Perut

Penyakit Crohn

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Penyakit Crohn
Penyakit Crohn biasanya terjadi di usus besar.
Crohn's disease atau Penyakit Crohn adalah peradangan saluran cerna yang menahun atau kronis. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian mana saja dari saluran cerna, namun paling sering di area usus.Penyebab penyakit Crohn sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Diperkirakan faktor keturunan dan gangguan kekebalan tubuh turut andil menyebabkan kondisi ini.Karena penyebab pastinya tak diketahui, pengobatan untuk menyembuhkan penyakit Crohn juga belum tersedia. Namun penanganan tetap dibutuhkan untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita. 
Penyakit Crohn biasanya memengaruhi usus besar. Gejala Penyakit Crohn dapat berkisar ringan hingga berat, dan biasanya memberat secara bertahap. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat timbul secara tiba-tiba.Secara umum, tanda dan gejala penyakit Crohn meliputi:
  • Diare
  • Demam
  • Cepat lelah
  • Nyeri perut dan kram
  • Luka atau sariawan  pada mulut
  • Perdarahan pada usus besar atau rektum yang ditandai dengan adanya darah pada tinja
  • Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Nyeri di dekat atau sekitar anus karena peradangan dari saluran ke kulit (fistula)
Seseorang dengan Penyakit Crohn berat dapat mengalami:
  • Peradangan pada kulit, mata, dan persendian
  • Peradangan hati atau saluran empedu
  • Pertumbuhan yang terganggu pada anak
  • Sesak napas
  • Bisul yang dapat terjadi di mana saja seperti di daerah mulut sampai anus
Mungkin saja ada tanda dan gejala penyakit Crohn yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab pasti Penyakit Crohn belum diketahui. Beberapa hal yang diduga berkaitan dengan Penyakit Crohn adalah:
  • Faktor Genetik. Penyakit Crohn dapat diturunkan dalam keluarga
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh.
 

Faktor risiko Penyakit Crohn

Beberapa faktor risiko Penyakit Crohn meliputi:
  • Umumnya Penyakit Crohn terdiagnosis di usia 30an
  • Etnis tertentu seperti orang berkulit putih (termasuk orang-orang dari Eropa Timur keturunan Yahudi). Walaupun begitu penyakit Crohn juga sering diderita orang berkulit hitam yang tinggal di Amerika Timur dan Inggris.
  • Merokok
  • Riwayat penyakit Crohn dalam keluarga
  • Menjalani pengobatan dengan obat anti-radang non steroid (NSAID), seperti ibuprofen, sodium diklofenak
  • Diet tinggi lemak atau kebiasan mengonsumsi makanan yang diawetkan
  • Tinggal di area perkotaan atau negara maju. Hal  ini menggambarkan bahwa faktor luar terutama diet tinggi lemak atau makanan berpengawet memegang peranan akan terjadinya penyakit Crohn
 
Diagnosis penyakit Crohn dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.Pada saat tanya jawab, dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan faktor risiko penyakit Crohn yang Anda miliki. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tanda berikut:
  • Memeriksa ada tidaknya kembung pada perut
  • Mendengarkan bising usus menggunakan stetoskop
  • Menekan dengan jari pada perut untuk menilai ada tidaknya nyeri saat penekanan dan untuk menilai apalah terjadi pembesaran hati atau pembesaran limpa
Dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan penunjang berikut untuk mendiagnosis penyakit Crohn:
  • Endoskopi (seperti kolonoskopi atau sigmoidoskopi)

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung fleksibel yang dinamakan endoskop ke dalam rektum (usus bagian akhir) melalui anus, untuk melihat bagian dalam rektum dan kolon (usus besar).Jika diperlukan dokter juga akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Pemeriksaan darah

Pemeriksaan ini digunakan untuk mencari tanda-tanda anemia atau peningkatan jumlah sel darah putih yang dapat mengindikasikan peradangan atau infeksi di suatu tempat di dalam tubuh.
  • Barium X-ray

Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat kondisi usus yang abnormal.
  • CT scan dan MRI

