Penyakit Celiac

Ditinjau dr. Widiastuti
Penyakit celiac dapat mengonsumsi makanan tanpa gluten atau gluten free untuk mencegah penyakit ini kambuh.
Penyakit celiac dapat mengonsumsi makanan tanpa gluten atau gluten free untuk mencegah penyakit ini kambuh.

Pengertian Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah penyakit autoimun (gangguan pada sistem kekebalan tubuh) dimana orang yang mengalaminya tidak dapat mengonsumsi gluten karena akan merusak usus kecil mereka. Saat penderita makan makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh mereka akan meresponnya dengan merusak vili pada usus kecil dan akan mencegah absorpsi dari beberapa nutrisi (malabsorpsi).

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam (rye) dan barley. Gluten juga dapat ditemukan dalam produk lainnya, seperti vitamin, suplemen, produk rambut dan kulit, pasta gigi dan pelembab bibir.

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Celiac, tetapi untuk kebanyakan orang, diet tanpa gluten dapat membantu mengendalikan gejala dan mendorong penyembuhan dari usus.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Penyakit Celiac tidak sama dengan alergi makanan, gejalanya juga akan berbeda. Bagi seseorang yang alergi terhadap gandum, gejala yang akan timbul, diantaranya adalah:

  • Mata gatal atau berair
  • Kesulitan bernafas

Bagi penderita penyakit Celiac, ketika secara tidak sengaja memakan sesuatu dengan gluten di dalamnya akan mengalami gangguan pencernaan seperti kembung, diare, selain itu, gejala lain yang dapat dialami  adalah:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Anemia defisiensi besi
  • Ruam yang melepuh dan gatal (dermatitis herpetiformis)
  • Kehilangan kepadatan tulang
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri tulang atau sendi dan kekakuan pada sendi
  • Ulkus pada mulut atau luka lecet berwarna pucat di dalam mulut
  • Penurunan berat badan
  • Heartburn ( rasa seperti terbakar pada dada )
  • Perubahan warna pada gigi atau kehilangan enamel gigi
  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Infertilitas dan keguguran
  • Kejang

Dermatitis Herpetiformis ( DH ) adalah salah satu gejala umum dari penyakit Celiac. DH adalah kondisi dimana terdapat ruam pada kulit yang sangat gatal dan terdapat lepuhan dan luka lecet. Kondisi ini dapat timbul pada siku, bokong dan lutut. Orang–orang dengan DH biasanya tidak mengalami gejala gangguan pencernaan.

Pada anak-anak, gejala pada usus lebih umum dari orang dewasa. Anak–anak dengan penyakit Celiac biasanya akan lebih kecil dari anak yang seumuran dan dapat mengalami pubertas terlambat. Gejala umum lainnya yang akan timbul, diantaranya adalah:

  • Mual atau muntah
  • Kembung atau bengkak di perut
  • Diare
  • Sembelit
  • Kotoran berwarna pucat yang berbau busuk
  • Penurunan berat badan

Perlu diingat bahwa gejala dapat bervariasi untuk setiap orang, dan tergantung dari banyak faktor, seperti :

  • Seberapa lama seseorang diberikan ASI
  • Pada umur berapa seseorang mulai makan gluten
  • Jumlah gluten yang dikonsumsi
  • Beratnya kerusakan pada usus

Banyak kasus penyakit Celiac tidak menimbulkan gejala apapun dan sulit untuk didiagnosa. Tetapi mungkin dapat menderita komplikasi jangka panjang karena penyakit yang diderita.

Penyebab

Penyakit Celiac terjadi karena interaksi antara gen, makan makanan yang mengandung gluten, dan faktor lingkungan lainnya. Namun, tidak diketahui penyebab pasti penyakit Celiac. Proses pemberian makan pada bayi, infeksi saluran cerna dan bakteri usus dapat berkontribusi dalam mengembangkan penyakit Celiac.

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap gluten dalam makanan, reaksi tersebut merusak jonjot-jonjot usus kecil (villi) yang melapisi usus halus. Vili berfungsi untuk menyerap vitamin, mineral dan nutrisi lain dari makanan yang dikonsumsi. Ketika villi rusak, penderita tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup tidak peduli berapa banyak makanan yang dikonsumsi.

