Perut

Penyakit Hati

Diterbitkan: 14 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Penyakit Hati
Penyakit hati bisa disebabkan oleh banyak hal seperti hepatitis, autoimun, genetika, kanker hati, dan penyalahgunaan alkohol
Penyakit hati adalah semua kondisi medis yang ditandai dengan adanya kelainan fungsi hati. Hati adalah organ yang berperan penting bagi tubuh sehingga penyakit hati tentunya berdampak bagi kesehatan. Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh yang membantu tubuh dalam mencerna makanan, menyimpan energi dan menghilangkan racun.Beberapa fungsi hati di dalam tubuh antara lain:
  • Menghasilkan empedu yang dibutuhkan untuk pencernaan makanan, terutama lemak.
  • Menyimpan cadangan gula berlebih dalam bentuk glikogen yang dapat diubah kembali menjadi gula bila dibutuhkan tubuh sebagai bahan energi.
  • Menghasilkan faktor pembekuan darah.
  • Menghasilkan asam amino (bahan dasar protein), termasuk protein yang dibutuhkan untuk melawan infeksi.
  • Menghasilkan dan menyimpan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
  • Menghasilkan kolesterol dan zat kimia lain yang dibutuhkan untuk transportasi lemak.
  • Mengubah zat sisa metabolisme tubuh menjadi urea yang dikeluarkan melalui urin.
  • Memetabolisme obat-obatan menjadi bentuk aktifnya di dalam tubuh.
Hati adalah satu-satunya organ di dalam tubuh yang dapat melakukan regenerasi dan memperbaiki sel yang rusak. Akan tetapi bila sel hati yang rusak terlalu banyak, gangguan fungsi hati tetap dapat terjadi. Biasanya, gangguan fungsi hati terjadi ketika sudah lebih dari 75% jaringan hati mengalami kerusakan. 

Jenis-jenis penyakit hati

Terdapat beberapa jenis penyakit hati, di antaranya:

Hepatitis

Hepatitis adalah infeksi virus yang menyerang hati. Hepatitis menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, sehingga membuat hati sulit berfungsi sebagaimana mestinya. Terdapat 5 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E.Semua jenis hepatitis menular, namun risiko terkena hepatitis dapat diturunkan dengan vaksin (untuk hepatitis A dan B) serta melakukan upaya pencegahan seperti melakukan hubungan seksual yang aman dan tidak bertukar jarum suntik.

Fatty liver disease

Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan lemak di dalam hati. Terdapat 2 jenis fatty liber disease yaitu alcoholic fatty liver disease yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih dan nonalcoholic fatty liver disease yang masih belum diketahui penyebabnya.Bila tidak ditangani, fatty liber disease dapat menyebabkan kerusakan hati yang memicu sirosis dan gagal hati. Pola makan dan perubahan gaya hidup dapat meringankan gejala dan mengurangi risiko komplikasi.

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh salah menyerang sel sehat di dalam tubuh. Beberapa kondisi autoimun yang dapat merusak sel hati antara lain:
  • Hepatitis autoimun

Kondisi ini menyebabkan sistem imun tubuh menyerang liver dan menimbulkan peradangan hati. Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan sirosis dan gagal hati.
  • Primary biliary cirrhosis (PBC)

Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan saluran empedu di dalam hati sehingga terjadi penumpukan cairan empedu. PBC dapat memicu sirosis dan gagal hati.
  • Primary sclerosing cholangitis

Kondisi peradangan ini menyebabkan kerusakan pada saluran empedu. saluran empedu lama-lama akan tersumbat dan menyebabkan penumpukan cairan empedu di dalam hati. Seperti penyakit autoimun lainnya, primary sclerosing cholangitis juga dapat menyebabkan sirosis dan gagal hati.

Kelainan genetik

Beberapa kelainan genetik juga dapat menyebabkan penyakit hati, seperti:
  • Hemochromatosis

Pada kondisi ini, tubuh menyimpan zat besi dalam jumlah berlebih. Zat besi yang berlebih disimpan di dalam organ termasuk liver. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan bila terus-menerus dibiarkan.
  • Wilson’s disease

Pada kondisi ini, hati yang mestinya membuang zat tembaga ke saluran empedu malahan menyerap zatnya. Ketika hati sudah rusak dan tidak mampu menampung zat tembaga lagi, zat ini dapat menyebar lewat pembuluh darah ke bagian tubuh lainnya termasuk otak.
  • Defisiensi alpha-1 antitrypsin (AT)

Alpha-1 antitrypsin adalah protein yang membantu mencegah pemecahan enzim ke seluruh tubuh. Selain menyebabkan penyakit hati, kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru.

Kanker hati

Kanker hati terjadi pertama kali di hati. Kanker yang muncul pertama kali di bagian tubuh lainnya dan menyebar ke hati dikenal dengan sebutan kanker hati sekunder.Kanker hati yang paling umum adalah hepatocellular carcinoma. Komplikasi dari penyakit hati terutama yang tidak tertangani dapat memicu pembentukan kanker.

