Pankreatitis Akut

Ditinjau dr. Fridawati
Pankreatitis akut atau radang pankreas ditandai dengan nyeri pada perut dan umumnya disebabkan batu empedu.
Peradangan pada pankreas menyebabkan rasa nyeri pada bagian atas perut

Pengertian Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut adalah radang pankreas yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan rasa sakit di daerah perut bagian atas atau ulu hati.

Kebanyakan kasus pankreatitis akut dapat pulih dengan sepenuhnya setelah mendapatkan perawatan yang tepat. Dalam kasus yang parah, pankreatitis akut dapat menyebabkan pendarahan ke dalam kelenjar, kerusakan jaringan yang serius, infeksi, pembentukan kista, dan dapat membahayakan organ vital seperti jantung, paru-paru dan ginjal.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala utama pankreatitis akut adalah nyeri pada perut. Nyeri dapat bervariasi bergantung pada faktor-faktor tertentu. Nyeri biasanya:

  • Berlangsung dalam beberapa menit setelah minum atau makan
  • Rasa nyeri menyebar dari perut bagian atas ke daerah punggung lalu bahu kiri
  • Rasa nyeri bertambah ketika berbaring telentang daripada ketika duduk

Gejala lain yang dapat meningkatkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, diantaranya adalah:

  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Berkeringat
  • Penyakit kuning
  • Diare
  • Kembung

Penyebab

Pankreatitis akut disebabkan secara langsung atau tidak langsung. Penyebab langsung dapat memengaruhi pankreas, jaringan, atau salurannya. Sedangkan, penyebab tidak langsung merupakan hasil dari penyakit atau kondisi yang berasal dari bagian lain tubuh.

Batu empedu adalah salah satu penyebab utama pankreatitis akut. Batu empedu dapat masuk ke saluran empedu dan memblokir saluran pankreas, sehingga mengganggu cairan yang mengalir melalui saluran tersebut dan menyebabkan peradangan.

Penyebab langsung pankreatitis akut, diantaranya adalah:

  • Masalah autoimun pada pankreas
  • Kerusakan pankreas atau kandung empedu akibat operasi atau cedera
  • Lemak yang berlebihan, umumnya trigliserida dalam darah.

Penyebab tidak langsung pankreatitis akut, diantaranya adalah:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Fibrosis kistik atau kondisi serius yang memengaruhi paru-paru, hati dan pankreas
  • Penyakit Kawasaki (penyakit yang biasanya terjadi pada anak <5 tahun yang ditandai oleh demam, kemerahan pada tubuh, mata merah, dan pembesaran kelenjar getah bening).
  • Infeksi virus seperti gondong dan infeksi bakteri seperti mycoplasma
  • Sindrom reye atau komplikasi dari virus tertentu yang dapat memengaruhi hati
  • Obat-obatan tertentu yang mengandung estrogen, kortikosteroid atau antibiotik

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosa pankreatitis akut dengan menggunakan tes darah dan pencitraan. Tes darah dapat mencari enzim (amilase dan lipase) yang bocor dari pankreas. Pencitraan USG, CT, atau MRI scan memungkinkan dokter untuk melihat kelainan pada pankreas. Dokter juga akan bertanya tentang riwayat medis dan meminta pasien untuk menjelaskan gejala yang dirasakan.

Pengobatan

Perawatan di rumah sakit biasanya akan dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan cukup cairan. Dokter dapat merekomendasikan obat untuk mengurangi rasa sakit dan untuk mengobati segala kemungkinan infeksi. Jika perawatan tersebut tidak berhasil, pasien perlu melakukan operasi untuk mengangkat jaringan yang rusak, menyalurkan cairan, atau memperbaiki saluran yang tersumbat. Jika batu empedu menyebabkan masalah, pasien memerlukan operasi pengangkatan empedu.

Jika obat atau cedera traumatis yang menyebabkan pankreatitis akut, segera hentikan penggunaan obat tersebut dan hindari beraktivitas sampai benar-benar pulih.

Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri, pastikan untuk mengonsumsinya tepat seperti apa yang dokter anjurkan. Hindari merokok dan minum banyak cairan untuk memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera buat janji dengan dokter jika Anda mengalami nyeri perut yang terus menerus. Segera cari bantuan medis jika sakit perut begitu parah dan tak tertahankan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda dapat mengunjungi dokter gastroenterologi (dokter spesialis ahli pencernaan). Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan janji Anda, diantaranya adalah:

  • Menanyakan apakah ada yang harus disiapkan sebelum berkonsultasi, seperti membatasi diet, dan lain-lain.
  • Menuliskan gejala apapun yang Anda alami
  • Menuliskan informasi pribadi utama Anda, seperti stres dan perubahan dalam hidup yang dialami
  • Membuat daftar semua obat, vitamin serta suplemen yang Anda konsumsi
  • Membawa anggota keluarga atau teman untuk mendampingi Anda. Hal ini mempermudah Anda untuk mengingat sesuatu yang disampaikan dokter.
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut, diantaranya adalah:

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala Anda terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
  • Pernahkah Anda mengalami gejala-gejala ini sebelumnya?
  • Pernahkah Anda didiagnosis dengan pankreatitis di masa lalu?
  • Apakah Anda minum alkohol? Jika ya, berapa banyak dan seberapa sering Anda minum?
  • Apakah Anda meminum obat-obatan tertentu sebelum gejala muncul?
  • Apakah ada riwayat keluarga dengan penyakit pankreas?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/acute-pancreatitis
Diakses pada 18 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000287.htm
Diakses pada 18 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatitis/symptoms-causes/syc-20360227
Diakses pada 18 Desember 2018.

Medicine net. https://www.medicinenet.com/pancreatitis/article.htm#what_should_i_know_about_pancreatitis
Diakses pada 18 Desember 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/what-is-acute-pancreatitis
Diakses pada 18 Desember 2018.

Back to Top