Penurunan kesadaran umumnya disebabkan karena kurangnya suplai oksigen ke otak akibat kelelahan.
Penurunan kesadaran juga bisa disebabkan karena kurangnya kadar gula darah pada tubuh.

Penurunan kesadaran umumnya ditandai dengan hilangnya kesadaran atau berkurangnya kewaspadaan atau orientasi seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Seseorang dengan penurunan kesadaran tidak dapat merespons lingkungan sekitar sebagaimana mestinya.

Penurunan kesadaran merupakan gangguan kesadaran yang dapat menjadi indikasi kondisi gawat darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Penurunan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba dapat disebut dengan delirium yang dapat mengindikasikan berbagai masalah kesehatan.

Penurunan kesadaran juga dapat berupa pingsan yaitu keadaan ketika otak tidak menerima suplai darah yang cukup. Pingsan umumnya hanya terjadi sementara. Selain itu, pingsan mungkin bukan merupakan indikasi penyakit yang serius.

Beberapa gejala yang umumnya dikaitkan dengan penurunan kesadaran antara lain:

  • Gangguan keseimbangan
  • Kesulitan berjalan
  • Merasa pusing
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Kejang
  • Gangguan fungsi pencernaan atau saluran kandung kemih
  • Denyut nadi cepat
  • Tekanan darah yang rendah
  • Berkeringat
  • Demam
  • Bagian tubuh menjadi lemah atau lunglai (wajah, lengan atau kaki)

Tingkat penurunan kesadaran adalah sebagai berikut,

  • Kebingungan
  • Disorientasi (bingung atau lupa akan identitas serta kondisi sekitar seperti lokasi atau waktu)
  • Delirium (masih terlihat sadar tapi sulit memusatkan perhatian, berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar)
  • Letargi (lesu dan lemah, mudah mengantuk, sulit konsentrasi)
  • Stupor (seperti tertidur lelap, tidak merespon terhadap rangsang suara seperti percakapan, tapi masih memiliki respon terhadap rangsang nyeri)
  • Koma (tidak sadar, tidak berespon terhadap rangsangan apapun)

Terdapat berbagai kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, beberapa diantaranya adalah:

  • Obat-obatan tertentu
  • Alkohol
  • Obat-obatan terlarang
  • Epilepsi
  • Kadar gula darah yang rendah
  • Stroke
  • Kurangnya suplai oksigen pada otak
  • Kelelahan yang parah atau kurang tidur

Selain itu terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran seperti:

  • Perdarahan otak
  • Demensia atau penyakit Alzheimer
  • Cedera pada kepala
  • Tumor otak
  • Penyakit jantung
  • Heat stroke (suhu tubuh >400C yang disertai gangguan kesadaran)
  • Penyakit hati
  • Uremia (kadar ureum dalam darah yang tinggi) atau stadium akhir dari penyakit gagal ginjal
  • Syok
  • Stroke
  • Infeksi pada otak seperti radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis)

Dokter umumnya akan menanyakan riwayat medis pasien dan melakukan pemeriksaan fisik untuk memahami kondisi pasien. Pemeriksaan tersebut juga meliputi evaluasi neurologi (saraf). Selain itu dokter mungkin akan menanyakan kondisi medis lainnya seperti diabetes (kencing manis), epilepsi atau depresi yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran serta obat-obatan yang sedang atau pernah Anda konsumsi.

Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan:

  • Pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam darah. Kadar hemoglobin yang rendah dapat mengindikasikan penyakit anemia sedangkan kadar sel darah putih yang tinggi dapat mengindikasikan adanya infeksi seperti meningitis atau pneumonia.
  • Tes toksikologi untuk mendeteksi kandungan obat-obatan tertentu pada sampel darah atau urin
  • Pemeriksaan elektrolit untuk mengetahui kadar sodium, potasium, klorida dan bikarbonat dalam darah
  • Tes fungsi hati untuk mengetahui kadar protein, enzim atau bilirubin pada hati
  • Elektroensefalogram (EEG) untuk mengetahui aktivitas otak
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui aktivitas kelistrikan jantung seperti ritme dan detak jantung
  • X-ray dada untuk menunjukkan hati dan paru-paru secara detail
  • CT scan pada kepala untuk mengetahui ada atau tidaknya abnormalitas pada otak
  • MRI pada kepala untuk menunjukkan bentuk visual otak secara lebih detail

