Patah Tulang Panggul

Ditinjau dr. Widiastuti
Wanita berusia lanjut yang mengalami masa menopause lebih berisiko mengalami patah tulang panggul karena penurunan kadar estrogen.
Penderita kanker dan osteoporosis lebih rentan untuk mengalami patah tulang panggul.

Pengertian Patah Tulang Panggul

Patah tulang panggul adalah cedera serius yang dapat mengancam jiwa. Risiko patah tulang panggul dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Orang yang lebih tua berisiko lebih tinggi mengalami patah tulang panggul. Hal ini disebabkan karena tulang mereka cenderung melemah karena usia (osteoporosis). Penggunaan obat–obatan, penglihatan yang buruk dan gangguan keseimbangan juga membuat orang tua lebih mungkin tersandung dan jatuh yang merupakan salah satu penyebab paling umum dari patah tulang panggul. Patah tulang panggul adalah retakan atau patah di bagian atas tulang paha (femur) dekat sendi panggul. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh jatuh atau cedera pada sisi panggul. Namun terkadang dapat disebabkan oleh suatu kondisi, seperti kanker, atau melemahnya tulang panggul. Patah tulang panggul hampir selalu membutuhkan perbaikan secara pembedahan atau penggantian dari tulang panggul, dan diikuti oleh terapi fisik.

Kebanyakan patah tulang panggul terjadi pada 1 dari 2 lokasi pada tulang panjang yang membentang dari panggul ke lutut. Lokasi tersebut yaitu:

  • Femoral neck (leher dari tulang paha/femur yang merupakan bagian dari tulang panggul). Lokasi ini terletak pada bagian atas femur, sekitar 2 sampai 5 cm dimana kepala dari tulang femur bertemu dengan persendian panggul.
  • The intertrochanteric region (region intertrochanteric) yaitu bagian yang terletak agak jauh dari sendi panggul, sekitar 7–10 cm.
  • Intracapsular fracture terjadi pada bagian sendi panggul yang berbentuk seperti bola (ball and socket joint).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala patah tulang panggul, diantaranya adalah:

  • Sakit berat pada panggul atau selangkangan
  • Tidak dapat mengangkat, memindahkan atau memutar kaki
  • Tidak dapat berdiri atau bergerak langsung setelah jatuh
  • Tidak dapat berdiri atau menumpukan berat badan pada kaki yang terdapat pada sisi panggul yang cedera.
  • Memar dan bengkak di sekitar area panggul
  • Kaki yang lebih pendek pada sisi panggul yang cedera dibandingkan sisi yang lain
  • Kaki pada sisi panggul yang cedera berputar keluar.

Penyebab

Patah tulang pinggul umumnya disebabkan karena jatuh atau hantaman langsung pada sisi panggul yang dapat disebabkan oleh kecelakaan mobil. Kondisi medis tertentu seperti osteoporosis, kanker atau cedera karena tekanan dapat melemahkan tulang dan membuat panggul rentan terhadap fraktur. Pada seseorang dengan tulang yang sangat lemah, patah tulang pinggul dapat terjadi pada saat berdiri diatas kaki dan kaki terkilir. Pada orang berusia lanjut, patah tulang panggul seringkali disebabkan oleh jatuh dari ketinggian.

Faktor Risiko

Tingkat patah tulang pinggul meningkat secara tajam dengan:

  • Riwayat patah tulang panggul. Jika pernah mengalami patah tulang panggul sebelumnya, maka risiko untuk terjadi untuk kedua kalinya meningkat.
  • Kepadatan tulang dan massa otot berkurang. Orang dengan usia lanjut juga mempunyai masalah dengan penglihatan dan keseimbangan yang akan meningkatkan risiko akan jatuh.
  • Jenis kelamin. Sekitar 70% dari patah tulang panggul terjadi pada wanita, karena wanita kehilangan kepadatan tulang lebih cepat daripada pria, yang disebabkan oleh kadar estrogen yang menurun pada masa menopause.
  • Kondisi medis kronis. Gangguan endokrin seperti hipertiroid (kelenjar tiroid yang aktif secara berlebihan) dapat menyebabkan tulang yang rapuh. Gangguan pencernaan dapat menurunkan penyerapan vitamin D dan kalsium sehingga melemahkan tulang.

Kondisi medis yang memengaruhi otak dan sistem saraf, seperti gangguan kognitif, demensia, penyakit Parkinson, stroke dan neuropati perifer dapat meningkatkan risiko jatuh.

