Perut

Penyakit Crohn

23 Jun 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penyakit Crohn
Penyakit Crohn biasanya terjadi di usus besar
Crohn's disease atau Penyakit Crohn adalah peradangan saluran cerna yang menahun atau kronis. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian mana saja dari saluran cerna, namun paling sering di area usus.Penyebab penyakit Crohn sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Diperkirakan faktor keturunan dan gangguan kekebalan tubuh turut andil menyebabkan kondisi ini.Karena penyebab pastinya tak diketahui, pengobatan untuk menyembuhkan penyakit Crohn juga belum tersedia. Namun penanganan tetap dibutuhkan untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita. 
Penyakit Crohn
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, nyeri perut, cepat lelah
Faktor risikoKeturunan, usia 30an, merokok 
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, endoskopi, tes darah
PengobatanObat-obatan, perubahan gaya hidup
Obat
Obat antiperadangan, imunosupresan, antibiotik
KomplikasiSumbatan usus, tukak usus, fistula
Kapan harus ke dokter?Sakit perut, BAB berdarah, diare terus berlanjut
Penyakit Crohn biasanya memengaruhi usus besar. Gejala Penyakit Crohn dapat berkisar ringan hingga berat, dan biasanya memberat secara bertahap. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat timbul secara tiba-tiba.

Gejala umum penyakit Crohn

  • Diare
  • Demam
  • Cepat lelah
  • Nyeri perut dan kram
  • Luka atau sariawan  pada mulut
  • Perdarahan pada usus besar atau rektum yang ditandai dengan adanya darah pada tinja
  • Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Nyeri di dekat atau sekitar anus karena peradangan dari saluran ke kulit (fistula)

Gejala penyakit Crohn yang berat

  • Peradangan pada kulit, mata, dan persendian
  • Peradangan hati atau saluran empedu
  • Pertumbuhan yang terganggu pada anak
  • Sesak napas
  • Bisul yang dapat terjadi di mana saja seperti di daerah mulut sampai anus
Mungkin saja ada tanda dan gejala penyakit Crohn yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Hingga saat ini, penyebab penyakit Crohn belum diketahui secara pasti. Beberapa hal yang diduga berkaitan dengan Penyakit ini.Faktor-faktor risiko penyakit Crohn tersebut meliputi:
  • Faktor genetik karena penyakit Crohn dapat diturunkan dalam keluarga
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Umumnya, Penyakit Crohn terdiagnosis di usia 30an
  • Etnis tertentu, seperti orang berkulit putih (termasuk orang-orang dari Eropa Timur keturunan Yahudi), serta orang berkulit hitam yang tinggal di Amerika Timur dan Inggris
  • Merokok
  • Menjalani pengobatan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen dan sodium diklofenak
  • Diet tinggi lemak atau kebiasan mengonsumsi makanan yang diawetkan
 
Diagnosis penyakit Crohn dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.

Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Pada saat tanya jawab, dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan faktor risiko penyakit Crohn yang Anda miliki. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tanda berikut:
  • Memeriksa ada tidaknya kembung pada perut
  • Mendengarkan bising usus menggunakan stetoskop
  • Menekan dengan jari pada perut untuk menilai ada tidaknya nyeri saat penekanan dan untuk menilai apalah terjadi pembesaran hati atau pembesaran limpa

Endoskopi

Prosedur endoskopi dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung fleksibel bernama endoskop ke dalam rektum (usus bagian akhir) melalui anus. Alat ini akan membantu untuk melihat bagian dalam rektum dan usus besar.

Biopsi

Jika diperlukan dokter juga akan melakukan biopsi (pengambilan sedikit sampel jaringan) ketika endoskopi. Sampel ini akan diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Tes darah

Tes darah bertujuan mencari tanda-tanda anemia atau peningkatan jumlah sel darah putih yang dapat mengindikasikan peradangan atau infeksi di suatu tempat di dalam tubuh.

Barium X-ray

Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat kondisi usus yang abnormal.

CT scan dan MRI

CT scan dan MRI juga dilakukan dengan memanfaatkan zat kontras. 
Sampai sekarang, penyakit Crohn belum bisa bisa disembuhkan secara total. Namun penanganan dari dokter tetap dibutuhkan untuk mengurangi gejala dan membantu penderita agar bisa memiliki kualitas hidup yang baik.Cara mengobati penyakit Crohn akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan ini meiputi:

Obat-obatan

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit Crohn bisa berupa:
  • Obat antiperadangan

Obat antiradang biasanya menjadi pilihan utama dan awal untuk mengatasi penyakit Crohn. Contohnya, kortikosteroid (seperti prednisone dan budesonid) dan 5-aminosalisilat (seperti sulfasalazin). Kedua obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan yang terjadi dalam tubuh.
  • Obat penekan sistem imun (imunosupresan)

Obat imunosupresan meliputi azathioprine, infliximab, metotreksat, natalizumab, vedolizumab, dan ustekinumab. Efek obat ini adalah mengurangi peradangan dengan menargetkan dan menekan sistem imun penderita.
  • Antibiotik

Obat antibiotik diberikan untuk mengurangi produksi cairan dan menyembuhkan fistula serta asbes pada penderita penyakit Crohn.Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa antibiotik dapat membantu dalam mengurangi bakteri usus yang berbahaya bagi saluran cerna dan dapat memicu peradangan. Jenis antibiotik yang umum diberikan untuk penderita penyakit Crohn adalah siprofloksasin dan metronidazol.
  • Obat-obatan lain

Beberapa jenis obat lain juga bisa diresepkan guna mengurangi dan meredakan gejala penyakit Crohn. Misalnya, obat antidiare, pereda nyeri, zat besi, vitamin B12, kalsium, serta vitamin D.

