Penyakit Lainnya

Penyakit Arteri Perifer

03 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penyakit Arteri Perifer
Penyempitan pembuluh darah arteri di bagian kaki dapat disebabkan adanya penumpukan kolesterol.
Penyakit arteri perifer adalah gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan pembuluh darah arteri menyempit. Kondisi ini paling sering diakibatkan oleh penumpukan timbunan lemak pada arteri.Penyakit arteri perifer dapat membatasi aliran darah di berbagai bagian tubuh seperti lengan, ginjal dan terutama area kaki. Akibatnya, berbagai fungsi dari organ tersebut dapat terganggu dan menghasilkan sejumlah gejala. Misalnya, gejala yang paling umum terjadi pada kaki adalah nyeri, maupun kram dan otot yang terasa melemah ketika berjalan atau menaiki tangga.Berbagai gejala tersebut sering kali berkembang secara perlahan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu diagnosis dini sangat dibutuhkan untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan juga menghindari risiko komplikasi serius.Pengobatan penyakit arteri perifer akan diberikan berdasarkan tingkat keparahannya. Hal ini meliputi penyesuaian gaya hidup, terapi obat-obatan, dan operasi.Baca juga: Mengenal Perbedaan Arteri dan Vena, Dua Pembuluh Darah di Tubuh
Penyakit Arteri Perifer
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBetis terasa sakit, kaki kesemutan dan mati rasa
Faktor risikoKebiasaan merokok, diabetes, tekanan darah tinggi
Metode diagnosisPemeriksaan ankle-brachial index, USG dopler, angiografi
 
 
 
 
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan, operasi
ObatObat antihipertensi, statin, cilostazol
 
 
 
 
KomplikasiStroke, serangan jantung, critical limb ischemia
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami nyeri dan mati rasa pada kaki
Beberapa gejala penyakit arteri perifer adalah:
  • Terasa sakit di bagian betis selama melakukan aktivitas dan menghilang saat beristirahat (Intermittent claudication)
  • Mengalami mati rasa, kesemutan, dan rasa tertusuk di kaki
  • Terdapat luka di kaki yang tak kunjung sembuh atau penyembuhannya terjadi secara perlahan
  • Kerontokan rambut di tungkai dan kaki
  • Penyusutan otot-otot di kaki
  • Kesulitan menemukan denyut nadi di tungkai atau kaki
  • Kuku kaki rapuh serta pertumbuhannya lambat
  • Disfungsi ereksi pada pria
Gejala tersebut umumnya tidak terlalu mencolok dan rasa nyeri yang dialami terjadi secara hilang timbul. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang tidak mencurigai tanda dan gejala penyakit arteri perifer tersebut.
Penyakit arteri perifer yang paling umum terjadi karena aterosklerosis, akibat penumpukan lemak di dinding arteri. Hal ini kemudian menyebabkan penyempitan arteri sehingga menghambat aliran darah.Di samping itu, penyebab lainnya meliputi adanya pembekuan darah di arteri, cedera oada tungkai, serta kondisi abnormal di anatomi otot dan ligamen. Selain itu, peradangan pembuluh darah maupun paparan radiasi juga dapat menjadi penyebab penyakit arteri perifer, meski jarang terjadi.

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit arteri perifer:
  • Kebiasaan merokok
  • Diabetes tipe 1 atau 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
Risiko ini meningkat perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, laki-laki memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi ini dibanding perempuan.
Terdapat beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit arteri perifer. Dokter akan melakukan metode-metode berikut ini:
  • Pemeriksaan fisik
Dokter akan memeriksa tanda dan gejala dari penyakit arteri perifer melalui permeriksaan denyut nadi pasien. Denyut nadi yang lemah dapat menunjukkan area arteri yang menyempit.
  • Indeks ankle-brachial
Dokter akan terlebih dahulu memeriksa kaki pasien untuk mendeteksi arteri perifer dengan cara membandingkan tekanan darah antara pergelangan lengan dengan kaki. Tekanan darah di pergelangan kaki yang lebih rendah dibandingkan dengan pergelangan lengan,  dapat menandakan penyakit arteri perifer.
  • USG Doppler
Apabila hasil Indeks ankle-brachial meragukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan berupa USG Doppler. Metode ini menggunakan gelombang suara dalam memvisualisasikan aliran darah di arteri untuk menunjukkan penyumbatan akibat penumpukan timbunan lemak pada arteri.
  • Angiografi
Zat pewarna kontras disuntikkan ke dalam arteri. Kemudian, hasil sinar-X diambil untuk menunjukkan aliran darah dan untuk menentukan lokasi penyumbatan.
  • Computed tomographic angiography (CT-Scan)
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan komputer dan mesin yang dapat memancarkan sinar-X untuk menampilkan struktur dan jaringan tubuh dari berbagai sudut. Gambar yang hasil CT scan akan lebih detail daripada rontgen biasa. Kondisi jaringan lunak, pembuluh darah, dan tulang pada berbagai bagian tubuh, dapat diamati melalui prosedur ini.
  • Magnetic Resonance Angiography (MRA)
MRA dapat memberikan informasi serupa dengan yang dihasilkan oleh CT scan, tetapi tanpa memerlukan sinar-X.
  • Indeks ankle-brachial
Dokter akan terlebih dahulu memeriksa kaki pasien untuk mendeteksi arteri perifer dengan cara membandingkan tekanan darah antara pergelangan lengan dengan kaki. Tekanan darah di pergelangan kaki yang lebih rendah dibandingkan dengan pergelangan lengan,  dapat menandakan penyakit arteri perifer.
  • USG Doppler
Apabila hasil Indeks ankle-brachial meragukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan berupa USG Doppler. Metode ini menggunakan gelombang suara dalam memvisualisasikan aliran darah di arteri untuk menunjukkan penyumbatan akibat penumpukan timbunan lemak pada arteri.
  • Angiografi
Zat pewarna kontras disuntikkan ke dalam arteri. Kemudian, hasil sinar-X diambil untuk menunjukkan aliran darah dan untuk menentukan lokasi penyumbatan.
  • Computed tomographic angiography (CT-Scan)
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan komputer dan mesin yang dapat memancarkan sinar-X untuk menampilkan struktur dan jaringan tubuh dari berbagai sudut. Gambar yang hasil CT scan akan lebih detail daripada rontgen biasa. Kondisi jaringan lunak, pembuluh darah, dan tulang pada berbagai bagian tubuh, dapat diamati melalui prosedur ini.
  • Magnetic Resonance Angiography (MRA)
MRA dapat memberikan informasi serupa dengan yang dihasilkan oleh CT scan, tetapi tanpa memerlukan sinar-X.
Dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa hal untuk mengelola gejala penyakit arteri perifer, antara lain:

