Infeksi

Penyakit Chagas

Diterbitkan: 19 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penyakit Chagas
Penyakit Chagas disebabkan infeksi parasit yang menular melalui gigitan serangga.
Penyakit Chagas adalah infeksi yang disebabkan parasit Trypanosoma cruzi. Parasit ini disebarkan oleh serangga pengisap darah yang disebut triatomine (kissing bug). Seseorang dapat tertular penyakit chagas jika digigit oleh serangga tersebut.Ketika menggigit seseorang yang sehat, serangga akan meninggalkan kotoran yang terinfeksi dengan parasit. Infeksi dapat terjadi jika parasit mengenai mata, hidung, atau terkena luka gigitan atau goresan yang dimiliki orang tersebut.Penyakit ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, transfusi darah yang terinfeksi, donasi organ, atau diturunkan dari ibu kepada bayinya saat kehamilan.Penyakit ini dinamakan seperti nama penemunya, yaitu dr. Carlos Chagas yang berasal dari Brasil. Selain itu, penyakit ini juga disebut American trypanosomiasis, karena kasus ini pertama kali tersebar di negara-negara Amerika Selatan dan Amerika tengah.Hingga saat ini belum ada laporan kasus penyakit Chagas yang terjadi di Indonesia. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati apabila akan melakukan perjalanan ke negara-negara tempat merebaknya penyakit ini.Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan peradangan akut serta perubahan kulit, dan berpotensi menyebabkan infeksi serta peradangan pada jaringan tubuh lain, terutama jantung dan saluran pencernaan. Setelah dokter mendiagnosis, perawatan dengan obat-obatan harus segera diberikan agar penanganannya berjalan efektif. 
Penyakit Chagas
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBengkak di area infeksi, demam, lelah, muncul ruam
Faktor risikoBepergian ke wilayah Amerika Selatan, Menjalani transfusi darah, menjalani transplantasi organ, bekerja di laboratorium yang memeriksa parasite T.cruzi
Metode diagnosisEKG, ekokardiogram, rontgen, endoskopi saluran cerna atas
PengobatanObat-obatan
ObatBenznidazole dan nifurtimox
KomplikasiGagal jantung, megaesophagus, megakolon
Kapan harus ke dokter?Jika Anda tinggal atau bepergian ke area yang memiliki risiko penyakit chagas
Penyakit Chagas dapat terjadi secara mendadak dan singkat (akut), juga mungkin berlangsung dalam jangka waktu yang panjang (kronis).Fase akut pada penyakit Chagas yang berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan biasanya tidak menunjukkan gejala serius. Jika memang ada gejala, biasanya bersifat ringan dan berupa:
  • Pembengkakan pada bagian yang terinfeksi (yang digigit serangga)
  • Demam
  • Kelelahan
  • Ruam
  • Sakit pada badan (pegal)
  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual, diare, atau muntah
  • Pembengkakan pada kelenjar
  • Pembesaran hati atau limfa
Gejala baru dapat muncul pada fase kronis (10-20 tahun setelah infeksi). Beberapa penderita tidak mengalami gejala meski sudah memasuki fase kronis. Namun pada kasus yang berat dapat muncul gejala, seperti:
  • Detak jantung yang tidak normal
  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Kesulitan menelan
  • Sakit pada bagian perut atau kontisipasi (sulit buang air besar) karena pembesaran usus besar
 
Penyebab dari penyakit Chagas adalah infeksi parasit Trypanosoma cruzi yang ditularkan dari serangga triatomine. Serangga ini menjadi terinfeksi oleh T.cruzi ketika mengisap darah dari hewan yang sudah terinfeksi parasit.Parasit tersebut dapat memasuki tubuh melalui mata, mulut, atau luka garukan atau luka dari gigitan serangga. Menggaruk atau menggosok gigitan membantu parasit memasuki tubuh. Ketika sudah di dalam tubuh manusia, parasit akan berkembang dan menyebar.Jalur penularan parasit dapat terjadi melalui:
  • Konsumsi makanan yang terkontaminasi kotoran serangga yang terinfeksi T.cruzi
  • Proses kelahiran (penularan dari ibu yang terinfeksi ke bayi)
  • Transfusi darah dengan darah yang terinfeksi
  • Transplantasi organ yang terkontaminasi T.cruzi
  • Bekerja di laboratorium yang terpapar parasit
  • Menghabiskan waktu di hutan bersama dengan hewan liar yang terinfeksi parasit ini

