Jantung

Penyakit Jantung

Diterbitkan: 27 Mar 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Penyakit Jantung
Penyakit jantung yang umum dikenal adalah penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, maupun stroke.
Penyakit jantung pada dasarnya mencakup semua kelainan jantung. Penyakit jantung yang umum dikenal adalah penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular adalah kondisi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri di bagian dada (angina) atau stroke. Menurut WHO, sebanyak 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit kardiovaskular yang lazim ditemukan, dimana pada kondisi ini terjadi penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang memperdarahi jantung. Di Indonesia PJK merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.Beberapa penyakit jantung lainnya adalah gangguan ritme jantung (arrhythmias), dan cacat jantung bawaan (congenital heart defects).
Penyakit Jantung
Dokter spesialis Jantung
Gejala pada penyakit jantung bergantung pada jenis penyakit jantung itu sendiri. Berikut merupakan gejala-gejala yang ditimbulkan berdasarkan jenis penyakit jantung:
  • Gejala penyakit kardiovaskular (atherosclerotic disease) Gejala penyakit kardiovaskular bisa berbeda pada wanita dan pria. Pria lebih cenderung mengalami nyeri dada, sedangkan wanita biasanya hanya mengeluhkan rasa tidak nyaman di dada bersamaan dengan gejala lain seperti sesak napas, mual dan kelelahan berlebihan. Secara umum, gejala penyakit kardiovaskular diantaranya adalah:
    • Nyeri dada, sesak di dada, dada seperti tertindih atau ditekan (angina)
    • Sesak napas
    • Rasa sakit, mati rasa, kelemahan atau kedinginan di kaki atau lengan, jika pembuluh darah di bagian-bagian tubuh menyempit
    • Nyeri di leher, rahang, tenggorokan, perut bagian atas atau punggung
  • Banyak orang yang tidak pernah didiagnosa menderita penyakit kardiovaskular tiba – tiba mengalami serangan jantung, angina, stroke, atau gagal jantung. Apabila Anda merasakan gejala tersebut di atas atau mempunyai kekhawatiran akan risiko penyakit kardiovaskular, berkonsultasilah sedini mungkin dengan dokter. 
  • Gejala penyakit jantung yang disebabkan oleh detak atau irama jantung abnormal (aritmia jantung)
    Aritmia jantung adalah detak atau irama jantung yang tidak normal; berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Gejalanya meliputi:
    • Dada berdebar
    • Detak jantung kencang (takikardia)
    • Detak jantung lambat (bradikardia)
    • Nyeri atau tidak nyaman di dada
    • Sesak napas
    • Kepala terasa ringan (lightheadedness)
    • Pusing
    • Pingsan (syncope) atau hampir pingsan
  • Gejala penyakit jantung karena cacat jantung bawaan. Cacat jantung kongenital atau bawaan yang serius biasanya dapat segera diketahui setelah bayi lahir. Gejala cacat jantung pada anak-anak termasuk:
    • Kulit tampak abu-abu pucat atau kebiruan (sianosis)
    • Pembengkakan di kaki, perut atau area di sekitar mata
    • Sesak nafas saat bayi menyusui, sehingga berat badan bayi sulit naik
  • Cacat jantung bawaan yang tidak begitu serius seringkali tidak terdiagnosis hingga anak tersebut memasuki usia balita atau bahkan dewasa. Gejala dan tanda cacat jantung bawaan yang biasanya tidak kritis meliputi:
    • Mudah kehabisan napas saat berolahraga atau beraktivitas
    • Mudah lelah saat berolahraga dan beraktivitas
    • Pembengkakan di tangan, pergelangan kaki atau kaki
  • Gejala penyakit jantung karena kelemahan otot jantung (dilated cardiomyopathy) Pada tahap awal, mungkin tidak ada gejala yang muncul. Namun jika kondisinya memburuk, gejala-gejala yang akan muncul adalah:
    • Sesak napas baik saat beraktivitas atau istirahat
    • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki dan bagian kaki lainnya
    • Kelelahan
    • Detak jantung tidak beraturan secara cepat, berdebar atau menggelepur
    • Pusing, pening dan pingsan
  • Gejala penyakit jantung karena infeksi jantung. Endokarditis adalah infeksi pada selaput dalam yang melapisi bilik dan katup jantung (endokardium) Gejalanya meliputi:
    • Demam
    • Sesak napas
