Paraplegia

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Paraplegia paling umum disebabkan kecelakaan, namun juga dapat disebabkan stroke atau tumor pada tulang belakang.

Pengertian Paraplegia

Paraplegia atau paralisis parsial adalah salah satu bentuk paralisis. Fungsi tubuh yang terkena dampaknya adalah dari bagian pinggang ke bawah.

Fungsi yang terganggu tidak hanya fungsi motorik untuk menggerakan bagian tubuh, tapi juga fungsi sensorik untuk merasakan sensasi. Gangguan sensasi ini dapat berupa hilangnya sensasi ataupun perubahan sensasi, seperti sensasi terhadap nyeri, suhu, dan sentuhan.

Paraplegia disebabkan oleh kerusakan saraf tulang belakang (medulla spinalis) pada level tulang belakang toraks 1 (T1) sampai lumbar 5 (L5). Saraf tulang belakang merupakan saluran penghantar rangsangan dari otak menuju ke bagian tubuh sehingga anggota tubuh bisa digerakkan.

Sebaliknya, rangsangan berupa sensasi sentuhan, panas, dan getaran, masuk lewat kulit dan diantar melalui saraf tulang belakang menuju ke otak untuk dipersepsikan di otak. Jika terjadi kerusakan saraf otak maupun saraf tulang belakang, rangsangan tidak akan dapat diantarkan dengan baik.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Paraplegia merupakan kondisi yang tidak tetap. Seseorang dapat memiliki gejala yang berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Beberapa orang dapat sembuh dengan spontan. Sedangkan pada sebagian penderita lainnya, tidak ada perbaikan meskipun telah menjalani terapi. Keadaan yang bervariasi tersebut dapat dipengaruhi oleh terapi maupun penyebab paraplegia itu sendiri.

Pada penderita paraplegia, fungsi lengan dan tangan yang normal. Sementara pada bagian tubuh dari pinggang ke bawah, akan mengalami gejala yang meliputi:

  • Hilangnya sensasi (nyeri, suhu, getaran, dan posisi).
  • Gangguan sensasi, seperti nyeri yang tidak dapat dijelaskan, sensasi elektrik, dan kesemutan.
  • Penurunan atau hilangnya fungsi seksual, libido, atau kesuburan.
  • Gangguan proses buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB).
  • Gangguan pergerakan tubuh bagian bawah.

Masalah lain yang dapat timbul pada orang dengan paraplegia adalah:

  • Perubahan mood dan depresi.
  • Kenaikan berat badan karena kurangnya aktivitas fisik.
  • Infeksi, terutama pada tubuh bagian bawah. Misalnya, luka baring yang disebabkan oleh tertekannya bagian tubuh dalam jangka waktu yang lama akibat kurangnya pergerakan dan tubuh berada pada posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama.
  • Infeksi saluran kemih berulang.
  • Batu ginjal.
  • Kekakuan otot.
  • Perubahan temperatur tubuh yang cepat dan bervariasi.
  • Nyeri kronis.
  • Pneumonia (infeksi pada paru-paru).

Penyebab

Kerusakan pada saraf tulang belakang dapat disebabkan oleh dua mekanisme, yaitu traumatik dan nontraumatik. Sebagian besar paraplegia disebabkan oleh trauma tulang belakang. Pemicu trauma jenis ini bisa berupa:

  • Kecelakaan lalu lintas.
  • Jatuh
  • Kecelakaan saat menyelam.
  • Tindak kekerasan, termasuk luka tembak.
  • Kecelakaan saat olahraga.
  • Kecelakaan medis atau pembedahan.

