Penyakit Lainnya

Penyakit Beri-beri

Diterbitkan: 05 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Penyakit Beri-beri
Penyakit beri-beri terjadi akibat kekurangan vitamin B1
Penyakit beri-beri adalah gangguan medis yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (tiamin) dalam tubuh. Vitamin B1 merupakan nutrisi yang berperan dalam fungsi saraf, otot, pemecahan karbohidrat, dan menghasilkan asam yang penting untuk mencerna makanan.Vitamin tersebut dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan, seperti daging, produk susu, gandum, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan.Bila tubuh kekurangan vitamin B1, penyakit beri-beri bisa terjadi. Penyakit ini bisa mengganggu sistem saraf serta sistem kardiovaskular (jantung dan peredaran darah).Terdapat dua jenis penyakit beri-beri, yakni tipe baah dan kering. Beri-beri tipe basah (wet beriberi) akan memengaruhi sistem kardiovaskular. Sementara beri-beri tipe kering (dry beriberi) dapat memicu kerusakan saraf serta penurunan kekuatan dan kelumpuhan otot.Penyakit beri-beri biasanya dialami oleh orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebih, wanita hamil dengan keluhan mual dan muntah yang parah, pengidap AIDS, orang yang menjalani dialisis, atau orang yang sudah menjalani operasi bariatrik. Bila tidak segera diobati, penyakit ini bisa mengancam nyawa. 
Penyakit Beri-beri
Dokter spesialis Gizi, Penyakit Dalam
GejalaTidak nafsu makan, kelelahan, penglihatan kabur
Faktor risikoPenyalahgunaan alkohol, faktor keturunan, AIDS
Metode diagnosisTes darah, tes urine, pemeriksaan jantung
PengobatanObat-obatan
ObatSuplemen vitamin B1
KomplikasiGagal jantung, sindrom Wernicke-Korsakoff, reaksi anafilaksis
Kapan harus ke dokter?Pola makan tidak seimbang, mengalami gejala penyakit beri-beri
Gejala beri-beri bisa bervariasi dan tergantung pada jenis yang dialami oleh penderita.

Gejala beri-beri yang umum

  • Tidak nafsu makan

Salah satu gejala awal penyakit beri-beri adalah berkurangnya nafsu makan. Pasalnya, tiamin memiliki peran penting dalam mengatur rasa kenyang.Jika terjadi kekurangan tiamin, kerja otak akan terganggu sehingga tubuh bisa merasa kenyang bahkan ketika sedang kapar. Kodnisi ini dapat menyebabkan penderita tidak nafsu makan.
  • Kelelahan

Rasa lelah dapat timbul secara perlahan-lahan atau tiba-tiba. Tingkat keparahannya bisa bervariasi, dari penurunan tenaga sampai kelelahan yang berat. Kondisi ini tergantung pada tingkat keparahan defisiensi tiamin yang terjadi.
  • Iritabilitas

Iritabilitas atau uring-uringan dapat memicu penderita cepat kesal atau marah.
  • Penglihatan yang kabur

Penyakit beri-beri dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Kekurangan tiamin yang berat bisa memicu pembengkakan pada saraf optik yang berperan dalam penglihatan.Sebagai akibatnya, penderita akan mengalami gangguan saraf mata. Kondisi ini memicu penglihatan menjadi buram bahkan hilangnya kemampuan melihat.

Gejala beri-beri basah

  • Sesak napas saat melakukan aktivitas fisik
  • Terbangun pada malam hari karena sesak napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Kaki bengkak

Gejala beri-beri kering

  • Penurunan kekuatan otot, terutama pada kaki bagian bawah
  • Kesulitan berjalan
  • Kesemutan dan hilangnya sensasi pada kaki dan tangan
  • Nyeri
  • Kebingungan
  • Kesulitan berbicara
  • Muntah
  • Gerakan mata involunter (tidak disadari)
  • Paralisis pada kaki bagian bawah
Pada kasus berat, beri-beri dikaitkan dengan sindrom Wernicke-Korsakoff. Ensefalopati Wernicke dan sindrom Korsakoff merupakan dua tipe kerusakan otak akibat defisiensi tiamin.Ensefalopati Wernicke akan merusak bagian otak bernama talamus dan hipotalamus. Sementara sindrom Korsakoff dapat memicu kerusakan permanen pada bagian otak yang membentuk ingatan.