Pemeriksaan ini juga dilakukan dengan memanfaatkan zat kontras. 
Sampai saat ini penyakit Crohn belum dapat disembuhkan secara total dan tidak terdapat satu pengobatan yang efektif bagi semua penderita penyakit Crohn. Walaupun begitu pengobatan tetap dibutuhkan untuk mengurangi gejala dan membantu penderita penyakit Crohn memiliki kualitas hidup yang baik.Cara mengobati penyakit Crohn umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan penyakit Crohn antara lain:

Obat-obatan

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk  mengatasi penyakit Crohn adalah:
  • Obat antiperadangan

Obat antiradang biasanya menjadi pilihan utama dan awal untuk mengatasi penyakit Crohn. Contohnya meliputi kortikosteroid (seperti prednison dan budesonid) dan 5-aminosalisilat (seperti sulfasalazin). Kedua obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan yang terjadi dalam tubuh.
  • Obat penekan sistem imun (imunosupresan)

Obat imunosupresan meliputi azathioprine, infliximab, metotreksat, natalizumab, vedolizumab, dan ustekinumab. Efek obat ini adalah mengurangi peradangan dengan cara menargetkan sistem imun.
  • Antibiotik

Obat antibiotik diberikan untuk mengurangi produksi cairan dan menyembuhkan fistula serta asbes pada penderita penyakit Crohn.Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa antibiotik dapat membantu dalam mengurangi bakteri usus yang berbahaya bagi saluran cerna dan dapat memicu peradangan. Jenis antibiotik yang umum diberikan untuk penderita penyakit Crohn adalah siprofloksasin dan metronidazol.
  • Obat-obatan lain

Beberapa jenis obat lain juga bisa diresepkan guna mengurangi dan meredakan gejala penyakit Crohn. Misalnya, obat antidiare, pereda nyeri, zat besi, vitamin B12, kalsium, serta vitamin D.

Perubahan pola makan dan gaya hidup

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan diet khusus yang diberikan melalui selang makan atau melalui infus. Hal ini bertujuan memperbaiki status nutrisi penderita penyakit Crohn secara umum dan mengijinkan saluran cerna untuk beristirahat.Saluran cerna yang berisitrahat ini bertujuan untuk mengurangi peradangan saluran cerna secara sementara. Selain itu dokter juga akan menganjurkan pola diet sebagai berikut:
  • Batasi makanan berlemak atau makanan yang digoreng
  • Batasi makanan produk susu seperti keju, es krim, dan lain-lain
  • Hindari minuman bersoda
  • Hindari kafein
  • Batasi makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran mentah
  • Batasi akanan yang dapat menimbulkan gas berlebihan seperti kacang-kacangan dan sayuran tertentu
  • Banyak minum air putih
  • Makan dengan pola sedikit namun sering
  • Dokter mungkin akan merekomendasikan makanan tinggi kalori, bebas laktosa, rendah lemak, rendah serat, dan rendah garam.
Perubahan pola hidup yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala penyakit Crohn antara lain:
  • Menghindari konsumsi obat NSAID berlebihan. Gunakan alternative lain seperti asetaminofen apabila Anda merasa nyeri atau demam
  • Berhenti merokok untuk mencegah kekambuhan
  • Mengontrol tingkat stress. Stres tidak secara lansung menyebabkan penyakit Crohn, namun stress dapat menyebabkan gejala penyakit Crohn memburuk.

Operasi

Operasi menjadi pilihan apabila perubahan pola hidup, terapi obat-obatan, atau terapi lain tidak kunjung meredakan gejala penyakit Crohn. Hampir setengah dari semua penderita penyakit Crohn akan memerlukan operasi.Selama operasi, dokter akan mengangkat bagian saluran cerna yang mengalami masalah dan kemudian menyambungkan kedua ujung saluran cerna yang sehat. Operasi juga dapat dilakukan untuk menutup fistula dan mengatasi abses.Walau begitu, operasi tidak dapat menyembuhkan penyakit Crohn secara total. Manfaat operasi untuk penyakit Crohn biasanya hanya sementara. Penyakit Crohn biasanya akan Kembali kambuh, paling sering pada area sekitar area pembedahan.Dokter biasanya menggabungkan operasi dengan obat-obatan untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan setelahnya. 

