Kepala

Pembengkakan Otak

15 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Pembengkakan Otak
Cerebral edema atau pembengkakan otak adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan cairan di otak. Penumpukan atau meningkatnya tekanan cairan ini sering disebut sebagai tekanan intrakranial atau intracranial pressure (ICP).Peningkatan ICP dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah dan oksigen yang diterima oleh otak. Pasalnya, otak membutuhkan aliran oksigen yang lancar untuk berfungsi dengan baik.Ketika seseorang mengalami pembengkakan otak, otak tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengancam jiwa penderitanya.Pembengkakan pada otak merupakan respons tubuh terhadap cedera. Kondisi ini biasanya bisa diatasi dengan obat-obatan dan istirahat.Cerebral edema bisa terjadi di seluruh otak atau di area tertentu, dan dapat memicu kerusakan permanen. 
Pembengkakan Otak
Dokter spesialis Saraf, Bedah
GejalaSakit kepala, pusing, mual
Faktor risikoCedera otak, stroke iskemik, tumor otak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT Scan, MRI kepala
PengobatanObat-obatan, osmoterapi, hiperventilasi
ObatWarfarin
KomplikasiGangguan kognitif, cedera otak permanen, gangguan kognitif
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala pembengkakan otak
Secara umum, gejala pembengkakan otak meliputi:
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat pembengkakan otak adalah:
Gejala edema otak bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Hal ini tergantung pada lokasi pembengkakan dan tingkat keparahan. 
Penyebab pembengkakan otak adalah meningkatnya jumlah cairan dalam otak.  Cairan ini kemudian menekan jaringan otak. 

Faktor risiko pembengkakan otak

Beberapa faktor risiko kondisi ini meliputi:
  • Cedera otak traumatis

Cedera otak traumatis adalah trauma akut yang disebabkan oleh jatuh atau kecelakaan kendaraan.
  • Stroke iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah membatasi aliran oksigen ke otak. Kekurangan oksigen dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan pembengkakan dan tekanan.
  • Tumor otak

Tumor otak dapat menekan area lain di otak atau mencegah cairan keluar dari otak, sehingga menyebabkan peningkatan ICP.
  • Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus dapat menyebabkan cerebral edema. Misalnya, ensefalitis atau infeksi yang menyebabkan peradangan di otak.
  • Perdarahan otak

Perdarahan otak terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan bocor. Hal ini menyebabkan peradangan dan peningkatan ICP.
  • Berada di daerah tinggi

Cerebral edema juga dapat terjadi ketika seseorang berada di atas ketinggian sekitar 4.000 meter.Baca juga: Pendarahan Otak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya 
Diagnosis pembengkakan otak dapat dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan fisik untuk mendeteksi rasa sakit, ketidaknyamanan, atau kelainan
  • CT scan untuk mengidentifikasi lokasi pembengkakan
  • MRI kepala untuk mengidentifikasi lokasi pembengkakan
  • Tes darah untuk menentukan penyebab pembengkakan
 
Cara mengobati pembengkakan otak umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan dari dokter meliputi:
  • Obat-obatan

Dokter akan menggunakan obat untuk mengurangi pembengkakan atau pembekuan darah. Contoh obat ini adalah warfarin, yang mampu mengencerkan darah dan mengurangi kemungkinan pembekuan darah.
  • Osmoterapi

Osmoterapi adalah prosedur untuk mengeluarkan air dari otak.Langkah ini dilakukan dengan menggunakan agen osmotik seperti manitol, atau garam tinggi.Terapi osmotik juga membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah, sehingga mampu mengurangi pembengkakan dan ICP di tengkorak.
  • Hiperventilasi

Dokter mungkin juga akan menyarankan pasien untuk melakukan hiperventilasi yang terkontrol. Langkah ini juga bertujuan menurunkan ICP dan menurunkan aliran darah.Hiperventilasi akan membuat pasien menghembuskan napas lebih banyak daripada yang menghirup. Dengan ini, jumlah karbon dioksida dalam aliran darah bisa turun.Jumlah aliran darah yang tepat pada otak bisa dilakukan dengan mengendalikan adar karbon dioksida.
  • Ventrikulostomi

Ventrikulostomi berfungsi mengeluarkan cairan dari otak. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di tengkorak pasien dan memasukkan tabung sebagai saluran pembuangan, untuk mengurangi tekanan ICP.
  • Operasi

Dalam kasus pembengkakan yang lebih parah, pasien mungkin memerlukan operasi untuk meredakan ICP. Pembedahan memungkinkan dokter mengangkat bagian tertentu dari tengkorak atau sumber pembengkakan (misalnya tumor). 

Komplikasi pembengkakan otak

Jika tidak ditangani dengan benar, cerebral edema bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Gangguan kognitif
  • Cedera otak permanen
  • Kematian
 
Cara mencegah pembengkakan otak yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan alat pelindung yang sesuai dan memadai guna mencegah cedera kepala, misalnya helm saat naik motor atau pelidung kepala selama olahraga
  • Kenakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan
  • Kendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol untuk mencegah penyakit jantung serta stroke
  • Naik perlahan-lahan ke daerah dataran tinggi, misalnya saat mendaki gunung
  • Hindari merokok untuk mengurangi risiko oksidasi dan inflamasi yang berhubungan dengan stroke
Baca juga: Tips Persiapan Mendaki Gunung untuk Pemula, Apa Saja? 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada pembengkakan otak. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pembengkakan otak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pembengkakan otak agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537272/
Diakses pada 15 September 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/edema/cerebral-edema/
Diakses pada 15 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cerebral-edema
Diakses pada 15 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322475
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email