Penyesuaian gaya hidup

Penyesuaian gaya hidup dilakukan dengan:
  • Tidak merokok
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Menjaga lemak dalam darah, tekanan darah, sodium untuk tetap stabil
  • Berolahraga dengan cara berjalan selama 30 menit setiap tiga kali seminggu, serta beristirahat bila merasa kaki anda sakit

Terapi obat

Dokter mungkin meresepkan obat untuk mencegah komplikasi akibat penyakit arteri perifer. Terapi obat tersebut adalah:
  • Terapi obat penurun kolesterol
Tujuan terapi obat ini bagi penderita penyakit arteri perifer adalah menurunkan kadar kolesterol jahat. Salah satu obat yang akan diresepkan oleh dokter yaitu statin untuk mengurangi resiko stroke dan serangan jantung.
  • Terapi obat tekanan darah tinggi
Dokter akan meresepkan obat antihipertensi jika pasien mengidap tekanan darah tinggi.
  • Terapi obat untuk mencegah penggumpalan darah
Penyakit arteri perifer berhubungan dengan berkurangnya aliran darah. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan aliran darah pada arteri, Dokter akan meresepkan terapi obat aspirin atau cilostazol untuk membantu melancarkan aliran darah. Cilostazol secara khusus membantu mengobati nyeri kaki pada orang yang memiliki penyakit arteri perifer.
  • Trombolitik
Apabila pasien memiliki bekuan darah yang menyumbat arteri, dokter mungkin akan menyuntikkan obat golongan trombolitik ke dalam arteri. Obat-obatan ini berfungsi memecah bekuan darah tersebut.

Pembedahan dan Angioplasty

Dalam beberapa kasus, angioplasti atau pembedahan mungkin diperlukan untuk mengobati penyakit arteri perifer yang menyebabkan klaudikasio (rasa sakit yang timbul saat berolahraga).
  • Angioplasti
Prosedur ini merupakan pembedahan atau perbaikan pembuluh darah, untuk menghilangkan timbunan lemak pada arteri serta memperlebar arteri.  
  • Pembedahan bypass
Pembedahan ini mampu melancarkan aliran darah. Prosedurnya dilakukan dengan cara mencangkok pembuluh darah dari bagian tubuh lain dan mengguunakan sebagai jalan aliran darah bagi arteri yang sebelumnya tersumbat.Baca jawaban dokter: Apakah cara mencangkok jantung sama dengan bypass jantung?

Komplikasi

Jika tidak diobati dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Critical limb ischemia
Penyakit ini terjadi ketika luka atau infeksi berkembang dan menyebabkan kematian jaringan, serta terkadang memerlukan amputasi anggota tubuh yang terkena.
  • Stroke dan serangan jantung
Penumpukan timbunan lemak tidak terbatas pada kaki, melainkan dapat meluas arteri yang menyuplai darah ke jantung dan otak, serta menyebabkan stroke maupun serangan jantung.
Anda dapat mencegah penyakit ini melalui gaya hidup tetap sehat dengan:
  • Tidak merokok
  • Menjaga gula darah, lemak darah, dan tekanan darah tetap stabil
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makan yang rendah lemak
  • Menjaga berat badan tetap ideal
Baca juga: Manfaat Stretching, Lancarkan Aliran Darah Hingga Tenangkan Pikiran
Apabila anda merasakan nyeri pada kaki atau beberapa gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab utama dari penyakit saya?
    • Apa penyebab lain dari penyakit saya?
    • Apakah penyakit ini bersifat sementara atau permanen?
    • Adakah efek samping dari pengobatan?
    • Adakah obat alternatif yang tersedia?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan anda mengalami gejala pertama kali?
  • Apakah beristirahat dapat memperbaiki kondisi anda?
  • Apakah anda merokok?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit arteri perifer agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/peripheral-arterial-disease
Diakses pada 23 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-artery-disease/diagnosis-treatment/drc-20350563
Diakses pada 5 April 2021
Mayo Clinic
https://www.mayoclinic.org/diseases- conditions/peripheral-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350557
Diakses pada 5 April 2021
Medical News Today https://www.medicalnewstoday.com/articles/188939
Diakses pada 5 April 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/peripheral-arterial-disease-pad/
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email