Jantung

Penyakit Jantung Asianotik

23 Jun 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penyakit Jantung Asianotik
Penyakit jantung asianotik terjadi sejak lahir
Penyakit jantung asianotik adalah kelainan atau cacat jantung bawaan alias congenital heart disease yang diderita sejak lahir. Kelainan ini berdampak pada dinding atrium atau ventrikel jantung, katup jantung, serta pembuluh-pembuluh darah besar.Penyakit jantung asianotik biasanya tidak mengganggu jumlah oksigen maupun darah yang dialirkan pada jaringan-jaringan dalam tubuh. Pada bayi, kondisi ini mungkin tanpa gejala.Kondisi ini bisa juga terdeteksi ketika anak tidak bisa berolahraga, mengalami keterlambatan pertumbuhan, dan memiliki gejala gagal jantung.Proses penentuan seseorang apakah mengalami kondisi ini atau tidak biasanya dilakukan dengan prosedur pencitraan. Untuk mengatasi kondisi ini, beberapa metode bisa dilakukan oleh dokter termasuk pembedahan. Beberapa komplikasi juga mungkin muncul pada penderita penyakit ini. 
Penyakit Jantung Asianotik
Dokter spesialis Jantung
GejalaMudah lelah saat beraktivitas, pucat, detak jantung yang cepat
Faktor risikoKeturunan, ibu hamil terinfeksi rubella atau menderita diabetes, merokok saat hamil
Metode diagnosisUSG saat hamil
PengobatanKateter, operasi, obat-obatan
KomplikasiAritmia, emboli, endokarditis infektif
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala penyakit jantung asianotik
Beberapa gejala yang umumnya ditemukan pada penderita penyakit jantung asianotik antara lain:
  • Mudah lelah saat beraktivitas
  • Pucat
  • Detak jantung yang cepat
  • Sesak napas
  • Napas cepat
  • Berkeringat berlebihan
  • Infeksi paru-paru berulang
  • Gagal tumbuh
  • Warna kulit kebiruan (jarang)
 
Penyakit jantung asianotik dapat dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan jenis kerusakan atau cacat yang terjadi, yaitu:
  • Ventricular septal defect (VSD)

Ventricular septal defect ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan ruang-ruang jantung bagian bawah. Lubang ini biasanya berukuran sebesar lubang jarum, maupun bisa juga berupa hilangnya dinding di antara kedua ruang jantung.
  • Atrial septal defect (ASD)

Atrial septal defect (ASD) ditandai dengan lubang pada dinding yang memisahkan ruang jantung di bagian atas. Pada cacat jantung bawaan ini, darah yang kaya akan oksigen yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh, mengalir dari salah satu sisi jantung ke sisi jantung yang lain.Darah tersebut lalu dipompa menuju paru-paru dan mengakibatkan salah satu sisi jantung bekerja dengan lebih keras. Apabila atrial septal defect (ASD) menciptakan kerusakan yang luas, gagal jantung kemungkinan dapat terjadi, meskipun hal ini tidak umum ditemukan pada anak-anak.
  • Atrioventricular septal defect

Atrioventricular septal defect adalah cacat jantung bawaan yang ditandai dengan adanya lubang di antara empat ruang jantung. Lubang ini terjadi karena kegagalan jaringan pada jantung untuk menyatu selama masa perkembangan janin.
  • Patent ductus arteriosus (PDA)

Patent ductus arteriosus (PDA) terjadi ketika ada ductus arteriosus yang terbuka. Ductus arteriosus merupakan pembuluh darah pada janin yang menghubungkan arteri di paru-paru dengan aorta.Normalnya, ductus arteriosus akan menutup pada saat bayi baru mulai bernapas. Namun pada pasien patent ductus arteriosus, pembuluh darah ini tidak menutup sempurna.
  • Pulmonary valve stenosis

