Saraf

Otot Kaku

Diterbitkan: 26 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Otot Kaku
Otot kaku terjadi ketika otot terasa tegang dan sulit digerakkan, bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Kondisi ini dapat menyerang otot di bagian tubuh manapun dan bisa berlangsung selama beberapa jam, bahkan selama beberapa hari pada kasus yang lebih parah.Otot kaku berbeda dengan kram atau kejang otot yang biasanya akan menghilang saat tubuh berhenti digerakkan. Meski begitu, otot kaku sering kali disertai dengan gejala yang sama seperti nyeri, kram dan rasa tidak nyaman.Otot memiliki fungsi utama untuk menggerakkan tubuh. Dalam prosesnya, otak akan mengirimkan sinyal agar agar otot dapat berkontraksi dan menggerakkan tubuh. Saat tubuh diam atau tidak lagi bergerak, otot kemudian akan mengendur.Otot kaku terjadi ketika otak terus mengirimkan sinyal yang memerintahkan otot agar terus berkontraksi, bahkan saat otot tidak lagi diperlukan untuk bergerak. Semakin lama otot berkontraksi, semakin parah rasa sakit yang dirasakan.Kekakuan otot biasanya bukan merupakan suatu kondisi yang mengancam dan dapat hilang dengan sendirinya. Otot kaku umumnya dapat diobati dengan latihan peregangan dan pengobatan rumahan.  Namun, dalam beberapa kasus, otot yang kaku bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan tertentu, terutama jika ada gejala lain yang muncul.Mengetahui penyebab otot kaku adalah langkah utama untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Ada berbagai macam hal yang dapat menyebabkan otot kaku, di antaranya:1. Olahraga dan aktifitas fisik yang beratPenyebab umum dari kekakuan otot adalah olahraga atau kerja fisik yang berat. Sering kali, kekakuan dapat terjadi ketika seseorang memulai rutinitas atau menjalani program olahraga yang baru atau sedang meningkatkan intensitas dan durasi dari kegiatan fisik tersebut.Pada saat hal itu terjadi, otot dituntut untuk bekerja lebih keras dan menyebabkan kerusakan mikroskopis pada serat otot. Hal ini kemudian mengakibatkan kekakuan atau nyeri. Jenis cedera ini disebut juga dengan delayed onset muscle soreness (DOMS).Gerakan apa pun dapat menyebabkan DOMS, tetapi lebih sering disebabkan oleh:
  • Jogging atau lari menuruni tanjakan seperti bukit
  • Angkat bebanenggunakan beban
  • Melakukan squat
  • Melakukan push-up
2. Terkilir Penyebab lain dari otot kaku yang paling umum adalah karena ada bagian tubuh yang terkilir atau keseleo. Bagian tubuh yang paling umum mengalami hal ini adalah bagian kaki dan punggung bawah.Saat terkilir, serat otot akan meregang atau robek. Sementara keseleo dapat mengakibatkan ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang) meregang, terpelintir atau robek. Berbagai kejadian tersebut dapat mengarah pada kakunya otot.3. Polymyalgia rheumaticaPolymyalgia rheumatica adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan nyeri otot dan otot kaku. Biasanya mempengaruhi tubuh bagian atas, termasuk bahu, leher, lengan dan juga pinggul. Kondisi ini paling sering menyerang pasien berusia 50 tahun ke atas.4. Gigitan atau sengatan seranggaGigitan dan sengatan serangga terkadang bisa menyebabkan otot kaku. Biasanya otot kaku akibat kondisi ini disertai juga dengan gejala lain seperti munculnya benjolan merah dan bengkak pada kulit yang bisa terasa gatal dan nyeri.Beberapa serangga yang biasanya menggigit atau menyengat sehingga dapat menyebabkan otot kaku meliputi:
  • Tawon
  • Lebah
  • Lalat kuda
  • Kutu caplak
  • Nyamuk
  • Pinjal
  • Laba-laba
  • Agas (midges)
Gejala otot kaku yang ditimbulkan dari gigitan atau sengatan biasanya akan membaik dalam beberapa hari. Akan tetapi beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi yang mungkin memerlukan perhatian medis.Kaku otot setelah gigitan serangga juga dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain seperti penyakit Lyme, malaria, atau penyakit Rocky Mountain spotted fever.5. InfeksiBeberapa infeksi dapat menyebabkan kekakuan otot dan gejala lainnya. Infeksi tersebut meliputi:6. Efek samping obat-obatanBeberapa obat dapat menyebabkan efek samping berupa otot kaku. Misalnya pada obat golongan statin yang diresepkean untuk menurunkan kolesterol.Selain itu, anestesi yang digunakan sebelum operasi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami otot kaku selama berjam-jam hingga beberapa hari berikutnya.7. Penyebab lain Beberapa hal lain yang terkadang menyebabkan kekakuan otot meliputi:
  • Kurang aktif bergerak
  • Kelebihan berat badan
  • Menjalani pola makan yang buruk
  • Memiliki kualitas tidur yang buruk
  • Berada di lingkungan yang dingin atau lembap
Segera cari pertolongan medis apabila otot kaku yang Anda alami disertai dengan kondisi berikut:
  • Tidak kunjung hilang
  • Demam, terutama apabila otot yang kaku terjadi di leher
  • Kelemahan otot yang ekstrim
  • Kemerahan, nyeri, dan bengkak di area yang mengalami otot kaku
  • Nyeri otot yang muncul setelah minum obat baru
  • Urine berwarna gelap
The Journal of Physiology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1175380/?page=1
Diakses pada 17 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/muscle-stiffness
Diakses pada 17 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320545#
Diakses pada 17 April 2021
Medicoverhospitals. https://www.medicoverhospitals.in/symptoms/muscle-stiffness
Diakses pada 17 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email