Pembesaran Prostat Jinak

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Pembesaran kelenjar prostat dapat disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon seks pria.
Prostat berfungsi menghasilkan cairan yang memberi nutrisi pada sel sperma dalam air mani.

Pengertian Pembesaran Prostat Jinak

Pembesaran prostat jinak (BPH) merupakan kondisi pembesaran prostat non-kanker (bukan kanker) yang dapat memengaruhi buang air kecil. Kondisi ini biasa terjadi pada pria berumur 50 tahun keatas. Prostat adalah kelenjar pada sistem urogenital (saluran berkemih dan kelamin) pada pria yang berfungsi menghasilkan cairan yang memberi nutrisi pada sel sperma dalam air mani.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Terdapat beberapa gejala pembesaran prostat jinak, seperti:

  • Pancaran aliran urine yang lemah pada saat buang air kecil
  • Perlu mengejan saat buang air kecil
  • Tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
  • Buang air kecil lebih dari dua kali di malam hari (nokturia)
  • Dorongan secara tiba-tiba untuk buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine
  • Inkontinensia urine atau tidak bisa menahan atau mengontrol buang air kecil, seperti mengompol
  • Terasa sakit saat buang air kecil

Penyebab

Penyebab BPH belum diketahui, namun diduga pembesaran kelenjar prostat ini dapat disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon seks pria seiring bertambahnya usia. Beberapa faktor risiko yang terkait dengan BPH adalah proses penuaan, riwayat keluarga, penyakit jantung dan diabetes, serta obesitas.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis BPH, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pemeriksaan lainnya, meliputi:

  • Pemeriksaan colok dubur untuk memeriksa pembesaran prostat
  • Pemeriksaan urine untuk mengesampingkan penyakit lain dengan gejala yang serupa
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi gangguan ginjal yang dapat muncul sebagai komplikasi (penyulit) pada BPH
  • Tes darah antigen khusus prostat (Prostate-specific antigen/PSA) sebagai monitor penyakit dan menentukan terapi yang diberikan
  • Tes volume residu urine (Post void residual volume test) menggunakan ultrasound untuk mengukur seberapa banyak urine yang tersisa pada kandung kemih
  • Tes aliran urine (urinary flow test) untuk evaluasi kondisi pembesaran prostat semakin membaik atau memburuk
  • Mencatat jumlah buang air kecil pada malam hari
  • Ultrasonografi (USG) transrectal untuk mengukur prostat
  • Biopsi prostat untuk membantu mendiagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kanker prostat
  • Sistoskopi untuk melihat gambaran uretra dan kandung kemih

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk mengobati BPH ini berdasarkan kesehatan keseluruhan, usia, dan keparahan gejala yang ditimbulkan pembesaran prostat tersebut. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi gejala, termasuk:

  • Kurangi atau berhenti konsumsi alkohol dan kafein terutama setelah makan malam
  • Berolahraga secara teratur
  • Membatasi konsumsi obat yang membuat sulit mengosongkan kandung kemih seperti dekongestan atau antihistamin
  • Kurangi stres

Dokter dapat merekomendasikan terapi sebagai berikut:

  • Obat seperti penghambat reseptor alfa-1 (alpha 1 blocker) untuk melonggarkan otot kandung kemih
  • Obat penurun kadar hormon testosteron
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi yang timbul akibat pembesaran prostat
  • Prosedur khusus seperti reseksi prostat transurethral (TURP), Transurethral needle ablation (TUNA), atau prostatektomi terbuka dapat direkomendasikan jika pemberian obat tidak berhasil

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika  Anda mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan membantu menemukan solusi untuk setiap gejala yang dialami.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, buatlah terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pertanyaan, seperti:

  • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang cocok untuk gejala yang saya alami?
  • Apakah saya harus membatasi aktivitas seksual saya?
  • Jika saya memiliki gangguan kesehatan lain, bagaimana cara menanganinya?
  • Apakah saya memerlukan tes lain? Apa saja?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat berkonsultasi, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan, diantaranya:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan Anda merasa mengalami gejala tersebut? Sesering apa Anda merasakan gejala itu?
  • Apakah gejala tersebut berangsur-angsur membaik atau malah memburuk?
  • Apakah Anda pernah mengompol tanpa disadari?
  • Apakah Anda sering buang air kecil pada malam hari?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki pembesaran prostat, kanker prostat atau batu ginjal?
  • Apakah Anda pernah mengalami permasalahan dalam aktivitas seksual?
  • Apakah Anda pernah operasi atau menjalani prosedur lain di sekitar ujung penis atau uretra?
  • Apakah Anda pernah merasakan panas saat membuang air kecil?
  • Apakah Anda menggunakan obat pengencer darah?
  • Seberapa banyak kafein atau alkohol yang Anda konsumsi?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/enlarged-prostate
Diakses pada 16 November 2018

MayoClinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087
Diakses pada 16 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/prostate-enlargement/
Diakses pada 16 November 2018

Back to Top