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit Chagas:
  • Tinggal atau bepergian ke daerah rawan penyakit tersebut. Sejauh ini wilayah endemik penyakit Chagas membentang dari Amerika Serikat bagian selatan hingga Argentina bagian utara, serta Chile.
  • Tinggal di rumah dengan dinding batu bata atau atap jerami. Sebab, serangga triatomine tampaknya lebih menyukai tipe rumah seperti itu untuk berkembang biak.
  • Menerima donor darah atau donor organ dari orang yang terinfeksi cruzi
  • Bekerja di laboratorium yang memeriksa sampel parasit cruzi
Penyakit Chagas yang berkembang dari fase akut ke fase kronik biasanya terjadi lebih sering pada pasien dengan kondisi berikut ini.
  • Tidak mencari bantuan medis selama fase akut terjadi
  • Faktor genetik
  • Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh
Baca juga: Digigit Serangga? Ini Cara Membedakan Jenis Gigitan dan Cara Mengatasinya 
Dalam mendiagnosis penyakit Chagas, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan berupa:
  • Wawancara riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik
    Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang dirasakan, dan kemungkinan akan faktor risiko yang dimiliki juga tentang riwayat perjalanan pasien. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda dan gejala penyakit Chagas.
  • Pemeriksaan darah
    Dengan pemeriksaan darah, keberadaan parasit T.cruzi dapat diketahui melalui protein yang diciptakan oleh sistem imun untuk melawan parasit didalam darah (antibodi). Jika parasit ini terdeteksi, maka perlu diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan apakah penyakit telah memasuki fase kronis.
  • Elektrokardiogram (EKG)
    EKG dilakukan apabila dokter mencurigai pasien telah mengalami fase kronis yang menyebabkan komplikasi pada jantung. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memeriksa kondisi kesehatan jantung dengan melihat rekaman aktivitas elektrik jantung.
  • X-ray dada
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya pembesaran pada jantung sebagai komplikasi dari penyakit Chagas kronis.
  • Ekokardiogram
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk merekam kontraksi (gerakan otot) jantung. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pada fungsi jantung
  • X-ray abdomen (perut)
    Prosedur ini dilakukan untuk mengevaluasi struktur lambung, usus kecil, dan usus besar.
  • Endoskopi saluran cerna atas
    Pada tindakan ini, tim medis akan memasukkan suatu alat yang dinamakan endoskop. Alat ini berbentuk  selang tipis dengan kamera kecil yang dapat menunjukkan kondisi esofagus. Dokter dapat memonitor kondisi organ dalam ini dari monitor.
Baca jawaban dokter: Gatal, Panas, Bengkak di Berbagai Area Tubuh, Apa Saya terkena penyakit Chagas? 
Keterbatasan atau tidak adanya gejala pada fase akut dapat membuat penyakit Chagas sulit untuk didiganosis. Jika Anda merasa mengalami penyakit Chagas, dokter akan melakukan tes darah.Apabila tes darah menunjukkan infeksi, penderita membutuhkan tes EKG untuk mendeteksimasalah jantung.Pengobatan melalui obat seperti benznidazole dan nifurtimox dapat membunuh parasit. Obat tersebut bekerja dengan baik jika langsung dikonsumsi setelah terinfeksi. Semakin lama seseorang memiliki penyakit Chagas, semakin berkurang efektivitas pengobatannya. Pengobatan tambahan dapat dibutuhkan jika ada komplikasi pada organ lain.Pada penyakit Chagas yang sudah memasuki fase kronis dan menimbulkan komplikasi, beberapa perawatan tambahan berikut ini mungkin akan diberikan berdasarkan kondisi pasien:
  • Komplikasi terkait jantung: Perawatan dapat berupa obat-obatan, alat pacu jantung atau perangkat lain untuk mengontrol ritme jantung, operasi, atau bahkan transplantasi jantung.
  • Komplikasi terkait pencernaan: Perawatan tambahan mungkin diperlukan, termasuk perubahan pola makan, pemberian obat-obatan, kortikosteroid atau operasi untuk kasus yang lebih parah.
 

Komplikasi

Apabila penyakit Chagas berkembang ke fase kronis, komplikasi jantung atau pencernaan yang serius dapat terjadi. Termasuk ke dalamnya adalah:
  • Gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung menjadi sangat lemah atau kaku sehingga tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Pembesaran esofagus (megaesophagus). Kondisi ini termasuk kondisi yang langka terjadi, disebabkan oleh pelebaran abnormal (dilatasi) pada esofagus. Akibatnya, pasien akan kesulitan menelan dan mungkin dapat terjadi gizi buruk.
  • Pembesaran usus besar (megakolon). Megakolon terjadi ketika usus besar membesar secara tidak normal. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, pembengkakan, dan sembelit parah.
 
Agar terhindar dari penyakit chagas, berikut ini beberapa hal untuk mencegahnya:
  • Hindari tidur di tempat yang berlumpur atau di atas jerami karena berisiko mengandung parasit T.cruzi
  • Menggunakan kelambu anti serangga pada tempat tidur
  • Gunakan insektisida untuk menghilangkan serangga dari tempat tinggal Anda
  • Gunakan lotion anti nyamuk pada kulit yang terpapar
 Baca juga: 4 Bunga Pengusir Nyamuk Ini Bisa Lindungi dari Gigitan Nyamuk 
Temui dokter Anda jika tinggal atau bepergian ke area yang memiliki risiko penyakit chagas, dan jika memiliki tanda atau gejala dari kondisi ini, seperti pembengkakan pada daerah infeksi, demam, kelelahan, sakit pada tubuh, ruam, dan mual. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
  Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit chagas?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit chagas agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chagas-disease-(american-trypanosomiasis)
Diakses pada 6 januari 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chagas-disease/diagnosis-treatment/drc-20356218
Diakses pada 6 januari 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/chagas_disease/article.htm
Diakses pada 26 Desember 2018
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/causes-and-risk-factors-of-chagas-disease-4163087
Diakses pada 6 januari 2021
Medlineplus. https://medlineplus.gov/chagasdisease.html
Diakses pada 6 januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/qa/what-is-the-treatment-for-chagas-disease
Diakses pada 26 Desember 2018
CDC.https://www.cdc.gov/parasites/chagas/gen_info/detailed.html#intro
Diakses pada 6 januari 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email