Beberapa variasi gen nampaknya meningkatkan risiko mengembangkan  penyakit Celiac. Namun, memiliki varian gen itu tidak berarti akan menderita penyakit Celiac, yang menunjukkan bahwa ada faktor–faktor lainnya yang terlibat.

Dalam beberapa kasus, penyakit Celiac dipicu oleh kehamilan, operasi, persalinan, infeksi virus, atau stres emosional yang berat. 

Faktor Risiko

Penyakit Celiac dapat terjadi pada siapa saja, namun, penyakit ini cenderung lebih umum terjadi pada orang dengan:

  • Mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit celiac atau dermatitis herpetiformis
  • Diabetes tipe 1
  • Down syndrome (sindrom down) atau turner syndrome (sindrom turner)
  • Penyakit tiroid autoimun
  • Kolitis mikroskopik (limfositik atau colitis collagenous)
  • Penyakit Addison
  • Rheumatoid Arthritis.
  • Lupus
  • Sindrom Sjogren
  • Penyakit hati autoimun
  • Intoleransi laktosa
  • Kanker usus
  • Limfoma usus

Diagnosis

Para peneliti memperkirakan bahwa hanya 20% orang dengan penyakit Celiac yang dapat didiagnosa.

Diagnosa akan dimulai dengan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosa. Dokter akan melakukan tes darah untuk membantu mendiagnosa penyakit Celiac. Tes darah tersebut diantaranya adalah:

  • Uji serologi ditujukan untuk mencari antibodi di dalam darah. Peningkatan kadar protein antibodi tertentu menunjukkan reaksi kekebalan tubuh terhadap gluten.
  • Uji genetik untuk antigen leukosit manusia (HLA-DQ2 dan HLA-DQ8) dapat digunakan untuk menyingkirkan diagnosa penyakit Celiac.

Pada orang dengan dermatitis herpetiformis (DH), biopsi kulit dapat membantu dokter untuk mendiagnosa penyakit Celiac. Jika hasil biopsi kulit dan pemeriksaan darah mengindikasikan adanya penyakit celiac, maka biopsi internal mungkin tidak diperlukan.

Jika hasil dari pemeriksaan darah tersebut mengindikasikan adanya penyakit Celiac, maka dokter akan menyarankan dilakukannya endoskopi untuk melihat kondisi dari usus kecil dan mengambil sedikit sampel jaringan (biopsi) untuk melihat seberapa berat kerusakan vili–vili usus.

Penyakit celiac penting untuk diperiksa terlebih dahulu sebelum mencoba diet bebas gluten, karena menghilangkan gluten dari makanan dapat merubah hasil dari pemeriksaan darah, sehingga pemeriksaan tersebut terlihat normal.

Pengobatan

Satu-satunya cara untuk mengobati penyakit Celiac adalah dengan menghilangkan gluten secara permanen melalui diet. Dengan ini, vili usus akan kembali pulih dan dapat mulai menyerap nutrisi dengan baik.

Dokter akan memberikan rekomendasi diet untuk menghindari gluten sembari mengikuti diet yang sehat dan bernutrisi. Dokter juga akan memberikan petunjuk tentang cara membaca label makanan dan produk sehingga penderita dapat mengidentifikasi makanan, minuman atau barang-barang yang mengandung gluten.

Dokter juga dapat memberikan vitamin atau suplemen mineral bebas gluten jika pasien mengalami kekurangan nutrisi yang berat atau meresepkan obat jika pasien mengalami ruam kulit.

Gejala akan membaik dalam beberapa hari setelah gluten dikeluarkan melalui diet yang direkomendasikan dokter. Namun bagi pasien yang belum didiagnosa penyakit Celiac, pasien tidak boleh berhenti mengonsumsi gluten sampai diagnosa dibuat. Tidak mengonsumsi gluten sebelum diperiksa dapat mengganggu hasil tes dan menyebabkan diagnosa tidak akurat.

Pencegahan

Mempertahankan diet bebas gluten bukanlah hal yang mudah. Namun, produk bebas gluten dapat ditemukan di berbagai toko bahan makanan dan toko makanan khusus. Dalam produk tersebut akan terdapat label “bebas gluten”.