    • Kelemahan atau kelelahan
    • Pembengkakan di kaki atau perut
    • Perubahan irama jantung
    • Batuk kering atau terus menerus
    • Ruam di kulit atau bintik-bintik yang tidak biasa
  • Gejala penyakit jantung karena penyakit katup jantung. Jantung memiliki empat katup yaitu katup aorta, mitral, paru dan trikuspid. Katup tersebut membuka dan menutup aliran darah langsung melalui jantung. Katup dapat rusak dikarenakan berbagai kondisi yang menyebabkan penyempitan (stenosis), bocor (regurgitasi atau insufisiensi)atau penutupan yang tidak tepat (prolaps). Gejala penyakit katup jantung umumnya meliputi:
    • Kelelahan
    • Sesak napas
    • Detak jantung tak teratur
    • Kaki atau pergelangan kaki bengkak
    • Nyeri dada
    • Pingsan (sinkop)
Kebanyakan serangan jantung adalah hasil dari penyakit jantung koroner, suatu kondisi dimana arteri koroner tersumbat dengan lemak atau dinding arteri menebal dengan plak sehingga jalur aliran darah menyempit. Pada awal 1980-an, para peneliti menegaskan bahwa penyebab langsung hampir semua serangan jantung bukanlah plak itu sendiri, melainkan akibat dari pembentukan bekuan darah yang tiba-tiba di atas plak yang pecah dan kemudian memotong aliran darah di pembuluh darah yang sudah menyempit.Faktor risiko utama adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, obesitas, merokok, diabetes, dan gaya hidup yang tidak sehat seperti aktivitas fisik (olah raga) yang kurang. Faktor lainnya adalah stres dan riwayat penyakit keluarga. Pria di atas usia 50 tahun dengan riwayat penyakit jantung di keluarga cenderung berisiko terkena serangan jantung.
Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit jantung tergantung pada kondisi pasien. Pertama – tama dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai riwayat penyakit jantung keluarga. Selain tes darah dan X-ray, pemeriksaan untuk mendiagnosa penyakit jantung meliputi:
  • Electrocardiogram (ECG): ECG atau EKG membantu dokter mendeteksi ketidakteraturan dalam irama dan struktur jantung.
  • Holter monitoring: perangkat portabel yang dipakai untuk merekam EKG berkelanjutan, biasanya selama 24 jam hingga 72 jam. Pemantauan ini digunakan untuk mendeteksi ketidakteraturan irama jantung yang tidak ditemukan selama ujian EKG.
  • Echocardiogram: pemeriksaan non invasif ini mencakup USG dada yang hasilnya menunjukkan rinci struktur dan fungsi jantung.
  • Tes stres: Jenis tes ini berfokus pada peningkatan detak jantung karena olahraga atau obat-obatan saat dilakukannya tes, serta memeriksa bagaimana jantung merespon.
  • Kateterisasi jantung: tes ini membantu dokter melihat aliran darah melalui jantung, pembuluh darah dan katup dan dapat memeriksa kelainan.
  • Cardiac computerized tomography (CT) : tes ini sering digunakan untuk memeriksa masalah jantung.
  • Cardiac magnetic resonance imaging (MRI) : Untuk tes ini, pasien berbaring di atas meja di dalam mesin seperti tabung panjang yang menghasilkan medan magnet. Medan magnet menghasilkan gambar untuk membantu dokter mengevaluasi jantung.
Pengobatan penyakit jantung bervariasi tergantung kondisi, baik untuk penyakit jantung pada wanita maupun pria. Misalnya, jika mengalami infeksi jantung, dokter akan memberikan antibiotik. Secara umum perawatan untuk penyakit jantung biasanya termasuk:
  • Perubahan gaya hidup: diet sehat dan olahraga teratur. Mengonsumsi makanan rendah lemak dan rendah sodium. Berolahraga setidaknya 30 menit sehari. Berhenti merokok dan membatasi asupan alkohol.
  • Obat-obatan: Dokter mungkin meresepkan obat untuk mengendalikan penyakit jantung
  • Prosedur medis atau operasi: Jika obat-obatan belum cukup maka dokter mungkin merekomendasikan prosedur khusus atau operasi. Jenis prosedur tergantung pada jenis penyakit dan tingkat kerusakan pada jantung.
Jenis penyakit jantung tertentu, seperti cacat jantung, tidak dapat dicegah. Namun ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah banyak jenis penyakit jantung, diantaranya:
  • Berhenti merokok
  • Mengendalikan kondisi kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes
  • Berolahraga teratur minimal 30 menit sehari