  • Masalah nutrisi. Kekurangan kalsium dan vitamin D didalam makanan pada saat muda akan menurunkan massa tulang dan meningkatkan risiko fraktur dikemudian hari. Gangguan makan serius seperti anoreksia nervosa dan bulimia dapat menyebabkan kerusakan pada kerangka tubuh dengan menghilangkan nutrisi penting pada tubuh yang diperlukan untuk membangun tulang.
  • Obat–obatan tertentu. Obat seperti kortison (prednisone) dapat melemahkan tulang jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Obat–obatan yang bekerja pada sistem saraf pusat seperti obat tidur, antipsikotik, penenang, termasuk diantaranya benzodiazepines adalah obat yang paling sering berhubungan dengan jatuh.
  • Inaktivitas secara fisik. Olahraga seperti jalan dapat membantu menguatkan tulang dan otot, sehingga membuat risiko untuk jatuh dan patah berkurang.
  • Penggunaan tembakau dan alkohol. Kedua bahan ini mengganggu proses pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, sehingga mengakibatkan tulang menjadi keropos (osteoporosis).

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosa patah tulang pinggul berdasarkan gejala dan posisi abnormal pinggul dan kaki. Foto rontgen dapat digunakan untuk mengkonfirmasi bahwa pasien mengalami patah tulang. Tes tersebut juga dapat menentukan dimana lokasi fraktur pada tulang. Jika X-ray tidak menunjukkan fraktur tetapi pasien masih mengalami nyeri panggul, dokter mungkin akan melakukan MRI untuk mencari tahu lebih lanjut seperti mencari fraktur retak rambut yang kecil.

Pengobatan

Pengobatan patah tulang pinggul umumnya melibatkan kombinasi operasi, rehabilitasi dan pengobatan.

Operasi

Operasi patah tulang panggul secara umum tergantung pada lokasi dan beratnya fraktur, dan apakah tulang yang patah sejajar atau tidak, usia dan kondisi medis lainnya yang mendasari seperti arthritis. Dan operasi biasanya merupakan satu–satunya pengobatan untuk patah tulang panggul.

Operasi patah tulang pinggul dilakukan untuk memperbaiki patahan pada bagian atas tulang paha (femur) yang merupakan bagian dari tulang panggul. Pilihan operasi, diantaranya adalah:

  • Perbaikan internal menggunakan sekrup
  • Penggantian panggul total
  • Penggantian panggul parsial dapat direkomendasikan untuk orang dewasa yang memiliki kondisi kesehatan lain atau gangguan kognitif atau orang yang tidak lagi hidup mandiri.

Rehabilitasi

Terapi fisik akan berfokus pada latihan gerak dan penguatan. Terapis okupasi akan menentukan apakah alat bantu jalan atau kursi roda dapat membantu pasien bergerak. 

Pengobatan

Bifosfonat dan obat lain untuk osteoporosis dapat membantu mengurangi risiko patah tulang pinggul yang kedua kalinya. Bifosfonat umumnya tidak dianjurkan untuk seseorang dengan masalah ginjal.

Pencegahan

Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tulang, diantaranya adalah:

  • Mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup. Pria dan wanita usia 50 atau lebih tua harus mengonsumsi 1.200 mg kalsium per harinya dan 600 IU untuk vitamin D perhari.
  • Berolahraga untuk memperkuat tulang dan meningkatkan keseimbangan. Latihan beban, seperti berjalan, membantu Anda mempertahankan kepadatan tulang.
  • Menghindari merokok atau konsumsi alkohol. Penggunaan alkohol dan tembakau dapat mengurangi kepadatan tulang.
  • Menghindari penyebab yang meningkatkan risiko jatuh. Seperti memastikan ruangan di rumah sudah cukup terang
  • Memeriksa mata. Lakukan pemeriksaan mata setiap dua tahun sekali atau lebih sering jika Anda menderita diabetes atau penyakit mata.
  • Konsultasikan dengan dokter tentang efek samping dari obat-obatan tertentu
  • Berdiri secara perlahan. Bangun terlalu cepat dapat menyebabkan tekanan darah menurun drastis dan menyebabkan Anda goyah.
  • Menggunakan tongkat atau alat bantu untuk berjalan jika diperlukan

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda curiga Anda mengalami fraktur tulang panggul, maka Anda harus segera ke rumah sakit. Cobalah untuk tidak bergerak sebisa mungkin ketika menunggu bantuan.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosa keadaan Anda. Pertanyaan tersebut diantaranya adalah:

  • Apakah Anda baru saja jatuh atau mengalami cedera lain pada pinggul Anda?
  • Seberapa berat rasa sakit Anda?
  • Bisakah Anda berdiri?
  • Apakah Anda sudah menjalani tes kepadatan tulang?
  • Pernahkah Anda didiagnosis dengan kondisi medis lainnya? Obat apa yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin dan suplemen?
  • Apakah Anda menggunakan alkohol atau tembakau?
  • Pernahkah Anda menjalani operasi? Apakah ada masalah?
  • Apakah ada kerabat dekat Anda seperti orang tua atau saudara kandung yang memiliki riwayat patah tulang atau osteoporosis?
  • Apakah Anda hidup secara mandiri sekarang ini?
Referensi

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/007386.htm
Diakses pada 17 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/hip-fracture-surgeries#types
Diakses pada 17 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hip-fracture/
Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hip-fracture/symptoms-causes/syc-20373468
Diakses pada 17 Desember 2018

Back to Top