Penyakit Graves

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Penyakit Graves adalah salah satu jenis penyakit autoimun
Penyakit Graves menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroidisme).

Pengertian Penyakit Graves

Penyakit Graves merupakan penyakit gangguan sistem kekebalan (sistem imun) tubuh yang menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid di dalam tubuh (hipertiroidisme). Penyakit Graves merupakan penyebab hipertiroidisme yang paling sering ditemukan. Selain itu, hipertiroidisme dapat disebabkan juga oleh penyakit lain seperti tiroiditis (radang tiroid), atau kelebihan yodium. Penyakit Graves lebih sering ditemukan pada wanita berusia 40-60 tahun dan jika tidak cepat ditangani dapat menyebabkan gejala-gejala yang lebih serius meliputi penurunan berat badan, depresi, dan kelelahan mental atau fisik.

Penyakit Graves adalah salah satu jenis penyakit autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya bekerja melindungi tubuh, secara keliru mengenali sel dalam tubuh sebagai musuh atau benda asing sehingga berbalik menyerang. Dalam penyakit Graves, sel pertahanan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkannya menjadi terlalu aktif memproduksi hormon tiroid.  

Hormon tiroid memiliki peran yang penting dalam berbagai proses kimia (metabolisme) tubuh, sehingga ketika kadarnya melebihi normal, proses-proses tersebut menjadi terganggu serta dapat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan berbagai jaringan seperti sistem saraf dan otak, menimbulkan gejala seperti jantung yang berdebar-debar, atau suhu tubuh yang meningkat.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala umum penyakit Graves dapat meliputi:

  • Perasaan cemas dan mudah tersinggung
  • Kelelahan
  • Sensitif terhadap suhu panas dan terjadi sering berkeringat atau peningkatan kelembapan dan suhu kulit
  • Tremor (gemetar) pada tangan atau jari
  • Penurunan berat badan, meskipun tidak ada perubahan dalam kebiasaan makan
  • Pembesaran kelenjar tiroid (goiter)
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Disfungsi ereksi (impotensi) atau penurunan gairah seks
  • Sering buang air besar
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi)
  • Bola mata tampak menonjol (oftalmopati Graves)
  • Kulit memerah dan menebal biasanya di tulang kering atau puncak kaki (dermatopati Graves) merupakan gejala yang cukup jarang ditemukan

Sekitar 30% penderita penyakit Graves menunjukkan beberapa tanda dan gejala yang dikenal sebagai oftalmopati Graves. Oftalmopati Graves disebabkan karena adanya peradangan dan kelainan pada sistem kekebalan tubuh yang memengaruhi otot dan jaringan di sekitar mata. Tanda dan gejalanya termasuk:

  • Mata melotot (eksoftalmus)
  • Sensasi seperti ada pasir di mata
  • Mata terasa sakit atau seperti ditekan
  • Kelopak mata bengkak atau tampak seperti tertarik ke belakang
  • Mata memerah atau meradang
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Pengelihatan ganda ataupun kehilangan penglihatan

Penyebab

Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui. Pada penyakit gangguan kekebalan tubuh (autoimun) seperti penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh mulai melawan jaringan dan sel yang sehat di dalam tubuh. Sistem kekebalan atau sistem imun biasanya menghasilkan protein yang dikenal sebagai antibodi untuk melawan benda asing seperti virus dan bakteri. Antibodi ini diproduksi khusus untuk menargetkan benda asing tertentu. Dalam penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh secara keliru menghasilkan antibodi yang disebut TSI (thyroid-stimulating immunoglobulins) yang menargetkan dan menyerang sel-sel tiroid sehat tubuh sendiri.

Diagnosis

Diagnosis penyakit Graves dapat melalui beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan Fisik
    Beberapa tanda yang dicari oleh dokter melalui pemeriksaan ini adalah apakah adanya iritasi mata atau bola mata yang tampak menonjol dan memeriksa apakah ada pembesaran kelenjar tiroid. Selain itu, dokter juga memeriksa denyut nadi dan tekanan darah serta mencari tanda-tanda tremor.
  • Tes Darah
    Terutama untuk mengevaluasi kadar hormon perangsang tiroid atau thyroid-stimulating hormone (TSH), yaitu hormon yang diproduksi di hipofisis (kelenjar yang terletak di bawah otak) yang merangsang kelenjar tiroid dan kadar hormon tiroid. Penderita penyakit Graves biasanya memiliki kadar TSH yang lebih rendah dari normal dan kadar hormon tiroid yang lebih tinggi.

