Perut

Penyakit Celiac

Diterbitkan: 23 Sep 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Penyakit Celiac
Penyakit celiac memicu kerusakan vili di usus halus
Penyakit celiac adalah kondisi autoimun yang memicu kerusakan vili usus halus dan gangguan penyerapan nutrisi. Penderita harus menghindari konsumsi makanan yang mengandung gluten untuk mencegah munculnya gejala.Saat penderita mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh mereka akan merespons dengan merusak vili di usus kecil. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi yang penting bagi tubuh.Anak dari orang tua kandung yang menderita penyakit Celiac, sebaiknya menjalani pemeriksaan skrining penyakit ini. Pasalnya, ia diperkirakan memiliki kemungkinan 10 persen untuk mengalami kondisi yang sama.Sampai sekarang, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Celiac. Tetapi sebagian besar penderita terbantu berkat menjalani pola makan bebas gluten. Langkah ini dapat membantu dalam mengendalikan gejala sekaligus memulihkan kondisi usus. 
Penyakit Celiac
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Gizi
GejalaKembung, sakit perut, diare kronis
Faktor risikoKeturunan, diabetes tipe 1, sindrom Down
Metode diagnosisTes serologi, biopsi, tes genetik
PengobatanPola makan bebas gluten, obat, suplemen
ObatDapson, prednisolon
KomplikasiKurang gizi, kelemahan tulang, gangguan kesuburan
Kapan harus ke dokter?Diare selama dua minggu atau lebih, kulit pucat, gangguan emosional atau perilaku
Gejala penyakit celiac bisa berbeda untuk penderita dewasa dan anak-anak. Pada anak-anak, gejalanya yang lebih dominan adalah gangguan saluran cerna. Sedangkan pada orang dewasa, keluhan pencernaan tidak terlalu dominan.

Gejala penyakit celiac pada anak

  • Sakit perut
  • Kembung
  • Diare kronis atau terus-menerus
  • Muntah-muntah
  • Sulit buang air besar
  • Tinja berwarna pucat dan berbau tidak busuk
  • Tinja tampak berminyak
  • Anemia defisiensi zat besi
  • Cepat lelah
  • Uring-uringan atau lebih rewel dari biasanya
  • Ganggan enamel gigi pada gigi permanen
  • Pertumbuhan dan pubertas yang terhambat
  • Gagal tumbuh
  • Tubuh yang pendek
  • Gangguan ADHD

Gejala penyakit Celiac pada orang dewasa

Mungkin saja ada tanda dan gejala penyakit celiac yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab penyakit celiac belum diketahui secara pasti sampai sekarang. Pasalnya, penyakit ini termasuk kondisi autoimun, di mana sistem imun bereaksi berlebihan terhadap gluten.Reaksi autoimun tersebut akan merusak vili (struktur seperti rambut-rambut halus) yang melapisi usus halus. Fungsi vili pun terganggu dan memicu gangguan penyerapan nutrisi seperti vitamin dan mineral.Para pakar menduga bahwa kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan turut ikut andil dalam memicu penyakit ini. Faktor-faktor risiko penyakit celiac ini meliputi:
  • Memiliki keluarga yang mengalami penyakit celiac atau dermatitis herpetiformis
  • Mengalami diabetes tipe 1
  • Mengidap sindrom Down atau sindrom Turner
  • Menderita gangguan tiroid
  • Mempunyai kolitis mikroskopis (kolitis limfositik atau kolagen)
  • Mengalami penyakit Adison
Sementara faktor pencetus kambuhnya penyakit celiac meliputi menjalani operasi, kehamilan, melahirkan, infeksi virus tertentu, dan stres emosional. 
Diagnosis penyakit celiac dapat ditentukan oleh dokter melalui:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan oleh pasien maupun faktor-faktor risiko penyakit celiac yang dimiliki.
  • Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dari ujung kepala ke ujung kaki untuk mencari tanda penyakit Celiac pada tubuh Anda.
  • Tes serologi

Tes serologi ditujukan untuk mencari antibodi dalam darah. Peningkatan kadar antibodi tertentu dapat menunjukkan reaksi kekebalan tubuh terhadap gluten.
  • Tes genetik

Tes genetik bertujuan mendeteksi antigen HLA-DQ2 dan HLA-DQ8. Kedua penanda genetik ini ditemukan pada sebagian besar penderita penyakit celiac.
  • Endoskopi saluran cerna

Endoskopi saluran cerna dapat dilakukan untuk mendeteksi tanda penyakit celiac. Contohnya, fisura di mukosa saluran cerna, penurunan jumlah lipatan saluran cerna, hilangnya vili usus halus, dan gambaran granular dari bulbus usus halus. Bila terdapat tanda-tanda ini, dokter akan sekaligus melakukan biopsi.
  • Biopsi usus halus

