logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Kembali ke Daftar Penyakit

Penyakit Hidronefrosis

1 Jun 2021

| Nurul Rafiqua

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Hidronefrosis adalah suatu kondisi dimana ginjal yang mengalami proses pembesaran dan pembengkakan

Pembengkakan dan pembesaran ginjal dapat terjadi pada bayi, anak-anak, maupun dewasa

Pengertian penyakit hidronefrosis

Hidronefrosis adalah pembengkakan pada salah satu atau kedua sisi ginjal akibat penumpukan urine yang gagal dialirkan ke kandung kemih. 

Ginjal membuat urine dengan menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah. Normalnya, urine mengalir dari ginjal melalui dua tabung tipis yang disebut ureter dan mengisi kandung kemih. Ketika kandung kemih penuh, urine akan dibuang melalui uretra saat buang air kecil.

Hidronefrosis terjadi ketika ada gangguan atau sumbatan pada saluran kemih sehingga urine terperangkap di dalam ginjal dan tidak bisa dikeluarkan. Penumpukan inilah yang menyebabkan pembengkakan pada ginjal.

Hidronefrosis dapat dialami siapa pun. Bayi, anak-anak, hingga orang dewasa dapat mengalami kondisi ini jika memiliki faktor penyebabnya..

Hidronefrosis bahkan juga bisa terjadi pada janin (antenatal hydronephrosis). Kondisi ini biasanya terdeteksi lewat USG selama pemeriksaan kehamilan rutin. Dari setiap 100 bayi yang dilahirkan kemungkinan terdapat 1 bayi yang lahir dengan hidronefrosisi.

Hidronefrosis dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Jika tidak segera diobati, ginjal dapat mengalami kerusakan permanen yang mengarah pada kondisi gagal ginjal.

Tanda dan gejala penyakit hidronefrosis

Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu ginjal. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa juga terjadi pada kedua ginjal sekaligus. Pembengkakan akibat penumpukan urin pada kedua ginjal disebut hidronefrosis bilateral.

HTidak semua kasus akan menunjukkan gejala. Gejala yang ringan biasanya adalah peningkatan frekuensi buang air kecil, alias jadi lebih sering mengeluarkan urine.

Namun, umumnya gejala hidronefrosis adalah:

  • Sakit di bagian perut, punggung, dan bagian samping tubuh, tepatnya area di bawah tulang iga sampai ke atas panggul. Nyeri dapat menjalar sampai ke bagian bawah perut dan bagian atas paha.
  • Perasaan tidak tuntas saat berkemih
  • Sakit saat buang air kecil (disuria)
  • Ada darah pada urine (hematuria)
  • Merasakan kebutuhan mendesak atau sering untuk buang air kecil.
  • Mual dan muntah
  • Gagal berkembang pada bayi

Baca juga: Ini Proses Pembentukan Urine, Seperti Apa Tahapannya?

Penyebab penyakit hidronefrosis

Penyebab hidronefrosis adalah gangguan pada ginjal atau hambatan pada saluran kemih yang menyebabkan urin tidak bisa dialirkan. Namun, penyebab pembengkakan ginjal juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar gangguan pada sistem ekskresi urine.

Secara umum, penyebab hidronefrosis dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Penyebab intrinsik, pembengkakan terjadi di dalam sistem pengumpul urine. 
    • Batu ginjal, yang menyebabkan sumbatan pada ureter (saluran urine dari ginjal ke kandung kemih).
    • Pembekuan atau penggumpalan darah di ureter
    • Penyempitan atau sobekan pada ureter
    • Kanker kandung kemih
    • Batu kandung kemih
    • Sistokelmelemahnya dinding pemisah antara kandung kemih dan vagina sehingga kandung kemih turun ke area vagina.
    • Penyempitan pada leher kandung kemih
    • Retensi uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih keluar tubuh)
    • Penyempitan/striktur pada uretra akibat pembentukan jaringan parut karena infeksi atau operasi.
    • Kanker uretra
  • Penyebab ekstrinsik, Pembengkakan terjadi di luar sistem pengumpul urine.
    • Tumor atau kanker yang menekan ureter sehingga aliran urine terhambat, seperti kanker limfoma atau sarkoma pada area ginjal dan ureter.
    • Kanker serviks
    • Kanker prostat
    • Pembengkakan pada prostat
    • Kehamilan
    • Luka karena terapi radiasi
  • Penyebab fungsional: Pembengkakan terjadi akibat perubahan fungsi saluran kemih karena: 
    • Kerusakan pada saraf di kandung kemih, karena tumor otak, cedera pada sumsum tulang belakang, sklerosis ganda, dan juga diabetes.
    • Reflux vesikoureteral, kondisi yang membuat urine mengalir balik ke ginjal atau kembali ke ureter, bukan dialirkan keluar.

