Kondisi pemfigoid bulosa semakin sering terjadi seiring dengan pertambahan usia.
Kondisi pemfigoid bulosa semakin sering terjadi seiring dengan pertambahan usia.

Pemfigoid bulosa (PB) adalah penyakit kulit yang ditandai dengan terbentuknya bula (lepuhan berisi cairan dengan diameter ≥ 10 mm) yang besar, gatal, dan kemerahan seperti biduran. Terjadinya pemfigoid bulosa dapat secara akut (cepat), perlahan, maupun terjadi setelah adanya penyakit kulit lain seperti psoriasis dan lichen planus.

Penyakit ini jarang ditemui dan paling sering didiagnosis pada usia 60 tahun. Kejadian pemfigoid bulosa semakin sering terjadi seiring pertambahan usia.

Penderita pemfigoid bulosa mempunyai risiko untuk menderita penyakit lain, yaitu hipertensi, diabetes mellitus, penyumbatan pembuluh darah, dan penyakit jantung. Sedangkan pada orang tua dengan kondisi kesehatan yang buruk, pemfigoid bulosa dapat mengancam nyawa.

  • Kemerahan, nyeri, dan gatal yang timbul beberapa minggu sampai bulan sebelum munculnya bula. Namun, bula juga dapat timbul pada daerah kulit yang sebelumnya normal.
  • Bula besar dan kencang (tidak mudah pecah). Jika bula pecah dapat terasa nyeri namun penyembuhannya cepat.
  • Pada beberapa kasus, bula dapat berisi darah.
  • Lokasi timbulnya bula dapat di seluruh tubuh, daerah yang paling banyak terkena adalah pada lipatan tubuh, seperti perut bagian bawah, paha atas, dan ketiak. Pada 15-20% orang dengan pemfigoid bulosa, bula juga timbul di mukosa, seperti mata, mulut, tenggorokan, dan daerah kemaluan. Pada bayi, lokasi tersering timbulnya pemfigoid bulosa adalah telapak tangan, telapak kaki, wajah, dan jarang mengenai area kemaluan.
  • Kulit di sekitar bula dapat normal, kemerahan, atau lebih gelap.
  • Eksim atau ruam merah yang menyerupai biduran.
  • Kulit kemerahan dan mengelupas (eritroderma).

Biasanya pemfigoid bulosa hilang sendiri setelah beberapa bulan, namun waktu untuk sembuh total bisa memakan waktu bertahun-tahun.

PB disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan penyambung antara epidermis (lapisan terluar kulit) dan dermis (jaringan kulit di bawah epidermis). Hal ini menyebabkan peradangan kulit yang akhirnya menimbulkan gejala seperti gatal dan terbentuknya bula. Namun, penyebab kelainan sistem imun ini tidak diketahui. Beberapa faktor yang dapat mencetuskan kelainan respon imun tersebut adalah:

  • Obat-obatan: etanercept, sulfasalazin, furosemid, penicilin, antibodi monoklonal PD-1 dan PD-L1
  • Terapi sinar ultraviolet
  • Terapi radiasi
  • Trauma pada kulit
  • Adanya penyakit lain seperti psoriasis, lichen planus, diabetes, artritis rematik, kolitis ulserativa, sklerosis multipel, demensia, Parkinson, stroke, dan epilepsi.
  • Paparan sinar matahari

Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis PB antara lain:

  • Biopsi: sampel jaringan diambil dari bagian pinggir bula, lalu diperiksa di bawah mikroskop atau diperiksa dengan teknik immunofluorescence langsung (melihat pola antibodi pada jaringan kulit yang diambil)
  • Pemeriksaan immunofluorescence tidak langsung, dengan melihat pola antibodi pada sampel darah yang diambil

Terapi pemfigoid bulosa ditujukan untuk mengurangi pembentukan bula, mempercepat penyembuhan bula, dan mengurangi rasa gatal. Obat yang dapat digunakan adalah yang menekan sistem imun atau obat yang memiliki efek anti peradangan lain seperti:

  • Jenis yang digunakan biasanya prednisone atau prednisolone
  • Azathioprine, mikofenolat mofetil
  • Rituximab (jika terdapat gejala pada mata dan saluran cerna dan tidak ada respon terhadap terapi lain)
  • Metotreksat
  • Tetrasiklin atau minosiklin yang dikombinasi dengan nicotinamide
  • Dapson

Untuk mencegah infeksi, dapat diberikan antibiotik.

Selain obat-obatan, beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk mengurangi gejala:

  • Perawatan luka (bekas bula)
  • Menghindari paparan sinar matahari
  • Menghindari pakaian ketat
  • Makanan yang lunak, jika terdapat bula pada mulut

Jika tidak diobati, PB dapat menetap sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dan dapat hilang timbul.

Karena penyebab kelainan imun yang menyebabkan pemfigus bulosa belum diketahui secara pasti, maka tidak ada pencegahan spesifik untuk pemfigoid bulosa. Namun, dapat dilakukan beberapa hal untuk mencegah perburukan pada penderita pemfigoid bulosa, antara lain:

  • Hindari menggaruk dan memecahkan bula karena dapat menyebabkan infeksi.
  • Jika terdapat bula pada daerah kaki atau area lain yang mengganggu, pemecahan bula harus dilakukan oleh dokter
  • Hindari kemungkinan perlukaan pada kulit karena kulit penderita PB sangat rentan
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D pada penderita yang menjalani pengobatan dengan kortikosteroid lebih dari satu bulan (salah satu efek samping penggunaan kortikosteroid adalah osteoporosis)

Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Kemerahan dan gatal pada kulit tidak hilang setelah beberapa minggu
  • Terdapat banyak bula atau bula besar dan nyeri
  • Kulit merah, panas, dan bengkak
  • Bula berisi nanah berwarna hijau atau kuning
  • Bula pada mata dan daerah mukosa lain
  • Terdapat tanda infeksi seperti demam
  • Membuat janji dengan dokter
  • Mencatat gejala yang timbul dan waktu timbulnya
  • Membawa hasil pemeriksaan yang relevan sebelumnya, jika ada
  • Membawa atau mencatat riwayat pengobatan
  • Mencatat daftar pertanyaan yang ingin disampaikan ke dokter, seperti:
    • Penyebab pemfigoid bulosa
    • Pemeriksaan yang diperlukan
    • Berapa lama waktu sampai pemfigoid bulosa hilang
    • Pengobatan yang akan dilakukan
    • Efek samping dari pengobatan

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti:

  • Waktu munculnya gejala pertama kali
  • Lokasi timbulnya bula
  • Adanya rasa gatal
  • Adanya nanah atau darah pada bula
  • Riwayat pengobatan
  • Adanya demam

Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan berbagai pemeriksaan dan bila perlu akan merujuk ke dokter spesialis kulit.

AOCD. https://www.aocd.org/page/BullousPemphigoid
Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bullous-pemphigoid/symptoms-causes/syc-20350414
Diakses pada 17 Desember 2018

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1062391-overview
Diakses pada 17 Desember 2018

Msd Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/dermatologic-disorders/bullous-diseases/bullous-pemphigoid
Diakses pada 17 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bullous-pemphigoid
Diakses pada 17 Desember 2018

NORD. https://rarediseases.org/rare-diseases/bullous-pemphigoid
Diakses pada 17 Desember 2018

Artikel Terkait