  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Makan makanan yang rendah garam dan lemak jenuh
  • Kurangi stres
Carilah perawatan medis darurat jika Anda memiliki gejala penyakit jantung, seperti:
  • Sakit dada
  • Sesak napas
  • Pingsan
  • Atau gejala-gejala penyakit jantung lainnya.
Beberapa jenis penyakit jantung akan ditemukan dalam pemeriksaan rutin, misalnya pada anak yang lahir dengan cacat jantung bawaan. Ada pula penyakit jantung yang terdiagnosa dalam situasi darurat, seperti serangan jantung.Apabila Anda khawatir akan risiko penyakit jantung karena disebabkan oleh riwayat penyakit jantung di keluarga, konsultasikanlah dengan dokter umum Anda. Apabila diperlukan, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis kardiolog.Berikut adalah hal – hal yang dapat Anda lakukan atau persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter:
  • Ketika Anda membuat janji, tanyakan apakah ada tes yang akan dilakukan dan persiapan yang diperlukan untuk tes tersebut. Misalnya, Anda mungkin perlu berpuasa sebelum melakukan tes kolesterol.
  • Tuliskan gejala yang Anda alami, terutama gejala-gejala penyakit jantung.
  • Tuliskan informasi pribadi yang terkait, terutama apabila ada riwayat penyakit keluarga.
  • Tuliskan daftar obat, vitamin atau suplemen yang sedang Anda konsumsi.
  • Datanglah dengan didampingi orang terdekat Anda jika memungkinkan. Pendamping Anda dapat membantu Anda mengingat informasi yang diberikan pada saat konsultasi
  • Bersiaplah untuk mendiskusikan pola hidup sehat Anda dengan dokter
  • Tuliskan pertanyaan yang akan Anda tanyakan ke dokter
Kardiolog, atau spesialis jantung, mengacu pada beberapa tes untuk mendiagnosis penyakit jantung. Tes – tes ini juga dapat mengidentifikasi letak penyumbatan serta kerusakan jaringan.Dengan ECG, dokter dapat menilai kerusakan jantung dan mampu memonitor aktivitas listrik jantung bersamaan dengan tes darah. Tes ini akan menghasilkan data penilaian awal kondisi pasien. Gambar jantung dan arteri koroner dilakukan dengan angiogram dan pemindaian radioisotop yang kemudian akan menemukan lokasi yang bermasalah atau tersumbat secara spesifik. Tes ultrasound yang disebut echocardiogram mengevaluasi fungsi jantung dan dapat mengevaluasi apakah otot jantung telah rusak, serta memvisualisasikan fungsi katup. Dengan data seperti itu dokter akan mendiagnosis dan merekomendasikan pengobatan yang tepat serta mengantisipasi potensi terjadinya komplikasi.
Departemen Kesehatan.  http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.htmlDiakses pada 21 September 2018Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118Diakses pada 21 September 2018WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/heart-attack-causes-treatments#2Diakses pada 21 September 2018WebMD. https://www.webmd.com/search/search_results/default.aspx?query=heart%20disease%20preventationDiakses pada 21 September 2018WHO. http://www.who.int/campaigns/no-tobacco-day/2018/en/  Diakses pada 21 September 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Menari, Aktivitas Menyenangkan untuk Bakar Kalori

Menari ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Menari dapat membantu membakar kalori, mengurangi risiko terjadinya demensia di usia lanjut, dan dapat sebagai terapi penyembuhan.
31 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Menari memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan

5 Obat Kolesterol di Apotik yang Manjur

Ada berbagai macam obat kolesterol di apotik yang terbukti aman dan efektif untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Apa saja?
09 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Terdapat beragam obat kolesterol di apotik dan pemilihannya harus ditentukan oleh dokter

Ini Kadar Kolesterol Normal Agar Terhindar dari Penyakit

Kolesterol normal yang perlu Anda ketahui adalah kurang dari 200 mg/dL dan disebut tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih. Anda harus memahami LDL, HDL, trigliserida serta kolesterol total.
05 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kolesterol normal agar tidak terkena penyakit