Penyakit Crohn

Ditulis oleh dr. Karlina Lestari
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Penyakit Crohn adalah peradangan usus menahun biasanya terjadi di usus besar
Penyakit Crohn biasanya terjadi di usus besar.

Pengertian Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah peradangan usus menahun. Penyakit Crohn adalah bagian dari kelompok penyakit yang dikenal sebagai penyakit radang usus. Penyakit ini biasanya terjadi di  usus besar. Namun, penyakit ini dapat menyerang bagian saluran pencernaan lain mulai dari mulut hingga anus.

Penyakit Crohn dapat terjadi pada usia berapa pun, namun seringkali ditemui pada seseorang yang berusia antara 15-30 tahun.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Penyakit Crohn biasanya memengaruhi usus besar. Gejala Penyakit Crohn dapat berkisar ringan hingga berat, dan biasanya memberat secara bertahap. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat timbul secara tiba-tiba.

Tanda dan gejala yang mungkin terjadi termasuk:

  • Diare
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri perut dan kram
  • Luka pada mulut
  • Perdarahan pada usus besar atau rektum yang ditandai dengan adanya darah pada tinja
  • Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Nyeri di dekat atau sekitar anus karena peradangan dari saluran ke kulit (fistula)

Tanda dan gejala lainnya, di antaranya adalah:

Seseorang dengan Penyakit Crohn berat dapat mengalami:

  • Peradangan pada kulit, mata, dan persendian
  • Peradangan hati atau saluran empedu
  • Pertumbuhan yang terganggu pada anak
  • Sesak napas
  • Bisul yang dapat terjadi di mana saja seperti di daerah mulut sampai anus

Penyebab

Penyebab pasti Penyakit Crohn belum diketahui. Beberapa hal yang diduga berkaitan dengan Penyakit Crohn adalah:

  • Faktor Genetik. Penyakit Crohn dapat diturunkan dalam keluarga
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa faktor risiko Penyakit Crohn adalah:

  • Umumnya Penyakit Crohn terdiagnosis di usia 30an.
  • Merokok
  • Riwayat Penyakit Crohn dalam keluarga
  • Menjalani pengobatan dengan obat anti-radang non steroid (NSAID), seperti ibuprofen, sodium diklofenak.
  • Diet tinggi lemak atau kebiasan mengonsumsi makanan yang diawetkan.

Diagnosis

Pertama-tama dokter akan meninjau riwayat kesehatan pasien. Informasi ini membantu dokter karena Penyakit Crohn biasanya diturunkan dalam keluarga. Setelah pemeriksaan fisik dilakukan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut, diantaranya adalah:

  • Endoskopi (seperti kolonoskopi atau sigmoidoskopi). Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung fleksibel yang dinamakan endoskop ke dalam rektum (usus bagian akhir) melalui anus, untuk melihat bagian dalam rektum dan kolon (usus besar). Jika diperlukan dokter juga akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini digunakan untuk mencari tanda-tanda anemia atau peningkatan jumlah sel darah putih yang dapat mengindikasikan peradangan atau infeksi di suatu tempat di dalam tubuh.
  • Barium X-ray. Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat kondisi usus yang abnormal.
  • CT scan dan MRI yang diambil dengan kontras.

Pengobatan

Pengobatan untuk Penyakit Crohn ditujukan untuk:

  • Mengurangi peradangan
  • Meredakan gejala nyeri, diare dan pendarahan
  • Memperbaiki gizi

Perawatan melibatkan obat-obatan, suplemen nutrisi, pembedahan atau kombinasi terapi. Pilihan pengobatan tergantung pada seberapa parah penyakit, komplikasi yang terkait dengan penyakit dan cara penderita merespon penyakit pada masa lalu saat gejalanya kambuh.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perubahan yang terus-menerus pada saat buang air besar atau jika Anda mengalami gejala-gejala Penyakit Crohn, seperti:

  • Sakit perut
  • Buang air besar berdarah
  • Serangan diare yang terus-menerus dan tidak merespons obat-obatan
  • Demam yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan konsultasi dengan dokter, diantaranya adalah:

  • Menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu dilakukan sebelum konsultasi, seperti membatasi diet
  • Menuliskan semua gejala yang Anda alami, termasuk gejala yang tampaknya tidak berhubungan dengan alasan Anda menjadwalkan janji temu
  • Menuliskan informasi pribadi utama, seperti stres dan perubahan hidup baru-baru ini
  • Meminta seorang anggota keluarga atau teman untuk mendampingi saat konsultasi dengan dokter. Hal ini dapat membantu Anda mengingat segala informasi yang dokter berikan
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Sebelum mendiagnosa keadaan Anda, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala berlangsung terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah gejala Anda memengaruhi kemampuan Anda untuk bekerja atau melakukan kegiatan lain?
  • Apakah ada yang tampaknya mengobati gejala Anda?
  • Adakah sesuatu yang Anda perhatikan yang membuat gejala Anda semakin buruk?
  • Apakah Anda merokok?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dijual bebas atau diresepkan, misalnya ibuprofen, naproxen sodium, atau natrium diklofenak?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/crohns-disease/diagnosis#symptoms
Diakses pada 26 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/crohns-disease/symptoms-causes/syc-20353304
Diakses pada 26 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/crohnsdisease.html
Diakses pada 26 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/crohns-disease
Diakses pada 26 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/crohns-disease/default.htm
Diakses pada 26 Desember 2018

Back to Top