Penyakit Lainnya

Pembesaran Prostat Jinak

Diterbitkan: 12 Mar 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Pembesaran Prostat Jinak
Prostat berfungsi menghasilkan cairan yang memberi nutrisi pada sel sperma dalam air mani.
Pembesaran prostat jinak (BPH) merupakan kondisi pembesaran prostat non-kanker (bukan kanker) yang dapat memengaruhi buang air kecil. Kondisi ini biasa terjadi pada pria berumur 50 tahun keatas. Prostat adalah kelenjar pada sistem urogenital (saluran berkemih dan kelamin) pada pria yang berfungsi menghasilkan cairan yang memberi nutrisi pada sel sperma dalam air mani.
Pembesaran Prostat Jinak
Dokter spesialis Urologi
Terdapat beberapa gejala pembesaran prostat jinak, seperti:
  • Pancaran aliran urine yang lemah pada saat buang air kecil
  • Perlu mengejan saat buang air kecil
  • Tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
  • Buang air kecil lebih dari dua kali di malam hari (nokturia)
  • Dorongan secara tiba-tiba untuk buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine
  • Inkontinensia urine atau tidak bisa menahan atau mengontrol buang air kecil, seperti mengompol
  • Terasa sakit saat buang air kecil
Penyebab BPH belum diketahui, namun diduga pembesaran kelenjar prostat ini dapat disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon seks pria seiring bertambahnya usia. Beberapa faktor risiko yang terkait dengan BPH adalah proses penuaan, riwayat keluarga, penyakit jantung dan diabetes, serta obesitas.
Untuk mendiagnosis BPH, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pemeriksaan lainnya, meliputi:
  • Pemeriksaan colok dubur untuk memeriksa pembesaran prostat
  • Pemeriksaan urine untuk mengesampingkan penyakit lain dengan gejala yang serupa
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi gangguan ginjal yang dapat muncul sebagai komplikasi (penyulit) pada BPH
  • Tes darah antigen khusus prostat (Prostate-specific antigen/PSA) sebagai monitor penyakit dan menentukan terapi yang diberikan
  • Tes volume residu urine (Post void residual volume test) menggunakan ultrasound untuk mengukur seberapa banyak urine yang tersisa pada kandung kemih
  • Tes aliran urine (urinary flow test) untuk evaluasi kondisi pembesaran prostat semakin membaik atau memburuk
  • Mencatat jumlah buang air kecil pada malam hari
  • Ultrasonografi (USG) transrectal untuk mengukur prostat
  • Biopsi prostat untuk membantu mendiagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kanker prostat
  • Sistoskopi untuk melihat gambaran uretra dan kandung kemih
Pengobatan yang dilakukan untuk mengobati BPH ini berdasarkan kesehatan keseluruhan, usia, dan keparahan gejala yang ditimbulkan pembesaran prostat tersebut. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi gejala, termasuk:
  • Kurangi atau berhenti konsumsi alkohol dan kafein terutama setelah makan malam
  • Berolahraga secara teratur
  • Membatasi konsumsi obat yang membuat sulit mengosongkan kandung kemih seperti dekongestan atau antihistamin
  • Kurangi stres
Dokter dapat merekomendasikan terapi sebagai berikut:
  • Obat seperti penghambat reseptor alfa-1 (alpha 1 blocker) untuk melonggarkan otot kandung kemih
  • Obat penurun kadar hormon testosteron
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi yang timbul akibat pembesaran prostat
  • Prosedur khusus seperti reseksi prostat transurethral (TURP), Transurethral needle ablation (TUNA), atau prostatektomi terbuka dapat direkomendasikan jika pemberian obat tidak berhasil
Jika  Anda mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan membantu menemukan solusi untuk setiap gejala yang dialami.
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, buatlah terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pertanyaan, seperti:
  • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang cocok untuk gejala yang saya alami?
  • Apakah saya harus membatasi aktivitas seksual saya?
  • Jika saya memiliki gangguan kesehatan lain, bagaimana cara menanganinya?
  • Apakah saya memerlukan tes lain? Apa saja?
Pada saat berkonsultasi, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan, diantaranya:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan Anda merasa mengalami gejala tersebut? Sesering apa Anda merasakan gejala itu?
  • Apakah gejala tersebut berangsur-angsur membaik atau malah memburuk?
  • Apakah Anda pernah mengompol tanpa disadari?
  • Apakah Anda sering buang air kecil pada malam hari?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki pembesaran prostat, kanker prostat atau batu ginjal?
  • Apakah Anda pernah mengalami permasalahan dalam aktivitas seksual?
  • Apakah Anda pernah operasi atau menjalani prosedur lain di sekitar ujung penis atau uretra?
  • Apakah Anda pernah merasakan panas saat membuang air kecil?
  • Apakah Anda menggunakan obat pengencer darah?
  • Seberapa banyak kafein atau alkohol yang Anda konsumsi?
Healthline. https://www.healthline.com/health/enlarged-prostate
Diakses pada 16 November 2018
MayoClinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087
Diakses pada 16 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/prostate-enlargement/
Diakses pada 16 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penis Keras, Cek Mitos dan Faktanya yang Umum Beredar

Penis keras atau ereksi memiliki beragam mitos dan fakta yang beredar di masyarakat. Misalnya saja fakta bahwa ereksi dapat terjadi sejak masih janin meski bukan karena stimulus seksual.
19 Jun 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penis keras atau ereksi diliputi banyak mitos dan fakta

Hati-hati, Penis Belum Sunat Bisa Sebabkan Balanitis

Belum sunat dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan pada penis. Salah satunya adalah balanitis zoon, penyakit seksual pada penis yang mungkin menyerang.
19 Jun 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Belum sunat dapat menyebabkan balanitis zoon terjadi

Mengenal Pijat Prostat, Terapi untuk Kaum Adam yang Masih Kontroversial

Pijat prostat merupakan terapi pijat yang diarahkan pada area prostat pria. Mirip dengan colok dubur, apakah ada manfaat dari terapi ini? Kondisi medis apa saja yang bisa dibantu dengan pijat prostat?
15 Apr 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Pijat prostat dipercaya mampu  membersihkan saluran prostat dan mengatasi masalah reproduksi pria lainnya