Pemfigus

Ditulis oleh Aby Rachman
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Salah satu gejala penyakit Pemfigus adalah melepuhnya kulit yang dapat menyebabkan kuring menjadi kering dan gatal
Salah satu gejala penyakit Pemfigus adalah melepuhnya kulit yang dapat menyebabkan kuring menjadi kering dan gatal.

Pengertian Pemfigus

Pemfigus adalah salah satu jenis penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di lapisan atas kulit (epidermis). Penyakit ini menyebabkan lecet dan luka pada kulit serta selaput lendir seperti rongga mulut. Beberapa bentuk pemfigus dapat menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan) yang fatal jika tidak diobati.

Dua tipe pemfigus yang sering ditemukan adalah pemfigus vulgaris dan pemfigus foliaceus. Pemfigus vulgaris biasanya muncul pada mulut. Sedangkan pemfigus foliaceus memengaruhi kulit dan kulit kepala, serta cenderung lebih gatal tanpa rasa sakit. Selain itu, ada juga pemfigus vegetans yang menyebakan lepuh di area selangkangan, lengan bagian dalam dan kaki, serta pemfigus paraneoplastik yang ditemukan pada penderita kanker, tapi sangat jarang terjadi. Pemfigus dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering terjadi pada usia dewasa dan lansia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Pemfigus ditandai dengan kulit melepuh. Lepuhan tersebut mudah pecah dan meninggalkan luka terbuka yang dapat mengeluarkan cairan dan menjadi terinfeksi. Gejala pemfigus tergantung dari tipenya.

  • Pemfigus Vulgaris
    Gejala awal biasanya berupa lepuhan di rongga mulut dan kemudian berkembang pada kulit atau selaput lendir kelamin. Lepuhan biasanya nyeri tanpa rasa gatal. Lepuhan pada mulut dan tenggorokan dapat mempersulit proses menelan. 
  • Pemfigus Foliaceus
    Tipe ini biasanya tidak memengaruhi selaput lendir dan lepuhan cenderung tanpa rasa nyeri. Kondisi ini dapat memengaruhi kulit bagian manapun, namun kebanyakan lepuh berada di dada, punggung, dan bahu. Lepuhan menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal.

Penyebab

Pemfigus adalah gangguan autoimun. Biasanya, sistem kekebalan tubuh akan melindungi tubuh dari penyerang dari luar tubuh, seperti virus dan bakteri berbahaya. Namun dalam kasus pemfigus, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel sehat di kulit dan selaput lendir.

Pemfigus juga dapat muncul sebagai efek samping obat-obatan tertentu. Namun, kasus seperti ini sangat jarang ditemukan. Pemfigus ini akan hilang ketika konsumsi obat dihentikan. Jenis obat-obatan tersebut, antara lain:

  • Penicillamine yang merupakan salah satu obat antirematik
  • ACE inhibitor yang merupakan obat penurun tekanan darah

Diagnosis

Lepuhan pada kulit dan selaput lendir dapat terjadi pada berbagai penyakit. Oleh karena itu, pemfigus cukup sulit didiagnosis. Dokter akan mendiagnosis pemfigus dengan melakukan pemeriksaan fisik, biopsi (pengambilan contoh jaringan), tes darah, serta endoskopi untuk memeriksa adanya lepuh di tenggorokan.

Pengobatan

Pengobatan pemfigus ditujukan untuk mengurangi gejala yang timbul serta mencegah komplikasi. Perawatan pemfigus dapat dilakukan di rumah sakit karena beberapa pemfigus dapat mengancam jiwa.

Obat-obatan yang dapat direkomendasikan dokter, di antaranya adalah:

  • Kortikosteroid. Untuk kasus pemfigus ringan, krim kortikosteroid cukup untuk mengendalikannya.
  • Imunosupresan. Obat-obatan seperti azatioprin atau mycophenolate mofetil dapat membantu mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat.
  • Terapi biologi. Obat seperti rituximab dapat direkomendasikan dokter jika obat lain tidak bekerja.
  • Antibiotik, antiviral, dan antijamur. Obat ini dapat digunakan untuk mengontrol atau mencegah infeksi.
  • Obat-obatan lainnya. Obat lain seperti dapson dan imunoglobulin intravena.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda mengalami lepuhan di dalam mulut atau kulit Anda. Jika Anda telah didiagnosis dengan pemfigus dan sedang menjalani perawatan, temui dokter jika Anda mengembangkan:

  • Lepuh dan luka baru
  • Penyebaran luka secara cepat
  • Demam, kemerahan atau bengkak, yang dapat mengindentifikasikan infeksi
  • Kelemahan dan nyeri pada otot dan sendi

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda membuat daftar:

  • Gejala yang Anda alami
  • Informasi pribadi utama, seperti stres dan perubahan hidup Anda
  • Semua obat, vitamin, dan suplemen yang Anda konsumsi
  • Pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Sebelum mendiagnosis keadaan Anda, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Adakah yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Langkah apa yang Anda ambil untuk menangani kondisi ini?
  • Pernahkah Anda dirawat untuk kondisi ini?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pemphigus-vulgaris
diakses pada 29 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pemphigus/symptoms-causes/syc-20350404
diakses pada 29 November 2018.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=30710
diakses pada 29 November 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/pemphigus.html
diakses pada 29 November 2018.

National Institute of Arthritis and Muscoloskeletal and Skin Diseases. https://www.niams.nih.gov/health-topics/pemphigus
diakses pada 29 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pemphigus-vulgaris
diakses pada 29 November 2018.

Back to Top