Diagnosis penyakit hidronefrosis

Diagnosis hidronefrosis dilakukan melakukan sejumlah pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik untuk memeriksa apakah bagian samping tubuh terasa lunak dan memeriksa pembengkakan prostat atau kandung kemih pada pria.Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan panggul pada wanita.
  • Tes hitung darah lengkap, untuk memeriksa apakah ada infeksi atau kondisi anemia.
  • Tes fungsi ginjal dengan pemeriksaan BUN (blood urea nitrogen), tes kadar kreatinin, atau tes GFR (glomerular filtration rate).
  • Urinealisis, untuk memeriksa tanda-tanda infeksi, batu yang dapat menyebabkan penyumbatan, atau sel yang tidak normal dalam saluran urine.
  • Tes elektrolit, yang dalam kondisi normal peredarannya akan diatur oleh ginjal.
  • Ultrasound (USG), untuk melihat struktur ginjal dan kandung kemih.
  • Intravenous urography untuk melihat seberapa baik urine mengalir keluar dari kandung kemih.
  • Voiding cystourethrogram untuk melihat ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, dan mengambil gambar sebelum dan selama buang air kecil.
  • Pemeriksaan penunjang tambahan lainnya seperti scan CT, MRI, dan MAG3 (pemeriksaan pencitraan nuklir untuk mengevaluasi fungsi dan drainase dari ginjal).

Advertisement

Cara mengobati penyakit hidronefrosis

Pengobatan hidronefrosis tergantung pada penyebabnya serta seberapa parah hidronefrosis yang diderita.

Pada orang dewasa, pengobatan bertujuan untuk:

  • Menyingkirkan penumpukan urine dan meringankan tekanan pada ginjal
  • Mencegah kerusakan ginjal permanen
  • Mengobati penyebab

Terkadang dibutuhkan prosedur operasi untuk menghilangkan hidronefrosis. Namun pada beberapa kasus, hidronefrosis dapat hilang dengan sendirinya. 

Secara umum pengobatan hidronefrosis terdiri dari:

  • Kateterisasi atau penempatan stent, untuk menguras urine keluar dari ginjal. Tindakan ini akan membantu meringankan gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal. Di samping penempatan stent, saluran nefrostomi juga dapat menjadi pilihan, di mana saluran ini dapat membantu pengurasan urine lewat jalur lain alih-alih jalur biasa yang sedang tersumbat.
  • Penghilangan batu ginjal menggunakan shock wave therapy (shock wave lithotripsy) untuk memecah batu ginjal yang besar agar dapat dikeluarkan melalui urine.
  • Ureteroskopi, yakni prosedur penghilangan batu ginjal. Tindakan ini dilakukan dengan menempatkan alat khusus di saluran uretra yang dapat memecah batu. Metode ini biasanya digunakan jika batu terletak di kandung kemih atau saluran ureter bagian bawah. 
  • Operasi mungkin dibutuhkan untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal jika tidak dapat berfungsi dengan normal. Operasi juga menjadi prosedur pengobatan pilihan jika jaringan parut atau penggumpalan darah menyebabkan sumbatan pada saluran ureter.
  • Obat-obatan seperti antibiotik akan diberikan untuk mengontrol infeksi. Dokter juga biasanya meresepkan obat golongan analgesik yang dapat meredakan rasa nyeri.

Baca juga: Bisakah Hidup dengan Satu Ginjal secara Normal dan Sehat?

Komplikasi

Jika tidak diobati, hidronefrosis dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti:

Cara mencegah penyakit hidronefrosis

Hidronefrosis adalah kondisi yang muncul akibat suatu masalah atau penyakit yang mendahuluinya. Oleh karena itu, pencegahan yang dilakukan tergantung kepada penyebab awalnya itu sendiri.

Sebagai contoh, jika pembengkakan diakibatkan oleh sumbatan batu di ginjal, cara mencegah pembentukannya kembali adalah dengan memperbanyak minum air. Minum air juga membantu tubuh membuang bakteri dari kandung kemih yang dapat menyebabkan ISK.

Baca jawaban dokter: Saran Diet untuk Kesehatan Ginjal

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Anda harus segera menghubungi dokter saat merasakan gejala-gejala seperti:

  • Bagian bawah perut terasa penuh.
  • Terjadi perubahan frekuensi atau volume buang air kecil.
  • Nyeri di punggung bagian bawah atau di salah satu bagian sisi saat buang air kecil.

Segera cari bantuan medis, jika:

  • Mengalami rasa sakit yang parah dan seperti tertusuk pada bagian punggung bawah.
  • Terdapat darah di dalam urine
  • Tidak bisa buang air kecil, atau buang air kecil sangat sedikit.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit hidronefrosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit hidronefrosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

Advertisement

penyakit ginjalhidronefrosispembengkakan ginjal

Bagikan

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved