Penyakit Lainnya

Penyakit Addison

Diterbitkan: 13 Jan 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Penyakit Addison
Penyakit Addison disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang kelenjar adrenal
Penyakit Addison adalah kondisi langka ketika kelenjar adrenal tidak membuat cukup hormon kortisol dan aldosteron. Kelenjar adrenal berjumlah sepasang dan terletak di atas ginjal.Kelenjar adrenal terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam (medulla). Korteks menghasilkan kumpulan hormon kortikosteroid, yang terdiri atas:
  • Glukokortikoid

Hormon glukokortikoid (kortisol) membantu tubuh dalam mengatur protein, karbohidrat, dan lemak, menjaga tekanan darah dan fungsi jantung, serta mengendalikan peradangan maupun respons tubuh terhadap stres.
  • Mineralokortikoid

Hormon mineralokortikoid (aldosteron) membantu pengaturan mineral (seperti sodium dan kalium), yang memengaruhi tekanan darah serta fungsi jantung.
  • Androgen

Kelenjar adrenal juga memproduksi hormon seks androgen dalam jumlah kecil. Hormon ini membantu perkembangan seksual pada laki-laki dan berperan dalam pembentukan massa otot maupun libido pada pria serta wanita.Pada penderita penyakit Addison, bagian korteks mengalami kerusakan. Akibatnya, kelenjar ini tidak dapat memproduksi hormon kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang normal.Penyebab penyakit Addison yang paling umum adalah kondisi autoimun, yakni ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang kelenjar adrenal yang sehat. Sementara pemicu lainnya bisa berupa infeksi seperti HIV, kanker, operasi, terapi radiasi, dan keturunan. 
Penyakit Addison
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Endokrin
GejalaKelemahan otot, kelelahan, warna kulit menjadi lebih gelap
Faktor risikoKanker, konsumsi obat antikoagulan, infeksi kronis
Metode diagnosisTes darah, tes stimulasi ACTH, pemeriksaan radiologi
Pengobatanbat-obatan, perawatan di rumah, terapi alternatif
ObatPrednison atau metilprednisolon, fludrocortisone asetat
KomplikasiKrisis Addison
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala penyakit Addison dan krisis Addison
Secara umum, gejala penyakit Addison meliputi:
  • Kelemahan otot
  • Kelelahan
  • Warna kulit menjadi lebih gelap
  • Penurunan berat badan atau penurunan napsu makan
  • Penurunan denyut jantung atau tekanan darah
  • Kadar gula darah rendah
  • Pingsan
  • Luka di mulut
  • Mual
  • Muntah
  • Lekas marah dan depresi
Penyakit Addison yang tidak ditangani dalam waktu lama berisiko memburuk menjadi krisis Addison yang merupakan keadaan gawat darurat. 

Gejala krisis Addison

  • Gangguan status mental, seperti penderita tampak kebingungan, ketakutan atau gelisah
  • Penurunan kesadaran, misalnya cenderung mengantuk atau pingsan
  • Demam tinggi
  • Tekanan darah rendah
  • Nyeri mendadak di pinggang bawah, perut, atau kaki
  • Gangguan keseimbangan elektrolit, yaitu kadar kalium yang tinggi (hiperkalemia) dan kadar sodium yang rendah (hiponatremia)
 
Penyebab penyakit Addison tergantung pada jenisnya. Secara umum, penyakit ini terbagi dalam dua jenis di bawah ini:

1. Insufisiensi adrenal primer

Insufisiensi adrenal primer terjadi ketika kelenjar adrenal mengalami kerusakan berat. Akibatnya, kelenjar ini tidak bisa memproduksi hormon.Kondisi ini umumnya disebabkan oleh:
  • Penyakit autoimun. Kondisi ini paling sering memicu insufisiensi adrenal primer.
  • Penggunaan obat yang mengandung glukokortikoid dalam jangka panjang, misalnya prednisone
  • Infeksi
  • Kanker dan tumor
  • Penggunaan antikoagulan (obat pengencer darah) untuk mengendalikan pembekuan dalam darah

2. Insufisiensi adrenal sekunder

Insufisiensi adrenal sekunder muncul akibat kelainan di luar kelenjar adrenal. Berikut contohnya:
  • Kelainan pada kelenjar pituiari

Kelenjar pituitari yang tidak bisa memproduksi adrenocorticotropic hormone (ACTH), bisa memicu kondisi insufisiensi adrenal sekunder. Pasalnya, hormon ini berfungsi memerintahkan kelenjar adrenal untuk menciptakan hormon kortikosteroid dan aldosteron.
  • Konsumsi kortikosteroid secara sembarangan

Insufisiensi adrenal sekunder juga dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat kortikosteroid yang tidak sesuai dengan resep dokter. Obat ini membantu dalam mengendalikan penyakit kronis seperti asma.
  • Penyebab lainnya

Insufisiensi adrenal sekunder juga bisa terjadi karena tumor, obat-obatan tertentu, faktor keturunan, serta cedera otak berat. 