Komplikasi penyakit Crohn

Berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami penyakit Crohn karena bila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti:
  • Sumbatan usus: hal ini dikarenakan penyakit Crohn berdampak pada ketebalan dinding usus. Seiring berjalannya waktu, beberapa bagian usus besar dapat mengalami jaringan parut dan menyempit. Hal ini akan menghambat pola buang air besar. Anda mungkin butuh operasi untuk mengangkat bagian usus yang mengalai jaringan parut ini.
  • Tukak pada usus akibat peradangan kronis pada saluran cerna (termasuk pada rongga mulut, area kelamin, dan anus).
  • Fistula atau terbentuknya saluran tidak normal antara beberapa bagian tubuh yang berbeda (misalnya antara kulit dan usus). Pada beberapa kasus, fistula dapat terinfeksi dan menyebabkan terbentuknya abses (kantong berisi nanah) yang dapat membahayakan jiwa bila tidak ditangani dengan baik.
  • Fisura anus: kondisi terjadinya robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus atau pada kulit sekitar anus. Fisura biasanya disertai dengan rasa nyeri saat seseorang buang air besar dan menyebabkan fistula perianal.
  • Malnutrisi atau kurang gizi: diare, nyeri perut, dan kram perut dapat membuat seseorang sulit makan dan mnyulitkan usus besar menyerap nutrisi. Hal ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia karena kekurangan vitamin B12 atau zat besi
  • Kanker usus besar: penyakit Crohn meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus besar.
  • Penyakit lainnya: penyakit Crohn dapat menyebabkan masalah dan penyakit lainnya seperti anemia, penyakit kulit tertentu, osteoporosis, radang sendi atau artritis, dan penyakit empedu atau penyakit hati.
  • Komplikasi akibat pengobatan penyakit Crohn: beberapa jenis obat penyakit Crohn dapat menekan kekebalan tubuh dan akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker seperti limfoma dan kanker kulit.
 
Belum ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah penyakit Crohn. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui.Hal yang dapat bisa Anda lakukan hanyalah mencegah terjadinya pemburukan penyakit Crohn dan kekambuhan. Misalnya dengan mematuhi pengobatan dari dokter serta menghindari pencetus kambuhnya gejala (seperti merokok dan mengonsumsi OAINS). 
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perubahan yang terus-menerus pada saat buang air besar atau jika Anda mengalami gejala-gejala Penyakit Crohn, seperti:
  • Sakit perut
  • Buang air besar berdarah
  • Serangan diare yang terus-menerus dan tidak merespons obat-obatan
  • Demam yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit Crohn?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit Crohn agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/crohns-disease/diagnosis#symptoms
Diakses pada 26 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/crohns-disease/symptoms-causes/syc-20353304
Diakses pada 26 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/crohnsdisease.html
Diakses pada 26 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/crohns-disease
Diakses pada 26 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/crohns-disease/default.htm
Diakses pada 26 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151620
Diakses pada 16 September 2020
NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/crohns-disease/diagnosis
Diakses pada 16 September 2020
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/crohns-disease-a-to-z
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal 7 Cara Mengobati Sindrom Iritasi Usus Besar

Cara mengobati sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS) hanya dapat meringankan gejala. Pola hidup sehat merupakan salah satu metodenya.Baca selengkapnya
cara mengobati sindrom iritasi usus besar dengan makanan

Mengenal Gejala Diverkulitis yang Perlu Diatasi Sedini Mungkin

Gejala divertikulitis yang paling umum dan mudah dikenali adalah rasa nyeri akut di area perut. Hal ini bisa disertai dengan mual, muntah, hingga konstipasi.
03 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Gejala diverkulitis pada pencernaan

Sendawa Bau: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sendawa bau terjadi akibat gas "bertemu" dengan sulfur di sistem pencernaan, saat ingin dikeluarkan. Hasilnya, sendawa bau seperti telur busuk pun keluar tak tertahankan.
20 Jul 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Sendawa bau bisa bikin malu saat ada teman-teman bertamu.