Untuk seseorang yang memiliki penyakit Celiac, penting untuk mengetahui makanan mana yang aman. Berikut merupakan panduan makanan yang dapat membantu penderita penyakit Celiac menentukan makanan apa yang harus dimakan dan apa yang harus dihindari.

Hindari produk - produk berikut:

  • Tepung Gandum
  • Spelt
  • Rye
  • Barley
  • Triticale
  • Bulgur
  • Durum
  • Farina
  • Tepung semolina
  • Tepung graham

Hindari produk-produk berikut, kecuali terdapat label yang mengatakan bebas gluten:

  • Bir
  • Roti
  • Kue
  • Pie
  • Permen
  • Sereal
  • Kue kering
  • Crackers (biscuit)
  • Croutons Keripik
  • Kuah daging (gravy)
  • Makanan laut
  • Gandum
  • Pasta
  • Daging olahan, seperti sosis
  • Saus salad
  • Sup
  • Saus, termasuk kecap asin.

Makanan biji-bijian dan tepung bebas gluten yang dapat dikonsumsi, diantaranya adalah:

  • Jagung
  • Buckwheat
  • Amaranth
  • Arrowroot
  • Bayam
  • Tepung kasar yang terbuat dari jagung  (cornmeal)
  • Tepung beras, kedelai, jagung, kentang, atau kacang – kacangan
  • Quinoa
  • Nasi
  • Tapioka

Makanan yang sehat dan bebas gluten, diantaranya adalah:

  • Daging segar, ikan, dan ayam yang belum dilapisi tepung roti, atau dimarinasi
  • Buah-buahan
  • Sebagian besar produk susu
  • Sayuran bertepung seperti kacang polong, kentang, ubi dan jagung
  • Beras dan kacang-kacangan
  • Sayuran
  • Minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi anggur, sari buah apel fermentasi, serta minuman keras.

Gejala akan membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah melakukan penyesuaian diet ini. Pada anak-anak, usus biasanya kembali pulih dalam 3-6 bulan. Penyembuhan usus dapat memakan waktu beberapa tahun untuk orang dewasa. Setelah usus benar-benar sembuh, tubuh akan dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami diare atau ketidaknyamanan pencernaan yang berlangsung selama lebih dari dua minggu. Konsultasikan juga dengan dokter anak jika anak Anda pucat, mudah tersinggung, mengalami gangguan pertumbuhan, atau mengalami feses yang besar yang berbau busuk.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba diet bebas gluten.

Penyakit Celiac cenderung dapat diturunkan dalam keluarga. Jika seseorang dalam keluarga Anda memiliki kondisi tersebut, tanyakan kepada dokter apakah Anda perlu menjalankan pengujian. Tanyakan juga kepada dokter tentang pemeriksaan penyakit celiac jika Anda atau salah satu anggota keluarga Anda memiliki faktor risiko penyakit Celiac, seperti diabetes tipe 1.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa hal yang dapat membantu Anda mempersiapkan janji temu dan mengetahui apa yang diharapkan dokter Anda, diantaranya adalah:

  • Terus makan secara normal sebelum didiagnosa penyakit Celiac.
  • Menuliskan gejala yang Anda alami serta kapan dan bagaimana gejala tersebut berubah seiring waktu.
  • Menuliskan informasi pribadi utama Anda, seperti stres dan perubahan kehidupan baru-baru ini.
  • Membuat daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi.
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Sebelum mendiagnosa keadaan Anda, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala, dan seberapa berat gejala tersebut?
  • Apakah gejala datang terus menerus atau sesekali?
  • Jika ada, apa yang tampaknya meningkatkan gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
  • Obat dan penghilang rasa sakit apa yang Anda minum?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang memiliki penyakit Celiac?
  • Apakah Anda atau ada orang dalam keluarga Anda yang memiliki kelainan autoimun?
  • Pernahkah Anda mengalami ruam kulit melepuh atau gatal dengan gejala Anda?
  • Pernahkah Anda didiagnosis menderita anemia atau osteoporosis?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/celiac-disease/symptoms-causes/syc-20352220
Diakses pada 7 Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/celiac-disease-sprue
Diakses pada 7 Januari 2019

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/celiac-disease/celiac-disease#1
Diakses pada 7 Januari 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/celiacdisease.html
Diakses pada 7 Januari 2019

Back to Top