Sementara penyebab nontraumatik dapat terjadi akibat penyakit atau kelainan genetik yang meliputi:

  • Stroke
  • Kelainan genetik, seperti paraplegia spastik herediter.
  • Penyakit bawaan, seperti spina bifida.
  • Kekurangan oksigen pada otak atau saraf tulang belakang akibat tersedak, komplikasi proses kelahiran, dan lain-lain.
  • Penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis
  • Infeksi, seperti tuberkulosis, sifilis, dan polio.
  • Tumor pada tulang belakang.
  • Bekuan darah pada saraf tulang belakang.
  • Kelainan saraf tulang belakang, seperti syrinx

Diagnosis

Untuk mendeteksi penyebab dari paraplegia, dokter bisa melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi:

  • Pemeriksaan darah untuk menilai adanya infeksi, tumor, atau penyebab lain yang dapat menimbulkan paraplegia.
  • Pungsi lumbar, yaitu prosedur pengambilan cairan serebrospinal melalui tulang belakang bagian lumbar untuk diperiksa.
  • CT scan atau MRI untuk memberikan gambar otak dan saraf tulang belakang secara lebih detail.

Pengobatan

Cedera pada saraf tulang belakang tidak selalu langsung diikuti oleh gejala yang nyata, seperti kebas atau kelemahan anggota gerak tubuh. Bahkan kerusakan lebih lanjut dapat terjadi jika ada perdarahan dan pembengkakan daerah tulang belakang. Oleh karena itu, pertolongan medis sangat diperlukan dengan cepat jika terjadi cedera pada tulang belakang.

Terapi ditujukan pertama kali untuk mengatasi penyebab paraplegia. Jika terjadi cedera pada tulang belakang, bagian tulang belakang tidak boleh digerakkan karena akan memperparah kerusakan saraf tulang belakang.

Setelah itu, akan dilakukan terapi untuk membantu mengatasi keterbatasan pergerakan dengan memakai alat bantu. Contohnya, kursi roda dan fisioterapi.

Gangguan BAK dan BAB dapat diatasi dengan penggunaan kateter (selang urin) maupun program manajemen BAK dan BAB. Dengan program tersebut, penderita paraplegia dapat lebih mengendalikan pengeluaran BAK dan BAB.

Pencegahan

Cedera tulang belakang paling sering disebabkan oleh kecelakaan. Oleh sebab tu, pencegahan paraplegia dapat dilakukan dengan meminimalisir risiko cedera dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar.

Menggunakan alat pelindung saat berolahraga dan memakai sabuk pengaman termasuk langkah penting untuk mencegah cedera serius yang diakibatkan oleh kecelakaan. Selain itu, hindari juga beraktivitas atau berkendara saat kondisi fisik kurang fit, mengantuk, atau di bawah pengaruh obat-obatan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Cedera tulang belakang traumatik merupakan kegawatdaruratan. Ini berarti Anda harus segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami cedera pada daerah tersebut.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum konsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Mempersiapkan informasi mengenai kejadian yang menyebabkan cedera tulang belakang.
  • Mengajak keluarga atau teman untuk menemani Anda berkonsultasi dengan dokter
  • Mencatat daftar pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter umumnya akan mengajukan sederet pertanyaan berikut ini:

  • Apa penyebab cedera yang Anda alami?
  • Kapan cedera itu terjadi?
  • Apa pekerjaan Anda?
  • Dengan siapa Anda tinggal?
  • Bagaimana keadaan tempat tinggal Anda? (rumah atau apartemen, bertingkat atau tidak)
  • Apakah Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat sumbatan bekuan darah?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit lain?
Referensi

Spinal Cord. https://www.spinalcord.com/paraplegia
Diakses pada 19 April 2019

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/spinal-cord-injury-paraplegia
Diakses pada 19 April 2019

Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/science/paraplegia
Diakses pada 19 April 2019

News Medical. https://www.news-medical.net/health/What-is-Paraplegia.aspx
Diakses pada 19 April 2019

Disabled World. https://www.disabled-world.com/definitions/paraplegia.php
Diakses pada 19 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-cord-injury/diagnosis-treatment/drc-20377895
Diakses pada 19 April 2019

Back to Top