Faktor risiko penyakit Addison

Para pakar memperkirakan bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkarkan kemungkinan penyakit Addison. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
 
Untuk memastikan diagnosis penyakit Addison, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko yang dimiliki oleh pasien maupun keluarga. Dokter lalu melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit Addison.Sebagai contohnya, bercak berwarna gelap pada kulit dapat menjadi petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Tes darah

Tes darah dapat mengukur kadar natrium, kalium, kortisol dan hormon ACTH.
  • Tes stimulasi ACTH

Tes ini bertujuan mengukur tingkat hormon kortisol dalam darah sebelum dan sesudah injeksi ACTH sintetik. Kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah rendah sesudah injeksi akan menandakan gangguan fungsi kelenjar.
  • Tes hipoglikemia dengan suntikan insulin

Tes hipoglikemia dilakukan jika dokter menduga bahwa pasien mungkin memiliki kekurangan adrenal, akibat insufisiensi adrenal sekunder. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan gula darah dan kadar kortisol setelah suntikan insulin.
  • Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan radiologi dapat mengecek ukuran kelenjar adrenal dan mencari ada tidaknya gangguan lain. Metode ini bisa berupa rontgen dan CT scan.Rontgen bertujuan mencari deposit kalsium di kelenjar adrenal. Sementara CT scan dilakukan untuk mendeteksi infeksi dan gangguan sistem imun pada kelenjar adrenal. 
Cara mengobati penyakit Addison yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Terapi pengganti hormon

Terapi pengganti hormon akan menggantikan hormon-hormon yang seharusnya diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dokter bisa meresepkan obat prednisone atau metilprednisolon untuk menggantikan hormon kortisol, dan fludrocortisone asetat sebagai pengganti aldosteron.
  • Konsumsi garam

Pasien juga disarankan untuk banyak mengonsumsi garam, terutama setelah melakukan olahraga berat atau saat diare.Penting untuk mengikuti anjuran pengobatan penyakit Addison dari dokter. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berujung pada krisis Addison. 

Komplikasi penyakit Addison

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit Addison dapat menyebabkan komplikasi berupa krisis Addison.Normalnya, kelenjar adrenal menghasilkan 2-3 kali hormon kortisol sebagai respons terhadap stres fisik. Pada penderita penyakit Addison atau insufisiensi adrenal, tubuhnya tidak mampu menghasilkan kortisol yang sesuai ketika dilanda stres, sehingga muncul krisis Addison.Krisis Addison adalah kondisi medis yang mengancam nyawa, sehingga penderita membutuhkan perawatan medis secepatnya. Gejalanya bisa berupa tekanan darah rendah, kadar gula darah rendah, dan kadar kalium yang tinggi.Untuk menangani krisis Addison, dokter akan menganjurkan langkah-langkah penanganan berikut:
  • Obat-obatan kombinasi glukokortikoid untuk menghentikan peradangan dan meningkatkan kesehatan pasien secara umum. Obat ini harus dikonsumsi seumur hidup.
  • Obat pengganti hormon
  • Obat kortikosteroid suntik dengan resep dokter untuk kondisi darurat
  • Pengelolaan stres, misalnya dengan meditasi, relaksasi, yoga, dan lain-lain
 
Cara mencegah penyakit Addison secara spesifik belum tersedia hingga sekarang. Namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh penderita untuk menghindari krisis Addison. Langkah-langkah ini meliputi:
  • Berkonsultasi dengan dokter apabila Anda selalu merasa lelah atau mengalami penurunan berat badan
  • Menanyakan pada dokter mengenai langkah perawatan ketika penderita jatuh sakit
  • Menanyakan pada dokter mengenai cara meningkatkan dosis obat kortikosteroid untuk situasi darurat
  • Segera ke UGD bila gejala sangat parah, terutama ketika muntah dan tidak bisa mengonsumsi obat
 
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala penyakit Addison. Pasalnya, penyakit ini bisa berujung pada krisis addison bila tidak ditangani dengan baik.Krisis Addison termasuk kondisi darurat medis yang mengancam jiwa, dan ditandai dengan gejala berupa:
  • Perubahan status mental, seperti kebingungan, ketakutan, atau gelisah
  • Kehilangan kesadaran
  • Demam tinggi
  • Rasa sakit yang muncul mendadak pada punggung bawah, perut, atau kaki
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintaah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit Addison?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyakit Addison. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/addisons-disease
Diakses pada 18 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/addisons-disease/symptoms-causes/syc-20350293
Diakses pada 18 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/addisondisease.html
Diakses pada 18 Desember 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441994
Diakses pada 18 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/addisons-disease
Diakses pada 18 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/addisons-disease-directory
Diakses pada 18 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15095-addisons-disease/
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Imunologi, Bukan Sekedar Ilmu yang Mempelajari Alergi

Imunologi adalah ilmu tentang sistem imun dan penyakit yang menyertainya, mulai dari kanker, HIV, hingga penyakit autoimun dan alergi. Kenali lebih jauh seputar cabang untuk mendapatkan pemahaman lengkap mengenai sistem imun Anda.
08 Mar 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Proses antibodi yang menyerang sel virus ini dibahas secara komprehensif dalam imunologi

Obat Imunosupresan untuk Menekan Sistem Imun, Apa Gunanya?

Imunosupresan adalah obat-obatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh. Obat ini dikonsumsi untuk mengatasi gangguan autoimun atau saat pasien menerima cangkok organ. Imunosupresan hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan diawasi efektivitasnya.
11 Mar 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Imunosupresan adalah kelas obat yang berperan untuk menekan sistem imun, contohnya yakni sirolimus

Waktu Terbaik Minum Kopi, Jangan Saat Kortisol Sedang Tinggi-Tingginya

Waktu terbaik minum kopi bukanlah di pagi hari, tetapi saat produksi hormon kortisol sudah menurun. Hal ini dapat terjadi beberapa kali dalam sehari.
24 Feb 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Waktu terbaik minum kopi adalah saat level hormon kortisol tidak berada di puncaknya