Kulit & Kelamin

Paronikia

Diterbitkan: 16 Jul 2019 | Tim SehatQDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Paronikia
Paronikia merupakan infeksi kulit di sekitar kuku tangan dan kaki Anda. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri atau sejenis ragi yang disebut Candida. Bakteri dan ragi dapat menyerang secara bersamaan saat infeksi terjadi.Paronikia dapat terjadi secara perlahan dan berlangsung selama berminggu-minggu. Selain itu, penyakit ini dapat muncul secara mendadak, tapi biasanya hanya berlangsung selama satu atau dua hari.Tanda dan gejala pada paronikia bisa dideteksi dan diobati dengan sedikit atau tanpa kerusakan pada kulit dan kuku Anda. Infeksi yang Anda derita bisa saja memburuk atau semakin parah, yang menyebabkan kuku hilang sebagian atau seluruhnya jika tidak diobati.
Paronikia
Dokter spesialis Kulit
Pada umumnya, tanda dan gejala paronikia yang terjadi adalah rasa sakit pada area yang terjangkit, merah, dan bengkak di sekitar kuku. Gejala-gejala tersebut biasanya dialami di kutikula atau kuku. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah kulit melepuh dan bernanah. Kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri.Bakteri mengakibatkan paronikia terjadi secara mendadak. Apabila infeksi ini diakibatkan oleh jamur, biasanya gejala lebih lambat muncul. Pada penyakit ini biasanya terjadi perubahan pada kuku umumnya kuku mungkin terlihat terpisah, berbentuk tidak normal, atau memiliki warna yang tidak biasa.Apabila infeksi menyebar ke seluruh tubuh maka tanda dan gejala yang ditimbulkan, antara lain:
  • Demam dan menggigil
  • Munculnya garis-garis merah di sepanjang kulit
  • Pada kulit yang mengalami paronikia menjadi lembab
  • Nanah pada kuku
  • Nyeri pada kuku dan sekitarnya 
  • Pada kuku yang terinfeksi akan terasa hangat saat disentuh
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Rasa tidak enak badan
Paronikia bisa terjadi ketika Anda mengalami cedera pada area kuku akibat menggigit atau mencabut kuku ibu jari. Umumnya, penyakit ini diakibatkan oleh beberapa hal, seperti:
  • Mewarnai kuku
  • Tidak memotong kuku secara teratur atau memotongnya dengan cara yang salah
  • Kuku sering terpapar air atau produk pembersih
  • Terinfeksi jamur atau bakteri
Namun, terkadang gangguan kuku ini merupakan tanda dan gejala dari penyakit lain yang serius, seperti:
Untuk mendeteksi penyakit ini, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter. Beberapa jenis obat juga dapat mengakibatkan gangguan kuku. Sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu mengenai efek samping dari obat yang Anda konsumsi.
Dokter akan mendeteksi penyakit ini dengan cara memantau atau mengamatinya kerusakan yang terjadi pada kuku. Dokter kemudian akan mengambil sampel nanah dari infeksi yang terjadi, lalu akan dibawa ke laboratorium apabila tidak terjadi perubahan setelah menjalani pengobatan. Tes ini berfungsi untuk menentukan jenis infeksi dan pengobatan yang tepat.
Apabila Anda memiliki nanah pada area yang terinfeksi, Anda dapat merendam area tersebut dengan air hangat sebanyak beberapa kali sehari dan mengeringkannya. Tindakan ini dapat membantu nanah keluar dengan sendirinya.Selain itu, dokter juga bisa memberikan antibiotik apabila infeksi yang dialami semakin parah. Anda juga memerlukan abses cairan yang berfungsi mengeluarkan nanah untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan mempercepat proses penyembuhan. Hal Ini harus dilakukan oleh dokter Anda untuk mengurangi penyebaran infeksi.Usai Anda mengeringkannya, dokter dapat mengambil sampel nanah dari luka akibat paronikia untuk menentukan apa yang menyebabkan infeksi dan pengobatan terbaik.Sementara itu, paronikia kronis lebih sulit untuk diobati. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat antijamur dan mengeluarkan cairan dari dalam luka akibat paronikia.Pada kasus yang cukup parah, Anda mungkin membutuhkan pembedahan untuk mengangkat bagian kuku yang terinfeksi. Selain itu, pengobatan topikal lain yang memblokir peradangan juga bisa digunakan.
Menjaga kebersihan adalah salah satu tindakan yang paling penting untuk mencegah paronikia. Sebaiknya, Anda menjaga tangan dan kaki tetap bersih agar bakteri tidak masuk di antara kuku dan kulit Anda. Selain itu, menghindari trauma yang disebabkan oleh menggigit, mengorek, manikur, atau pedikur juga dapat membantu Anda mencegah infeksi akut.Dalam mencegah infeksi kronis, sebaiknya Anda tidak terpapar air dan lingkungan basah secara berlebihan, serta menjaga tangan dan kaki Anda untuk tetap kering.
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami tanda dan gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, dan apabila penyakit yang Anda alami sudah diobati tetapi tak kunjung sembuh.
Healthline. https://www.healthline.com/health/paronychia
Diakses pada Januari 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001444.htm
Diakses pada Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/nail-problems/
Diakses pada Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kuku Terasa Sakit Sekali, Bagaimana Cara Mengobati Cantengan?

Cantengan atau paronychia adalah kondisi infeksi pada kuku. Cantengan biasanya ditandai dengan kemerahan dan bengkak di sekitar kuku yang disebabkan oleh pemotongan kuku yang terlalu pendek.
08 Apr 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Salah satu gejala cantengan adalah pembengkakan pada jari

Kuku, Hubungannya dengan Kesehatan dan Penyakit yang Sering Terjadi

Keadaan kuku dapat mengindikasikan masalah kesehatan tertentu yang terjadi pada tubuh Anda. Seperti, kuku pucat, yang bisa menjadi pertanda penyakit serius, seperti anemia, gagal jantung. Sementara itu, penyakit pada kuku yang umumnya terjadi adalah cantengan, onomikosis, dan hematoma subungal.
09 Apr 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Kuku pucat dapat menjadi pertanda penyakit serius, seperti anemia dan gagal jantung kongestif

Tanda Anda Menderita Cantengan Parah dan Cara Mengobatinya

Cantengan parah bisa diobati dengan salep antibiotik atau antijamur. Anda juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan selama masa pengobatan.
20 Aug 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Salah satu gejala cantengan parah adalah kulit yang memerah di sekitar kuku