Kulit & Kelamin

Paronikia

23 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Paronikia
Paronikia terbagi menjadi paronikia akut dan kronis
Paronikia adalah infeksi kulit yang terjadi di sekitar kuku tangan dan kaki. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, atau bahkan gabungan keduanya. Kuku yang terinfeksi biasanya terlihat tidak normal, berubah warna, dan membengkak.Paronikia dibagi menjadi akut dan kronis. Paronikia kronis hampir selalu terjadi di sekitar kuku jari tangan dan gejalanya bisa muncul secara perlahan. Umumnya gejala dapat berlangsung berminggu-minggu.Paronikia akut dapat terjadi di jari tangan atau kaki. Gejalanya muncul secara mendadak, tapi biasanya hanya berlangsung selama satu atau dua hari.Paronikia bisa diobati sampai kuku yang terinfeksi kembali ke kondisi normal. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan kuku hilang sebagian atau bahkan seluruhnya.
Paronikia
Dokter spesialis Kulit
GejalaNyeri di area kuku, kuku bengkak, dan bernanah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanPembersihan luka, obat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, antijamur
KomplikasiAbses, penyebaran infeksi ke tendon, tulang, dan aliran darah
Kapan harus ke dokter?Memiliki tanda dan gejala paronikia
Pada umumnya, tanda dan gejala paronikia meliputi:
  • Rasa sakit pada area yang terjangkit.
  • Kulit berubah kemerahan dan membengkak.
  • Kulit melepuh dan bernanah.
Gejala-gejala tersebut biasanya dialami di kutikula atau pada kuku itu sendiri.Apabila infeksi diakibatkan oleh jamur, biasanya ada gejala tambahan yang menyusul muncul antara lain:
Sedangkan paronikia yang disebabkan bakteri biasanya terjadi secara mendadak. Jika infeksi menyebar ke seluruh tubuh, terdapat pula tanda dan gejala lain, yakni:
  • Demam dan menggigil
  • Munculnya garis-garis merah di sepanjang kulit
  • Pada area terjangkit, kulit akan menjadi lembap
  • Nanah pada kuku
  • Nyeri pada kuku dan sekitarnya 
  • Kuku terasa hangat saat disentuh
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Rasa tidak enak badan
Paronikia biasanya terjadi saat kuku mengalami cedera. Saat cedera, lapisan pelindung di bagian dasar kuku yang disebut kutikula akan rusak dan mengalami luka. Akibatnya, mikroorganisme seperti bakteri ataupun jamur bisa masuk ke bawah kulit kuku dan akhirnya menyebabkan infeksi.Umumnya, bakteri yang dapat menjadi penyebab paronikia tersebut berjenis Staphylococcus aureus atau Staphylococcus enterococcus. Infeksi bakteri tersebut biasanya menyebabkan paronikia akut. Sedangkan paronikia kronis lebih sering diakibatkan oleh infeksi jamur candida.Adapun penyebab rusaknya kutikula dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti:
  • Mewarnai kuku.
  • Mengalami cantengan (kuku tumbuh ke dalam).
  • Tidak memotong kuku secara teratur atau memotongnya dengan cara yang salah.
  • Kuku sering terpapar air atau produk pembersih, sehingga mengalami peradangan atau iritasi.
Selain karena infeksi, paronikia juga bisa menjadi tanda dan gejala dari kondisi lain, seperti:
  • Psoriasis kuku
  • Anemia defisiensi besi
  • Kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) atau tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Komplikasi diabetes
  • Komplikasi penyakit jantung, paru-paru, atau hati
Efek samping beberapa jenis obat juga dapat mengakibatkan gangguan kuku seperti paronikia.
Diagnosis paronikia dapat dilakukan dengan beberapa langkah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab
    Dokter akan bertanya mengenai gejala serta riwayat gangguan kulit. Selanjutnya dokter akan memantau dan mengamati kuku pasien secara detail apabila ada kerusakan yang terjadi di area tersebut.
  • Pemeriksaan laboratorium
    Sebagai pemeriksaan penunjang, dokter mungkin akan mengambil sampel nanah dari bagian yang terinfeksi, yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Tes ini berfungsi untuk menentukan jenis infeksi dan pengobatan yang tepat.
Pada umumnya, pengobatan paronikia mencakup: 
  • Obat-obatan