Terdapat beberapa tes laboratorium lain untuk mengukur kadar antibodi yang diketahui menyebabkan penyakit Graves. Tes ini biasanya tidak diperlukan untuk membuat diagnosis, tetapi hasil negatif mungkin menunjukkan adanya penyakit lain yang dapat menyebabkan hipertiroidisme.

  • Uji Serapan Yodium Radioaktif (Radioactive Iodine Uptake)
    Tubuh membutuhkan yodium untuk membuat hormon tiroid. Dengan memberi sedikit yodium radioaktif dan kemudian mengukur jumlahnya di dalam kelenjar tiroid menggunakan kamera khusus, dapat ditentukan tingkat pengambilan yodium oleh kelenjar tiroid. Jumlah yodium radioaktif yang diambil oleh kelenjar tiroid dapat membantu menentukan apakah penyakit Graves atau kondisi lain yang menyebabkan hipertiroidisme.
  • Ultrasonografi (USG)
    USG dapat menunjukkan apakah kelenjar tiroid membesar dan sangat berguna bagi pasien yang tidak dapat melakukan tes serapan yodium radioaktif, seperti wanita hamil.
  • Pemeriksaan radiologi
    Jika diagnosis oftalmopati Graves tidak jelas dari gejala klinis, mungkin akan diminta tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI.

Pengobatan

Tujuan pengobatan pada penyakit Graves adalah untuk menghambat produksi hormon tiroid atau untuk menghambat efek hormon pada tubuh. Beberapa pengobatan termasuk:

  • Obat Antitiroid
    Obat antitiroid mengganggu penggunaan yodium oleh kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon sehingga akan menurunkan kadar hormon tiroid di dalam tubuh. Pasien seharusnya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai pemilihan obat antitiroid karena obat ini berpotensi menimbulkan efek samping jika digunakan kurang tepat, terutama pada wanita hamil. Beberapa contoh obat antitiroid adalah propylthiourasil dan metimazol.
  • Obat Penghambat Beta
    Obat penghambat beta tidak menghambat produksi hormon tiroid, tetapi menghambat efek hormon tiroid pada tubuh. Obat golongan ini dapat diberikan untuk mengobati gejala penyakit Graves, seperti detak jantung yang tidak teratur, tremor, kecemasan, keringat berlebih, diare, dan kelemahan otot. Beberapa contoh obat penghambat beta adalah Propranolol, Atenolol, Metoprolol, dan Nadolol.
  • Terapi Yodium Radioaktif
    Yodium radioaktif, atau radioiodine, dimasukkan melalui mulut. Karena tiroid membutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon, radioiodine akan memasuki sel-sel tiroid dan sifat radioaktivitasnya akan menghancurkan sel-sel tiroid yang aktif secara berlebihan. Ini akan menyebabkan kelenjar tiroid untuk mengecil dan gejala berkurang secara bertahap. Terapi radioiodine tidak dianjurkan kepada wanita hamil, wanita yang sedang menyusui, atau pasien dengan masalah kesehatan mata karena dapat meningkatkan risiko terjadinya oftalmopati Graves atau memperburuk gejala yang sudah ada. Karena perawatan ini menyebabkan aktivitas kelenjar tiroid untuk menurun, pasien mungkin memerlukan perawatan lanjut untuk menyuplai tubuh dengan hormon tiroid sintetis.
  • Pembedahan
    Pembedahan untuk mengangkat semua atau sebagian dari kelenjar tiroid pasien (tiroidektomi atau tiroidektomi subtotal) juga merupakan pilihan untuk pengobatan penyakit Graves. Seperti pada terapi yodium radioaktif, setelah pembedahan pasien mungkin memerlukan perawatan lanjut untuk mensuplai tubuh dengan hormon tiroid sintetis karena kadarnya yang akan menurun setelah pengangkatan dalam pembedahan. Risiko pembedahan termasuk kemungkinan terjadinya kerusakan pada saraf yang menjembatani pita suara dan kelenjar paratiroid (kelenjar kecil yang terletak berdekatan dengan kelenjar tiroid) yang bekerja untuk menghasilkan hormon pengatur kadar kalsium di dalam darah.
  • Oftalmopati Graves
    Mengobati gejala ringan oftalmopati Graves bisa dengan menggunakan air mata buatan (dari apotek) pada siang hari dan gel pelumas untuk melumasi mata pada malam hari. Gejala oftalmopati Graves yang berat dapat diatasi dengan menggunakan kortikosteroid. Perawatan dengan kortikosteroid, seperti prednisone, dapat mengurangi pembengkakan di belakang bola mata. Efek samping yang dapat terjadi termasuk retensi cairan, peningkatan kadar gula darah, dan peningkatan tekanan darah. Selain itu ada kacamata prisma yang dapat memperbaiki gejala pengelihatan ganda dalam oftalmopati Graves.
  • Dermatopati Graves
    Gunakan krim atau salep yang mengandung kortikosteroid untuk meringankan bengkak dan kulit yang merah.
  • Modifikasi Gaya Hidup dan Penanganan di Rumah untuk Penyakit Graves
    Penutup mata dapat digunakan pada malam hari untuk membantu menjaga mata sehingga tidak kering. Gunakan air mata buatan untuk melembapkan mata setiap kali terasa kering. Jika mata merah dan bengkak di pagi hari, tidurlah dengan kepala yang sedikit terangkat. Kenakan kacamata gelap untuk melindungi mata dari cahaya terang, sinar matahari, dan angin. Makan dan olahraga secara teratur serta kelola stres dengan baik untuk mengurangi gejala.

