Penyakit Lainnya

Penyakit Arteri Perifer

Diterbitkan: 29 Apr 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Penyakit Arteri Perifer
Penyempitan pembuluh darah arteri di bagian kaki dapat disebabkan adanya penumpukan kolesterol.
Penyakit arteri perifer merupakan gangguan sirkulasi darah berupa penyempitan pembuluh darah arteri di area kaki. Biasanya kaki akan terasa nyeri karena kurangnya aliran darah di kaki anda. Penyakit arteri perifer dapat merupakan gejala dari penyakit lain.
Penyakit Arteri Perifer
Dokter spesialis Bedah
Banyak orang mengabaikan tanda maupun gejala yang timbul, beberapa gejala tersebut adalah:
  • Terasa sakit di bagian betis selama melakukan aktivitas dan menghilang saat beristirahat
  • Mengalami mati rasa, kesemutan, dan rasa tertusuk di kaki
  • Terdapat luka di kaki yang tak kunjung sembuh atau sembuhnya terjadi secara perlahan
Karena gejala yang ditimbulkan tidak terlalu mencolok dan rasa nyeri yang dialami terjadi secara hilang timbul, hal inilah yang menyebabkan banyak orang tidak mencurigai tanda-tanda ini.
Penyakit arteri perifer disebabkan karena adanya penumpukan lemak di dinding arteri yang menyebabkan penyempitan arteri dan menghambat aliran darah. Beberapa faktor risiko, yaitu:
Risiko ini meningkat perlahan seiring dengan bertambahnya usia dan laki-laki memiliki risiko lebih besar.
Dokter akan menggunakan indeks ankle-brachial untuk mendeteksi arteri perifer dengan cara membandingkan tekanan darah antara pergelangan lengan dengan kaki, apabila tekanan darah di pergelangan kaki lebih rendah dibandingkan dengan pergelangan lengan, anda menderita penyakit arteri perifer. Apabila hasilnya meragukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti USG Doppler dan angiografi.
Dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa hal:
  • Tidak merokok
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Menjaga lemak dalam darah, tekanan darah, sodium untuk tetap stabil
  • Berolahraga dengan cara berjalan selama 30 menit setiap tiga kali seminggu serta beristirahat bila merasa kaki anda sakit
  • Terapi obat
Untuk kasus penyakit arteri perifer yang berat, dokter akan menyarankan anda untuk melakukan pembedahan menggunakan balon angioplasty atau bypass arteri.
Pencegahan penyakit ini adalah dengan cara menjaga gaya hidup tetap sehat dengan beberapa hal berikut:
  • Tidak merokok
  • Menjaga gula darah, lemak darah, dan tekanan darah tetap stabil
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makan yang rendah lemak
  • Menjaga berat badan tetap ideal
Apabila anda merasakan nyeri pada kaki atau beberapa gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter.
Berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:
  • Apa penyebab utama dari penyakit saya?
  • Apa penyebab lain dari penyakit saya?
  • Apakah penyakit ini bersifat sementara atau permanen?
  • Adakah efek samping dari pengobatan?
  • Adakah obat alternatif yang tersedia?
Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:
  • Kapan anda mengalami gejala pertama kali?
  • Apakah dengan beristirahat memperbaiki kondisi anda?
  • Apakah anda merokok?
  • Seberapa parah gejala anda?
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/peripheral-arterial-disease
Diakses pada 23 November 2018.
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-artery-disease/diagnosis-treatment/drc-20350563
Diakses pada 23 November 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/peripheral-arterial-disease-pad/
Diakses pada 23 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

7 Penyakit Peredaran Darah yang Umum Terjadi, Apa Pemicunya?

Gangguan pada peredaran darah dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Penyakit peredaran darah yang dipicu gaya hidup bisa diubah dengan menjalani gaya hidup sehat.
25 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyakit tekanan darah dapat mengganggu sirkulasi darah, oksigen, nutrisi, elektrolit, dan hormon ke seluruh tubuh

Stroke Iskemik Paling Sering Muncul, Apa Bedanya dengan Stroke Hemoragik?

Stroke iskemik atau stroke non-hemoragik adalah stroke yang paling sering terjadi. Bahkan hampir 90% orang yang stroke mengalami penyakit ini. Sementara itu stroke hemoragik menyusul di bawahnya.
23 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Stroke iskemik dan stroke hemoragik sama-sama berbahaya namun beda penyebabnya

10 Penyebab Pembuluh Darah Mata Pecah yang Perlu Diwaspadai

Pembuluh darah mata pecah dapat menyebabkan timbulnya bercak merah pada bagian putih mata. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal mulai dari batuk yang keras hingga operasi mata.
15 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Pembuluh darah mata pecah dapat disebabkan oleh cedera pada mata