 Jika paronikia disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik seperti kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole, sefalosporin, clindamycin, atau gabungan amoxicillin-clavulanate.Selain itu, obat oles yang mengandung antibiotik seperti asam fusidat juga dapat diberikan untuk kasus infeksi yang tidak terlalu parah. Sedangkan apabila penyebabnya adalah infeksi jamur, dokter mungkin akan meresepkan obat minum atau salep antijamur seperti clotrimazole dan terbinafine. 
  • Perawatan nanah

 Apabila jaringan sekitar kukuyang terinfeksi bernanah, Anda dapat merendam area tersebut dengan air hangat beberapa kali sehari dan mengeringkannya. Tindakan ini dapat membantu nanah keluar dengan sendirinya.Jika kondisinya makin parah, dokter mungkin akan melakukan operasi abses cairan. Prosedur ini bertujuan untuk mengeluarkan nanah agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Selain itu sebagian kulit dan kuku di area bernanah biasanya ikut diangkat untuk mengurangi penyebaran infeksi.

Komplikasi

Paronikia dapat berujung pada beberapa komplikasi jika tidak ditangani dengan baik, yaitu:
  • Abses kulit, kondisi di mana nanah menumpuk pada atau di dalam kulit
  • Perubahan permanen pada bentuk kuku
  • Menyebarnya infeksi dari kuku menuju ke otot, tulang, atau bahkan aliran darah
Untuk mencegah paronikia terjadi, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Merawat kuku dan kulit di sekitar kuku dengan benar.
  • Hindari merusak kuku atau ujung jari yang dapat menyebabkan cedera. Pertumbuhan kuku yang lambat dapat mengakibatkan cedera lebih lama sembuhnya, bahkan hingga berbulan-bulan.
  • Jangan menggigit atau mengorek kuku.
  • Lindungi kuku dari paparan deterjen dan bahan kimia dengan menggunakan sarung tangan karet atau plastik.
  • Bawa alat sendiri saat hendak akan manikur ke salon kuku. Saat proses manikur berlangsung lindungi kutikula Anda agar tidak tersentuh.
Untuk meminimalkan risiko kerusakan pada kuku:
  • Menjaga kuku jari tangan agar tetap halus dengan memotongnya seminggu sekali. Ada baiknya pemotongan kuku dilakukan setelah mandi, saat kuku dalam keadaan yang lebih lembut dibanding biasanya. Kuku jari tangan sebaiknya dipotong dalam potongan agak melengkung.
  • Untuk kuku jari kaki, sebaiknya dipotong sebulan sekali, dalam potongan lurus dan tidak dipotong terlalu ke dalam.
  • Tidak menggunakan alat pemotong kutikula untuk menghindari risiko rusaknya jaringan kulit di bagian dasar kuku.
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami tanda dan gejala paronikia. di samping itu, Anda juga perlu berkonsultasi pada dokter apabila pengobatan yang telah diterima tidak membuahkan hasil sehingga paronikia tak kunjung sembuh. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait paronikia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis paronikia agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2017/0701/p44.html
Diakses pada 11 September 2021

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15327-nail-infection-paronychia
Diakses pada 11 September 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/paronychia
Diakses pada Januari 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/nail-problems/
Diakses pada Januari 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/paronychia-treatment-1124156
Diakses pada 11 September 2021

Dulski, A., & Edwards, C. W. (2021). Paronychia. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544307/
Diakses pada 11 September 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001444.htm
Diakses pada 11 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email