Biopsi dilakukan untuk mengambibl sampel jaringand dari ari usus halus. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan paling akurat untuk mendiagnosis penyakit celiac.Dokter spesialis patologi anatomi kemudian mengevaluasi sampel jaringan usus halus tersebut di bawah mikroskop.
  • Biopsi kulit

Pada penderita yang mengalami dermatitis herpetiformis, biopsi kulit dapat membantu dokter untuk mendiagnoss penyakit celiac. Jika hasilnya mengindikasikan penyakit ini, biopsi usus halus mungkin tidak diperlukan lagi.Penyakit Celiac akan dinyatakan terdeteksi apabila ada kelainan vili yang terlihat dari hasil biopsi dan tes serologi yang positif.Perlu diingat,bahwa sebelum menjalani pemeriksaan penyakit celiac, pasien sebaiknya tidak melakukan diet bebas gluten. Pasalnya, pola makan ini akan menyebabkan hasil pemeriksaan darah yang tidak akurat dalam mendiagnosis penyakit ini. 
Cara mengobati penyakit celiac umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan penyakit ini meliputi:

1. Pola makan bebas gluten

Penanganan utama penyakit celiac adalah menghindari gluten. Dengan diet bebas gluten ini, vili usus halus akan kembali pulih dan dapat mulai menyerap nutrisi dengan baik.Dokter akan memberikan rekomendasi pola makan guna menghindari gluten sembari memperbaiki asupan nutrisi.Dokter juga akan mengajarkan cara membaca label makanan dan produk pada pasien. Dengan ini, pasien dapat mengidentifikasi jenis kandungan dalam makanan, minuman, serta bahan pangan yang mengandung gluten.Berikut contoh makanan bebas gluten yang dapat dikonsumsi:
  • Produk susu, seperti keju dan mentega
  • Sayur dan buah
  • Kentang
  • Daging
  • Ikan
  • Nasi dan produk makanan yang terbuat dari nasi seperti bihun
  • Makanan pokok bebas gluten, seperti nasi putih, jagung, kentang, dan lain-lain
Sedangkan makanan yang biasanya mengandung gluten (kecuali ada tulisan bebas gluten di kemasannya) meliputi:
  • Roti
  • Pasta
  • Sereal
  • Biskuit
  • Kue
  • Saus atau kecap
Sebuah produk dianggap bebas gluten apabila mengandung tidak lebih dari 20 ppm (parts per million) gluten.Bagi penderita penyakit celiac, kadar gluten yang kecil tersebut biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun pada sebagian kecil pengidap lainnya, kadar gluten sekecil apapun bisa saja memicu gejala. Jadi diskusikan dengan saksama bersama dokter ahli gizi klinis.

2. Suplemen

Selain menjalani diet bebas gluten, dokter juga mungkin menganjurkan beberapa jenis suplemen vitamin dan mineral. Suplemen ini perlu dikonsumsi selama enam bulan pertama setelah pasien didiagnosis mengidap penyakit celiac.Konsumsi suplemen bertujuan agar pasien mendapatkan nutrisi yang cukup selama saluran cerna dalam masa pemulihan dan menjalani diet bebas gluten. Contoh suplemen ini meliputi:
Suplemen ini tentu tidak perlu dikonsumsi seumur hidup. Jika asupan nutrisi telah terpenuhi, penderita penyakit celiac tidak perlu menggunakannya lagi.Pasien akan diminta untuk rutin memeriksakan diri ke dokter agar status nutrisinya bisa dipantau dengan baik.

3. Obat-obatan

Pilihan obat penyakit celiac yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah sebagai berikut:
  • Dapsone

Pada penderita yang mengalami ruam kulit, dokter bisa memberikan obat dapsone. Obat ini diminum dua kali sehari untuk mempercepat penyembuhan ruam.
  • Prednisolone

Untuk mengatasi penyakit Celiac refrakter, dokter mungkin dapat meresepkan obat golongan steroid seperti prednisolone. Penyakit celiac jenis refrakter adalah penyakit dengan gejala yang terus-menerus muncul dan semakin berat meski penderita sudah menalani diet bebas gluten.

