Salah satu cara terhindar dari penyakit chagas adalah menggunakan insektisida di tempat tinggal Anda.
Penyakit Chagas disebabkan infeksi parasit yang menular melalui gigitan serangga.

Penyakit chagas disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi, yang sering ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan akut serta perubahan kulit, dan dapat menyebabkan infeksi serta peradangan pada jaringan tubuh lain, terutama jantung dan saluran pencernaan. Parasit penyebab penyakit ini disebarkan oleh serangga pengisap darah yang disebut triatomine (kissing bug). Ketika serangga menggigit seseorang yang sehat, ia meninggalkan kotoran yang terinfeksi dengan parasit. Seseorang dapat terinfeksi jika mengusapnya, mengenai mata atau hidung, atau terkena luka gigitan atau goresan. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, transfusi darah yang terinfeksi, donasi organ, atau turunan dari ibu kepada bayinya saat kehamilan.

Biasanya, orang yang baru terinfeksi selama beberapa minggu hingga beberapa bulan tidak merasakan gejala yang serius. Jika memang ada gejala, biasanya bersifat ringan dan berupa:

  • Pembengkakan pada bagian yang terinfeksi (yang digigit serangga)
  • Demam
  • Kelelahan
  • Ruam
  • Sakit pada badan (pegal)
  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual, diare, atau muntah
  • Pembengkakan pada kelenjar
  • Pembesaran hati atau limfa

Gejala baru dapat muncul pada fase kronis penyakit (10-20 tahun setelah infeksi). Bahkan, beberapa penderita tidak mengalami gejala apapun. Pada kasus yang berat dapat muncul gejala, seperti:

  • Detak jantung yang tidak normal
  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Kesulitan menelan
  • Sakit pada bagian perut atau kontisipasi (sulit buang air besar) karena pembesaran usus besar

 

Penyebab dari penyakit chagas disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi yang ditularkan dari serangga. Serangga ini menjadi terinfeksi oleh T.cruzi ketika mereka menghisap darah dari hewan yang sudah terinfeksi parasit. Serangga yang terinfeksi meninggalkan kotoran setelah makan, meninggalkan parasit T.cruzi pada kulit. Parasit tersebut dapat memasuki tubuh melalui mata, mulut, atau luka garukan atau luka dari gigitan serangga. Menggaruk atau menggosok gigitan membantu parasit memasuki tubuh. Ketika sudah didalam tubuh, parasit akan berkembang dan menyebar. Penularan dapat terjadi melalui:

  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan kotoran dari serangga yang terinfeksi T.cruzi
  • Proses kelahiran (penularan dari ibu yang terinfeksi ke bayi)
  • Transfusi darah dengan darah yang terinfeksi
  • Transplantasi organ yang terkontaminasi T.cruzi
  • Bekerja dilaboratorium dimana terpapar oleh parasit
  • Menghabiskan waktu di hutan bersama dengan hewan liar yang terinfeksi dengan parasit ini

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan mengenai gejala dan faktor risiko penyebab seseorang terkena penyakit chagas, misalnya riwayat bepergian ke area Amerika Selatan. Pemeriksaan darah dapat mengonfirmasi adanya parasit T.cruzi atau protein yang diciptakan oleh sistem imun untuk melawan parasit didalam darah (antibodi). Jika penderita didiagnosis dengan penyakit chagas, diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan apakah penyakit telah memasuki fase kronis dan dapat menyebabkan komplikasi pada organ lain seperti jantung atau organ pencernaan. Pemeriksaan tambahan tersebut dapat berupa:

  • Elektrokardiogram (EKG), prosedur yang merekam aktivitas elektrik pada jantung
  • X-ray dada, yang membantu mendeteksiadanya pembesaran pada jantung
  • Ekokardiogram, pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk merekam kontraksi (gerakan otot) jantung untuk mengevaluasi perubahan atau fungsinya jantung
  • X-ray abdomen (perut), prosedur untuk mengevaluasi struktur lambung, usus kecil, dan usus besar
  • Endoskopi saluran cerna atas, prosedur dimana penderita akan menelan selang tipis dengan kamera kecil yang dapat menunjukkan kondisi esofagus pada monitor.

Minim atau tidak adanya gejala pada fase akut dapat membuat penyakit chagas sulit untuk didiganosis. Jika Anda merasa mengalami penyakit chagas, dokter akan melakukan tes darah. Apabila tes darah menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi, penderita membutuhkan tes EKG untuk mengecek masalah jantung. Pengobatan melalui obat seperti benznidazole dan nifurtimox dapat membunuh parasit. Obat tersebut bekerja dengan baik jika langsung dikonsumsi setelah terinfeksi. Semakin lama seseorang memiliki penyakit chagas, semakin berkurang efektivitas pengobatannya. Pengobatan tambahan dapat dibutuhkan jika ada komplikasi pada organ lain.

Agar terhindar dari penyakit chagas, berikut ini beberapa hal untuk mencegahnya:

  • Hindari tidur di tempat yang berlumpur atau di atas jerami karena berisiko mengandung parasit T.cruzi
  • Menggunakan kelambu anti serangga pada tempat tidur
  • Gunakan insektisida untuk menghilangkan serangga dari tempat tinggal Anda
  • Gunakan lotion anti nyamuk pada kulit yang terpapar

Kapan Anda harus menemui dokter?

Temui dokter Anda jika tinggal atau bepergian ke area yang memiliki risiko penyakit chagas, dan jika memiliki tanda atau gejala dari kondisi ini, seperti pembengkakan pada daerah infeksi, demam, kelelahan, sakit pada tubuh, ruam, dan mual.

Berikut ini beberap hal yang harus Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter:

  • Tuliskan gejala yang dialami termasuk yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter
  • Tuliskan informasi medis pribadi yang penting, termasuk riwayat perjalanan sebelumnya
  • Tuliskan obat, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter

Berikut ini beberapa pertanyaan yang akan dokter tanyakan setelah Anda berkonsultasi:

  • Kapan Anda merasakan gejala pertama?
  • Apakah gejalanya berlanjut atau hanya saat tertentu?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Apakah ada yang memperingan atau memperburuk gejala?

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chagas-disease/diagnosis-treatment/drc-20356218
Diakses pada 26 Desember 2018.

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chagas-disease/symptoms-causes/syc-20356212
Diakses pada 26 Desember 2018.

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/chagas_disease/article.htm
Diakses pada 26 Desember 2018.

Medlineplus. https://medlineplus.gov/chagasdisease.html
Diakses pada 26 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/qa/what-is-the-treatment-for-chagas-disease
Diakses pada 26 Desember 2018.

Artikel Terkait