Goitre atau penyakit gondok adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid. Pembengkakan ini bisa berupa benjolan di leher yang bergerak naik dan turun ketika penderita melakukan gerakan menelan. 

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di leher atau goiter. Kelenjar ini berperan menghasilkan hormon tiroid yang sangat penting dalam proses metabolisme tubuh.

Gejala penyakit gondok dapat berupa:

1. Benjolan di leher

Benjolan di bagian depan leher merupakan gejala utama penyakit gondok. Ukurannya bisa kecil atau besar, dan terbagi lagi menjadi dua jenis di bawah ini:

  • Difus

Penyakit gondok ini ditandai dengan pembengkakan pada seluruh kelenjar tiroid. Karena itu, permukaan benjolan terasa halus saat diraba.

  • Nodul tiroid

Nodul tiroid bisa padat dan keras, atau lembek karena berisi cairan. Jumlahnya juga bisa satu atau lebih.

Bila nodul hanya satu, permukaan benjolan akan teraba mulus. Sementara nodul yang lebih dari satu, benjolan akan terasa bergelombang ketika diraba.

2. Gejala lainnya

  • Kesulitan menelan
  • Batuk-batuk
  • Kesulitan bernapas
  • Suara menjadi serak
  • Merasa pusing ketika mengangkat tangan di atas kepala

Penyakit gondok bbisa disebabkan oleh berbagai hal. Berikut penjelasannya:

1. Kekurangan yodium

Kekurangan yodium adalah penyebab penyakit gondok yang utama. Yodium merupakan zat yang penting untuk membantu kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon tiroid.

Ketika tubuh Anda kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan dipaksa untuk bekerja lebih keras guna menghasilkan hormon tiroid. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid.

2. Penyebab lain

Di samping kekurangan yodium, ada beberapa penyebab penyakit gondok yang lain:

  • Penyakit Graves

Penyakit Graves terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Akibatnya, muncul hipertiroidisme.

Produksi hormon tiroid yang terlalu banyak turut menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid.

  • Tiroiditis Hashimoto (penyakit Hashimoto)

Penyakit Hashimoto menyebabkan kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Kondisi ini disebut hipotiroidisme.

Rendahnya kadar hormon tiroid memicu kelenjar hipofisis di otak untuk melepaskan hormon TSH. Hormon ini kemudian memacu kelenjar tiroid agar bekerja lebih keras dalam menghasilkan hormon tiroid, sehingga berujung pada pembengkakan.

  • Tiroiditis

Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus.

  • Kanker tiroid

Kanker tiroid juga menjadi salah satu penyebab membengkaknya kelenjar tiroid.

  • Kehamilan

Kondisi kehamilan terkadang dapat memicu pembesaran kelenjar tiroid

Diagnosis penyakit gondok ditentukan oleh dokter melalui pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien, serta riwayat medis pasien dan keluarga.

2. Pemeriksan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada leher pasien untuk menilai pembesaran kelenjar tiroid.

3. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang bertujuan mengevaluasi fungsi kelenjar tiroid pasien serta kadar hormon tiroid dalam tubuh pasien. Serangkaian prosedur pemeriksaan ini meliputi:

  • Tes darah

Tes darah akan menentukan kadar hormon tiroid dalam tubuh Anda.

  • Pemindaian tiroid (thyroid scan)

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan pemindaian tiroid (thyroid scan) guna menilai ukuran dan kondisi kelenjar tiroid Anda.

  • Ultrasound (USG) tiroid

USG akan memberikan informasi mengenai ukuran kelenjar tiroid dan jumlah nodul. Bila terdapat nodul pada kelenjar tiroid, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan biopsi kelenjar tiroid.

  • Biopsi kelenjar tiroid

Melalui biopsi kelenjar tiroid, sampel jaringan akan diambil dari benjolan yang terbentuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Penanganan penyakit gondok akan ditentukan oleh dokter berdasarkan ukuran, gejala, dan penyakit lain yang mendasarinya. Beberapa jenis pengobatan yang biasa dianjurkan meliputi:

  • Suplemen yodium

Mencukupi kebutuhan yodium melalui pola makan seimbang biasanya bisa meningkatkan kadar yodium yang rendah dalam tubuh Anda. Namun dokter juga bisa meresepkan suplemen yodium jika dibutuhkan.

Dosis suplemen yodium harus ditentukan oleh dokter agar sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Pasalnya, kelebihan yodium juga dapat memicu gangguan kesehatan hingga kondisi keracunan.

  • Obat-obatan

Tujuan utama pemberian obat adalah mengecilkan pembengkakan kelenjar tiroid. Misalnya pada kondisi hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

Sementara untuk penderita tiroiditis, obat untuk mengurangi peradangan mungkin dibutuhkan. Contohnya, kortikosteroid.

  • Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid ketika pembengkakan sudah terlalu besar atau tidak mempan ditangani dengan obat-obatan. Prosedur ini disebut tiroidektomi.

Operasi kelenjar tiroid bisa mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Keputusan ini akan didiskusikan dan ditentukan oleh dokter sebelum prosedur. Setelah operasi, Anda mungkin membutuhkan terapi hormon tiroid.

  • Yodium radioaktif

Yodium radioaktif digunakan untuk menangani kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Zat ini harus ditelan agar bisa masuk ke aliran darah dan mencapai kelenjar tiroid untuk menghancurkan sel-sel tiroid yang overaktif.

Pencegahan penyakit gondok yang dapat Anda lakukan tentu dengan menjauhi penyebabnya yang bisa dihindari. Berikut contohnya:

  • Mencukupi kebutuhan yodium

Menerapkan pola makan dengan asupan gizi seimbang sangatlah penting, termasuk untuk mencegah penyakit gondok.

Langkah ini tergolong mudah. Anda bahkan bisa mengonsumsi makanan laut, susu sapi, maupun garam beryodium agar kebutuhan yodium harian bisa terpenuhi.

Namun pastikan supaya jumlah yodium yang Anda konsumsi juga tidak berlebihan. Dengan ini, kondisi kelebihan yodium juga bisa dicegah.

  • Menghindari faktor risiko penyakit gondok

Sebisa mungkin menjauhkan diri dari faktor-faktor risiko penyakit gondok termasuk langkah efektif untuk mencegah gangguan kesehatan ini. Misalnya, tidak merokok, berhati-hati ketika mengonsumsi obat-obatan tertentu (seperti litium), serta meminimalkan paparan radiasi.

Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami gejala penyakit gondok. Mulai dari pembengkakan kelenjar tiroid, sulit menelan atau bernapas, batuk-batuk, hingga suara serak.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan Anda mengalami pembesaran kelenjar tiroid?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda alami?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat penyakit gondok?
  • Seperti apa pola makan Anda?
  • Apa saja obat yang rutin Anda konsumsi?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan diagnosis penyakit gondok agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/goiter-simple
Diakses pada 3 Juni 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/goitre/
Diakses pada 3 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/167559
Diakses pada 3 Juni 2020

Artikel Terkait