuluh darah aorta yang mensuplai darah ke seluruh tubuh. Akibat katup jantung yang menyempit tersebut, sisi jantung bagian kiri akan memompa dengan lebih keras untuk mendapatkan suplai darah yang cukup. Aortic valve stenosis juga dapat terjadi pada lanjut usia dan ditandai dengan katup jantung yang mengeras serta menebal akibat penumpukan kalsium. Pengobatan dapat dilakukan dengan prosedur pembedahan untuk memperbaiki katup tersebut.

  • Coarctation of the aorta

Coarctation of the aorta merupakan sebuah cacat jantung bawaan yang ditandai dengan penyempitan atau terjepitnya beberapa pembuluh darah besar (aorta) yang bertugas membawa darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Hal ini mengakibatkan jantung memompa lebih keras sehingga dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, gagal jantung, maupun komplikasi-komplikasi lain. Kasus ini biasanya dapat terdeteksi pada bayi baru lahir saat melakukan pemeriksaan tekanan darah maupun saat mendengarkan detak jantung. Coarctation of the aorta dapat diobati dengan prosedur kateter maupun prosedur pembedahan.

Diagnosis

Penyakit jantung asianotik merupakan penyakit atau cacat jantung bawaan (diderita sejak lahir). Oleh karena itu, penyakit ini biasanya sudah dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi selama masa kehamilan. Apabila cacat ditemukan, selanjutnya dokter akan berkolaborasi dengan dokter jantung anak, dokter bedah, maupun dokter spesialis lain saat proses ibu melahirkan.

Pengobatan

Pengobatan penyakit jantung bawaan asianotik diatasi tergantung penyebabnya masing-masing yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pencegahan

Tidak terdapat metode pencegahan yang spesifik pada penyakit jantung asianotik.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan pada dokter apabila gejala-gejala yang mengarah pada penyakit jantung asianotik mulai timbul. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyakit jantung asianotik menimbulkan komplikasi yang lebih parah di kemudian hari.

Referensi

Amboss. https://www.amboss.com/us/knowledge/Acyanotic_congenital_heart_defects
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/tx4010
Diakses pada 17 februari 2019

mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/stv17232#stv17232-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/sta17202#sta17202-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/sta123382#sta123382-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/stp2089#stp2089-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/stp17222#stp17222-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/sta17201#sta17201-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Mottchildren. https://www.mottchildren.org/health-library/stc17207#stc17207-sec
Diakses pada 17 februari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001114.htm
Diakses pada 17 februari 2019

Back to Top