Penyakit Lainnya

Penurunan Kesadaran

14 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penurunan Kesadaran
Penurunan kesadaran bisa ditandai dengan pusing, tubuh limbung, berkeringat hingga aritmia
Penurunan kesadaran adalah kondisi yang ditandai oleh hilangnya kesadaran atau berkurangnya kewaspadaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, penderita tidak dapat memberikan respons sebagaimana mestinya.Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera.Kesadaran yang mengalami penurunan juga bisa berupa pingsan karena otak tidak menerima suplai darah yang cukup. Pingsan umumnya hanya terjadi sementara, dan mungkin tidak mengindikasikan penyakit yang serius. 

Jenis-jenis penurunan kesadaran

Jenis penurunan kesadaran berdasarkan tingkat keparahannya adalah sebagai berikut,
  • Kebingungan

Kebingungan ditandai tidak adanya pemikiran jernih sehingga penderita tidak mampu memutuskan sesuatu dengan benar.
  • Disorientasi

Disorientasi adalah kondisi bingung atau lupa akan identitas mapun kondisi sekitar, seperti lokasi atau waktu.
  • Delirium

Meski terjadi penurunan kesadaran, pasien mungkin masih tampak sadar. Hanya saja, ia sulit memusatkan perhatian serta mengalami berkurangnya tingkat kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Inilah yang disebut delirium.
  • Letargi

Letargi terjadi ketika kesadaran menurun dengan gejala penyerta berupa lesu, lemah, mudah mengantuk, dan sulit konsentrasi.
  • Stupor

Stupor adalah jenis penurunan kesadaran layaknya tertidur lelap. Kondisi ini membuat penderita tidak merespons terhadap rangsangan suara seperti percakapan, tapi masih bereaksi ketika mendapatkan stimulus berupa rasa nyeri.
  • Koma

Koma merupakan kondisi tidak sadar dan tidak merespons terhadap rangsangan apapun. Kondisi ini termasuk tingkat gangguan kesadaran yang paling parah. 
Penurunan Kesadaran
Dokter spesialis Saraf
GejalaPusing, gangguan keseimbangan, sulit berjalan
Faktor risikoSangat lelah, penyakit ginjal kronis, gula darah tinggi atau rendah
Metode diagnosisTes darah dan urine, EKG, EEG
PengobatanPertolongan pertama, penanganan berdasarkan penyebab
KomplikasiTergantung penyebabnya
Kapan harus ke dokter?Mengalami penurunan kesadaran
Beberapa gejala penurunan kesadaran yang mungkin antara lain:
  • Kesulitan berjalan atau berjalan sempoyongan 
  • Gangguan keseimbangan
  • Pusing
  • Detak jantung yang tidak teratur (arimia)
  • Kejang
  • Gangguan fungsi pencernaan atau saluran kemih
  • Denyut nadi cepat
  • Tekanan darah yang rendah
  • Berkeringat
  • Demam
  • Bagian tubuh menjadi lemah atau lunglai (seperti wajah, lengan, dan kaki)
 
Penyebab penurunan kesadaran sangat beragam. Apa sajakah itu?

Penyebab umum

  • Penyakit ginjal kronis
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Kurang tidur
  • Gula darah terlalu tinggi atau rendah
  • Konsentrasi natrium darah yang tinggi atau rendah
  • Infeksi yang parah
  • Infeksi yang melibatkan otak
  • Gagal hati
  • Hipotiroidisme atau hipertiroidisme
Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan penurunan kesabaran antara lain:

Gangguan atau cedera otak

  • Penyakit demensia atau Alzheimer
  • Trauma kepala, baik yang sedang hingga berat
  • Kejang-kejang
  • Stroke
  • Meningitis
  • Ensefalitis

Cedera atau kecelakaan

  • Kecelakaan saat menyelam
  • Hampir tenggelam
  • Serangan demam tinggi yang hebat
  • Suhu tubuh yang sangat rendah (hipotermia)

Masalah jantung atau pernapasan

  • Aritmia
  • Kekurangan oksigen karena sebab apapun
  • Tekanan darah rendah
  • Gagal jantung
  • Penyakit paru-paru yang parah
  • Tekanan darah yang sangat tinggi

Obat-obatan dan bahan kimia tertentu

  • Alkohol
  • Narkoba
  • Logam berat, hidrokarbon, atau gas beracun
  • Obat, seperti opiat, obat penenang, serta obat anticemas atau kejang
 
Diagnosis penurunan kesadaran umumnya dilakukan dengan cara:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan riwayat medis, gejala, serta faktor risiko pasien pada orang yang mendampinginya ke rumah sakit.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien untuk mencari tanda-tanda penyakit tertentu, misalnya evaluasi saraf pasien.
  • Tes darah lengkap

