Penyakit Lainnya

Pantat Bau

Diterbitkan: 11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pantat Bau
Pantat bau dapat dialami setiap orang, dan memang cukup umum terjadi. Bau pada pantat dapat berasal dari area pantat itu sendiri atau pun bagian anus.Bau tidak sedap yang tercium dari pantat sebelum membersihkan diri dapat terbilang hal yang normal. Bagaimanapun, area pantat adalah bagian tubuh yang selalu tertutup dan minim udara sehingga rentan menjadi lembap.Selain itu pantat juga memiliki rambut dan kelenjar keringat. Kotoran berupa feses pun dikeluarkan melalui anus yang terdapat di pantat. Jadi tak heran, apabila pantat dan area di sekitarnya dapat menghasilkan bau yang tidak sedap.Akan tetapi, jika bau pantat masih tercium jelas meski Anda sudah mandi ataupun membasuhnya dengan bersih, dapat menandakan suatu kondisi medis yang perlu diperhatikan. Umumnya, pantat bau muncul ketika area ini berkeringat. Keringat yang becampur dengan bakteri biasanya dapat menimbulkan bau tidak sedap. Selain keringat, berbagai kondisi kesehatan juga dapat memicu munculnya bau yang tidak normal pada area pantat.Ketahui penyebab bau tak sedap yang muncul pada pantat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Sejumlah kondisi di bawah ini dapat memicu munculnya bau pada pantat:1. HiperhidrosisHiperhidrosis menyebabkan tubuh memroduksi keringat secara berlebihan akibat kelenjar keringat yang terlalu aktif. Kelenjar keringat umumnya terdiri dari dua jenis, yakni kelenjar eccrine yang menghasilkan keringat berupa air dan garam, lalu kelenjar apokrin yang menghasilkan bebauan dari keringat tersebut.Meski memiliki kelenjar keringat, tetapi area pantat hanya mempunyai kelenjar eccrine sehingga seharusnya keringat di sana tidak akan berbau. Bau tak sedap di pantat biasanya muncul karena adanya kontak dengan bakteri yang berada di permukaan kulit.2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)IBS adalah sekumpulan keluhan (khususnya kebiasaan buang air besar) yang muncul karena iritasi pada saluran pencernaan. Selain karena frekuensi buang air besar yang tinggi, gejala-gejala khas IBS seperti perut kembung dan sembelit membuat penderita IBS rentan mengeluarkan bau tak sedap dari pantat.3. Penyakit CrohnPenyakit Crohn atau Crohn’s disease adalah peradangan saluran cerna yang menahun atau kronis. Gejala yang umum dari penyakit ini adalah diare, perdarahan di rektum, dan fistula ani. Berbagai gejala tersebut dapat menyebabkan pantat yang bau.4. Sindrom bau ikan atau TrimethylaminuriaSindrom bau ikan adalah kelainan genetik yang membuat bagian tubuh, termasuk pantat mengeluarkan bau amis. Kasus ini tergolong langka dan bisa terjadi pada berbagai kalangan usia maupun jenis kelamin.5. Radang usus besarRadang usus besar terjadi karena usus besar mengalami peradangan dan menimbulkan luka besar serta disertai nanah. Tak jarang kondisi ini juga memengaruhi bau di area pantat.6. SembelitKonstipasi atau sembelit ditandai dengan kesulitan buang air besar selama beberapa minggu atau lebih. Akibatnya, tinja dapat menumpuk di usus dan memicu bakteri untuk berkembang menghasilkan bau tak sedap.7. Perut kembungPerut kembung terjadi akibat adanya gas yang menumpuk karena tidak mengalir dengan baik dan akhirnya terjebak di sistem pencernaan. Kondisi ini dapat memicu bau muncul di area pantat.8. Alergi dan intoleransi makananAlergi dan intoleransi makanan tertentu dapat mengakibatkan masalah pencernaan. Akibatnya, berbagai gejala dapat muncul, termasuk bau pada pantat.9. Hemoroid (wasir)Hemoroid adalah kondisi yang biasa disebut dengan wasir atau ambeien. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah vena yang ada di sekitar anus, mengalami pembengkakan. Gatal dan iritasi di anus yang menyerang penderita wasir kerap kali memicu bau di area tersebut.10. Abses anusAbses anal atau anus terbentuk karena kumpulan nanah di sekitar anus. Pantat bau dapat berasal dari nanah yang dikeluarkan tersebut.11. Fistula aniFistula ani adalah terbentuknya lubang abnormal seperti terowongan kecil di antara kulit dan otot anus.  Hal ini dapat terjadi akibat infeksi di area sekitar anus yang tidak sepenuhnya sembuh. Infeksi ini berisiko memunculkan kumpulan nanah dan meninggalkan lubang ketika nanah mengering.12. Fisura aniFisura ani adalah luka robekan di dinding saluran anus karena kerusakan lapisan mukosa yang mengelilingi anus.13. Penyakit menular seksualPenyakit menular seksual seperti klamidia atau sipilis dapat menyebabkan berbagai gejala dan menimbulkan bau tidak sedap di organ kelamin maupun area sekitarnya, termasuk di pantat.14. Kanker usus besar dan rektumKedua kanker tersebut dapat memengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan berbagai komplikasi seperti fisura ani atau penyakit Crohn.15. DivertikulitisDivertikulitis terjadi ketika kantung-kantung usus meradang dan terinfeksi. Kondisi ini paling sering memengaruhi usus besar dan menimbulkan gejala berupa sakit perut, sembelit, diare, atau feses berdarah.16. Gaya hidupBeberapa kondisi yang berasal dari lingkungan atau kebiasaan berikut ini, dapat memicu pantat bau:
  • Tinggal di wilauah dengan cuaca panas dan lembap
  • Kebiasaan mengenakan pakaian yang ketat, tebal, atau tidak menyerap keringat di area pantat
  • Berolahraga
  • Stres atau gelisah yang menyebabkan berkeringat secara berlebihan.
  • Kurang menjaga kebersihan area kelamin
Cara menghilangkan bau pantat dapat dilakukan dengan berbagai langkah, seperti mengobati penyakit yang menyebabkannya maupun penggunaan beberapa produk yang dapat mengontrol keringat pada pantat.Konsultasikan pada dokter apabila bau tak sedap pada pantat tetap tercium meski sudah dibersihkan. Terlebih, apabila Anda juga mengalami gejala lain seperti gejala infeksi atau secara konsisten tinja Anda berubah menjadi lebih keras maupun lembek yang dapat disertai dengan darah.
Well and Good. https://www.wellandgood.com/why-anus-smells/
Diakses pada 24 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/butt-sweat
Diakses pada 24 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326897
Diakses pada 24 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326897#causes
Diakses pada 24 Maret 2021
Prevention. https://www.prevention.com/health/a27532128/butt-sweat-causes/
Diakses pada 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email