Penyakit Asam Urat

Diterbitkan: 12 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina Brahmana
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Penyakit asam urat atau dikenal juga sebagai gout adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan asam urat dalam darah dan menyerang persendian terutama sendi jempol kaki. Keluhan pada penyakit ini adalah nyeri, bengkak dan merah pada sendi. Keluhannya dapat muncul tiba-tiba dan disebabkan oleh kristal urat yang menumpuk di sendi di mana seharusnya asam urat dapat larut dan keluar melalui urine.

Keluhan asam urat umumnya muncul secara tiba-tiba dan paling sering menyerang sendi ibu jari kaki, lutut dan pergelangan kaki. Keluhan yang terjadi tiba-tiba ini disebut serangan gout, gejala akan muncul dan menetap hingga 2 hari. Dan tidak jarang juga keluhan ini muncul pada malam hari. Jika tidak diobati, maka serangan gout akan bertahan selama 7 hari atau lebih.

Keluhan pada serangan asam urat adalah:

  • Nyeri sendi.
  • Pembengkakan pada sendi.
  • Sakit saat sendi disentuh.
  • Perubahan bentuk pada sendi.
  • Kemerahan pada sendi

Penyakit asam urat juga dapat berkembang secara perlahan dan membentuk tophi. Tophi adalah kumpulan kristal urat yang ada di bawah kulit (bukan di dalam persendian). Bentuknya seperti gumpalan atau batu yang ada di bawah kulit dan ada di sekitar jari kaki dan tangan, telinga, tumit, lutut dan siku tangan.

Asam urat yang berlebihan di darah akan dibawa ke ginjal untuk dikeluarkan melalui air seni, namun jika jumlah asam urat sangat tinggi atau ada kerusakan di ginjal maka darah akan mengandung banyak asam urat. Asam urat tersebut akan membentuk kristal dan mengumpul di persendian. Kristal asam urat yang menumpuk di persendian akan memicu sistem kekebalan tubuh dan akhirnya menyebabkan peradangan pada sendi. Peradangan inilah yang memberikan gejala nyeri, merah dan bengkak di sendi pada penyakit asam urat.

Asam urat yang tinggi dapat disebabkan oleh tingginya konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan purine. Makanan tersebut ialah:

  • Alkohol.
  • Sarden.
  • Hati.
  • Minuman bersoda.
  • Udang.
  • Daging sapi.

Terdapat juga beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam urat. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Obesitas.
  • Penyakit ginjal.
  • Obat-obat tertentu ( seperti thiazide dan aspirin).
  • Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.
  • Gender dan usia (Laki-laki umur 30-50 tahun dan wanita setelah menopause).
  • Operasi atau kecelakaan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kemoterapi.

Untuk memastikan diagnosis akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin disarankan ialah:

  • Pemeriksaan cairan sendi (Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil cairan dalam sendi dan memeriksa apakah ada kristal urat atau tidak).
  • Foto sinar X.
  • CT Scan
  • Tes urine
  • Ultrasonography
  • Pemeriksaan darah untuk melihat asam urat: pada pemeriksaan ini dapat diketahui kadar asam urat normal, pada pria 3.4-7.0 mg/dL sedangkan pada wanita 2.4-6.0 mg/dL.

Pengobatan terhadap gout bisa dilakukan dengan menghindari makanan yang tinggi purine dan mengkonsumsi obat. Jika kerusakan pada sendi cukup parah maka akan dilakukan operasi.

Obat yang umumnya akan diberikan adalah sebagai berikut:

  • Kortikosteroid

Obat ini untuk mengurangi radang. Salah satu contohnya adalah prednisone.

  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs)

Obat untuk mengurangi radang. Salah satu contohnya adalah ibuprofen.

  • Colchicine

Merupakan obat untuk mengatasi radang, namun hanya diberikan pada 3 hari pertama serangan.

  • Allupurinol

Obat yang menurunkan kadar asam urat dalam darah, namun tidak diberikan pada saat serangan, kecuali jika penderita memang telah mengkonsumsi Allopurinol sebelumnya.

Serangan gout dapat dicegah dengan mengkonsumsi obat penurun kadar gout dalam darah seperi allupurinol. Hindari juga mengonsumsi makan tinggi kadar purine seperti yang sudah disebutkan di atas.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, jika sudah terkena asam urat dapat berakibat komplikasi seperti penyakit batu ginjal, kerusakan sendi, penyakit jantung koroner.

Segeralah kunjungi dokter bila Anda mengalami berbagai keluhan di atas.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga dengan keluhan yang sama.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami abses paru?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.

Diakses 7 November 2019

Mayoclinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897.
Diakses 7 November 2019

Kementerian Kesehatan Repbulik Indonesia. http://yankes.depkes.go.id/read-mengenal-gejala-penyakit-asam-urat-6545.html.
Diakses 7 November 2019

Arthritis Foundation. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/gout/causes.php

Diakses 7 November 2019

Versus Arthritis. https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/gout/

Diakses 7 November 2019

Artikel Terkait