Perubahan pola makan

Dokter mungkin akan merekomendasikan diet khusus yang diberikan melalui selang makan atau melalui infus. Tujuannya adalah memperbaiki status nutrisi penderita secara umum dan mengistirahatkan saluran cerna, serta mengurangi peradangan untuk sementara.Dokter juga akan menganjurkan perubahan pola makan di bawah ini:
  • Batasi makanan berlemak atau makanan yang digoreng
  • Batasi makanan produk susu, seperti keju, es krim, dan lain-lain
  • Hindari minuman bersoda
  • Hindari kafein
  • Batasi makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran mentah
  • Batasi makanan yang dapat menimbulkan gas berlebihan, seperti kacang-kacangan dan sayuran tertentu
  • Banyak minum air putih
  • Makan dengan porsi sedikit, namun sering
  • Konsumsi makanan tinggi kalori, bebas laktosa, rendah lemak, rendah serat, dan rendah garam

Penyesuaian gaya hidup

Perubahan pola hidup yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala penyakit Crohn meliputi:
  • Menghindari konsumsi NSAID secara berlebihan dan gunakan obat lain seperti paracetamol apabila mengalami nyeri atau demam
  • Berhenti merokok untuk mencegah kekambuhan
  • Mengendalikan tingkat stres karena meski tidak menyebabkan penyakit Crohn secara lansung, stres dapat memicu pemburukan gejala

Operasi

Operasi menjadi pilihan apabila perubahan pola hidup, obat-obatan, atau terapi lain tidak mampu meredakan gejala penyakit Crohn. Hampir setengah dari penderita akan memerlukan operasi.Saat operasi, dokter akan mengangkat bagian usus yang mengalami masalah dan menyambungkannya ke bagian usus yang sehat. Operasi juga dapat dilakukan untuk menutup fistula maupun mengatasi abses.Namun penanganan ini tidak dapat menyembuhkan penyakit Crohn secara total dan memberikan manfaat sementara. Penyakit Crohn biasanya akan kembali kambuh, dan paling sering pada area di sekitar pembedahan.Dokter biasanya menggabungkan operasi dengan obat-obatan untuk mengurangi kemungkinan kambuh di kemudian hari. 

Komplikasi penyakit Crohn

Jika terus dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit Crohn dapat menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Sumbatan usus

Penyakit Crohn berdampak pada ketebalan dinding usus. Seiring waktu, beberapa bagian usus besar dapat mengalami jaringan parut dan menyempit, sehingga pola buang air besar terhambat.Penderita mungkin butuh operasi untuk mengangkat bagian usus yang mengalai jaringan parut ini.
  • Tukak pada usus

Kondisi ini terjadi akibat peradangan kronis pada saluran cerna, termasuk pada rongga mulut, area kelamin, dan anus.
  • Fistula

Fistula adalah terbentuknya saluran tidak normal antara beberapa bagian tubuh yang berbeda, misalnya antara kulit dan usus.Pada beberapa kasus, fistula dapat terinfeksi dan menyebabkan terbentuknya abses (kantong berisi nanah). Abses dapat membahayakan jiwa bila tidak ditangani dengan baik.
  • Fisura ani

Fisura ani merupakan munculnya robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus atau pada kulit sekitarnya. Fisura biasanya disertai dengan rasa nyeri saat BAB dan menyebabkan fistula perianal.
  • Malnutrisi atau kurang gizi

Diare maupun nyeri dan kram perut dapat membuat seseorang sulit makan. Kondisi ini juga bisa menyulitkan usus besar menyerap nutrisi.Sebagai akibatnya, penderita bisa mengalami anemia karena kekurangan vitamin B12 atau zat besi, serta malnutrisi.
  • Kanker usus besar

Penyakit Crohn meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus besar.
  • Penyakit lainnya

Penyakit Crohn dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti penyakit kulit tertentu, osteoporosis, radang sendi atau artritis, hingga gangguan empedu atau penyakit hati.Tak hanya itu, komplikasi dapat pula muncul karena pengobatan penyakit Crohn. Beberapa jenis obat bisa menekan kekebalan tubuh dan akhirnya meningkatkan risiko kanker seperti limfoma dan kanker kulit.Baca Juga: Obat Imunosupresan untuk Menekan Sistem Imun, Apa Gunanya? 
Belum ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah penyakit Crohn. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui.Hal yang dapat bisa Anda lakukan hanyalah mencegah terjadinya pemburukan penyakit Crohn dan kekambuhan. Misalnya dengan mematuhi pengobatan dari dokter serta menghindari pencetus kambuhnya gejala (seperti merokok dan mengonsumsi OAINS). 
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perubahan yang terus-menerus pada saat buang air besar atau jika Anda mengalami gejala-gejala Penyakit Crohn, seperti:
  • Sakit perut
  • Buang air besar berdarah
  • Serangan diare yang terus-menerus dan tidak merespons obat-obatan
  • Demam yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit Crohn?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit Crohn agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/crohns-disease/diagnosis#symptoms
Diakses pada 26 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/crohns-disease/symptoms-causes/syc-20353304
Diakses pada 26 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/crohnsdisease.html
Diakses pada 26 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/crohns-disease
Diakses pada 26 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/crohns-disease/default.htm
Diakses pada 26 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151620
Diakses pada 16 September 2020
NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/crohns-disease/diagnosis
Diakses pada 16 September 2020
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/crohns-disease-a-to-z
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email