4. Vaksin

Pada beberapa kasus, penyakit celiac dapat memicu terganggunya fungsi limpa. Akibatnya, penderita lebih mudah mengalami infeksi. Karena itu, dokter akan menyarankan vaksinasi tambahan yang berupa:
  • Vaksin influenza
  • Vaksin Hib untuk mencegah pneumonia dan meningitis
  • Vaksin pneumokokus (PCV) untuk mencegah infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat memicu pneumonia
 

Komplikasi penyakit celiac

Bila tidak ditangani dengan benar, penyakit celiac dapat menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Kekurangan gizi

Kondisi ini terjadi karena usus halus tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Kurang gizi dapat memicu anemia dan penurunan berat badan.Pada anak-anak, kondisi kurang gizi bisa menyebabkan pertumbuhaan yang terhambat dan tubuh pendek.
  • Kelemahan pada tulang

Kelemahan tulang muncul akibat penyerapan kalsium dan vitamin D yang terganggu.
  • Gangguan kesuburan dan sering keguguran

Kedua masalah ini juga terjadi karena gangguan pada penyerapan kalsium dan vitamin D.
  • Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi tubuh yang tidak mampu mencerna laktosa. Kerusakan pada usus halus pada penderita penyakit celiac dapat menyebabkan nyeri perut dan diare setelah penderita mengonsumsi bahan pangan yang mengandung laktosa.Ketika usus halus telah pulih, pasien biasanya diperbolehkan untuk kembali mengonsumsi bahan makanan tersebut.
  • Risiko kanker

Penderita penyakit celiac yang tidak menjalani diet bebas gluten berisiko tinggi untuk mengalami kanker usus halus dan limfoma usus
  • Gangguan sistem saraf

Gangguan sistem saraf yang bisa menyerang pengidap penyakit celiac meliputi kejang-kejang atau neuropati perifer. 
Hinga kini, cara mencegah penyakit Celiac belum diketahui. Yang bisa Anda lakukan adalah menghindari kambuhnya gejala dengan menjauhi bahan makanan yang mengandung gluten. 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Diare dan gangguan pencernaan yang berlangsung selama dua minggu atau lebih
  • Kulit yang pucat
  • Gangguan emosional atau perilaku, seperti mudah tersinggung dan rewel
  • Mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan
  • Tinja berbau busuk
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda dan gejala lain yang terasa janggal dan mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Tanya apa saja yang harus dihindari sebelum memeriksakan diri ke dokter, seperti menunda diet gluten
  • Buat daftar seputar gejala yang di
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang di Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang di
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  • Bersiap untuk mendiskusikan pola makan.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait penyakit celiac?
  • Apakah pasien atau anggota keluarganya memiliki kondisi autoimun?
  • Apakah ada hal yang dapat memperberat atau meringankan gejala?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit celiac agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/celiac-disease/symptoms-causes/syc-20352220
Diakses pada 7 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/celiac-disease-sprue
Diakses pada 7 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/celiac-disease/celiac-disease#1
Diakses pada 7 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/celiacdisease.html
Diakses pada 7 Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/coeliac-disease/treatment/
Diakses pada 23 September 2020
Celiac Disease Foundation. https://celiac.org/about-celiac-disease/symptoms-of-celiac-disease/
Diakses pada 23 September 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/323853555_Diagnosis_dan_Tata_Laksana_Penyakit_Celiac/fulltext/5aafcdcb458515ecebea0a7f/Diagnosis-dan-Tata-Laksana-Penyakit-Celiac.pdf
Diakses pada 23 September 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/celiac-disease/guide/diet/
Diakses pada 23 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Jangan Senang Dulu, Kenali Penyebab Badan Kurus Meski Tidak Diet

Hipertiroid, genetik, diabetes, gangguan pencernaan, stres dan depresi adalah faktor penyebab badan kurus yang dapat berakibat menimbulkan masalah kesehatan.
14 Aug 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Penyebab badan kurus tanpa alasan dapat berupa faktor penyakit seperti Hipertiroid, Tuberkulosis, Diabetes, gangguan pencernaan, dan gangguan psikologis

Pengobatan Alternatif Terapi Stem Cell untuk Multiple Sclerosis

Penyakit autoimun berupa multiple sclerosis adalah gangguan sistem imun yang tidak dapat disembuhkan. Namun, terdapat harapan pengobatan alternatif lain yang bisa membantu meringankan dan mencegah kambuhnya gejala sklerosis ganda, yaitu terapi stem cell.
12 Aug 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Pemberian obat-obatan pada terapi stem cell akan membuat sel punca keluar dari sumsum tulang ke darah

Sehat, Akar Teratai Bisa Redakan Hipertensi hingga Stres

Akar teratai ternyata bisa memberikan berbagai manfaat yang baik untuk tubuh. Menurunkan tekanan darah dan gula darah hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan manfaat akar teratai.
08 Feb 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Manfaat akar teratai untuk kesehatan tubuh salah satunya turunkan kolesterol