Pengobatan yang dilakukan bergantung pada penyebab kondisi ini. Rekomendasi yang dapat diberikan dokter menyesuaikan obat-obatan tertentu, memulai pengobatan baru atau menangani penyebab yang mungkin mendasari kondisi Anda. Untuk kasus tertentu seperti perdarahan otak, penanganan medis atau prosedur operasi tertentu perlu segera dilakukan karena dapat berakibat fatal.

Jika Anda menemukan orang lain yang mengalami penurunan kesadaran atau pingsan, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Membaringkan orang tersebut, jika orang tersebut masih bernafas dan tidak mengalami cedera, Anda dapat menaikkan kakinya lebih tinggi daripada posisi jantung dengan mengganjal kaki.
  • Melonggarkan pakaian yang dapat menghambat aliran darah (seperti ikat pinggang, dasi, dan sebagainya)
  • Mendeteksi nafas dan nadi. Jika orang tersebut tidak bernafas dan tidak teraba nadi, Anda sebaiknya menghubungi tenaga medis segera.

Risiko apabila tidak diobati

Penurunan kesadaran dapat menjadi pertanda penyakit yang serius. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kondisi ini untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Penanganan dini dapat membantu mencegah masalah medis yang dapat muncul di kemudian hari.

Pencegahan kondisi ini bergantung pada penyebabnya. Jika Anda atau seseorang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan seperti,

  • Pastikan keluarga Anda tahu apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi lagi
  • Periksa kembali obat-obatan yang Anda konsumsi, untuk mengetahui apabila obat-obatan tersebut aman dikonsumsi bersamaan
  • Hindari kadar gula darah yang terlalu rendah
  • Jangan berdiri terlalu lama di suatu tempat, terutama jika Anda mudah pingsan
  • Minum cukup air, terutama ketika cuaca panas
  • Jika Anda terasa ingin pingsan, duduk, tundukkan dan letakkan kepala Anda diantara lutut

Segera hubungi dokter jika Anda atau seseorang yang bersama Anda mengalami penurunan kesadaran yang disertai gejala berikut,

  • Tidak kembali sadar dalam hitungan menit
  • Jatuh atau mengalami cedera
  • Mengidap diabetes
  • Kejang
  • Hamil
  • Usia >50 tahun
  • Tidak bernafas
  • Mengalami nyeri dada dan detak jantung yang tidak teratur
  • Tidak dapat bicara, bergerak atau mengalami masalah penglihatan

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda.

  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda
  • Obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi atau sedang dikonsumsi

Dokter dapat memberikan diagnosa mengenai penyebab kondisi Anda setelah melakukan pemeriksaan fisik atau tes tertentu. Tes yang mungkin akan dilakukan antara lain:

  • Tes darah
  • X-ray
  • CT Scan
  • MRI

Selain itu, dokter akan menanyakan beberapa informasi untuk memahami kondisi Anda, seperti contohnya:

  • Menurut Anda, hal apa yang menyebabkan penurunan kesadaran yang Anda alami?
  • Berapa lama penurunan kesadaran Anda berlangsung?
  • Apakah Anda pernah mengalami penurunan kesadaran sebelumnya?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit sebelumnya?
  • Obat-obatan tertentu yang pernah atau sedang Anda konsumsi?
  • Gejala apa yang menyertai kondisi Anda?

Healthline. https://www.healthline.com/health/consciousness-decreased
Diakses pada 11 Januari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-fainting/basics/art-20056606
Diakses pada 11 Januari 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003202.htm
Diakses pada 11 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/sudden-confusion-causes#1
Diakses pada 11 Januari 2019

Artikel Terkait