Pencegahan

Meskipun penyakit Graves tidak dapat dicegah, deteksi dini dapat membantu pasien mencari pengobatan lebih cepat. Lakukan pemeriksaan leher teratur dengan meraba ada atau tidaknya tonjolan atau pembesaran di leher saat menelan. Jika berisiko tinggi terhadap penyakit Graves (misalnya karena ada riwayat penyakit Graves di keluarga), cobalah perbaiki gaya hidup dengan menghindari merokok dan mengurangi stres. Bermeditasi dan berolahragalah secara teratur, atau melakukan aktivitas yang disukai dan yang menenangkan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Kunjungi dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Tanda-tanda klinis dan gejala keadaan hipermetabolik atau peningkatan fungsi tubuh, seperti jantung berdebar-debar, keringat berlebih, berat badan turun tanpa perubahan pola makan
  • Temuan laboratorium seperti peningkatan hormon tiroid dan penurunan kadar hormon perangsang tiroid (TSH).
  • Gejala oftalmopati Graves

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  1. Tuliskan gejala apa pun yang Anda alami termasuk yang mungkin terlihat tidak terkait dengan penyakit Graves.
  2. Tuliskan informasi pribadi seputar riwayat medis keluarga, dan faktor-faktor yang dapat mencetuskan stres dalam kehidupan sehari-hari atau adanya perubahan dalam kehidupan.
  3. Buat daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi. Catat dosis masing-masing.
  4. Tuliskan pertanyaan untuk bertanya kepada dokter terkait kondisi kesehatan Anda.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter Anda dapat mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Anda. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Kapan pertama kali mengalami gejala Anda?
  • Apakah gejala Anda terus menerus atau apakah mereka hilang timbul?
  • Apakah Anda baru saja memulai pengobatan baru?
  • Pernahkah Anda mengalami penurunan berat badan yang cepat atau tidak diinginkan? Jika iya, berapakah jumlah penurunan tersebut?
  • Pernahkah Anda mengamati adanya perubahan dalam siklus menstruasi Anda?
  • Jika pasien laki-laki, apakah Anda pernah mengalami disfungsi seksual?
  • Apakah Anda kesulitan tidur?

 

Referensi

Epidemiology, management and outcomes of Graves’ disease—real life data. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5435772/
diakses pada 29 Oktober 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/graves-disease
diakses pada 29 Oktober 2018.

Hyperthyroidism and other causes of thyrotoxicosis: management guidelines of the American thyroid association and American association of clinical endocrinologists. https://aace.com/files/hyper-guidelines-2011.pdf
diakses pada 29 Oktober 2018.

Live Science. https://www.livescience.com/34730-graves-disease-overactive-thyroid.html
diakses pada 29 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/graves-disease/diagnosis-treatment/drc-20356245
diakses pada 29 Oktober 2018.

Patients Engage. https://www.patientsengage.com/conditions/graves-disease/prevention
diakses pada 29 Oktober 2018.

The diagnostic criteria of Graves’ disease and especially the thyrotropin receptor antibody; our own experience. http://www.nuclmed.gr/magazine/eng/may07/19.pdf
diakses pada 29 Oktober 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/women/understanding-graves-disease-treatment#1
diakses pada 29 Oktober 2018.

Back to Top