Tes darah lengkap bertujuan mengetahui kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah putih pasien. Kadar Hb rendah dapat menandakan anemia. Sedangkan kadar sel darah putih yang tinggi bisa mengindikasikan infeksi, seperti meningitis atau pneumonia.
  • Tes toksikologi

Metode ini dipakai untuk mendeteksi kandungan obat-obatan tertentu melalui pemeriksaan sampel darah atau air seni pasien.
  • Pemeriksaan elektrolit

Dokter melakukan pemeriksaan elektrolit untuk mengetahui kadar sodium, kalium, klorida, dan bikarbonat dalam darah pasien.
  • Tes fungsi hati

Tes fungsi hati bertujuan mengetahui kadar protein, enzim, atau bilirubin pasien.
  • Elektroensefalogram (EEG)

Melalui prosedur EEG, dokter bisa mendeteksi aktivitas otak pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG)
Prosedur EKG dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik pada jantung pasien, seperti ritme detak jantung.
  • Rontgen dada

Rontgen dada akan menunjukkan ada tidaknya kondisi abnormal pada paru-paru pasien.
  • CT scan 

CT scan pada kepala pasien mungkin diajurkan oleh dokter. Langkah ini bertujuan mengetahui ada tidaknya abnormalitas pada otak.
  • MRI

Prosedur MRI pada pasien penurunan kesadaran umumnya dilakukan pada bagian otak. Dengan ini, struktur otak bisa terlihat secara lebih detail. 
Cara mengobati penurunan kesadaran sangat bergantung pada pemicunya. Untuk kasus tertentu (seperti perdarahan otak), penanganan medis atau operasi perlu segera dilakukan karena dapat berakibat fatal.Karena itu, waspadai gejala penurunan kesadaran dengan jeli agar pengobatan medis bisa dilakukan secepatnya.

Pertolongan pertama pada pasien penurunan kesadaran

Jika melihat orang yang mengalami penurunan kesadaran atau pingsan, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
  • Membaringkan pasien di permukaan datar.
  • Jika pasien masih bernapas lancar dan tidak mengalami cedera, angkat kakinya agar lebih tinggi dari posisi jantungnya, misalnya menggunakan selimut untuk mengganjal kaki.
  • Longgarkan pakaian pasien supaya tidak menghambat aliran darah, seperti ikat pinggang, dasi, dan sebagainya.
  • Periksa napas dan denyut nadi pasien.
  • Apabila pasien tidak bernapas dan denyut nadinya tidak teraba, segera panggil ambulans.
 

Komplikasi penurunan kesadaran

Komplikasi penurunan kesadaran bisa berbeda-beda dan tergantung pada penyebabnya. Sebagai contoh, kesadaran yang berkurang karena aritmia bisa saja memicu stroke dan gagal jantung.Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan ketika seseorang mengalami gangguan kesadaran. Dengan ini, komplikasi di kemudian hari dapat dicegah. 
Penurunan kesadaran biasanya terjadi secara mendadak sehingga tidak dapat dihindari. Namun Anda yang pernah Anda mengalaminya, cara mencegah penurunan kesadaran di bawah ini mungkin bisa membantu:
  • Pastikan Anda tahu apa yang harus dilakukan jika penurunan kesadaran kembai terjadi
  • Tanyakan pada dokter mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk apakah obat tersebut aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat lain atau makanan tertentu
  • Hindari kadar gula darah yang terlalu rendah
  • Jangan berdiri terlalu lama, terutama jika Anda mudah pingsan
  • Minum cukup air, khususnya saat cuaca panas
  • Jika muncul sensasi mau pingsan, segera duduk dan letakkan kepala di antara lutut Anda
 
Segera hubungi dokter jika Anda atau seseorang yang bersama Anda mengalami penurunan kesadaran yang disertai dengan:
  • Tidak siuman selama beberapa menit
  • Jatuh atau mengalami cedera
  • Mengidap diabetes
  • Kejang-kejang
  • Hamil
  • Tidak bernapas
  • Nyeri dada dan detak jantung tidak teratur
  • Tidak bisa berbicara, bergerak, atau mengalami masalah penglihatan
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh pasien?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait penurunan kesadaran?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan penyebab penurunan kesadaran agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/consciousness-decreased
Diakses pada 11 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-fainting/basics/art-20056606
Diakses pada 11 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003202.htm
Diakses pada 11 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/brain/sudden-confusion-causes#1
Diakses pada 11 Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email