Penyakit Lainnya

Patellofemoral Pain Syndrome

13 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Patellofemoral Pain Syndrome
Sindrom nyeri patellofemoral atau patellofemoral pain syndrome adalah nyeri di bagian depan lutut, di sekitar tempurung lutut (patela). Kondisi ini juga sering disebut sebagai "lutut pelari" atau runner’s knee karena biasanya dialami oleh seseorang yang melakukan olahraga lari atau lompat.Nyeri lutut biasanya meningkat jika Anda melakukan beberapa aktivitas, seperti jalan kaki, naik atau turun tangga, duduk dalam waktu lama, atau jongkok. Cara pengobatan patellofemoral pain syndrome bisa dilakukan dengan mudah, yaitu mengistirahatkan kaki dan mengompres dengan es dibungkus kain.Namun kadang Anda juga memerlukan terapi fisik untuk meredakan nyeri patellofemoral. Jika Anda mengalami gejala ada baiknya segera periksakan diri ke dokter agar dokter bisa memberikan penanganan yang tepat. 
Patellofemoral Pain Syndrome
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri lutut yang biasanya semakin memburuk jika berlutut atau jongkok
Faktor risikoRemaja, dewasa muda, wanita
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes pencitraan
PengobatanMetode R.I.C.E, obat-obatan
ObatParacetamol, ibuprofen
KomplikasiNyeri kronis, tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena kesakitan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala  patellofemoral pain syndrome
Secara umum, tanda dan gejala patellofemoral pain syndrome meliputi:
  • Nyeri lutut yang biasanya semakin memburuk jika berlutut, jongkok, naik atau turun tangga, atau duduk dalam waktu lama
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat patellofemoral pain syndrome adalah:
  • Pembengkakan ringan
  • Sensasi kisi atau berderak saat menekuk atau memanjangkan kaki
  • Berkurangnya kekuatan otot
 
Sampai sekarang, penyebab patellofemoral pain syndrome belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko patellofemoral pain syndrome tersebut meliputi:
  • Penggunaan lutut yang berlebihan. Misalnya dengan melakukan olahraga lari atau lompat karena dapat memberi tekanan berulang pada sendi lutut
  • Ketidakseimbangan atau kelemahan otot. Patellofemoral pain syndrome dapat terjadi ketika otot-otot di sekitar pinggul dan lutut Anda tidak mampu membuat tempurung lutut sejajar dengan benar.
  • Trauma pada tempurung lutut, seperti dislokasi sendi atau patah tulang bisa menyebabkan patellofemoral pain syndrome.
  • Operasi lutut, terutama perbaikan ligamen anterior yang menggunakan tendon patela Anda sendiri sebagai cangkok.
  • Remaja dan dewasa muda
  • Wanita
  • Melakukan olahraga lari atau lompat
 
Diagnosis patellofemoral pain syndrome dilakukan dengan cara-cara berikut:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan lutut dan gejala apa yang Anda rasakan.Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara menekan area lutut dan menggerakkan kaki Anda ke berbagai posisi untuk membantu menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang memiliki tanda dan gejala serupa.
  • Sinar X

Sinar X bermanfaat untuk membantu dokter mendapatkan gambar tulang.
  • CT scan

CT scan menggabungkan gambar sinar-X dari berbagai sudut untuk membuat gambar penampang struktur internal. Prosedur diagnosis ini dapat memvisualisasikan tulang dan jaringan lunak.
  • MRI

MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat. Prosedur diagnosis ini akan menghasilkan gambar detail tulang dan jaringan lunak, seperti ligamen lutut dan tulang rawan. 
Beberapa cara mengobati patellofemoral pain syndrome yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Lakukan metode R.I.C.E

Metode R.I.C.E merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression, Elevation. Cara mengobati ini dilakukan dengan mengistirahatkan kaki, menerapkan kompres es berbalut kain secara teratur, menggunakan perban kompresi, dan mengangkat lutut di atas ketinggian jantung.Protokol RICE paling efektif bila digunakan dalam 72 jam setelah cedera.
  • Konsumsi obat-obatan

Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti acetaminophen dan ibuprofen, dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang terkait dengan sindrom patellofemoral.
  • Terapi fisik

Terapis akan menyarankan Anda melakukan beberapa terapi fisik, seperti latihan dan peregangan. Menggunakan penjepit, rekaman patela, dan pijat. 

Komplikasi patellofemoral pain syndrome

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Nyeri kronis
  • Tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena kesakitan
 
Cara mencegah patellofemoral pain syndrome yang bisa dilakukan meliputi:
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot
  • Jaga berat badan agar tetap ideal
  • Lakukan pemanasan sebelum olahraga
  • Lakukan gerakan perenganggan otot
  • Gunakan sepatu yang tepat
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada patellofemoral pain syndrome. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait patellofemoral pain syndrome?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis patellofemoral pain syndrome agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/patellofemoral-pain-syndrome/symptoms-causes/syc-20350792
Diakses pada 13 Oktober 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557657/
Diakses pada 13 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319458 
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email