Gejala sindrom Wernicke-Korsakoff

Pasien dengan sindrom Wernicke-Korsakoff akan mengalami gejala seperti:
  • Hilang ingatan atau ketidakmampuan mengingat hal-hal baru
  • Kebingungan
  • Gerakan mata yang cepat
  • Gerakan mata yang tidak disadari
  • Gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda atau mata buram
  • Hilangnya koordinasi otot
  • Halusinasi
 
Penyebab penyakit beri-beri adalah kekurangan vitamin B1. Sementara faktor-faktor risiko yang dapat mempengaruhi kondisi ini meliputi:

1. Pola makan yang buruk

Beberapa kondisi yang dapat berujung pada pola makan yang buruk meliputi:
  • Makanan yang tinggi polished rice atau gandum yang sudah diproses
  • Konsumsi alkohol berlebih dalam waktu yang lama (alkoholik kronis)
  • Ibu hamil dengan asupan suplemen tiamin yang rendah
  • Operasi gastric bypass

2. Penyerapan zat nutrisi yang buruk

Sederet kondisi yang bisa menyebabkan penyerapan zat nutrisi yang buruk meliputi:
  • Malnutrisi
  • Operasi gastric bypass
  • Sindrom malabsorpsi

3. Keluarnya vitamin B1 dalam jumlah banyak dari tubuh

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vitamin B1 terlalu banyak dikeluarkan oleh meliputi:
  • Diare berkepanjangan
  • Mual dan muntah yang hebat selama kehamilan (hiperemesis gravidarum)
  • Penggunaan obat jenis diuretik
  • Sedang menjalani dialisis ginjal (cuci darah)

4. Peningkatan kebutuhan vitamin B1

Sementara kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan vitamin B1 antara lain:
  • Kehamilan
  • Hipertiroid
  • Refeeding syndrome
 

Faktor risiko penyakit beri-beri

Beberapa keadaan yang dapat menjadi faktor risiko penyakit beri-beri meliputi:
  • Beri-beri genetik, yaitu kondisi langka yang mencegah tubuh menyerap tiamin dari makanan
  • Hipertiroidisme, yakni tubuh kelebihan hormon tiroid
  • Mual dan muntah yang parah selama kehamilan
  • Operasi bariatrik, yakni operasi pengecilan lambung
  • Mengidap AIDS
  • Ibu menyusui
  • Bayi yang minum ASI atau susu formula rendah vitamin B1
 
Diagnosis penyakit beri-beri dapat dipastikan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter menanyakan gejala, faktor risiko, serta riwayat medis pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan saraf, refleks, jantung (seperti detak jantung), mata, dan keseimbangan pasien.
  • Tes darah

Tes darah yang biasanya dilakukan meliputi pengukuran aktivitas enzim transketolase setelah pemberian thiamine pyrophosphate, kadar tiamin dalam darah, analisis gas darah, dan evaluasi fungsi tiroid.
  • Tes urine

Tes urine bertujuan mendeteksi kadar tiamin dalam tubuh pasien.
  • Pemeriksaan jantung

Pemeriksaan jantung seperti echocardiography dilakukan untuk menilai kondisi jantung pasien. 
Cara mengobati penyakit beri-beri akan tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Tujuan penanganan ini adalah menambah kadar vitamin B1 dalam tubuh pasien dan mencegah terjadinya komplikasi.Dokter akan melakukan penanganan dengan meresepkan suplemen vitamin B1. Suplemen ini bisa diberikan melalui suntikan.Durasi pemberian suplemen tersebut akan ditentukan berdasarkan pada gejala yang dialami oleh pasien. Suplemen akan diberikan hingga keluhan benar-benar hilang. 

Komplikasi penyakit beri-beri

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit beri-beri bisa menyebabkan komplikasi yang berupa:
  • Gagal jantung
  • Reaksi alergi yang parah (anafilaksis) terhadap suplemen tiamin
  • Defisiensi vitamin B lainnya
  • Sindrom Wernicke-Korsakoff
 
Cara mencegah penyakit beri-beri dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang memberikan nutrisi seimbang, khususnya pada ibu hamil. Beberapa contoh makanan kaya vitamin B1 meliputi:
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian
  • Daging
  • Ikan
  • Gandum
  • Produk yang mengandung susu
  • Sayuran tertentu seperti asparagus, dan bayam
  • Sereal yang sudah diperkaya tiamin
Namun harap diingat bahwa proses memasak atau mengolah makanan-makanan tersebut bisa saja mengurangi kadar tiaminnya. Jadi hal ini juga perlu diperhatikan.Mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol juga dapat menurunkan risiko penyakit beri-beri. Pada penderita kecantuan alkohol, dokter akan menyarankan pemeriksaan kadar vitamin B1 secara berkala. 
Periksakan disi ke dokter jika Anda:
  • Merasa bahwa pola makan Anda kurang seimbang
  • Mengalami gejala penyakit beri-beri
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Minta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit beri-beri?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyakit beri-beri. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/beriberi
Diakses pada 17 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/thiamine-deficiency-symptoms
Diakses pada 17 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-thiamin/art-20366430
Diakses pada 17 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000339.htm
Diakses pada 17 Desember 2018
NIH. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/9948/beriberi
Diakses pada 17 Desember 2018
WHO. https://www.who.int/nutrition/publications/en/thiamine_in_emergencies_eng.pdf
Diakses pada 17 Desember 2018
Kids Health. https://kidshealth.org/Nemours/en/parents/az-beriberi.html
Diakses pada 4 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325261#symptomsDiakses pada 4 November 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537204/Diakses pada 4 November 2020Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/116930-medication#1
Diakses pada 4 November 2020
Patient Info https://patient.info/doctor/beriberi
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email