Penyakit Lainnya

Pelvic Organ Prolapse

Diterbitkan: 18 Dec 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Pelvic Organ Prolapse
Pelvic organ prolapse adalah kondisi di mana terjadi terjadi prolaps atau organ dasar panggul yang turun dari tempat seharusnya, akibat tidak kuatnya otot dasar panggul yang menahannya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kaum wanita, bahkan diperkirakan sepertiga wanita di dunia pernah mengalaminya. Hal ini terjadi karena ada lebih banyak organ di dalam rongga panggul wanita, sehingga risikonya meningkat.Otot dasar panggul membentuk semacam penahan di pintu panggul. Normalnya, otot-otot ini dapat menahan organ panggul agar tetap berada di tempatnya.Pada wanita, organ dasar panggul terdiri dari kandung kemih, rahim, vagina, usus halus, dan rektum. Sementara pada pria, organ ini meliputi kandung kemih, usus, dan rektum.
Pelvic Organ Prolapse
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala pelvic organ prolapse bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Perbedaan ini muncul berdasarkan tingkat keparahannya.Prolaps organ pelvis juga mungkin tidak menimbulkan keluhan apa-apa dan baru diketahui ketika penderita menjalani pemeriksaan medis tertentu.

Gejala pada wanita

Kondisi ini mungkin tidak memicu gejala karena turunnya organ panggul tidak sampai melewati vagina. Sedangkan pada kondisi prolaps yang melewati vagina, keluhan yang dirasakan oleh penderita bisa meliputi:
  • Rasa tekanan di area vagina.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sulit buang air besar.
  • Nyeri pada punggung bawah.
  • Sensasi seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  • Masalah buang air kecil, seperti sering mengompol atau perasaan ingin pipis terus menerus.
  • Perdarahan atau bercak darah keluar dari vagina.

Gejala pada pria

Prolaps organ pelvis pada pria umumnya terjadi ketika rektum turun melewati otot-otot dasar panggul. Gejala-gejalanya bisa berupa:
  • Sensasi tekanan, berat, atau penuh pada pelvis.
  • Sensasi seperti ada yang jatuh pada pelvis.
  • Sulit menahan buang air kecil, atau kesulitan buang air kecil.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) kronis atau berulang.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Buang air besar yang terasa tidak tuntas.
  • Jaringan rektum yang keluar dari anus.
  • Sakit punggung bagian bawah.
Apapun yang meningkatkan tekanan dalam perut dapat menjadi penyebab pelvic organ prolapse. Beberapa contohnya meliputi:
Faktor genetik juga ikut berperan dalam memicu pelvic organ prolapse. Ini berarti, sebagian wanita dengan anggota keluarga kandung yang mengalami pelvic organ prolapse bisa menjadi lebih rentan untuk mengalami kondisi yang sama.
Diagnosis pelvic organ prolapse ditentukan berdasarkan sesi tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda rasakan. Begitu juga dengan riwayat medis dan faktor risiko yang terkait dengan prolaps organ pelvis.

Pemeriksaan fisik

Dokter lalu melanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Misalnya, memeriksa bagian kondisi panggul.

Pemeriksaan penunjang

Dokter bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis pelvic organ prolapse. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Rontgen saluran kemih atau pielografi intravena.
  • USG, CT scan, atau MRI pada panggul
Penanganan pelvic organ prolapse tergantung pada tingkat keparahan gejala yang Anda alami. Beberapa pilihan pengobatannya meliputi:
  • Senam Kegel untuk menguatkan otot dasar panggul.
  • Pemasangan alat plastik kecil bernama pesarium ke dalam vagina untuk menyediakan penahan bagi organ dasar panggul yang turun.
  • Operasi untuk memperbaiki jaringan atau otot panggul yang lemah.
  • Pada penderita wanita yang sudah menopause, prosedur pengangkatan rahim bisa dianjurkan.
Anda dapat mencegah pelvic organ prolapse dengan cara-cara berikut:
  • Melakukan senam Kegel secara rutin.
  • Menjaga berat badan agar tetap pada angka ideal.
  • Mencegah konstipasi, misalnya dengan memperbanyak konsumsi serat, rutin berolahraga, serta tidak menahan keinginan buang air besar.
  • Jangan merokok karena dapat mempengaruhi kekuatan jaringan ikat tubuh, termasuk jaringan ikat dan otot dasar panggul.
Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala pelvic organ prolapse seperti di atas.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Bagaimana riwayat kehamilan dan persalinan Anda?
  • Apakah Anda sering mengalami sembelit atau batuk kronis?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi pengangkatan rahim?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda alami?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan sederet pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis pelvic organ prolapse. Dengan ini, penanganan yang tepat juga bisa diberikan.
WebMD. https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/pelvic-organ-prolapse#1
Diakses pada 18 Desember 2019
National Association for Continence. https://www.nafc.org/pelvic-organ-prolapse
Diakses pada 18 Desember 2019
University of Illinois Hospital. https://hospital.uillinois.edu/primary-and-specialty-care/pelvic-health/men-pelvic-health-disorders/pelvic-organ-prolapse
Diakses pada 18 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Perlukah Histerektomi pada Rahim Wanita yang Alami Kanker Ovarium?

Kanker ovarium dapat diatasi dengan pembedahan, salah satunya histerektomi. Prosedur histerektomi dilakukan dengan mengangkat rahim dan jaringan di sekitarnya yang terkena kanker ovarium.
07 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kanker ovarium terjadi ketika sel membelah dan berkembang biak dengan cara yang tidak teratur

Usia Menopause pada Wanita Bisa Berbeda, Apa yang Memengaruhi?

Usia menopause bisa berbeda pada tiap wanita. Selain tidak lagi menstruasi, Anda juga mungkin mengalami gejala lain seperti perubahan mood dan munculnya rasa gatal pada vagina.
15 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Usia menopause seorang wanita

Mengenal Kondisi Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pusar pada Wanita

Sakit perut bagian bawah pusar pada wanita tak boleh Anda sepelekan. Kondisi yang serius seperti radang panggul, kista ovarium, dan kehamilan di luar rahim bisa terjadi.
22 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Penyebab sakit perut bagian bawah pusar pada wanita