Pulmonary valve stenosis ditandai dengan penyempitan katup jantung di bagian ruang jantung kanan bawah dan arteri di paru-paru. Kondisi ini memicu kinerja jantung yang lebih berat untuk memompa darah.
  • Aortic valve stenosis

Aortic valve stenosis adalah penyakit jantung bawaan yang ditandai dengan penyempitan katup jantung di bagian ruang jantung kiri bawah dan aorta yang menyuplai darah ke seluruh tubuh.Akibat penyempitan katup jantung tersebut, sisi jantung bagian kiri akan memompa dengan lebih keras untuk mendapatkan suplai darah yang cukup.Aortic valve stenosis juga dapat terjadi pada orang berusia lanjut dengan gejala berupa katup jantung yang mengeras serta menebal akibat penumpukan kalsium.
  • Coarctation of the aorta

Coarctation of the aorta merupakan cacat jantung bawaan yang ditandai dengan penyempitan atau terjepitnya beberapa pembuluh darah besar (aorta). Akibatnya, jantung memompa lebih keras sehingga dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, gagal jantung, maupun komplikasi-komplikasi lain. 

Faktor risiko penyakit jantung asianotik

Beberapa faktor risiko penyakit jantung asianotik terkait dengan sindrom genetik dan kromosom. Beberapa sindrom tersebut biasanya diturunkan melalui keluarga.Kelainan kromosom atau sindrom genetik yang mungkin berpengaruh antara lain:
Konsumsi obat-obatan tertentu, bahan kimia, dan infeksi (seperti rubella) selama kehamilan juga diduga terkait dengan hal ini. Selain itu, tidak terkontrolnya gula darah selama kehamilan mungkin meningkatkan risiko. 
Penyakit jantung asianotik merupakan penyakit atau cacat jantung bawaan (diderita sejak lahir). Oleh karena itu, penyakit ini biasanya sudah dapat terdeteksi melalui beberapa ultrasonografi (USG) selama masa kehamilan.Apabila cacat ditemukan, dokter kandungan akan bekerja sama dengan dokter jantung anak, dokter bedah, dan dokter spesialis lain pada saat sang ibu melahirkan. 
Pengobatan penyakit jantung bawaan asianotik diatasi tergantung penyebabnya masing-masing yang telah dijelaskan sebelumnya.Dokter bisa menganjurkan beberapa penanganan berikut:
  • Pemberian oksigen
  • Obat-obatan untuk mengatasi penumpukan cairan
  • Obat-obatan untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka, sehingga darah mengalir dengan lancar
  • Operasi
 

Komplikasi penyakit jantung asianotik

Komplikasi penyakit jantung asianotik bisa muncul terutama jika terlambat melakukan pengobatan. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul meliputi:
 
Tidak ada cara mencegah penyakit jantung asianotik yang spesifik. Pasalnya, penyebab penyakit ini juga belum diketahui dengan jelas.Namun untuk meminimalisir risiko penyakit jantung asianotik, para ibu hamil disarankan untuk:
  • Menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang selama hamil
  • Memberi tahu dokter mengenai kehamilan ketika hendak mengonsumsi obat baru
  • Melakukan tes darah di awal kehamilan untuk mendeteksi kemungkinan terinfeksi rubella
  • Mengendalikan kadar gula darahnya dengan baik
 
Segera konsultasikan pada dokter apabila ada gejala-gejala yang mengarah pada penyakit jantung asianotik. Langkah ini bertujuan mencegah komplikasi penyakit jantung asianotik di kemudian hari. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit jantung asianotik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit jantung asianotik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/tx4010
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/stv17232
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/sta17202#sta17202-sec
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/sta123382#sta123382-sec
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/stp2089#stp2089-sec
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/stp17222#stp17222-sec
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/sta17201#sta17201-sec
Diakses pada 17 februari 2019
Mott's Children. https://www.mottchildren.org/health-library/stc17207#stc17207-sec
Diakses pada 17 februari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001114.htm
Diakses pada 17 februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email