Sirosis hati

Sirosis hati adalah bekas luka yang terjadi karena penyakit hati atau kerusakan hati lainnya. Penyakit lain seperti cystic fibrosis dan sifilis juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan sirosis.Sel hati dapat melakukan regenerasi sebagai respon kerusakan jaringan, namun hal ini menimbulkan bekas luka. Semakin banyak bekas luka pada hati, semakin sulit hati berfungsi dengan baik. Pada stadium awal, sirosis dapat ditangani dengan mengobati penyebabnya. Namun bila dibiarkan kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Gagal hati

Gagal hati kronis terjadi ketika kerusakan jaringan hati sudah cukup banyak dan hati tidak dapat berfungsi dengan baik. Umumnya kondisi ini berlangsung lama dan awalnya tidak menimbulkan gejala. Sementara gagal hati akut terjadi mendadak, seringkali karena overdosis atau keracunan. 
Penyakit Hati
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKulit dan mata tampak kuning, nyeri perut, urine berwarna gelap
Faktor risikoKonsumsi alkohol berat, obesitas, diabetes tipe 2
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes pencitraan
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan, operasi
ObatAntivirus, steroid, antibiotik
KomplikasiGagal hati
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala penyakit hati
Gejala penyakit hati bisa meliputi:
  • Kulit dan mata yang nampak kekuningan
  • Nyeri perut dan bengkak
  • Bengkak di kaki dan pergelangan tangan
  • Kulit gatal
  • Warna urine yang gelap
  • Warna tinja yang pucat atau berdarah
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Kulit mdah memar
 
Penyebab penyakit hati bisa berupa:

Infeksi

Parasit dan virus dapat menginfeksi hati, menyebabkan peradangan yang mengakibatkan penurunan fungsi hati. Virus yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah, sperma, makanan, dan air (Hepatitis A). Jenis infeksi hati yang paling umum adalah virus hepatitis, termasuk diantaranya adalah:
Kelainan sistem kekebalanKondisi ini ditandai dengan sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang bagian-bagian tubuh tertentu dan dapat mempengaruhi hati. Contoh penyakit autoimun, diantaranya adalah:

Kelainan Genetik

Gen abnormal yang diwariskan oleh satu atau kedua orang tua dapat menyebabkan penumpukkan berbagai zat di hati dan mengakibatkan kerusakan hati. Penyakit genetik, diantaranya adalah:
  • Hemochromatosis
  • Hyperoxaluria dan oxalosis
  • Penyakit Wilson
  • Kekurangan antitripsin alfa-1

Kanker dan tumor lain

Kanker dan tumor lainnya juga dapat menyebabkan penyakit hati, termasuk:

Penyebab lain

Penyebab umum lain, diantaranya adalah:
  • Penyalahgunaan alkohol kronis
  • Akumulasi lemak di hati (perlemakan hati non alkohol)
 

Faktor risiko penyakit hati

Beberapa faktor risiko penyakit hati yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini meliputi:
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Penggunaan tato atau tindik
  • Penggunaan jarum suntik bersama
  • Terpapar darah dan cairan tubuh penderita
  • Hubungan seksual tanpa pengaman
  • Paparan zat kimia atau zat racun tertentu
  • Riwayat keluarga dengan penyakit hati
 
Pertama-tama dokter akan mengidentifikasikan penyebab dan tingkat kerusakan hati. Dokter akan meninjau riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik pasien. Dokter juga akan melakukan beberapa tes, seperti:
  • Tes darah yang disebut tes fungsi hati dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit hati
  • Tes pencitraan seperti CT scan, dan MRI dapat menunjukkan kerusakan hat
  • Biopsi hati dapat membantu dokter mendiagnosa penyakit hati dan mendiagnosa tanda-tanda kerusakan hati
 
Sebagian besar penyakit hati bersifat kronis, artinya berlangsung bertahun-tahun dan mungkin tidak dapat sembuh sepenuhnya. Akan tetapi, penyakit hati tetap bisa dikendalikan dengan pengobatan. Cara mengobati penyakit hati meliputi perubahan gaya hidup, terapi medis, dan operasi. Berikut penjelasannya.

Perubahan gaya hidup

Pada beberapa pasien, perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi gejala. Beberapa hal yang direkomendasikan antara lain:
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan ideal
  • Minum banyak air putih
  • Pola makan sehat yang banyak mengandung serat dan sedikit garam, gula, dan lemak
Dokter dapat merekomendasikan perubahan pola makan tergantung dari kondisi medis yang diderita. Misalnya pasien dengan Wilson’s disease perlu mengurangi konsumsi makanan yang mengandung zat tembaga, seperti kerang, jamur, dan kacang-kacangan.

Terapi medis

Beberapa jenis obat yang dapat diberikan antara lain:
  • Obat antivirus untuk mengobati hepatitis
  • Obat steroid untuk mengurangi peradangan
  • Obat penurun tekanan darah
  • Antibiotik
  • Obat-obatan untuk mengatasi gejala spesifik, seperti kulit gatal
  • Vitamin dan suplemen hati

Operasi

Pada beberapa kasus, operasi dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian hati. Operasi transplantasi hati disarankan bila semua upaya pengobatan gagal. 

Komplikasi penyakit hati

Komplikasi penyakit hati bervariasi, tergantung pada penyakit hati yang diderita. Penyakit hati yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi gagal hati, suatu kondisi medis yang mengancam nyawa. 
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit hati, diantaranya adalah:
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks dan tidak menggunakan jarum suntik secara bersamaan
  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B
  • Menggunakan obat resep dokter dan obat yang dijual bebas sesuai dosis yang dianjurkan
  • Menghindari kontak darah dan cairan tubuh orang lain
  • Berhati-hati dengan semprotan aerosol
  • Melindungi kulit dari bahan kimia berbahaya
  • Mempertahankan berat badan ideal
 
Temui dokter jika Anda mengalami gejala penyakit hati yang mengkhawatirkan. Cari pertolongan medis segera jika Anda mengalami sakit perut yang begitu parah. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit hati?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyakit hati. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-problems/symptoms-causes/syc-20374502
Diakses pada 21 Desember 2018
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/liver_disease/article.htm
Diakses pada 21 Desember 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/liverdiseases.html
Diakses pada 21 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/liver-disease
Diakses pada 21 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email